BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
2. Siklus I
a. Tahap Perencanaan (planning)
1) Mempersiapkan instrumen penelitian yang akan digunakan dalam siklus II 2) Menetapkan teknik pemantauan pada setiap tahapan penelitian dengan
menggunakan alat format observasi
3) Mengkonsultasikan instrumen yang telah dibuat kepada guru mata pelajaran biologi di SMA yang digunakan dalam penelitian.
b. Tahap Tindakan (acting)
Tahap tindakan pada siklus II antara lain:
1) Guru mengkondisikan kelas agar siswa dapat membentuk kelompok asal sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati pada pertemuan sebelumnya. Kelas dibagi dalam 6 kelompok, tiap kelompok terdiri atas 6-7 siswa.
2) Guru meminta siswa untuk membaca dan mempelajari sub materi yang didapatnya.
commit to user
3) Guru meminta siswa untuk berkelompok dalam kelompok ahli dan mendiskusikan sub materi yang didapatnya.
4) Guru membagikan lembar kerja diskusi kelompok ahli.
5) Guru mengawasi jalannya diskusi kelompok dan membantu jika ada kelompok yang mengalami kesulitan.
6) Guru meminta siswa kembali membentuk kelompok asal dan menyampaikan hasil diskusi dalam kelompok ahli.
7) Guru membagikan lembar kerja diskusi kelompok asal.
8) Guru menunujuk beberapa kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya.
9) Guru membagikan lembar kerja diskusi kelas dan presentasi.
10) Guru mengawasi jalannya diskusi kelas dan membantu jika ada kesulitan. 11) Guru melaksanakan tes individu.
12) Guru meminta siswa untuk menghitung kemajuan skor anggota. 13) Guru meminta siswa menghitung perolehan skor kelompok asal. 14) Guru memberikan penghargaan kelompok.
c. Tahap Observasi (Observing)
Observasi dilakukan selama berlangsungnya proses pembelajaran. Observasi berupa kegiatan pemantauan, pencatatan, serta pendokumentasian segala kegiatan selama pelaksanaan pembelajaran. Fokus observasi yaitu aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran kooperatif Jigsaw yang diamati dengan bantuan lembar observasi. Sebagai data pendukung observasi adalah hasil wawancara terhadap guru dan siswa, angket aktivitas belajar siswa, serta kajian dokumen yang ada. Data yang diperoleh diinterpretasi guna mengetahui kelebihan dan kekurangan dari tindakan yang dilakukan.
Langkah-langkah yang dilakukan dalam observasi sebagai berikut : 1) Pelaksanan pengamatan oleh pengamat terhadap aktivitas belajar siswa dalam
pembelajaran kooperatif Jigsaw disertai modul hasil penelitian yang sedang berlangsung.
commit to user
3) Mendiskusikan dengan pengamat lain terhadap hasil pengamatan setelah proses pembelajaran selesai.
4) Membuat kesimpulan hasil pengamatan. d. Tahap Analisis dan Refleksi (reflecting) 1) Analisis
Menganalisis proses pembelajaran siklus satu, hasil observasi teman sejawat dan tanggapan siswa pada lembar angket. Apabila aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran biologi meningkat maka pembelajaran dikatakan meningkat. Namun, apabila aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran biologi pada tindakan pertama belum meningkat maka perlu dilakukan evaluasi proses pembelajaran, agar terjadi perbaikan pada tindakan kelas berikutnya.
2) Refleksi
Kegiatan pada tahap ini menganalisis proses dan dampak dari pelaksanaan tindakan. Hasil analisis berupa kelebihan, kelemahan, ataupun hambatan dalam pelaksanaan tindakan dijadikan penentu untuk mengambil keputusan selanjutnya.
e. Tahap Tindak Lanjut
Keberhasilan dan kegagalan dalam pelaksanaan tindakan tertuang dalam refleksi pada siklus kedua selanjutnya diadakan diskusi untuk mengambil kesepakatan untuk pelaksanan perbaikan pada proses pembelajaran berikutnya.
Tindak lanjut berupa perbaikan pembelajaran diharapkan terjadi secara terus menerus oleh guru biologi setelah kegiatan penelitian berakhir.
Prosedur jalannya penelitian dapat dilihat pada Gambar 4.
H. Target Penelitian
Indikator-indikator keberhasilan penelitian adalah indikator ketercapaian aktivitas belajar siswa dinyatakan dalam bentuk presentase. Presentase indikator target keberhasilan penelitian menurut Mulyasa (2006: 101) adalah 75%.
Indikator keberhasilan penelitian didapat dari penjabaran aspek-aspek aktivitas belajar siswa menjadi kata kerja yang kemudian disusun menjadi indikator.
commit to user
Tabel 5. Aspek Aktivitas Belajar dan Kata Kerja
Aspek Kata Kerja
Visual activities membaca, memperhatikan.
Oral activities mengemukakan pendapat, bertanya, berdiskusi, memberi saran, menanggapi pernyataan.
Listening activities mendengarkan.
Writing activities mencatat, membuat rangkuman. Mental activities mengerjakan, mengingat.
Kata kerja yang sudah ditentukan pada masing-masing aspek kemudian disusun menjadi indikator keberhasilan penelitian seperti pada Tabel 6.
Tabel 6. Indikator Keberhasilan Penelitian
Aspek Indikator Akhir
Visual activities
1.Membaca buku yang relevan dengan materi ajar. 2.Memperhatikan penjelasan guru saat
pembelajaran dengan baik.
3.Memperhatikan penjelasan teman saat diskusi dan presentasi dengan baik.
Tiap indikator 75%
oral activities
1.Mengemukakan pendapat apabila mempunyai usulan ataupun pemikiran lain.
2.Bertanya apabila penyampaian materi kurang jelas.
3.Berdiskusi aktif dengan siswa lain dalam kelompok.
4.Memberi saran atas permasalahan yang ada. 5.Menanggapi pernyataan orang lain (guru
ataupun siswa lainnya).
Tiap indikator 75%
listening activities
Mendengarkan orang lain (guru dan teman) saat berbicara dengan baik.
Tiap indikator 75% writing
activities
1. Mencatat materi saat pembelajaran.
2. Membuat rangkuman materi pembelajaran.
Tiap indikator 75% mental
activities
1. Mengerjakan soal ataupun tugas yang diberikan guru dengan tepat.
2. Mengingat materi pelajaran yang telah diajarkan dengan baik.
Tiap indikator 75%
Target keberhasilan penelitian yang telah ditetapkan diwujudkan dalam beberapa kali kegiatan pembelajaran, setiap pembelajaran yang menyangkut pokok bahasan limbah dilakukan dalam beberapa siklus. Penelitian penggunaan
commit to user
pembelajaran kooperatif Jigsaw disertai modul hasil penelitian berhenti jika target telah tercapai.
Gambar 4 . Skema Prosedur Penelitian Tindakan Kelas Kemmis dan Mc Taggart dalam Basrowi dan Suwandi (2008:68)
Plan
Reflect
Plan Reflect
Act & Observ
Act & Observ
Perencanaan Penyusunan instrument penelitian: angket aktivitas belajar siswa, lembar observasi, pedoman wawancara, silabus,rencana pelaksanaan pembelajaran, modul hasil penelitian pemanfaatan air lindi dengan Boisca sebagai pupuk organik cair Pelaksanaan
Penggunaan
pembelajaran kooperatif Jigsaw disertai modul hasil penelitian.
--- Pengumpulan data aktivitas belajar siswa menggunakan instrumen berupa angket, lembar observasi dan pedoman wawancara
Refleksi
Membandingkan hasil observasi awal dengan hasil pelaksanaan siklus I. Menganalisis kekurangan yang terjadi.
Pelaksanaan penggunaan
pembelajaran koopeatif Jigsaw disertai modul hasil penelitian --- Pengumpulan data aktivitas belajar siswa menggunakan
instrumen berupa angket, lembar observasi dan pedoman wawancara.
Refleksi
Membandingkan hasil pelaksanaan siklus I dengan siklus II. Menentukan Langkah selanjutnya.
Tindak Lanjut
Perbaikan pembelajaran oleh guru Biologi setelah penelitian Perencanaan Menentukan rencana perbaikan pelaksanaan tindakan siklus II berdasarkan hasil refleksi pelaksanaan siklus I.
commit to user BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.Data dan Deskripsi Lokasi Penelitian
Penelitian dilaksanakan di kelas X.4 SMA Al Islam 1 Surakarta tahun pelajaran 2010/2011. Data dan deskrispsi sekolah beserta kelas tempat penelitian dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Data dan Deskripsi Sekolah
SMA Al Islam 1 Surakarta terletak di Jl. Honggowongso 94 Surakarta. SMA Al Islam 1 Surakarta tergabung dalam Yayasan Perguruan Al Islam. Sekolah ini berbeda dengan sekolah lainnya, karena selain ilmu pengetahuan, juga mengajarkan ilmu agama. Visi yang ingin dicapai SMA Al Islam 1 Surakarta adalah membentuk generasi tauhid, benar dan mantap dalam aqidah, berwawasan ilmiah dan berahlak mulia.
SMA Al Islam 1 Surakarta pada tahun pelajaran 2010/2011 memiliki siswa yang terbagi dalam 25 kelas yaitu 9 kelas X, 8 kelas XI yang terdiri dari 3 kelas XI IPA dan 5 kelas XI IPS, serta 8 kelas XII yang terdiri dari 3 kelas XII IPA dan 5 kelas XII IPS. Jumlah siswa rata-rata tiap kelas sebanyak 35 orang. Sejumlah siswa tersebut diasuh oleh 76 tenaga pengajar.
2. Data dan Deskripsi Kelas
Siswa kelas X.4 SMA Al Islam 1 Surakarta pada tahun pelajaran 2010/2011 ini berjumlah 38 siswa, terdiri dari 20 siswa perempuan dan 18 siswa laki-laki. Wali kelas yang mengampu adalah Sih Minarti Hartati, S.Pd.
Ruang kelas X.4 terletak di lantai 3 sebelah timur, berukuran 8x9 meter seimbang dengan jumlah siswa yang ada di dalamnya. Dinding ruang kelas memiliki jendela kaca di sebelah kiri dan kanan sehingga menjadikan ruangan kelas terang oleh sinar matahari. Inventaris kelas lengkap dan tertata dengan rapi. Sebuah whiteboard, papan pengumuman untuk menginformasikan hal-hal penting yang perlu diketahui siswa, dan papan peraturan terletak di depan kelas. Meja siswa berjumlah 20 buah, meja guru berserta kursinya masing-masing satu buah. Dinding kelas bagian belakang tertempel rapi struktur organisasi kelas, jadwal
commit to user
pelajaran, dan jadwal piket yang dibuat dengan kreatifitas siswa sendiri sehingga terlihat menarik.
Tempat duduk siswa selalu bergantian setiap kali pertemuan. Terdapat peraturan khusus mengenai tempat duduk siswa yang berbeda dengan sekolah lainnya yaitu siswa laki-laki duduk di bagian depan sedangkan siswa perempuan berada di bagian belakang.
B.Deskripsi Permasalahan Penelitian
Hasil observasi proses pembelajaran biologi di kelas X.4 SMA Al Islam 1 Surakarta dengan jumlah siswa sebanyak 38 siswa, menunjukkan bahwa 65,79% siswa memperhatikan penjelasan guru, 18,42% siswa mencatat, 7,89% siswa berani bertanya kepada guru, 10,53% siswa berani menjawab pertanyaan guru, dan 5,26% siswa berani mengemukakan pendapat. Proses pembelajaran yang demikian berjalan kurang optimal karena siswa belum terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi tersebut, dapat dipahami bahwa masalah yang ada pada kelas X.4 SMA Al Islam 1 Surakarta adalah rendahnya aktivitas belajar siswa.
Hasil observasi lanjutan menunjukkan bahwa 65,79% siswa membaca buku yang relevan dengan materi, 71,05% siswa memperhatikan penjelasan guru, 52,63% siswa yang memperhatikan penjelasan teman saat diskusi dan presentasi, 39,47% siswa berani mengemukakan pendapat, 26,32% siswa berani bertanya, 52,63% siswa berdiskusi aktif dengan siswa lain dalam kelompok, 13,16% siswa memberi saran atas permasalahan yang ada, 21,05% siswa berani menanggapi pernyataan orang lain, 52,63% siswa mendengarkan orang lain (guru dan teman) saat berbicara, dan 18,42% siswa mencatat, 18,42% siswa membuat rangkuman materi pembelajaran, 63,16% siswa mengerjakan tugas yang diberikan guru, dan 63,16% mengingat materi yang telah diajarkan. Hasil observasi lanjutan menguatkan bahwa aktivitas belajar siswa kelas X.4 SMA Al Islam 1 Surakarta rendah.
Penyebab rendahnya aktivitas belajar siswa kelas X.4 SMA Al Islam 1 Surakarta adalah metode yang digunakan belum berpusat pada aktivitas siswa.
commit to user
Selain itu, penggunaan sumber belajar berupa buku teks belum membuat siswa aktif dalam proses pembelajaran.
Salah satu cara untuk dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa adalah dengan penggunaan pembelajaran kooperatif Jigsaw disertai modul hasil penelitian sebagai sumber belajar. Metode pembelajaran ini menggabungkan kegiatan membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara. Pemahaman konsep dapat dicapai dengan cara diskusi dan saling bertukar pemikiran antar anggota kelompok. Metode pembelajaran kooperatif Jigsaw melatih siswa untuk dapat mencari dan menggali informasi yang dibutuhkannya sendiri sehingga diharapkan nantinya siswa aktif belajar.
Penggunaan modul hasil penelitian dalam pembelajaran kooperatif Jigsaw dapat merangsang siswa untuk lebih aktif belajar dalam pembelajaran biologi. Siswa dapat membaca dan mempelajari modul sebelum proses pembelajaran berlangsung sehingga saat diskusi dalam pembelajaran kooperatif Jigsaw, siswa dapat bertukar pemikiran dan saling melengkapi informasi. Adanya modul lebih efektif meningkatkan pemahaman siswa terhadap suatu pembelajaran.
C.Hasil Penelitian dan Pembahasan 1. Kondisi Awal (Pra Siklus)
Kondisi awal kelas sebelum perlakuan diukur dengan menggunakan angket aktivitas belajar siswa, lembar observasi dan wawancara dengan aspek serta indikator yang disusun menurut Yamin (2007: 84-86).
a. Hasil Angket Aktivitas Belajar Siswa
Hasil angket aktivitas belajar siswa kelas X.4 SMA Al Islam 1 Surakarta yang berjumlah 38 siswa sebelum diterapkan pembelajaran kooperatif Jigsaw disertai modul hasil penelitian dapat diketahui pada tabel di bawah ini.
Tabel 7. Persentase Capaian Tiap Aspek Angket Aktivitas Belajar Siswa Pra Siklus
No Aspek Persentase Capaian Aspek
(%)
1. Visual activities 67,63
2. Oral activities 50,11
commit to user
No Aspek Persentase Capaian Aspek
(%)
4. Writing activities 38,42
5. Mental activities 68,82
Jumlah 288,48
Rata-rata 57,70
Aspek tersebut kemudian dijabarkan menjadi indikator-indikator, persentase capaian masing-masing indikator dapat dilihat pada Tabel 8.
Tabel 8. Persentase Capaian Tiap Indikator Angket Aktivitas Belajar Siswa Pra Siklus
No. Indikator Persentase
Capaian Indikator (%) 1. Membaca buku yang relevan dengan materi ajar. 65,79 2. Memperhatikan penjelasan guru saat pembelajaran
dengan baik. 71,32
3. Memperhatikan penjelasan teman saat diskusi dan
presentasi dengan baik. 67,63
4. Mengemukakan pendapat apabila mempunyai usulan
ataupun pemikiran lain. 55,53
5. Bertanya apabila penyampaian materi kurang jelas. 45,79 6. Berdiskusi aktif dengan siswa lain dalam kelompok. 64,74 7. Memberi saran atas permasalahan yang ada. 38,68 8. Menaggapi pernyataan orang lain (guru ataupun siswa
lainnya). 45,79
9. Mendengarkan orang lain (guru dan teman) saat
berbicara dengan baik. 63,51
10. Mencatat materi saat pembelajaran. 38,16 11. Membuat rangkuman materi pembelajaran. 38,95 12. Mengerjakan soal ataupun tugas yang diberikan guru
dengan tepat. 67,89
13. Mengingat materi pelajaran yang telah diajarkan
dengan baik. 69,74
Jumlah 733,51
Rata-rata 56,42
Tabel 8 menunjukkan bahwa nilai aktivitas belajar siswa berkisar antara 38,16%-71,32%, dengan nilai rata-rata aktivitas belajar sebesar 56,42%. Berdasarkan Tabel 8 di atas dapat diketahui bahwa terdapat beberapa indikator yang masih berada di bawah nilai rata-rata yaitu indikator nomor 4, 5, 7 8, 10 dan 11.
Tabel 7. Persentase Capaian Tiap Aspek Angket Aktivitas Belajar Siswa Pra Siklus
commit to user b. Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa
Kondisi awal aktivitas belajar siswa kelas X.4 SMA Al Islam 1 Surakarta juga diukur dengan lembar observasi aktivitas belajar siswa. Berikut merupakan hasil observasi aktivitas belajar siswa kelas X.4 SMA Al Islam 1 Surakarta sebelum diterapkan pembelajaran kooperatif Jigsaw disertai modul hasil penelitian dalam pembelajaran biologi.
Tabel 9. Jumlah Jawaban Ya untuk Tiap Aspek Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa Pra Siklus
No Aspek Persentase Capaian Aspek (%)
1. Visual activities 63,16 2. Oral activities 30,53 3. Listening activities 52,63 4. Writing activities 18,42 5. Mental activities 63,16 Jumlah 227,89 Rata-rata 45,58
Aspek tersebut kemudian dijabarkan menjadi indikator-indikator, persentase capaian tiap indikator pada hasil observasi aktivitas belajar siswa pra siklus dapat dilihat pada Tabel 10.
Tabel 10. Jumlah Jawaban Ya untuk Tiap Indikator Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa Pra Siklus
No. Indikator Persentase
Indikator (%) 1. Membaca buku yang relevan dengan materi ajar. 65,79 2. Memperhatikan penjelasan guru saat pembelajaran
dengan baik. 71,05
3. Memperhatikan penjelasan teman saat diskusi dan
presentasi dengan baik. 52,63
4. Mengemukakan pendapat apabila mempunyai usulan
ataupun pemikiran lain. 39,47
5. Bertanya apabila penyampaian materi kurang jelas. 26,32 6. Berdiskusi aktif dengan siswa lain dalam kelompok. 52,63 7. Memberi saran atas permasalahan yang ada. 13,16 8. Menaggapi pernyataan orang lain (guru ataupun
siswa lainnya). 21,05
9. Mendengarkan orang lain (guru dan teman) saat
berbicara dengan baik. 52,63
10. Mencatat materi saat pembelajaran. 18,42 11. Membuat rangkuman materi pembelajaran. 18,42
commit to user
No. Indikator Persentase
Indikator (%) 12. Mengerjakan soal ataupun tugas yang diberikan guru
dengan tepat. 63,16
13. Mengingat materi pelajaran yang telah diajarkan
dengan baik. 63,16
Jumlah 557,89
Rata-rata 42,91
Tabel 10 menunjukkan bahwa nilai aktivitas belajar siswa pada saat pembelajaran pra siklus berkisar antara 13,16%-71,05%, dengan nilai rata-rata aktivitas belajar sebesar 42,91%. Berdasarkan Tabel 10 dapat diketahui bahwa terdapat beberapa indikator yang bernilai di bawah rata-rata yaitu indikator nomor 4, 5, 7, 8, 10 dan 11.
Aktivitas belajar siswa rendah diperkirakan karena penggunaan metode pembelajaran yang belum berpusat pada aktivitas siswa. Selain itu penggunaan sumber belajar yang berupa buku teks, belum mampu meningkatkan keaktifan siswa.
c. Hasil Wawancara Aktivitas Belajar Siswa
Hasil wawancara dengan guru dan sejumlah siswa kelas X.4 SMA Al Islam 1 Surakarta sebelum diterapkan pembelajaran kooperatif Jigsaw disertai modul hasil penelitian adalah sebagai berikut:
1) Hasil Wawancara Guru
Hasil wawancara dengan guru dapat diketahui bahwa selama ini belum pernah menerapkan pembelajaran kooperatif Jigsaw dalam proses pembelajaran biologi. Metode pembelajaran yang biasa diterapkan adalah ceramah dan diskusi kelompok, namun ceramah lebih sering digunakan. Metode ini membuat siswa cenderung pasif dan hanya mengandalkan penjelasan guru. Siswa juga terlihat bosan dengan metode ini. Sumber belajar yang biasanya digunakan adalah catatan dari guru, buku teks, dan informasi dari internet. Berdasarkan hasil wawancara tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan metode dan sumber belajar selama ini kurang dapat membuat siswa akif belajar selama proses pembelajaran berlangsung.
Tabel 10. Jumlah Jawaban Ya untuk Tiap Indikator Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa Pra Siklus
commit to user 2) Hasil Wawancara Siswa
Hasil wawancara siswa menunjukkan bahwa siswa merasa bosan dengan metode yang sering diterapkan guru sehingga siswa memilih untuk ramai sendiri dan sebagian merasa mengantuk. Siswa juga merasa kurang lengkap terhadap sumber belajar berupa buku teks. Selain itu juga didapat informasi aktivitas belajar siswa saat proses pembelajaran pra siklus sebagai berikut :
Tabel 11. Jumlah Jawaban Ya untuk Tiap Aspek Hasil Wawancara Aktivitas Belajar Siswa Pra Siklus
No Aspek Persentase Aspek (%)
1. Visual activities 60 2. Oral activities 34 3. Listening activities 50 4. Writing activities 20 5. Mental activities 60 Jumlah 224 Rata-rata 44,80
Aspek tersebut kemudian dijabarkan menjadi indikator-indikator, nilai persentase capaian indikator berdasarkan jumlah jawaban ya atas pertanyaan yang ada dalam lembar wawancara secara rinci dapat dilihat pada Tabel 12.
Tabel 12. Jumlah Jawaban Ya untuk Tiap Indikator Hasil Wawancara Aktivitas Belajar Siswa Pra Siklus
No. Indikator Persentase
Indikator (%) 1. Membaca buku yang relevan dengan materi ajar. 60 2. Memperhatikan penjelasan guru saat pembelajaran
dengan baik. 70
3. Memperhatikan penjelasan teman saat diskusi dan
presentasi dengan baik. 50
4. Mengemukakan pendapat apabila mempunyai usulan
ataupun pemikiran lain. 40
5. Bertanya apabila penyampaian materi kurang jelas. 30 6. Berdiskusi aktif dengan siswa lain dalam kelompok. 50 7. Memberi saran atas permasalahan yang ada. 20 8. Menaggapi pernyataan orang lain (guru ataupun siswa
lainnya). 30
9. Mendengarkan orang lain (guru dan teman) saat
berbicara dengan baik. 50
10. Mencatat materi saat pembelajaran. 20
commit to user
No. Indikator Persentase
Indikator (%) 12. Mengerjakan soal ataupun tugas yang diberikan guru
dengan tepat. 60
13. Mengingat materi pelajaran yang telah diajarkan
dengan baik. 60
Jumlah 560
Rata-rata 43,08
Tabel 12 menyatakan bahwa nilai aktivitas belajar siswa pada saat pembelajaran pra siklus berkisar antara 20%-70%, dengan nilai rata-rata aktivitas belajar sebesar 43,08%. Berdasarkan Tabel 12 dapat diketahui bahwa terdapat beberapa indikator yang bernilai di bawah rata-rata yaitu indikator nomor 4, 5, 7, 8, 10 dan 11.
d. Validitas Data
Validitas data dalam penelitian diperlukan untuk mengecek keabsahan data. Bachtiar (2010) menyatakan bahwa data yang dinyatakan valid melalui triangulasi akan memberikan keyakinan terhadap peneliti tentang keabsahan datanya, sehingga tidak ragu dalam pengambilan kesimpulan terhadap penelitian yang dilakukan. Validitas data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi metode yang membandingkan antara hasil analisis angket, hasil observasi dan hasil wawancara siswa mengenai aktivitas belajar saat proses pembelajaran. Supardi (2007: 129) mengatakan bahwa validasi data dengan menggunakan teknik triangulasi dilakukan dengan cara membandingkan informasi dari beberapa cara pengamatan, jika hasilnya sama maka informasi tersebut dinyatakan valid.
Data tiap indikator dari hasil angket, hasil observasi aktivitas belajar siswa serta hasil wawancara akan disajikan dalam bentuk grafik untuk melihat pola yang dihasilkan. Berdasarkan pola yang terbentuk dapat dianalisis kecenderungannya, jika pola yang dihasilkan sama maka data tersebut dapat dikatakan valid sehingga dapat dianalisis dan digunakan untuk menarik kesimpulan. Grafik validitas data kegiatan pra siklus secara lebih jelas dapat diketahui pada Gambar 5.
Tabel 12. Jumlah Jawaban Ya untuk Tiap Indikator Hasil Wawancara Aktivitas Belajar Siswa Pra Siklus
commit to user
Gambar 5. Grafik Validitas Data Aktivitas Belajar Siswa Pra Siklus
Berdasarkan Gambar 5, dapat diketahui bahwa terdapat kesamaan pola grafik antara hasil angket, hasil observasi dan hasil wawancara pada kegiatan pra siklus sehingga data tersebut dapat dikatakan valid. Sesuai dengan penjelasan tersebut maka dapat diambil kesimpulan bahwa data penelitian kegiatan pra siklus menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa kelas X.4 SMA Al Islam 1 Surakarta kurang, sehingga akan dilakukan tindakan dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran khususnya untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa. Tindakan tersebut berupa penggunaan pembelajaran kooperatif Jigsaw disertai modul hasil penelitian pada pokok bahasan Limbah.
Pembelajaran kooperatif Jigsaw dapat digunakan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa karena dalam proses pembelajaran tersebut menggabungkan kegiatan membaca, menulis, berbicara dan mendengarkan. Proses pembelajaran kooperatif Jigsaw disertai modul hasil penelitian dapat diuraikan sebagai berikut :
1) Membagi siswa menjadi beberapa kelompok, setiap kelompok terdiri dari 6-7 siswa. Kelompok yang terbentuk ini disebut kelompok asal.
2) Masing-masing siswa dalam kelompok asal mendapatkan potongan materi atau topik ahli yang berbeda-beda (materi terdapat dalam modul yang dibagian tiap
0 50 100 150 200 250 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 P er se n ta se Capai a n ( % )
Indikator Aktivitas Belajar
Hasil wawancara Hasil Observasi Hasil Angket
commit to user
siswa). Siswa dalam kelompok asal bertugas untuk membaca dan mempelajari materi yang didapatnya.
3) Masing-masing siswa dalam kelompok asal dengan materi yang sama akan berkumpul menjadi satu kelompok ahli. Kelompok ahli ini bertugas untuk mendiskusikan materi dan memahami materi yang didapat kemudian menuliskan hasil diskusinya dalam lembar kerja diskusi kelompok ahli. Masing-masing kelompok ahli bertanggung jawab untuk mempelajari materi yang didapat sebaik-baiknya karena nantinya masing-masing anggota kelompok ahli bertugas untuk menjelaskan materi tersebut kepada teman kelompok asalnya.
4) Meminta siswa kembali ke kelompok asalnya dan kemudian masing-masing anggota kelompok asal menyampaikan hasil diskusi kelompok ahli secara bergantian. Siswa lainnya bertugas untuk mendengarkan dan mencatat penjelasan siswa lain dalam lembar kerja diskusi kelompok asal.
5) Menunjuk beberapa kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok asal. Kelompok lain bertugas untuk mendegarkan presentasi, bertanya jika belum paham dan mencatat hasil diskusi kelas dan presentasi dalam lembar kerja diskusi kelas dan presentasi.
6) Melaksanakan tes individu kemudian menghitung kemajuan skor tiap anggota yang selanjutnya dikumpulkan untuk dapat menghitung perolehan skor kelompok asal.