Lembar Kerja 01.A.
G
GAAMMBBAARRAANNDDIIRRII PPOOSSIITTIIFF
(Nama :………..)
Tuliskan 1 (satu) kelebihan yang dimiliki oleh rekan anda secara bergantian.
No Nama Penilai Kelebihan / Komentar Positif
Lampiran - Lembar Kerja 01
D
Daaffttaarr KKaattaa
M
MeennggeennaalliiPPootteennssiiDDiirrii
Pilihlah kata-kata dibawah ini yang sesuai dengan Anda. Berusahalah jujur dalam mengisi karena lembar ini hanya untuk diri pribadi Anda yang akhirnya akan membantu untuk menemukan potensi Anda
Gambaran Fisik Positif Gambaran Fisik Negatif
Rambut indah dan rapi Hidung mancung
Mata indah Kulit putih bersih Gigi putih teratur Tinggi badan ideal
Bibir seksi Wajah halus
Tubuh ideal Lengan kecil Perut ramping Jari tangan ramping
Kaki/betis ramping
Rambut kusam dan susah diatur Hidung pesek
Mata sipit Kulit kusam Gigi tidak teratur
Saya pendek Bibir tidak menarik Wajah banyak jerawat Tubuh terlalu kurus/gemuk
Lengan besar Perut buncit Jari-jari tangan besar
Kaki/betis besar
Gambaran Kepribadian Positif Gambaran Kepribadian Negatif
Memegang janji Pandai mengatur waktu
Jujur
Berani menghadapi kenyataan Bertanggung jawab Realistis Hemat Suka kompetisi Ramah Luwes Serius Energik Penuh keyakinan diri
Sopan Emosi stabil
Mandiri Teliti Suka umpan balik
Tepat waktu
Bias belajar dari pengalaman Menyenangkan
Cerdas
Ingkar janji
Tidak bisa mengatur waktu Suka berbohong Takut menghadapi kenyataan
Tidak bertanggung jawab Tidak realistis
Boros
Tidak suka kompetisi Kurang ramah Kaku Sembrono Loyo Ragu-ragu Kurang ajar Emosi labil Tergantung Ceroboh Takut umpan balik Sering menunda sesuatu Tidak bisa belajar dari pengalaman
Membosankan Bodoh
Mengambil resiko secara wajar Sederhana Baik Disukai teman Untung-untungan Banyak tingkah Jahat Dibenci teman Gambaran Keterampilan/kemampuan Positif Gambaran Keterampilan/kemampuan Negatif Pandai menyanyi Pandai berolah raga
Menari Melukis Mengoperasikan computer Mengendarai mobil Memasak Menjahit
Reparasi barang elektronik Memotong rambut Negoisasi Menulis Tata rias Dekorasi Mendongeng Bahasa inggris/asing Baca alquran Menganalisa masalah Diskusi Bergaul Suara sumbang Tidak pandai berolah raga
Tidak bisa menari Tidak bisa melukis Tidak bisa computer
Tidak bisa nyopir Tidak pandai memasak
Tidak bisa menjahit Tidak bisa reparasi Tidak bisa memotong rambut
Mudah terpengaruh Tidak pandai menulis
Tidak bisa tata rias Tidak bisa dekorasi Tidak pandai mendongeng Tidak pandai berbahasa inggris
Tidak fasih baca alquran Analisa kurang Tidak suka diskusi Tidak pandai bergaul
H
HAANNDDOOUUTT MMOODDUULL 22
P
PEERRSSEEPPSSIIPPOOSSIITTIIFF
Persepsi merupakan respon kognitif yang didahului oleh proses penginderaan. Stimulus yang diindera kemudian diorganisir dan diinterpretasikan, sehingga individu menyadari dan mengerti tentang apa yang diinderanya. Melalui proses penginderaan yang ditangkap oleh alat indera yang dimiliki individu, stimulus tersebut menjadi sesuatu yang berarti setelah diorganisasikan dan diinterpretasikan melalui persepsi individu, sehingga individu akan menyadari tentang keadaan disekitarnya dan keadaan dirinya sendiri. Persepsi mencakup kognisi, jadi persepsi meliputi penafsiran objek berdasarkan sudut pandang pengalaman individu yang bersangkutan. Persepsi mencakup penerimaan stimulus, pengorganisasian stimulus dan penerjemahan atau penafsiran stimulus yang telah diorganisasikan dengan cara yang dapat mempengaruhi perilaku dan pembentukan sikap.
Persepsi merupakan aktifitas yang terintegrasi di dalam diri individu sehingga apa yang ada dalam diri individu turut aktif dalam mempersepsi. Persepsi dipengaruhi oleh perasaan, kemampuan berpikir dan pengalaman-pengalaman yang dimiliki individu, sehingga hasil persepsi akan berbeda antar individu.
Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi adalah pertama ; pihak perilaku persepsi, jika individu memandang sebuah objek maka ia akan mencoba menafsirkan apa yang dilihatnya. Penafsiran itu sangat dipengaruhi oleh karakteristik pribadi diri individu. Karakteristik pribadi yang relevan sehubungan dengan persepsi diantaranya adalah sikap, motif, kepentingan atau minat, pengalaman masa lalu dan pengharapan. Kedua ; objek yang dipersepsikan, karakteristik objek yang dilihat dapat mempengaruhi apa yang dipersepsikan, misalnya gerakan, bunyi, ukuran dan atribut-atribut yang lain dari objek. Ketiga ; situasi, unsur-unsur lingkungan seperti lokasi, cahaya, panas atau faktor situasional dapat mempengaruhi perhatian. Beberapa hal yang dapat
membedakan persepsi antar individu adalah perhatian, harapan, kebutuhan dan sistem nilai. Keempat ; ciri kepribadian, individu yang berkepribadian percaya diri dengan yang tidak percaya diri akan berbeda persepsinya terhadap objek yang sama. Kelima ; serta gangguan kejiwaan, gangguan jiwa dapat menyebabkan kesalahan persepsi yang biasa disebut halusinasi.
Persepsi dapat berkembang sejalan dengan pengalaman yang dilalui individu. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan persepsi individu adalah keadaan psikologis, keluarga, dan kebudayaan.
Berdasarkan pengalaman yang dialami oleh individu, maka persepsi pun dapat menjadi positif atau negatif. Persepsi ini pula yang nantinya memunculkan pola pikir mengenai sesuatu. Sehingga individu akan merasakan kenyamanan yang disebabkan oleh persepsi yang positif atau sebaliknya. Persepsi yang negatif dapat mengakibatkan cara berpikir yang negatif, sehingga individu akan mudah untuk mengkritik diri sendiri, mempunyai penilaian negatif terhadap diri sendiri, menolak tanggung jawab dan lain-lain. Sedangkan apabila persepsi positif akan menghasilkan pola pikir yang positif, maka akan timbul keyakinan bahwa setiap masalah akan ada jalan keluarnya. Selanjutnya akan menghasilkan rasa optimisme, kepercayaan diri dan keyakinan yang tinggi akan kemampuan yang dimiliknya.
Lembar Kerja 02
M
MEEMMBBEENNTTUUKKPPEERRSSEEPPSSII PPOOSSIITTIIFF
Tuliskan peristiwa-peristiwa yang pernah anda alami dan bagaimana anda menilai peristiwa
H
HAANNDDOOUUTT MMOODDUULL 33
M
MAANNAAJJEEMMEENN WWAAKKTTUU
Bagi sebagian besar orang mengalami stres karena tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan semua kewajiban dan tanggung jawabnya sebagai pekerja. Hal ini biasa dirasakan karena dikejar oleh batas waktu penyelesaian tugas, pembatasan anggaran, persaingan sesama rekan kerja. Persoalan seperti ini tidak jarang melibatkan keahlian individu dalam mengatur diri, terutama mengatur waktu. Kemampuan mengatur waktu tidak terlepas dari kemampuan mengorganisir dan memilih prioritas serta melaksanakannya menurut prioritas. Hal lain yang merupakan kunci dalam mengatur waktu adalah kemampuan untuk menentukan prioritas dan kemampuan untuk mengkonsentrasikan segala upaya pada satu hal dalam satu waktu.
Jika individu merasa bahwa waktu yang dimiliki tidaklah cukup untuk melakukan dan menyelesaikan segala pekerjaan dan tanggung jawab, maka individu perlu melakukan proses pembelajaran dari orang lain dan dirinya sendiri. Hal ini mengingatkan pada semua orang bahwa setiap individu memiliki waktu yang sama yakni 24 jam dalam sehari, maka individu harus menentukan skala prioritas pada aktifitas yang dilakukan.
Sebagian orang akan menghabiskan waktunya berdasarkan Matrik Manajemen Waktu di bawah ini :
Mendesak Tidak Mendesak P en ti ng I AKTIFITAS : Krisis
Masalah yang mendesak
Proyek yang digerakkan oleh batas waktu
II
AKTIFITAS :
Pencegahan, aktifitas Kemenangan Pribadi Pengembangan hubungan
Pengenalan peluang baru Perencanaan, rekreasi Tidak P en ti ng III AKTIFITAS :
Interupsi, beberapa telepon, beberapa pos, beberapa laporan, beberapa pertemuan
Urusan mendesak Aktifitas yang populer
IV
AKTIFITAS :
Hal-hal sepele, kerja sibuk beberapa pos, beberapa telepon Pemborosan waktu
Aktifitas yang menyenangkan
Pada matrik di atas aktifitas terbagi menjadi dua, yaitu mendesak (genting) dan penting. Mendesak (genting) berarti memerlukan perhatian segera, sedangkan penting ada hubungan dengan hasil. Jika sesuatu adalah penting, maka sesuatu itu akan menunjang misi individu, nilai individu serta sasaran tertinggi dari target individu.
Kuadran I, mendesak sekaligus penting, kuadran ini berhubungan dengan hasil signifikan yang memerlukan perhatian langsung. Kuadran I biasanya disebut sebagai “Krisis” atau “Masalah”. Apabila individu berfokus pada Kuadran I, maka kuadran ini menjadi lebih besar dan mendominasi diri. Pada kuadran ini, individu seperti sedang menghadapi ombak yang terus menerpanya, hanya terfokus pada bangkit dan menghadapi gelombang ombak berikutnya. Sehingga hasil yang akan didapat oleh individu apabila Kuadran I mendominasi dirinya adalah stress, keletihan, manajemen krisis dan selalu memadamkan krisis. Hasil tersebut dapat dilihat pada matrik dibawah ini :
I. HASIL :
II
Stress
Keletihan
Manajemen krisis
Selalu memadamkan krisisIV
III
Ada individu-individu lain yang menghabiskan sebagian besar waktu untuk Kuadran III, mendesak namun tidak penting, sambil berpikir bahwa mereka berada pada Kuadran I. Individu-individu ini menghabiskan sebagian besar waktu mereka bereaksi terhadap hal penting, dengan mengasumsikan bahwa hal-hal itu juga penting. Namun kenyataannya adalah kegentingan masalah ini seringkali didasarkan pada prioritas dan harapan orang lain. Sehingga hasilnya dapat dilihat pada matrik di bawah ini :
I
IIIII. HASIL
Fokus jangka pendek
Manajemen krisis
Reputasi – karakter bunglon
Menganggap tujuan dan rencana tidak berharga
Merasa menjadi korban, lepas kendali
Hubungan dangkal dan putusIV
Individu-individu yang menghabiskan waktu hampir sepenuhnya pada Kuadran III dan IV pada dasarnya menjalani kehidupan yang tidak bertanggung jawab. Hasil yang diperoleh dapat dilihat pada matrik di bawah ini :
I
IIIII IV
Individu yang efektif berada di luar Kuadran III dan IV karena genting atau tidak, hal-hal tersebut memang tidak penting. Mereka juga mengurangi Kuadran I dengan memperbanyak menggunakan waktu di Kuadran II.
Kuadran II adalah inti dari manajemen waktu, yang juga menggambarkan manajemen pribadi yang efektif. Kuadran ini berhubungan dengan hal-hal yang tidak genting, tetapi penting. Ia berhubungan dengan hal-hal seprerti membina hubungan, menulis pernyataan misi pribadi, perencanaan jangka panjang, latihan, pemeliharaan pencegahan, persiapan mengenai semua hal yang individu tahu perlu dikerjakan. Sehingga hasilnya dapat di lihat pada matrik di bawah ini :
I
II HASIL
Visi, Perpsektif
Keseimbangan
Disiplin
Kontrol
Beberapa krisis HASIL :
Sama sekali tak bertanggung jawab
Dipecat dari pekerjaan
Bergantung pada orang lain atau lembaga untuk hal-hal mendasarEmpat pilar pada manajemen waktu secara efektif adalah pertama, menentukan peran (Identifying Roles). Banyak individu secara nyata tidak berpikir tentang peran yang mereka lakukan dalam hidup. Tugas yang pertama menuliskan peran kunci dalam hidup. Misalnya sebagai suami / istri, karyawan / karyawati, sehingga individu dapat menentukan fokus peran yang akan dilakukannya.
Kedua, menentukan tujuan (Selecting Goals). Langkah selanjutnya individu menentukan hasil yang ingin dicapai pada setiap peran yang dipilih selama jangka waktu tertentu dan terbatas. Idealnya tujuan jangka pendek harus merupakan bagian yang terintegrasi dari tujuan jangkan panjang.
Ketiga, penjadwalan (Scheduling).Tujuan jangka pendek, misalnya minggu depan, harus didefinisikan. Misal ingin meningkatkan kemampuan presentasi, meningkatkan kemampuan menjual, meningkatkan percepatan penyelesaian tugas di kantor. Pada tahap ini perlu mengidentifikasikan peran dan menentukan tujuan, kemudian menjabarkan setiap tujuan pada hari-hari tertentu dalam minggu ini sebagai prioritas yang ditentukan.
Keempat adalah adaptasi (Daily Adapting), individu tetap mampu menyesuaikan dengan peristiwa-peristiwa sehari-hari yang tidak direncanakan dan tidak ragu-ragu untuk menghadapinya.
Lembar Kerja 03
T
TAARRGGEETTPPEEKKEERRJJAAAANNSSAAYYAA
Tulislah target-target yang akan dicapai dalam pekerjaan anda.
Target Waktu
...
...
...
...
...
...
...
...
...
...
...
...
...
...
...
...
...Lembar Kerja 04
T
TAARRGGEETT SSAATTUUBBUULLAANN
Inilah target satu bulan ini yang bisa saya capai.
Bulan :
Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu
Alasan/Catatan:
... ... ...
Lembar Kerja 05
T
TAARRGGEETT SSAATTUUMMIINNGGGGUU
Inilah target satu minggu ini yang bisa saya capai.
Hari Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu
Tgl Jam 6 - 7 7 – 8 8 – 9 9 – 10 10 – 11 11 - 12 12 – 1PM 1 – 2 2 – 3 3 – 4 4 – 5 5 – 6 6 – 7 7 – 8 8 – 9 9 – 10 10 – 11 11 – 12 12 – 1AM 1 – 2 2 – 3 3 – 4 4 – 5 5 – 6 Alasan/Catatan: ...
Lembar Kerja 06
T
TAARRGGEETTSSAATTUUHHAARRII//HHAARRIIAANN
Inilah target satu hari ini yang bisa saya capai.
Hari / Tanggal : ...
Prio-ritas No. Target Cek Ok!
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Alasan/Catatan: ... ...
H
HAANNDDOOUUTT MMOODDUULL 44
D
DAAYYAA JJUUAANNGG
Daya juang atau adversity qoutient merupakan konsep tentang potensi manusia berupa kemampuan untuk menghadapi dan mengatasi masalah hidup berupa kesulitan atau hambatan. Daya juang merupakan respon individu terhadap kesulitan yang dihadapi berupa respon yang dapat berfungsi bertahan (tidak berputus asa atau mengundurkan diri) dan menghadapi kesulitan untuk diselesaikan. Respon ini merupakan respon persepsi di mana didalamnya terdapat peran kognitif dalam memandang permasalahan kesulitan yang dihadapi.
Daya juang berkaitan dengan respon individu dalam menghadapi suatu stimulus dari luar dan dari dalam diri. Dengan mengetahui bagaimana individu memposisikan dirinya atas stimulus akan menjelaskan bagaimana individu mampu menguasai diri dan mengendalikan situasi yang berhubungan dengan dirinya. Kemampuan menguasai dan mengendalikan yang tinggi berarti individu memiliki kemampuan dalam menghadapi kesulitan yang dihadapinya, demikian pula sebaliknya.
Aktifitas yang dilakukan manusia adalah upaya pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Daya juang menjelaskan bahwa dorongan individu dalam mencapai tujuan adalah dorongan untuk mendaki. Tujuan ini adalah tujuan yang berhubungan dengan pencapaian kebutuhan aktualisasi diri, sedang yang dimaksud dengan mendaki adalah pertumbuhan dan perbaikan hidup pada individu. Hal ini menunjukkan pula, apa bila energi pendorong pada individu memadai, maka ia akan terus beraktifitas, dan sebaliknya, bila energi pendorong tersebut melemah maka individu akan berhenti upayanya dalam mencapai aktualisasi diri.
Tiga jenis individu dalam hubungannya dengan energi untuk mendaki dan menghadapi hambatan-hambatan yang menyertai upaya tersebut. Secara
berurutan dari yang terendah sampai yang tertinggi adalah quitters, campers dan
climbers.
Quitters merupakan orang-orang yang tidak ada keinginan untuk mendaki
dan bahkan berhenti. Individu ini tidak memiliki energi untuk mencapai kebutuhan aktualisasi diri. Mereka cenderung untuk menghindar dari tantangan-tantangan yang nantinya akan dihadapi. Mereka merasa cukup dengan semua yang sudah diperoleh dan berharap (dengan mengambil sikap ini) tidak akan mendapat tantangan-tantangan kehidupan daripada apabila mereka mendaki. Semangat individu minim sehingga kualitas kerja rendah dan menjadi tidak kreatif.
Campers diibaratkan seperti orang-orang yang sedang berkemah. Campers mengarah pada individu-individu yang telah berusaha melakukan
pendakian atau berusaha mencapai tujuan, namun kemudian berhenti ketika mencapai pada tingkat tertentu dan merasa telah cukup sukses sehingga ia berhenti dalam mendaki. Berhentinya upaya untuk memperjuangkan aktifitas diri berarti ia telah berhenti mendaki. Individu ini termasuk merugi karena ia tidak berupaya mencapai puncak yang bisa dicapainya. Pada dasarnya campers berupaya menghindari pengalaman yang mungkin dapat mengakibatkan perubahan besar.
Climbers berarti pendaki. Climbers adalah sebutan untuk individu yang
semua hidup membaktikan diri untuk pendakian. Tanpa menghiraukan latar belakang, keuntungan atau kerugian nasib baik atau buruk, ia terus mendaki.
Climbers selalu berpikir tentang kemungkinan-kemungkinan untuk mencapai
aktifitas diri dengan tidak pernah membiarkan hambatan-hambatan menghalangi pendakiannya.
Individu tipe climbers memiliki keyakinan bahwa segala hal bisa dan akan terlaksana meskipun orang lain bersikap negatif dan menyatakan bahwa hal itu tidak mungkin ditempuh dan climbers selalu yakin akan menemukan cara membuat segala sesuatu terjadi karena climbers tidak pernah khawatir pada resiko dan yakin akan adanya keberhasilan atas usaha-usaha yang ditempuhnya.
Ketiga jenis individu diatas bukanlah bersifat bawaan, melainkan dapat dipelajari dan dilatih. Sehingga pengalaman dan persepsi individu sangat berpengaruh terhadap terbentuknya ketiga jenis daya juang tersebut.
Lembar Kerja 07
D
DAAYYAAJJUUAANNGG
Tulislah hambatan-hambatan yang biasa anda alami dan bagaimana anda meresponnya.
No Hambatan Internal Eksternal Respon
KESIMPULAN
D
DAAFFTTAARRPPUUSSTTAAKKAA
Covey, S.R.,1997. The 7 Habits of Highly Effective People. Jakarta : Binarupa Aksara
Noe, R.A. 2002. Employee Training and Development, Second Edition. New York : McGraw-Hill.
Spector, E.P.I; O’Connell, J.B ; Chen, Y.P. 2000. A Longitudinal Study of Relations Between Job Stressors and Jos Strains While Controlling for Prior Negative Affectivity and Strains. Journal of Applied Psychology. Vol.85, No.2, 211-218.
Stoltz, P. G.,1997. Adversity Quotient : Turning Obstacles Into Opportunities. New York : John Wiley & Sons, Inc