• Tidak ada hasil yang ditemukan

Shadaqah Sukarela dan Kedermawanan Setiap Orang

D. Cara Mengentaskan Kemiskinan

5. Shadaqah Sukarela dan Kedermawanan Setiap Orang

semua karakternya kemudian berjalan di atas urat-uratnya, agar dengan akhlaknya terwujud sesuatu yang mampu memperbaiki kekurangan dari aturan tersebut.

Bahwasannya, Islam sebagai suatu agama mesti memperhatikan aspek akhlak tersebut, tidak memandang cukup dengan hak-hak yang diatur undang-undang. Aspek akhlak dalam pandangan Islam bukan sekadar sarana mencapai kebersamaan, tetapi juga sebagai tujuan pembinaan manusia yang salih dan yang layak mendapat rida Allah untuk berdampingan dengan para Nabi di surga-Nya, meskipun kemiskinan sendiri telah hilang. Terdapat banyak ayat dalam Al-Qur‟an dan sabda Rasul Saw. Dalam As Sunnah yang mengajak untuk kebiasaan infak dan yang ancamannya dapat melenturkan hati yang keras dan menggetarkan tangan yang bakhil menjadi belas kasih.80 Allah Swt, berfirman:























  









Artinya: Barang siapa yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.(Q.S. Al Baqarah 2:245)81

80 Yusuf Qardhawy, Shadaqah Cara Islam, 171-172.

81 Depag RI, Al-Qur‟an, 2:245.hal 39.





























   

Artinya: Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Rabbnya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Q.S.Al Baqarah 2:274).82















 

 

 













   

  

























 





Artinya: Tetapi Dia tiada menempuh jalan yang mendaki lagi sukar.

Tahukah kamu Apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu?

(yaitu) melepaskan budak dari perbudakan, atau memberi Makan pada hari kelaparan, (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, atau kepada orang miskin yang sangat fakir. Dan Dia (tidak pula) Termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan.

(Q.S. Al- Balad, 30:11-18)83

82Ibid, 2:274. hal 46.

83Depag RI, Al-Qur‟an, 30:11-18. Hal 594.

Kebiasaan dermawan juga berangsung terus dari zaman ke zaman dengan macam-macam peningkatan. Demikian pula, masyarakat dari masa ke masa telah menyasikan suri teladan yang tinggi itu, bahwa Allah dan Rasul-Nya lebih mereka cintai daripada gelimangan harta emas, perak, dan segala kesenangan hidup lainnya. Demikian ini, Abdullah bin Ja‟far r.a. tidak pernah menolak orang yang meminta apapun kepadanya. Sehingga dari kebiasaan murah hatinya ini beberapa temannya malah mengkritiknya, maka ia menimpali: “Bahwa Allah telah biasa memberiku, maka aku pun harus biasa memberi hamba-hamba-Nya. Jika aku berhenti dari kebiasaan memberi hamba-Nya, aku khawatir Allah pun berhenti dari kebiasaan memberiku.”84

84 Yusuf Qardhawy, Shadaqah Cara Islam, 178-180.

BAB IV

ANALISA PERBANDINGAN KONSEP KEMISKINAN MENURUT BKKBN DAN YUSUF AL-QARDHAWY

Kemiskinan dapat berdampak negatif bagi kehidupan atau bahaya yang sangat mengkhawatirkan bagi pribadi dan masyarakat, aqidah dan keimanan, akhlak dan perilaku, pemikiran budaya, dan keluarga juga bangsa berikut beberapa dampak ngeatif:

1. Kemiskinan Berbahaya bagi Aqidah (Agama)

Tak diragukan lagi bahwa kemiskinan itu bahaya besar bagi aqidah apalagi miskin yang melarat lalu bertetangga dengan orang orang yang tidak baik. Demikian pula jika yang miskin ini seorang pekerja yang ulet sedang yang kaya seorang duduk saja dirumah. Dalam keadaan seperti itu kemiskinan akan menjadi penyebab utama keraguan akan kebijaksanaan aturan Allah Swt. bagi kehidupan, juga keraguan akan keadilan-Nya dalam hal rezeki.85

2. Kemiskinan Berbahaya bagi Akhlak dan Perilaku

Jika kemiskinan berbahaya bagi aqidah dan keimanan, maka tidak kalah bahayanya bagi akhlak dan perilaku manusia. Sebab kemiskinan itu apalagi yang bersangkutan mempunyai tetangga rakus keletihannya banyak mendorong pada perilaku atau perbuatan tidak terpuji. Karena itu banyak orang berkata: “Bunyi perut itu lebih dahsyat daripada bunyi

85 Yusuf Qardhawy, Shadaqah Cara Islam, 11.

77

hati.”Bahkan lebih buruk dari ini, kemiskinan itu menimbulkan keragu-raguan atas nilai-nilai akhlak berikut keseimbangan ukurannya sebagaimana pula meragukan nilai-nilai agama.86

3. Kemiskinan Berbahaya bagi Pikiran

Hidup miskin juga berbahaya pada pikiran seseorang. Orang miskin yang tidak bisa memenuhi kebutuhan pokok bagi diri dan keluarganya, bagaimanapun tidak akan berpikir teliti. Terutama sekali jika orang miskin ini mempunyai tetangga yang bergelimang harta dan emas.

Maksudnya karena orang bersangkutan sedang kacau pikirannya, sehingga keputusannya tidak benar. Yang demikian ini karena emosi yang temperamen itu berpengaruh pada kelurusan berpikir dan berpendapat sebagaimana menurut ilmu jiwa. Para ulama fiqh berpendapat, bahwa keadaan “sangat lapar dan sangat haus” dapat dikategorikan dalam “keadaan marah” 87

4. Kemiskinan Berbahaya bagi Keluarga

Kemiskinan juga berbahaya bagi keluarga antara lain: bagi pembentukannya, kebutuhannya, dan ketenteramannya. Dalam membentuk keluarga menurut saya (penulis) kemiskinan ini penghambat terbesar yang melintang antara seorang bujangan dan pintu pernikahannya berikut hal-hal lain di belakang nikah, seperti mahar, nafkah, dan kemampuan ekonomi.Karena inilah Al Qur‟an berpesan

86 Ibid, 12-13.

87 Muhammad Yusuf Al Qardhawy, Konsepsi Islam, 18

agar para bujangan miskin ini tetap menjaga kesucian diri mereka dan bersabar hingga sampai pada kemampuan ekonomi.





  











Artinya: Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (dirinya), sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. (Q.S An-Nur 18:33)88

Yakni Al Qur‟an menasihati para wali tersebut agar mempertimbangkan secara benar dalam memilih calon suami putri mereka, yakni mengutamakan kesalihan bukan materi saja.









 













   







Artinya: Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang salih dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Q.S. An-Nur 18:32). 89

Kemudian dalam keutuhan atau rumah tangga, kemiskinan banyak menyebabkan perceraian secara paksa yang tidak di inginkan suami atau istri. Tindakan seperti ini dibenarkan aturan Islam, yakni hakim boleh mentalak seorang istri dari suami yang tidak mampu memberi nafkah.Islam membenarkan banyak dampak buruk dari kemiskinan di atas terhadap perilaku perbuatan manusia. Hingga yang demikian ini

88 Depag RI, Al-Qur’an, 18:33. hal 354.

89 Depag RI, Al-Qur’an, 18:32. Hal 354.

sering menimbulkan kejahatan sebagian manusia, Sebab yang menimbulkan tindak kejahatan itu banyak pula faktor lain yang melingkupinya. Misalnya faktor kejiwaan, agama, akhlak, dan lingkungan masyarakat, mempunyai pengaruh nyata pada seluruh manusia.90

5. Kemiskinan Berbahaya bagi Ketentraman Masyarakat

Lebih dari semua bahaya di atas, kemiskinan juga berbahaya bagi kedamaian dan ketenteraman masyarakat. Terdapat riwayat Abu Dzar, berkata: “Aku kagum dengan orang yang tidak punya makanan pokok di rumahnya, mengapa ia tidak mendatangi orang-orang sambil melesatkan pedangnya?” Seseorang masih bisa bersabar jika kemiskinan itu timbul karena barang-barang semakin langka atau jumlah manusia semakin bertambah.Tetapi, jika kemiskinan itu akibat distribusi kekayaan secara tidak adil dan kemewahan hidup segelentir orang. Inilah yang suka membangkitkan emosinya, menimbulkan fitnah dan merobek-robek tali kasih di antara mereka atau tega bertindak keji.

Selama dalam masyarakat itu terdapat rumah bamboo dan gedung mewah, yang rugi yang beruntung, yang kaya dan yang miskin, maka kedengkian dan kebencian akan terus menyala bagaikan api menyantap kayu basah dan kering. Demikian pula jurang pemisah antara kelompok kaya dan miskin semakin terus meluas. Pada gilirannya akan timbul

90 Yusuf Qardhawy. Shadaqah Cara Islam, 15-18

rencana-rencana busuk dari pihak kelompok miskin yang tidak berharta itu.

Selain itu, kemiskinan juga berbahaya bagi kedaulatan bangsa.

Penduduk miskin yang susah itu tidak akan ada keinginan mencela Negara dan kehormatan bangsa, karena negaranya sendiri tidak memberinya makan dari lapar dan tidak menenteramkannya dari kekhawatiran. Sebenarnya sama saja antara orang yang enggan membela tanah air dan yang tidak mau tahu dengan pembelaan ini.

Kemuudian mengapa pembelaan ini diwajibkan kepadanya sementara yang tidak mau tahu itu mempunyai hak menikmati tanah air tersebut?

Mengapa pula ia dipanggil mencintai tanah air tetapi dilupakan menikmatinya. Selain itu, semua kemiskinan juga menimbulkan bahaya-bahaya lain: terhadap kesehatan umum karena biasanya hidup miskin ini diikuti gizi buruk, tempat tinggal tidak layak dan lain-lain.

Juga terhadap kesehatan jiwa karena suka kegaduhan, kecemasan dan kebencian. Dalam keadaan seperti ini juga berbahaya terhadap produktivitas, perekonomian, dan lain-lain.91

Menurut penulis bahwa bahaya kefakiran sangat besar yaitu dapat menyebabkan seseorang putus asa, rendah diri, berbuat jahat, mudah iri hati, sulit mensyukuri nikmat dan karunia yang diberikan Allah. Kondisi ini bisa berakibat bergesernya akidah, dan rapuhnya himmah. Apabila kemiskinan sudah bergeser pada perilaku jahat maka akhlak orang itu pun

91 Yusuf Qardhawi, Shadaqah Cara Islam, 18-19.

menjadi orang yang tidak berakhlak, bahkan pada gilirannya kemiskinan dapat memporak porandakan rumah tangga. Tidak sedikit perceraian yang di akibatkan oleh persoalan kekurangan dalam ekonomi.

A. Persamaan Konsep Kemiskinan Menurut BKKBN dan Yusuf

Dokumen terkait