METODE PENELITIAN A.Jenis Penelitian
B. Setting Penelitian
Penelitian tindakan ini dilaksanakan di kelas IV SD Negeri 2 Wates pada tahun ajaran 2015/2016. Peneliti memilih SD Negeri 2 Wates sebagai lokasi penelitian karena selama 2 tahun ajaran, secara berturut-turut nilai siswa kelas IV pada mata pelajaran PKn rata-rata berada dibawah KKM. Hal di atas berdampak pada kualitas mutu pembelajaran. Selain itu, SD Negeri Wates merupakan SD Negeri favorit yang diminati oleh masyarakat. Dengan demikian, untuk menghasilkan mutu pembelajaran yang berkualitas sebagai salah satu SD Negeri favorit yang diminati oleh masyarakat perlu didukung dengan keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran di dalam kelas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar berupa nilai kognitif Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) melalui strategi belajar berbasis kecerdasan majemuk. Selain menggunakan strategi pembelajaran berbasis kecerdasan majemuk, dalam penelitian ini juga menggunakan pendukung seperti peta konsep, gambar, jawaban stik, bermain peran, dan mind map guna mendukung ketercapaian pembelajaran yang dilakukan.
50 C. Subjek Penelitian
Subjek dalam penelitian ini adalah guru kelas IV SD Negeri 2 Wates yang menyampaikan pembelajaran dan siswa kelas IV SD Negeri 2 Wates yang akan menghasilkan pembelajaran. Siswa kelas IV SD Negeri 2 Wates berjumlah 33 orang yang terdiri dari 20 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Karakteristik siswa yang menjadi subjek penelitian ini yaitu siswa yang memiliki nilai dibawah KKM khususnya pada materi sistem pemerintahan pusat. Hanya terdapat beberapa siswa yang lulus KKM pada materi ini. Padahal guru sudah menjelaskan secara runtut dan detail, serta memberikan soal evaluasi maupun pengayaan setelah materi selesai. Guru juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya jika terdapat materi yang belum dipahaminya. Hal di atas menunjukan bahwa hasil belajar Pendidikan kewarganegaraan kelas IV SD Negeri 2 Wates masih rendah. D. Desain Penelitian
Menurut Pardjo (2007: 31)ada banyak model penelitian tindakan,diantaranya yaitu model Kurt Lewin, Kemmis dan Mc Taggart, Model Ebbut, dan Model Mc Kerman. Desain penelitian yang akan dikembangkan pada penelitian ini adalah model Stephen Kemmis dan Robin Mc Taggart pada tahun 1988. Zainal Aqib (2007: 22) model Kemmis dan Mc Taggart dalam satu siklus terdiri dari empat langkah, yaitu perencanaan (Planning), aksi/tindakan (acting), observasi (obseving), dan refleksi (refleting).
51
Menurut Kemmis dan Mc. Taggart (1988: 11-13) menggambarkan bahwa penelitian tindakan itu dilaksanakan melalui beberapa siklus dan tiap-tiap siklus terdari dari 3 tahap.
1. Perencanaan (Planning)
Pada tahap perencanaan ini kegiatan yang dilakukan adalah menentukan fokus penelitian. Selanjutnya guru mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran yang telah berlangsung sebelumnya, mendata kelemahan-kelemahannya, diidentifikasi, dan dianalisis kelayakannya untuk diatasi dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Peneliti juga menentukan fokus peristiwa yang perlu mendapatkan perhatian khusus untuk diamati, kemudian membuat sebuah instrumen pengamatan untuk membantu peneliti merekam fakta yang terjadi selama tindakan berlangsung.
Dalam penelitian ini, peneliti mengembangkan rencana pembelajaran, soal tes tertulis, lembar observasi, dan angket respon siswa dan guru. Pengembangan rencana pembelajaran dibuat berdasarkan pembelajaran yang akan dilaksanakan pada semester 2 tahun ajaran 2015/2016. Instrumen pengamatan berupa lembar observasi digunakan oleh peneliti untuk mengamati kesesuaian proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru sebagai pelaksana penelitian tindakan dengan menerapkan strategi pembelajaran berbasis kecerdasan majemuk. Lembar observasi dan angket dalam pembelajaran PKn digunakan untuk mengetahui prosentase pelaksanaan pembelajaran dalam pembelajaran
52
PKn dan kesesuan antara rencana pembelajaran dan pembelajaran dengan menerapkan strategi belajar berbasis kecerdasan majemuk.
2. Pelaksanaan Tindakan dan Observasi (Act & Observe)
Tahap pelaksanaan tindakan digunakan untuk mengatasi masalah yang telah terpilih. Penelitian tindakan ini dimaksudkan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran PKn melalui strategi belajar berbasis kecerdasan majemuk di kelas IV SD Negeri 2 Wates. Guru sebagai kolaborator melaksanakan pembelajaran dengan menerapkan strategi pembelajaran berbasis kecerdasan majemuk didalam pembelajaran. Kolaborator mengamati dan membuat catatan-catatan mengenai jalannya pembelajaran.
Observasi dilakukan selama tindakan berlangsung dengan maksud untuk mengetahui kesesuaian antara pelaksanaan tindakan dengan rencana tindakan yang telah ditetapkan. Pengamatan dilakukan secara komprehensif dengan menggunakan pedoman observasi. Fokus pengamatan adalah kegiatan guru dalam menjalankan skenario pembelajaran dan hasil belajar siswa dari pembelajaran yang dilakukan. 3. Refleksi (Reflection)
Pada tahap ini, peneliti bersama dengan kolaborator mendiskusikan hasil pengamatan yang telah dilakukan. Refleksi dilakukan untuk mengkaji pelaksanaan tindakan dalam meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran PKn. Apabila hasil refleksi menunjukan telah tercapainya indikator keberhasilan yang ditentukan, maka penelitian dihentikan.
53
Namun apabila hasil yang terjadi adalah sebaliknya, maka dilakukan perbaikan tindakan pada siklus selanjutnya. Kelemahan dan kekurangan yang telah ditemukan pada siklus sebelumnya dapat digunakan sebagai dasar penyusunan rencana tindakan pada siklus berikutnya. Sehingga siklus selanjutnya akan menjadi lebih baik daripada siklus sebelumnya.
Model penelitian yang digunakan adalah model Kemmis dan Mc. Taggart (1988: 11) yaitu model spiral. Model spiral ini terdiri dari 2 siklus dan dari setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan dan observasi, serta refleksi.
Gambar 1. Model Spiral Kemmis dan Mc. Taggart (Kemmis dan Mc. Taggart, 1988: 11)
Prosedur penelitian tindakan kelas yang dirancang dengan penjabaran sebagai berikut.
54 1. Siklus 1
a. Perencanaan
1) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 2) Menyusun Lembar Kegiatan Siswa (LKS)
3) Menyusun soal evaluasi
4)Menyusun lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran 5) Menyusun angket pelaksanaan pembelajaran
6) Menyusun angket perangkat pembelajaran b. Pelaksanaan Tindakan dan Observasi
Selama proses pembelajaran yang berlangsung, guru mengajar sesuai RPP yang dibuat dengan menerapkan strategi pembelajaran berbasis kecerdasan majemuk. Penelitian dilakukan dengan melibatkan kecerdasan yang menonjol dari masing-masing siswa. Peneliti mengamati jalannya pembelajaran berdasarkan indikator pelaksanaan dan menerima pembelajaran dalam pembelajaran PKn.
Observasi dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan pedoman observasi. Observasi dilakukan untuk mengamati kesesuaian proses pembelajaran berdasarkan rencana yang telah dibuat dengan menerapkan strategi pembelajaran berbasis kecerdasan majemuk. Selain itu dalam pelaksanaan tindakan, siswa diberikan angket pelaksanaan pembelajaran siswa untuk mengetahui prosentase pelaksanaan pembelajaran yang dilakukanguru dengan penerapan strategi pembelajaran berbasis kecerdasan majemuk di kelas IV SD Negeri 2 Wates.
55 c. Refleksi
Data yang diperoleh pada saat observasi dianalisis untuk melihat peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran PKn di kelas IV SD Negeri 2 Wates melalui pembelajaran yang dilaksanakan. Selain itu, data angket penilaian perangkat pembelajaran dan penilaian pelaksanaan pembelajaran juga dianalisis untuk menengetahui prosentasi hasil belajar siswa di kelas berdasarkan tanggapan dari responden sendiri. Kemudian dilaksanakan diskusi antara peneliti dan guru kelas untuk mengetahui hasil dari pelaksanaan pembelajaran. Apabila hasil refleksi menunjukan telah tercapainya indikator keberhasilan yang ditentukan, maka penelitian dihentikan. Namun apabila hasil yang terjadi adalah sebaliknya, maka dilakukan perbaikan tindakan pada siklus selanjutnya.