• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DATA

A. Sikap kepemimpinan Kepala MI Hidayatul Mubtadiin

Berdasarkan teori kepemimpinan kepala sekolah dapat ditarik kesimpulan antara lain sebagai berikut:

1. Kepala sekolah harus mampu mempengaruhi, menggerakan, dan mengarahkan para guru untuk mencapai tujuan pendidikan sesuai yang

diharapkan.

2. Kepala sekolah hendaknya mempunyai sifat-sifat positif, seperti bertakwa kepada Tuhan, memberi contoh yang

bertanggungjawab, dsb agar dalam menjalankan kinerjanya bisa diterima

oleh bawahanya dan bisa berjalan dengan maksimal.

3. Kepala sekolah sebagai supervisi harus mampu mengarahkan dan

mengkoordinasikan para guru dalam segala kegiatan sekolah.

4. Kepribadian kepala sekolah menjadi faktor yang dapat mempengaruhi keharmonisan kerja para guru di sekolah.

5. Dedikasi dan profesionalisme kerja kepala sekolah menjadi cerminan dari sikap kepemimpinan kepala sekolah

Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang telah dilakukan

dapat diketahui tentang pola perilaku kepemimpinan Kepala Sekolah MI Hidayatul Mubtadiin, baik dari segi kepribadian maupun profesionalisme kerja dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Kepala Sekolah. Hal ini juga dapat dilihat berdasarkan data dokumentasi di MI Hidayatul

Mubtadiin. Hal itu juga sesuai dengan beberapa paradigma penelitian kualitatif bahwa rangkaian hasil penelitian dapat di relevansi terhadap realita yang ada.1

Fungsi utama Kepala Sekolah sebagai pemimpin pendidikan adalah menciptakan situasi belajar mengajar yang kondusif sehingga guru-guru dapat mengajar dan murid-murid dapat belajar dengan baik.2 Fungsi itu dapat dijalankan oleh Kepala Sekolah MI Hidayatul Mubtadiin. Dalam menjalankan

fungsi tersebut, Kepala Sekolah memiliki tanggung jawab ganda, yaitu melaksanakan administrasi sekolah sehingga terc pta situasi belajar mengajar yang baik, ini terkait dengan peran disisi profesionalisme kerja. Fungsi yang kedua adalah melaksanakan supervisi sehingga guru-guru bertambah semangat dan motivasinya dalam menjalankan tugas-tugas pengajaran dan dalam

membimbing murid-murid.

Kepribadian supervisor, dalam hal ini adalah Kepala MI Hidayatul

Mubtadiin, menjadi unsur penting dalam menjalani fungsinya sebagai

pemimpin pendidikan. Sifat-sifat dan peran pribadinya sangat mempengaruhi

sikap dan reaksi guru-guru dalam melaksanak

Kepribadian disini dapat diartikan susunan dari s

dan fisik yang dimiliki oleh Kepala Sekolah. Satu atau kombinasi dari sifat-

sifat itu mempengaruhi reaksi orang lain terhadap individu.

an kinerjanya di sekolah,

fat-sifat mental, emosional,

1 Lexy G. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif Remaja Rosdakarya, Bandung, 1000, Him 32.

2 Hendiyat Soetopo, Kepemimpinan dan Supervisi Pendidikan, PT Bina Aksara, Jakarta 1988, Him 19

64

dengan menjadikan suasana dan Kepala Sekolah MI Kepala MI Hidayatul Mubtadiin bisa menciptakan suasana yang harmonis melalui pola komunikasi yang dia lakukan dengan guru-guru dan

murid-murid. Sikap ramah, santun dan bisa memposisikan diri dengan orang- orang yang diajak bicara menjadi faktor tersendiri

kekeluargaan selalu terjalin ditingkatan guru Hidayatul Mubtadiin.

Kepala Sekolah harus mampu mengorganisir dan membantu dewan

guru dalam merumuskan program pembinaan pengajaran. Kepala Sekolah mampu menanamkan keyakinan kepada guru-guru, memupuk kerjasama

mengembangkan program supervisi, dan menstimulir partisipasi aktif dalam usaha mencapai tujuan pengajaran.

Proses pelaksanakan sebagai Kepala sekolah, Kepala MI Hidayatul

Mubtadiin sering dihadapkan pada perbedaan pe

perbedaan pendapat misalnya dalam musyawarah. Disatu sisi bisa dijadikan

bahan masukan untuk menentukan sebuah kebijakan, tetapi disisi lain perbedaan pendapat itu menjadi akar timbulnya

mempengaruhi keutuhan rumah tangga sebuah organisasi. Menghadapi situasi

yang demikian, Kepala MI Hidayatul Mubtadiin menetralisir keadaan dengan

berbagai kualitas yang dimilikinya diantaranya adalah sikap ramah,

menghargai pendapat maupun hasil apapun yang

alamiah, obyektif, dengan cara demokratis memimpin dewan guru untuk mengambil keputusan berdasarkan bukti dan obyektifitas.

ndapat antar guru. Adanya

sentimen pribadi yang akan

oby Sebagai pembuat keputusan dan penentu harus memiliki aspek-aspek yang sangat dib institusi atau sekolah, yaitu ketegasan dan sebenarnya mampu menunjukkan eksistensi sang dan selanjutnya mampu memberikan konstribusi

Begitu juga ketika mengambil dan me Sekolah harus independen, tidak dipengaruhi disekitamya. Dan tentunya kebijakan tersebut bagi pengembangan dan pertumbuhan sekolah, ketegasan seorang pamimpin akan membuat anak bahwa Kepala Sekolah inilah yang akan memb

tersebut.

kebijakan, seorang pemimpin utuhkan dalam memimpin

ektifitas. Hal inilah yang pemimpin dalam organisasi positif sebuah anak buah, mutuskan kebijakan, Kepala

oleh pihak-pihak yang ada merupakan kebijakan positif Yang jelas, obyektilitas dan buah semakin merasa yakin awa kebaikan bagi sekolah

Dari hasil wawancara dan analisis tersebut bisa diambil kesimpulan,

dari segi kepribadian, Kepala MI Hidayatul Mubtadiin mampu menerapkan

teori-teori kepribadian seorang pemimpin ditengah-tengah institusi atau

sekolah tersebut.

Dalam konteks dedikasi dan profesionalisme kerja, bisa dilihat dari

hasil wawancara yang telah dilakukan. Pada hakekatnya, pemimpin adalah

seorang yang mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi perilaku orang lain didalam kerjanya dengan menggunakan kekuasaan yang dimilikinya.3

kemampuan itu perlu dioptimalkan untuk membawa sebuah institusi kepada

sebuah tujuan yang telah direncanakan.

3 Nanang Fattah, Landasan Manajemen Pendidikan

1996. Him 88.

66

diteliti dan diusahakan Analisis pola kepemimpinan Kepala Sekolah dalam fungsi sebagai supervisor, setidaknya harus kembali bertitik tolak dari arti supervisi itu sendiri. Dikatakan bahwa supervisi adalah aktifitas menentukan kondisi atau syarat-syarat yang esensial yang akan menjamin tercapainya tujuan pendidikan.*

Sehubungan dengan itu maka kepala sekolah sebagai supervisor, berarti kepala sekolah hendaknya pandai meneliti, mencari dan menentukan syarat-syarat mana yang diperlukan bagi kemajuan sekolahnya sehingga tujuan pendidikan disekolah tercapai dengan maksimal. Di MI Hidayatul Mubtadiin banyak kondisi atau syarat yang

perbaikannya oleh Kepala Sekolah sebagai supervisor, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Sarana prasarana, salah satunya gedung sekolah. Yaitu dengan adanya usaha pembangunan gedung tahap demi tahap.

2. Memperhatikan keadaan guru. Dalam

kesejahteraan guru juga dilakukan, ini dilihat dari kondisi guru MI

Hidayatul Mubtadiin yang masih banyak statusnya sebagai guru bantu.

Kepala sekolah memikirkan pemberian tunjangan untuk kegiatan ekstra di

luar jadwal pokok.

3. Memotivasi semangat kerja guru. 4

arti, perhatian terhadap

4 B. Suryo Subroto, Manajemen Pendidikan di Sekolah, Rineka Cipta, Jakarta, 2004, him

Kepala Sekolah lebih sering »uru dalam proses pengajar 4. Mengontrol kerja dan kedisiplinan guru.

Adanya absensi guru, juga dalam pelaksanaan mengontrol relevansi metode yang dipakai terhadap kurikulum yang berlaku.

5. Peningkatan mutu guru dan memperhatikan prestasi murid.

Mengenai usaha meningkatkan mutu guru, Kepala Sekolah MI Hidayatul Mubtadiin melakukan dengan mengadakan rapat-rapat, kunjungan kelas, upgrading, serta memberi tunjangan-tunjj

khususnya yang masih berstatus guru bantu diimbangi dengan memperhatikan prestasi sis> ke waktu.

angan kepada guru-guru Selain itu, usaha itu juga wa yang diukur dari waktu

dalam melaksanakan tugas 6. Menerima kritik dan saran dari guru-guru.

Dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Kepala Sekolah MI Hidayatul Mubtadiin, dengan pola kepemimpinan yang dimiliki, dia juga tidak segan-segan menerima dan meminta kritik dan saran dari guru-

guru, ini dimaksudkan sebagai bahan evaluasi dan kewajiban.

7. Mengadakan evaluasi

Dalam melaksanakan kinerja sekolah bersama dengan guru-guru yang

akhirnya ditujukan untuk mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan,

Kepala Sekolah MI Hidayatul Mubtadiin selalu tiap-tiap rapat yang dilakkukan.

68

Beberapa hal diatas merupakan gambaran pekerjaan dan tanggung jaw ab yang dilakukan Kepala MI Hidayatul Mubtadiin. Secara analisis ringan, memang tugas dan tanggung jaw ab Kepala Sekolah sangatlah berat dan kompleks. Kepala Sekolah bukan kepala kantor yang hanya duduk dibelakang meja dengan pekerjaan menandatangani surat-surat urusan administrasi saja.

Berdasarkan kesimpulan tentang teori-teori kepemimpinan kepala sekolah dan melihat analisis tentang sikap kepemimpinan yang diterapkan kepala MI Hidayatul Mubtadiin. Dapat ditarik kesimpulan, bahwa ada hubungan antara teori dan analisis tersebut,

kepemimpinan yang diterapkan kepala MI Hidayatul Mubtadiin relevan dengan teori yang ada.

dai ini dikarenakan sikap

B. Pengaruh Sikap Kepemimpinan Kepala Sekolah