• Tidak ada hasil yang ditemukan

5.1 Sikap Pemilih Terhadap Integritas

Untuk mengetahui sikap masyarakat terkait integritas pemilu, survei ini menilai sikap masyarakat terhadap dua hal, yaitu sikap masyarakat terhadap integritas calon pemimpin dan sikap masyarakat terhadap integritas pemilih. Sikap masyarakat terhadap integritas calon pemimpin dapat diungkapkan melalui pendapat responden atas beberapa perilaku buruk calon pemimpin. Hasilnya, secara umum masyarakat cenderung berpendapat bahwa perilaku-perilaku calon pemimpin yang buruk dalam kuisioner tergolong tidak baik. Ketidaksetujuan masyarakat ini terutama terlihat pada sikap masyarakat terhadap perilaku kandidat/calon pemimpin yang membiarkan tim sukses kampanyenya melakukan kecurangan aturan. Sebanyak 70.82% menjawab bahwa perbuatan tersebut tidak baik dan 24.18% menyatakan kurang baik. Jika ada perbuatan yang mencerminkan integritas yang rendah dari calon pemimpin namun persentase masyarakat yang menganggap biasa saja masih relatif besar (lebih dari 15%) adalah perilaku menjanjikan/memberikan uang atau materi kepada masyarakat menjelang pemilu (politik uang), perilaku menonjolkan agama/ras/suku/profesi dirinya untuk meraih simpati dukungan masyarakat, dan calon pemimpin yang ikut serta pemilu namun masih memegang jabatan sebelumnya. Secara lebih detail, jawaban responden terlihat dalam Tabel 5.1 di bawah.

Tabel 5.1 Sikap Responden Terhadap Integritas Calon Pemimpin

No Perilaku Jawaban Responden Baik Biasa Saja Kurang Baik Tidak Baik 1 Kandidat / calon pemimpin menjanjikan / memberikan uang

atau materi kepada masyarakat menjelang pemilu dengan

alasan memenuhi kebutuhan/keinginan masyarakat 6.64% 17.05% 31.89% 44.43% 2 Kandidat /calon pemimpin menonjolkan agama/ras/suku/

profesi dirinya untuk meraih simpati dukungan masyarakat 8.20% 18.11% 30.41% 43.28% 3 Kandidat /calon pemimpin tidak melaporkan dana

kampanye secara benar dan transparan 2.05% 8.69% 29.34% 59.92% 4 Kandidat/calon pemimpin membiarkan tim sukses

kampanyenya melakukan kecurangan aturan karena tim

sukses kandidat lain juga melakukannya 0.25% 4.75% 24.18% 70.82% 5 Kandidat/calon pemimpin yang masih memiliki masalah

pajak bisnisnya namun berkampanye untuk meningkatkan penerimaan pajak Negara/daerah

0.98% 5.57% 26.80% 66.64% 6 Kandidat/calon pemimpin yang ikut serta pemilu namun

masih memegang jabatan sebelumnya karena ditunjuk

|

Direktorat Penelitian dan Pengembangan - KPK

30 Sementara itu, sikap masyarakat terhadap integritas pemilih diukur melalui beberapa pertanyaan terkait perilaku pemilih. Beberapa pilihan jawaban diberikan agar responden dapat menilai apakah perbuatan-perbuatan yang tercantum dalam pertanyaan termasuk perbuatan baik, biasa saja, kurang baik atau tidak baik. Secara umum, hasilnya cenderung baik dalam arti masyarakat menilai perbuatan yang buruk termasuk buruk dan perbuatan yang baik termasuk baik kecuali dalam satu hal, yaitu ketika masyarakat menilai baik perbuatan pemilih yang menerima pemberian dari kandidat yang sesuai dengan pilihan hatinya. Padahal diharapkan dalam kondisi ideal, pemilih tidak menerima pemberian apapun dari kandidat, parpol atau tim sukses. Hal yang juga perlu dicermati adalah persentase yang menjawab “biasa saja” terhadap perilaku pemilih yang mencerminkan rendahnya integritas masih cukup tinggi (di atas 15%). Jawaban ini menunjukan masyarakat masih cukup permisif terhadap perilaku yang kurang berintegritas dalam pemilu. Hasil selengkapnya terdapat dalam tabel di bawah ini:

Tabel 5.2 Sikap Pemilih Terhadap Perilaku Pemilih

No Perilaku Baik Biasa

Saja

Kurang Baik

Tidak Baik P1 Seorang pemilih menerima pemberian dari calon

pemimpin/parpol/tim suksesmenjelang pemilu dengan alasan masyarakat bisa mendapatkan sesuatu secara langsung dari calon pemimpin/pemimpin hanya saat pemilu

2.87% 21.64% 36.97% 38.52% P2 Seorang pemilih menerima pemberian dari calon

pemimpin/parpol/tim sukses menjelang pemilu dengan

alasan kebutuhan ekonomi sehari-hari 6.64% 28.44% 31.23% 33.69% P3 Seorang pemilih memberikan suaranya kepada calon

pemimpin/parpol yang dapat memberikan/menjanjikan

sesuatu paling besar kepadanya menjelang pemilu 2.70% 18.20% 32.70% 46.39% P4 Seorang pemilih menerima pemberian dari calon

pemimpin/parpol/tim sukses menjelang pemilu namun tidak memberikan suaranya kepada calon pemimpin/parpol tersebut

5.66% 29.43% 32.13% 32.79% P5 Seorang pemilih menerima pemberian dari calon

pemimpin/parpol/tim sukses menjelang pemilu karena calon pemimpin/parpol/tim sukses tersebut memang pilihan nuraninya

31.39% 36.31% 23.03% 9.26% P6 Seorang pemilih melakukan pencarian informasi mengenai

rekam jejak seluruh calon pemimpin/parpol untuk menentukan pilihan dukungannya

62.46% 27.62% 7.05% 2.87% P7 Seorang pemilih melakukan pencarian informasi mengenai

visi, misi, program seluruh calon pemimpin/parpol untuk

menentukan pilihan dukungannya 63.28% 28.36% 5.98% 2.38%

Jika melihat jawaban responden berdasarkan kota, hal yang menarik adalah di kota Palembang, mayoritas responden menjawab biasa saja untuk perilaku pemilih yang menerima pemberian dari kandidat/tim sukses dengan berbagai alasan (pertanyaan nomor P1, P2 dan P4). Bahkan untuk

|

Direktorat Penelitian dan Pengembangan - KPK

31 perilaku yang menerima pemberian karena calon pemimpin/parpol tersebut adalah pilihan nuraninya, persentase responden yang menjawab hal tersebut adalah perbuatan baik mencapai 63.92% dan biasa saja 27.84%, sedangkan yang menjawab kurang baik dan tidak baik hanya 5.15% dan 3.09%. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat di kota Palembang paling permisif terhadap pemberian menjelang pemilu dibanding daerah lain yang disurvei.

Grafik 5.1 Sikap Responden Terhadap Perilaku Pemilih di Kota Palembang

5.2 Perilaku Pemilih Terhadap Integritas

Pada bagian akhir, survei ini mengukur perilaku responden terhadap integritas calon pemimpin dengan melihat kecenderungan/keinginan berubah pada responden. Untuk itu responden diberikan pernyataan yang mengemukakan contoh-contoh perilaku negatif yang mungkin dilakukan kandidat/calon pemimpin dalam pemilu. Perilaku negatif yang dicontohkan antara lain: seandainya kandidat terbukti berbohong mengenai kisah pribadi hidupnya atau rumah tangganya, seandainya kandidat terbukti tidak memenuhi kewajiban melaporkan harta kekayaannya kepada KPK secara jujur dan seandainya kandidat disangkakan melakukan korupsi. Diharapkan responden selaku pemilih dapat secara tegas tidak mendukung kandidat yang berbuat hal-hal seperti yang dicontohkan dalam pertanyaan.

Hasil survei menunjukkan bahwa ketika responden dihadapkan pada beberapa contoh perilaku negatif kandidat, maka jawaban responden cenderung tidak mendukung kandidat yang bersangkutan. Meskipun demikian, ada perilaku yang ditolak oleh banyak responden atau di atas 80% dan ada pula perilaku yang ditolak oleh sejumlah kecil responden atau kurang dari 50%. Perilaku

8.25% 16.49% 6.19% 9.28% 63.92% 44.33% 46.39% 35.05% 45.36% 27.84% 29.90% 21.65% 34.02% 23.71% 5.15% 17.53% 15.46% 24.74% 21.65% 3.09% 0.00% 10.00% 20.00% 30.00% 40.00% 50.00% 60.00% 70.00% P1 P2 P3 P4 P5

|

Direktorat Penelitian dan Pengembangan - KPK

32 yang banyak ditolak responden adalah bila kandidat tidak melaporkan dan membayar pajak secara jujur, sejumlah 84% menyatakan tidak mendukung perilaku tersebut. Perilaku lain yang banyak ditolak adalah bila kandidat terbukti tidak memenuhi kewajiban melaporkan harta kekayaannya kepada KPK secara jujur, sejumlah 82.70% menyatakan tidak mendukung. Perilaku negatif yang tidak banyak ditolak oleh responden misalnya adalah bila kandidat memberikan sumbangan sembako pada warga di lingkungan sambil berkampanye agar warga memilihnya, hanya ditolak kurang dari 50% responden. Hal ini menarik karena ternyata kegiatan pembagi-bagian sembako oleh kandidat hanya membuat kurang dari 50% responden menjadi tidak mendukung kandidat. Secara lengkap, kecenderungan perubahan perilaku respoden dapat dilihat di Tabel 5.3.

Tabel 5.3 Perilaku Responden Terhadap Perilaku Calon Pemimpin

No Pernyataan Jawaban Responden Ragu-Ragu Tetap Mendukung Tidak Mendukung

1 Seandainya kandidat yang saya dukung terbukti berbohong mengenai kisah pribadi hidupnya atau

rumah tangganya 17,21% 4,84% 77,95%

2 Seandainya kandidat yang saya dukung terbukti tidak memenuhi kewajiban melaporkan harta kekayaannya

kepada KPK secara jujur 14,34% 2,95% 82,70%

3 Seandainya kandidat yang saya dukung disangkakan

melakukan perbuatan asusila 24,75% 8,69% 66,56%

4 Seandainyakandidat yang saya dukung pernah terkait

suatu kecurangan dalam usaha/bisnis 14,59% 2,87% 82,54%

5 Seandainyakandidat yang saya dukung disangkakan

melakukan korupsi 22,87% 8,03% 69,10%

6 Seandainya keluarga (istri dan anak) kandidat yang saya dukung terlibat dalam masalah hukum dan atau

asusila 26,39% 18,20% 55,41%

7 Seandainya partai pendukung (kader lain) kandidat yang saya dukung terlibat dalam kasus korupsi dan

atau tindakan asusila 19,18% 19,67% 61,15%

8 Seandainya kandidat yang saya dukung tidak

melaporkan dan membayar pajak secara jujur 12,62% 3,11% 84,26% 9 Seandainya kandidat yang saya dukung memiliki visi

misi program pro-rakyat yang tidak lebih baik dari

kandidat lain 26,56% 31,97% 41,48%

10 Seandainya kandidat yang saya dukung memberikan sumbangan sembako pada warga di lingkungan saya

sambil berkampanye agar warga memilihnya 27,70% 29,34% 42,95%

Bila ditelaah lebih jauh lagi, latar belakang pendidikan responden cukup mempengaruhi jawaban responden. Responden dengan tingkat pendidikan Sekolah Dasar (SD) dan lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) ke bawah cenderung permisif terhadap kegiatan bagi-bagi sembako

|

Direktorat Penelitian dan Pengembangan - KPK

33 dengan persentase masing-masing 39.53% dan 34.20%, sementara responden dengan tingkat pendidikan tinggi lebih tegas tidak mendukung perbuatan kandidat tersebut. Data ini memberikan arah bagi upaya peningkatan integritas pemilih oleh KPK ataupun lembaga lain, bahwa prioritas sasaran sosialisasi perlu ditujukan bagi masyarakat pemilih dengan latar belakang pendidikan rendah. Perilaku responden berdasarkan tingkat pendidikan dapat dilihat secara lengkap pada Tabel 5.4 di bawah.

Tabel 5.4 Perilaku Responden Terhadap Praktik Politik Uang Calon Pemimpin Berdasarkan Pendidikan

Tingkat Pendidikan Tetap Mendukung Ragu-Ragu Tidak Mendukung

<SD 39.53% 27.91% 32.56% SD 25.40% 30.69% 43.92% SMP 34.20% 27.71% 38.10% SMA 29.70% 27.37% 42.93% DIPLOMA 20.29% 30.43% 49.28% S1 26.27% 24.58% 49.15% S2 20.00% 50.00% 30.00%

|

Direktorat Penelitian dan Pengembangan - KPK

34

6 INDEKS INTEGRITAS PEMILIH

Dokumen terkait