• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

2. Siklus I

Kegiatan pada siklus kedua dapat berupa kegiatan yang sama dengan sebelumnya bila ditujukan untuk mengulangi keberhasilan, meyakinkan, atau menguatkan hasil. Tetapi pada umumnya kegiatan yang dilakukan dalam siklus kedua mempunyai berbagai tambahan perbaikan dari tindakan sebelumnya yang ditunjukkan untuk mengatasi berbagai hambatan atau kesulitan yang ditemukan dalam siklus sebelumnya. Pada tahap refleksi, dilakukan refleksi terhadap pelaksanaan siklus kedua yang berdiskusi

dengan guru kolaborator untuk mengevaluasi dan membuat kesimpulan atas pelaksanaan pembelajaran.

E. Data dan Cara Pengumpulannya 1. Sumber Data

Peneliti memperoleh data informasi dalam pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dari berbagai sumber, antara lain:

a. Guru

Untuk mengetahui tingkat keberhasilan penerapan strategi

Practice-Rehearsal Pairs dan kemampuan menghafal surat al-Insyirah.

b. Siswa

Untuk mendapatkan data mengenai peningkatan kemampuan menghafal surat al-Insyirah pada materi menghafal surat pendek serta hasil belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung.

c. Data Kualitatif

Data yang berupa informasi berbentuk kalimat yang memberi gambaran tentang aktivitas siswa dalam pembelajaran dan hasil observasi aktivitas guru dalam proses pembelajaran.43

43Kunandar, Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembang Profesi Guru, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2008), 128.

d. Data kuantitatif

Data kuantitatif yaitu berupa nilai hasil belajar siswa pada siklus I dan II untuk mengetahui adannya peningkatan dari hasil peningkatan kemampuan menghafal.

2. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang diambil atau dilakukan peneliti adalah teknik observasi, wawancara, penilaian unjuk kerja (performance), dokumentasi. Teknik pengumpulan data tersebut dilakukan oleh peneliti diupayakan agar mendapatkan data yang valid, maka peneliti melakukan pengumpulan data dengan cara diantarannya sebagai berikut:

a. Observasi

Observasi adalah pengamatan yang dilakukan secara sengaja, sistematis mengenai fenomena sosial dengan gejala-gejala psikis untuk kemudian dilakukan pencatatan.44 Observasi digunakan untuk mengumpulkan data mengenai aktivitas siswa dan guru dalam penerapan strategi Practice-Rehearsal Pairs pada proses pembelajaran. Adapun instrumen yang digunakan yaitu instrumen observasi aktivitas siswa dan instrumen observasi aktivitas guru.

b. Wawancara

Salah satu metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, yaitu suatu kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan

informasi secara langsung dengan mengungkapkan pertanyaan-pertanyaan pada para responden. Wawancara bermakna berhadapan langsung antara interviewer dengan responden, dan kegiatannya dilakukan secara lisan.45

Responden dari wawancara ini adalah guru kelas IV mata pelajaran al-Qur’an Hadits. Teknik wawancara ini digunakan untuk mengumpulkan data tentang peningkatan kemampuan menghafal siswa baik sebelum dan sesudah diberikan tindakan dengan menggunakan strategi Practice-Rehearsal Pairs . Instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara.

c. Penilaian Unjuk Kerja (Performance)

Unjuk kerja atau performansi adalah proses mengumpulkan informasi melalui pengamatan secara sistematis untuk mengambil keputusan terhadap siswa. Penilaian unjuk kerja diberikan untuk mengetahui perkembangan afektif siswa selama pembelajaran berlangsung. Instrumen yang digunakan adalah lembar penilaian unjuk kerja yang digunakan untuk penilaian non tes yang berupa performansi yang dihasilkan siswa selama pembelajaran.

d. Dokumentasi

Dokumentasi ialah laporan tertulis yang berupa gambar, dokumen-dokumen resmi, foto mengenai peristiwa yang memberikan

penjelasan atas gambaran terhadap suatu peristiwa. Dokumentasi dalam penelitian ini digunakan untuk mengumpulkan data-data foto serta rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang ada pada proses pembelajaran mata pelajaran al-Qur’an Hadits siswa kelas IV SD KH Thohir Bakri Surabaya dengan menggunakan Strategi

Practice-Rehearsal Pairs yang bertujuan sebagai penunjang hasil penelitian. 3. Instrumen Pengumpulan Data

Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi:

a. Lembar Pengamatan Aktivitas Guru b. Lembar Pengamatan Aktivitas Siswa c. Lembar Penilaian Unjuk Kerja Siswa

F. Teknik Analisis Data

Analisis data merupakan cara yang digunakan dalam pengelolaan data yang memiliki korelasi dengan rumusan masalah yang telah diajukan sehingga dapat digunakan untuk menarik kesimpulan. Pengelolaan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode analisis data kuantitatif. Analisis data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka statistik, mulai dari pengumpulan data, penafsiran data tersebut, serta penampilan dari hasilnya.46

46 Bambang Prasetyo, Lina Miftahul Jannah, Metode Penelitian Kuantitatif, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2005), 24.

Analisis tersebut menggunakan nilai rata-rata kelas dan presentasi ketuntasan belajar secara klasikal. Untuk menghitung nilai rata-rata yaitu dengan cara menjumlahkan nilai yang diperoleh siswa dengan jumlah siswa di kelas tersebut sehingga diperoleh nilai rata-rata kelas dengan menggunakan rumus : 47

Rumus nilai rata-rata kelas:

=

Rumus 1.

Keterangan :

= Rata-rata (mean) x = Jumlah semua skor N = Jumlah siswa

Selanjutnya skor rata-rata yang telah diperoleh tersebut diklasifikasikan kedalam bentuk sebuah predikat yang mempunyai skala sebagai berikut:

Tabel 3.1

Klasifikasi Skala Penilaian

Penilaian Kriteria 90-100 Sangat Baik 70-89 Baik 50-69 Cukup 0-49 Kurang

Untuk mengetahui presentase ketuntasan belajar siswa pada siklus I dan II digunakan rumus presentase. Strategi pembelajaran Practice-Rehearsal Pairs dikatakan berhasil dalam meningkatkan kemampuan menghafal siswa secara klasikal jika mampu memenuhi ketuntasan belajar yaitu minimal 85% dengan kriteria tingkat keberhasilan dalam proses pembelajaran. Untuk menghitung persentase ketuntasan belajar secara klasikal menggunakan rumus:

= Rumus 2.

Keterangan:

P = Angka Persentase

f = Jumlah frekuensi skor yang tuntas N = Jumlah seluruh siswa

Tabel 3.2

Tingkat Keberhasilan Belajar

Tingkat keberhasilan (%) Kriteria

90-100% 70-89% 50-69% 0-49% Sangat baik Baik Cukup Kurang

Sebagaimana disebutkan, bahwa apabila persentase hasil belajar siswa mencapai 85% atau lebih maka pembelajaran tersebut dikatakan tuntas dan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dapat dikatakan berhasil.

Indikator kinerja merupakan suatu kriteria yang digunakan untuk melihat tingkat keberhasilan dari kegiatan penelitian tindakan kelas dalam meningkatkan atau memperbaiki proses belajar mengajar di kelas.48 Penelitian tindakan kelas dengan penerapan strategi Practice-Rehearsal Pairs untuk meningkatkan kemampuan menghafal surat pendek mata pelajaran al-Qur’an Hadits pada siswa kelas IV SD KH Thohir Bakri Surabaya ini dinyatakan berhasil apabila telah mencapai indikator sebagai berikut:

1. Penelitian ini dipandang selesai bilamana kemampuan menghafal siswa pada materi menghafal surat pendek mata pelajaran al-Qur’an Hadits mencapai KKM 75.

2. Rata-rata kemampuan menghafal siswa pada materi menghafal surat pendek mata pelajaran al-Qur’an Hadits mencapai ≥ 80.

3. Persentase keberhasilan siswa yang mencapai KKM sebesar ≥ 80%. 4. Skor aktivitas Guru mencapai ≥ 80.

5. Skor aktivitas siswa mencapai ≥ 80.

H. Tim Peneliti dan Tugasnya

Penelitian tindakan yang ideal sebetulnya adalah yang dilakukan berpasangan antara pihak yang melakukan tindakan dan pihak yang mengamati proses jalannya tindakan atau penelitian kolaborasi. Cara ini dikatakan ideal karena adanya upaya untuk mengurangi unsur subjektifitas pengamat serta

48Kunandar, Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembang Profesi Guru, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2008), 128.

mutu kecermatan yang dilakukan.49 Adapun tim peneliti dalam penelitian ini adalah:

1. Identitas Guru

Nama : Saniman, S.Pd I

Jabatan : Guru mata pelajaran al-Qur’an Hadits

Tugas : a. Bertanggung jawab atas semua jenis kegiatan pembelajaran

b. Mengamati pelaksanaan pembelajaran

c. Terlibat dalam perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi

2. Identitas Peneliti

Nama : M. Chusen Al Ghozi

NIM : D07211041

Prodi/Fakultas : PGMI/Tarbiyah

Institusi : UIN Sunan Ampel

Tugas :a. Bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan

b.

Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Instrumen penelitian

c.

Terlibat dalam semua kegiatan

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Pra Siklus

Pada tahap ini peneliti mengumpulkan data dari hasil wawancara dan pre tes. Peneliti melakukan wawancara pada guru mata pelajaran al-Qur’an Hadist. Pelaksanaan kegiatan wawancara tersebut dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 15 Maret 2018 pukul 09.00 WIB. Wawancara ini dilakukan untuk mengetahui kondisi awal pembelajaran al-Qur’an Hadist terkait strategi pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran al-Qur‟an Hadist. Selain wawancara, peneliti juga melakukan pre tes untuk mengetahui hasil kemampuan menghafal kelas IV SD KH Thohir Bakri Surabaya pada mata pelajaran al-Qur‟an Hadist.

Dari hasil wawancara dapat diketahui bahwa strategi yang pernah digunakan adalah strategi menyimak. Tetapi strategi tersebut kurang berhasil karena ketika diterapkan di kelas tidak semua siswa punya kesempatan untuk disimak hafalan surat al-‘Insyirah. Akibatnya siswa kurang menguasai dalam menghafal surat al-‘Insyirah. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil pre tes yang telah dilakukan peneliti pada hari Rabu tanggal 21 Maret 2018. Jumlah siswa kelas IV 20 Pesertas didik, terdapat 2 siswa yang tidak mengikuti tes, 11 siswa

yang memperoleh nilai di bawah KKM, yaitu 75 dan siswa yang memperoleh nilai di atas KKM berjumlah 7 siswa. Dari nilai yang diperoleh siswa tersebut dapat dikatakan bahwa hasil belajar siswa kurang memuaskan.

Tabel 4.1

Hasil Nilai Pre Tes Siswa Kelas IV

No Kode Skor Keterangan No Kode Skor Keterangan

Siswa Siswa

1 A 72 Tidak Tuntas 11 O 68 Tidak Tuntas

2 B 75 Tuntas 12 P 76 Tuntas

3 C 86 Tuntas 13 Q - Tidak Ikut Tes

4 D 56 Tidak Tuntas 14 R - Tidak Ikut Tes

5 E 70 Tidak Tuntas 15 S 75 Tuntas

6 F 80 Tuntas 16 T 74 Tidak Tuntas

7 G 80 Tuntas 17 U 72 Tidak Tuntas

8 H 72 Tidak Tuntas 18 V 65 Tidak Tuntas

Keterangan:

Jumlah siswa secara keseluruhan : 20 siswa Jumlah siswa yang sudah tuntas : 7 siswa Jumlah siswa yang tidak mengikuti : 2 siswa Jumlah siswa yang belum tuntas : 11 siswa Nilai rata-rata hasil pre tes siswa kelas IV

= ℎ ℎ = 1305 18 = 72,5 Prosentase ketuntasan = 7 18 x 100% = 39 %

Prosentase siswa yang tidak tuntas = 100 % - 39 % = 61 %

Berdasarkan data tersebut nilai rata-rata hasil pre tes siswa kelas IV adalah 72. Dari 20 siswa, hanya 7 siswa yang mencapai KKM dengan prosentase 39%, 2 siswa tidak mengikuti tes sedangkan sisanya 11 siswa belum mencapai KKM

10 J 72 Tidak Tuntas 20 X 76 Tuntas

dengan prosentase 61 %. Karena banyaknya siswa yang belum tuntas yaitu 11 siswa, maka perlu adanya perbaikan dalam pembelajaran al-Qur‟an Hadist. Hambatan yang terjadi pada waktu pra siklus adalah kurangnya waktu guru untuk menyimak hafalan siswa dikarenakan masih menggunakan metode menyimak diharapakan dengan menggunakan strategi Practice-Rehearsal Pairs hasil belajar siswa terutama kemampuan menghafal siswa meningkat sesuai dengan KKM yang ditentukan yaitu 75.

2. Siklus 1

Pada siklus I ini, terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.

a. Perencanaan

Tahap perencanaan ini, peneliti dan guru mata pelajaran al-Qur’an Hadits berdiskusi untuk menentukan waktu penerapan siklus I. Guru al-Qur’an Hadits menyarankan agar penelitian dilakukan ketika jam mata pelajaran al-Qur’an Hadits berlangsung yaitu pada hari kamis. Peneliti menerima saran tersebut dan meminta izin untuk melakukannya pada hari kamis tanggal 05 April 2018, dan guru mata pelajaran al-Qur‟an Hadits mengizinkan penelitian dilakukan pada hari dan tanggal tersebut. Kesepakatan yang diperoleh antara peneliti dan guru mata pelajaran al-Qur’an Hadits adalah pelaksanaan penelitian siklus I yang dilaksanakan pada hari kamis tanggal 05 April 2018.

Peneliti menyusun rencana kegiatan yang akan dilakukan pada siklus I, berikut ini merupakan kegiatan yang dilakukan oleh peneliti:

1) Mempersiapkan perangkat pembelajaran (perangkat pembelajaran berupa RPP dengan menggunakan Strategi Practice-Rehearsal Pairs)

2) Membuat instrumen pengumpulan data

a) Lembar observasi aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran dengan Strategi Practice-Rehearsal Pairs

b) Lembar instrumen penilaian kemampuan melafalkan dan kemampuan menghafalkan

b. Pelaksanaan

Pelaksanaan PTK ini peneliti diberikan wewenang untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran dan guru mata pelajaran al-Qur‟an Hadits sebagai observer sekaligus pendamping dalam kegiatan penelitian di sekolah. Adapun proses belajar mengajar mengacu pada rencana pelaksanaan pembelajaran yang meliputi kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir.

Kegiatan pada awal pembelajaran adalah tahap pendahuluan. Guru melakukan pengondisian kelas dengan mengucapkan salam dan menanyakan kabar. Guru mengecek kehadiran siswa dan menginformasikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.

Tahap berikutnya adalah apersepsi yang dilakukan dengan cara mengaitkan materi kandungan surat Al Insyirah yang lalu dengan materi yang

akan dibahas dengan bertanya, “anak-anak, apa artinya surat Al Insyirah?”. Beberapa siswa berebut mejawab dengan mengacungkan tangan. Setelah itu guru bertanya lagi, “ Berapa jumlah ayatnya?”. Siswa menjawab “8”. Setelah memperoleh jawaban siswa yang telah mengarah pada materi yang dibahas, guru menjelaskan tujuan pembelajaran.

Kegiatan yang dilakukan pada inti pembelajaran yaitu guru membacakan ayat-ayat surat Al Insyirah, sebagian siswa nampak bermain dengan teman sebangkunya, namun setelah mendapat teguran siswa kembali memperhatikan guru dengan baik. Setelah guru menjelaskan materi guru membaca surat Al Insyirah dengan diikuti siswa, dan dilanjutkan siswa membaca bersama-sama sebanyak 3 kali.

Setelah membaca bersama-sama, siswa bertanya jawab tentang potongan ayat surat Al Insyirah yang masih sulit diucapkan kemudian siswa melafadzkan surat Al Insyirah secara bersama-sama lagi tetapi tanpa melihat bacaan atau buku. Setelah itu, mulai melakukan strategi Practice-Rehearsal

Pairs, siswa mulai berpasangan dengan teman sebangkunya. Ada 1 siswa

yang tidak ada teman sebangkunya karena teman sebangkunya karena sakit jadi mereka bergabung dengan siswa yang lain. Ketika berpasangan siswa diberi peran sebagai penghafal dan penyimak dan setelah melakukan hafalan siswa bertukar peran.

Pada tahapan tersebut ada beberapa siswa yang perlu bimbingan dalam melafalkan bacaan maka guru juga perperan untuk membimbing anak tersebut. Adapun kegiatan yang dilakukan pada tahap akhir pembelajaran yaitu guru melakukan refleki, tindak lanjut dan evaluasi yakni melafalkan potongan ayat dan menunjuk siswa untuk melanjutkanya dan mendapatkan poin ketika jawaban benar. Setelah itu, guru memberikan motivasi agar terus belajar baik menghafal, membaca dan menulis. Hal ini dilakukan agar siswa tetap semangat menghafal ataupun kegiatan lain.

c. Observasi

Tahap observasi dilakukan oleh guru mata pelajaran Al-Qur’an hadits yang berperan sebagai observer selama proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan lembar observasi. Observasi atau pengamatan dalam penelitian ini dilakukan selama proses pembelajaran di kelas berlangsung. Obsevasi dilaksanakan untuk mengamati setiap proses yang terjadi pada siswa dan guru.

Adapun hasil yang diperoleh peneliti dalam tahap pengamatan atau observasi siklus I ini adalah sebagai berikut:

1. Hasil observasi aktivitas guru

Observasi aktivitas guru ini berisi tentang aktivitas guru selama proses pembelajaran berlangsung, untuk menentukan skor dilakukan dengan

memperhatikan beberapa kriteria yang telah ditentukan. Hasil observasi aktivitas guru tersebut dapat dilihat pada tabel 4.2

Tabel 4.2

Hasil Observasi Aktifitas Guru Siklus I No Aspek yang diamati Hasil Kriteria

A Kegiatan Pendahuluan

1. Guru mengucapkan salam dan berdo’a bersama siswa

5 Guru mengucapkan salam dan mengajak berdo’a siswa dengan

suara keras dan

semangat sehingga

semua siswa

mengikuti instruksi guru

2. Guru memberikan apersepsi pada siswa

5 Guru memberikan

apersepsi kepada

siswa dan semua

siswa merespon

dengan baik

3. Menjelaskan tujuan

pembelajaran atau kompetensi Dasar yang akan dicapai

4 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran secara spesifik tapi kurang jelas

B Kegiatan Inti

4. Guru membacakan Surat Al Insyirah sesuai makhorihul huruf dan tajwid yang benar dan diikuti bacaan peserta didik.

4 Guru membacakan

surat al-Insyirah

sesuai makhorijul

huruf dan tajwd yang benar dengan suara

pelan sehingga

sebagian siswa yang mengikuti

5. Guru menginstruksikan untuk berpasangan dengan teman sebangku dan berperan satu sebagai penyimak dan satu sebagai penghafal

4 Guru memberikan

intruksi secara jelas tetapi sebagian kecil

siswa kurang

6. Guru menyimak hafalan siswa 4 Guru menyimak hafalan siswa tetapi hanya sebagian siswa

C Kegiatan Penutup ( evaluasi )

7. Guru memberikan motivasi 4 Guru memberikan

motivasi kepada siswa tetapi sebagian siswa yang memahami 8. Guru tindak lanjut dalam

bentuk pemberian tugas, baik

tugas individual maupun

kelompok

4 Guru memberikan

tugas individu kepada siswa tetapi sebagian

siswa yang

memperhatikan

9. menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan berikutnya 4 Guru mengiformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya kepada siswa tetapi sebagian

siswa yang

memahami

Skor yang diperoleh 38

$%& ' & ℎ

%& % (100 = ) *+ , ==>

38

45/100 = 84 Tabel 4.3

Skor perolehan hasil observasi guru

Skor Perolehan Nilai Huruf Keterangan

91 – 100 A Sangat baik

81 – 90 B Baik

71 – 80 C Cukup

61 – 70 D Kurang

Data hasil observasi guru dalam mengelola pembelajaran menunjukkan bahwa skor yang diperoleh adalah 38 dengan nilai observasi guru 84 yakni dari skor idealnya adalah 45. Berdasarkan hasil observasi tersebut, menunjukkan bahwa kemampuan guru dalam melakukan proses pembelajaran cukup berhasil. Hal ini dikarenakan hasil rata-rata yang diperoleh dari hasil observasi kinerja guru yang didapat belum mencapai indikator dikarenakan pada kegiatan inti guru membacakan surat al insyirah dean suara pelan sehingga tidak semua siswa mendengarkan dengan jelas yang ditentukan yakni 85. Sehingga perlu adanya perbaikan pada proses pembelajaran berikutnya yang dilakukan oleh guru.

2. Observasi Aktivitas Siswa

Pelaksanaan pembelajaran ini, observer mengamati aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung menggunakan strategi Practice-Rehearsal

Pairs. Hasil observasi dapat dilihat pada tabel 4.4 berikut ini:

Tabel 4.4

Hasil Observasi Siswa Siklus I

No Aspek yang diamati Hasil Kriteria

Kegiatan Pendahuluan

1

Siswa merespon salam dan

ajakan guru untuk berdoa 5

Semua siswa merespon salam dan ajakan guru berdo’a

2.

Siswa merespon apersepsi yang

diberikan guru 4

Sebagian besar siswa

merespon apersepsi

yang diberikan guru 3. Siswa pembelajaran yang disampaikan mendengarkan tujuan 4 Sebagian besar siswa mendengarkan tujuan

guru pembelajaran yang disampaikan guru Kegiatan Inti

4.

Siswa membaca surat

al-‘Insyirah sesuai makhorijul huruf dan tajwid yang benar

mengikuti bancaan guru 4

Sebagian besar siswa

membaca surat

al-‘Insyirah sesuai

makhorijul huruf dan

tajwid yang benar

mengikuti bancaan guru

5.

Siswa memperhatikan intruksi guru untuk berpasangan dengan teman sebangku dan berperan satu sebagai penyimak dan satu sebagai penghafal kemudian bertukar peran

4

Sebagian besar siswa memperhatikan intruksi guru untuk berpasangan dengan teman sebangku

dan berperan satu

sebagai penyimak dan satu sebagai penghafal

kemudian bertukar

peran

6.

Siswa saling berkerjasama ketika guru mengintruksikan untuk

bertukar peran 4

Sebagian besar siswa

saling berkerjasama

ketika guru

mengintruksikan untuk bertukar peran

7.

Siswa antusias ketika guru

menyuruh maju kedepan 4

Sebagian besar siswa antusias ketika guru

menyuruh maju

kedepan

Kegiatan Penutup

8.

Siswa memperhatikan motivasi dari guru agar selalu belajar

dengan rajin 4

Sebagaian besar siswa memperhatikan

motivasi dari guru agar selalu belajar dengan rajin

9.

Siswa mengerjakan tugas dari guru baik dari buku individu

maupun kelompok. 4

Sebagian besar siswa mengerjakan tugas dari guru baik dari buku

individu maupun

kelompok

$%& ' & ℎ

%& % (100 = ) *+ , ==>

37

45/100 = 82 Tabel 4.5

Skor perolehan hasil observasi siswa

Skor Perolehan Nilai Huruf Keterangan

91 – 100 A Sangat baik

81 – 90 B Baik

71 – 80 C Cukup

61 – 70 D Kurang

0 – 60 E Gagal

Observasi aktivitas siswa mendapat skor 82 dari skor maksimal 100 dengan demikian diperoleh nilai 82 temasuk kategori baik. Dalam motivasi, masih susah dalam menerapkan strategi karena siswa masih bingung ketika menerapkan strateginya dikarenakan tidak semua siswa memperhatikan intruksi guru dalam berpasangan dengan teman sebangku. Berdasarkan uraian di atas perlu dilakukan perbaikan agar pembelajaran menjadi lebih baik.

3) Hasil penilaian pembelajaran

Untuk mengetahui hasil kemampuan menghafal siswa, peneliti melakukan penilaian non tes berupa penilaian unjuk kerja dan

performance yang berhubungan dengan melafalkan surat al insyirah pada mata pelajaran al-Qur’an Hadist.

a) Penilaian kemampuan melafalkan

Penilaian kemampuan melafadkan ini diberikan kepada siswa saat melafalkan surat al insyirah sebanyak 3 kali, dengan tujuan siswa mampu membaca surat al insyirah. Penilaian unjuk kerja ini mempunyai 4 aspek penilaian yaitu aspek penilaian A adalah makhorijul huruf, aspek penilaian B adalah tajwid, aspek penilaian C adalah tertib dan aspek penilaian D adalah kelancaran.

1) Aspek A dinilai 1 jika Lebih dari 3 kali salah pada makhorijul hurufnya, dinilai 2 jika 2 kali salah pada makhorijul hurufnya, dan dinilai- 3 jika Makhorijul huruf sangat tepat dan sesuai dengan tempat keluarnya huruf.

2) Aspek B dinilai 1 jika Lebih dari 3 kali salah hukum bacaan tadwidnya, dan dinilai 2 jika 2 kali salah dalam penerapan hukum bacaan tajwid , dan dinilai 3 jika Hukum Tajwid sangat tepat pada seluruh ayat.

3) Aspek C dinilai 1 jika Lebih dari 3 kali salah dalam urutan membaca ayat, dan dinilai 2 jika 2 kali salah dalam urutan membaca ayat, dan dinilai 3 jika Urut/ tartib ketika membaca seluruh ayat pada surat al insyirah.

4) Aspek D dinilai 1 jika Tidak lancar dalam membaca, dan dinilai 2 jika Lancar tetapi sedikit terbata-bata ketika melafadkan bacaan, dinilai 3 jika Sangat lancar dan tidak terbata-bata ketika melafadkan bacaan.

Tabel 4.6

Hasil penilaian kemampuan melafalkan

N o

Kode Siswa

Aspek yang dinilai

Nilai Keterangan A. Makhoriju l Huruf B. Taj wi d C. Tarti b D. Kelan caran 1 A 2 3 2 3 83 Tuntas 2 B 2 2 2 3 75 Tuntas 3 C 3 3 3 3 100 Tuntas 4 D 3 2 2 3 83 Tuntas 5 E 1 2 3 2 67 tidak tuntas 6 F 3 2 2 3 83 Tuntas 7 G 3 2 2 3 83 Tuntas 8 H 1 2 2 2 58 tidak tuntas 9 I 3 3 2 3 92 Tuntas 10 J 2 2 2 3 75 Tuntas 11 K 3 3 3 3 100 Tuntas 12 L 3 1 1 2 58 tidak tuntas 13 M 3 3 2 3 92 Tuntas 14 N 2 2 2 3 75 Tuntas 15 O 3 2 2 3 83 Tuntas

16 P 1 2 2 2 58 tidak tuntas

17 Q 3 3 3 3 100 Tuntas

18 R 2 2 2 2 67 tidak tuntas

19 S 2 2 2 3 75 Tuntas

20 T 2 3 3 3 92 Tuntas

Total nilai keseluruhan 1599

Keterangan:

Jumlah siswa secara keseluruhan : 20 siswa Jumlah siswa yang sudah tuntas : 15 siswa Jumlah siswa yang tidak mengikuti : 0 siswa Jumlah siswa yang belum tuntas : 5 siswa

Nilai rata-rata hasil nilai unjuk kerja siswa kelas IV siklus I

= ℎ ℎ = 1599 20 = 79,95 Prosentase ketuntasan = 15 20 x 100% = 75 %

= 25 %

Berdasarkan data tersebut diketahui bahwa hasil penilaian kemampuan menghafal siswa pada siklus I rata-rata didapatkan seluruh kelas IV adalah 79,95 dari 20 siswa, 15 siswa dengan prosentase 75%

Dokumen terkait