BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
3. Siklus II
I) 12 Mei 2011 2 x 45 menit
1. Penjelasan peneliti tentang materi yang akan disampaikan dengan menggunakan
pembelajaran preferensi sensori.
2. Pelaksanaan pembelajaran dengan pembelajaran preferensi
sensori pada materi sistem
dispersi, jenis-jenis koloid dan sifat-sifat koloid dengan. 4. Siklus I
(pertemuan II)
19 Mei 2011 2 x 45
menit
Pelaksanaan pembelajaran dengan pembelajaran preferensi sensori pada materi sifat-sifat koloid,
cara-cara pembuatan koloid dan
penggunaan koloid dalam
kehidupan sehari-hari. 5. Siklus II (pertemuan I) 24 Mei 2011 2 x 45 menit Pelaksanaan pembelajaran
preferensi sensori menggunakan
metode praktikum pada materi sistem koloid. 6. Siklus II (pertemuan II) 26 Mei 2011 2 x 45 menit 1. Peserta didik mempresentasikan hasil praktikum pada pertemuan sebelumnya.
2. Peserta didik mengerjakan tes evaluasi.
37 D. Desain Penelitian
Dalam penelitian ini terdiri dari beberapa siklus tindakan dimana tiap siklus terdiri dari empat tahapan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan (observasi ), dan refleksi. Gambar 3.1 berikut adalah tahapan-tahapan pelaksanaan dalam PTK:
Gambar 3.1 Model Tahapan-Tahapan Pelaksanaan PTK:56
Penelitian ini dirancang dalam tiga tahap yaitu pra siklus, siklus1 dan siklus 2. Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian adalah sebagai berikut:
1. Pra Siklus
Dalam pra siklus ini peneliti melihat rekapitulasi hasil belajar (kognitif, afektif dan psikomotor) kimia pada semester pertama yang pelaksanaannya belum menggunakan pembelajaran berdasarkan preferensi sensori. Hasil belajar dan ketuntasan klasikal pada semester
56
Suyadi, Panduan Penelitian Tindakan Kelas, hlm. 50. Perencanaan Pelaksanaan SIKLUS I Refleksi Pengamatan Perencanaan erencanaan
Refleksi SIKLUS II Pelaksanaan
Pengamatan
38 pertama kemudian dirata-rata dan dipersentase sebagai nilai pra siklus. Untuk mengetahui tingkat keaktifan peserta didik digunakan teknik wawancara kepada guru kimia yang bersangkutan mengenai keaktifan peserta didik pada materi sebelumnya. Disamping itu juga digunakan observasi kepada peserta didik. Dimana pengambilan datanya diambil ketika guru menerangkan materi pokok sistem koloid. Untuk mengetahui ketrampilan siswa sebagai hasil belajar psikomotorik, pengambian datanya diambil dari observasi praktikum pembuatan koloid. Hal ini dilakukan sebagai dasar untuk membandingkan keberhasilan pembelajaran kimia dengan pembelajaran berdasarkan preferensi sensori pada siklus I dan siklus II.
2. Siklus I
a. Perencanaan
1) Guru menyusun dan menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) tentang sistem koloid dengan pembelajaran berdasarkan preferensi sensori.
2) Melakukan kolaborasi dengan guru kelas.
3) Membuat instrumen yang akan digunakan dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
4) Menyusun alat evaluasi pembelajaran. b. Tindakan
1) Guru mengadakan presensi kepada peserta didik.
2) Guru mengelompokkan siswa berdasarkan preferensi sensori gaya belajar masing-masing siswa.
3) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
4) Guru menyampaikan materi sistem koloid secara garis besar. 5) Guru mengarahkan siswa untuk berdiskusi sub materi pokok
sistem koloid dengan pembelajaran berdasarkan preferensi sensori dengan langkah-langkah sebagai berikut:
39 a) Siswa dibagi menjadi 6 kelompok dimana setiap kelompoknya terdiri dari siswa yang memiliki gaya belajar auditorial, visual dan kinestetik.
b) Kelompok 1 mempresentasikan sistem dispersi. c) Kelompok 2 mempresentasikan jenis-jenis koloid.
d) Kelompok 3 mempresentasikan sifat-sifat koloid (efek Tyndall, gerak Brown, adsorpsi dan elektroforesis).
e) Kelompok 4 mempresentasikan sifat-sifat koloid (koagulasi, dialisis, liofil, liofob)
f) Kelompok 5 mempresentasikan cara-cara pembuatann koloid. g) Kelompok 6 mempresentasikan penggunaan koloid dalam
kehidupan sehari-hari, keuntungan dan kerugian yang ditimbulkan sistem koloid.
h) Setiap kelompok mengajukan pertanyaan secara lisan kepada kelompok lain.
i) Guru menyampaikan kesimpulan konsep sistem koloid. j) Tiap siswa meresum kesimpulam konsep sistem koloid. k) Guru memberikan tes siklus I.
c. Pengamatan
Dalam penelitian tindakan kelas, pengamatan dilaksanakan dengan beberapa aspek yang diamati adalah sebagai berikut:
1) Pengamatan terhadap peserta didik
a) Antusias peserta didik dalam mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
b) Keaktifan peserta didik dalam belajar individu. c) Keaktifan peserta didik dalam kelompok.
d) Kemampuan peserta didik dalam menerapkan konsep ke dalam latihan soal.
e) Keaktifan dalam bertanya.
f) Keaktifan dalam menjawab pertanyaan.
40 h) Keaktifan peserta didik dalam mencari sumber belajar.
2) Pengamatan terhadap guru a) Kehadiran guru.
b) Penampilan di depan kelas.
c) Suara guru dalam menyampaikan materi.
d) Kemampuan guru dalam menyampaikan apersepsi.
e) Kemampuan guru dalam menyampaikan tujuan pembelajaran. f) Kemampuan guru dalam memberikan motivasi kepada peserta
didik.
g) Kemampuan guru dalam penguasaan materi pembelajaran. h) Keruntutan menyampaikan materi pelajaran.
i) Ketrampilan guru dalam menerapkan pembelajaran berdasarkan preferensi sensori.
j) Kemampuan guru dalam menetapkan peserta didik dalam kelompok.
k) Kemampuan guru dalam pengelolaan kelas.
l) Cara guru memberikan arahan dan bimbingan kelompok kepada siswa.
m) Kemampuan guru dalam berkomunikasi dan menciptakan komunikasi timbal balik antara guru dan peserta didik.
n) Kemampuan guru dalam memberikan semangat kepada peserta didik dalam mengerjakan tugas.
o) Pemerataan perhatian guru kepada peserta didik dalam proses pembelajaran berlangsung.
p) Membantu peserta didik dalam menumbuhkan rasa percaya diri.
q) Ketepatan waktu yang diperlukan guru dalam mengelola penbelajaran.
41 d. Refleksi
Refleksi merupakan langkah untuk menganalisis hasil kerja dan aktivitas peserta didik. Analisis dilakukan untuk mengukur baik kelebihan maupun kekurangan yang terdapat pada siklus I kemudian mendiskusikan hasil analisis secara kolaborasi untuk perbaikan pada pelaksanaan siklus II.
3. Siklus II
a. Perencanaan
1) Mengidentifikasi masalah dan rumusan masalah berdasarkan permasalahan yang muncul dari siklus I.
2) Guru menyusun dan menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan pembelajaran berdasarkan preferensi sensori.
3) Melakukan kolaborasi dengan guru kelas.
4) Membuat instrumen yang akan digunakan dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
5) Menyusun alat evaluasi pembelajaran. b. Tindakan
1) Guru melakukan presensi kepada pesereta didik 2) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
3) Guru mengelola pembelajaran preferensi sensori dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a) Siswa dibagi menjadi 6 kelompok seperti pada siklus I. b) Setiap kelompok melakukan praktikum.
c) Kelompok 1 mempraktekan tentang sistem dispersi dengan menggunakan alat peraga.
d) Kelompok 2 mempraktekan tentang jenis koloid dengan menggunakan alat peraga.
e) Kelompok 3 mempraktekan tentang salah satu sifat-sifat koloid (efek Tyndall, gerak Brown, adsorbsi dan elektroforesis) dengan menggunakan alat peraga.
42 f) Kelompok 4 mempraktekan tentang salah satu sifat koloid (koagulasi, dialisis, liofil dan liofob) dengan menggunakan alat peraga.
g) Kelompok 5 mempraktekan cara penbuatan koloid. h) Kelompok 6 mempraktekan cara pembuatan koloid.
i) Setiap kelompok membuat laporan praktikum dan mempresentasikannya.
j) Guru memberikan tes siklus II. c. Pengamatan
Dalam penelitian tindakan kelas, pengamatan dilaksanakan dengan beberapa aspek yang di amati adalah sebagai berikut:
1) Pengamatan terhadap peserta didik
a) Antusias peserta didik dalam mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
b) Keaktifan peserta didik dalam belajar individu. c) Keaktifan peserta didik dalam kelompok.
d) Kemampuan peserta didik dalam menerapkan konsep ke dalam praktikum.
e) Hubungan kerja sama antar peserta didik dalam kelompok. f) Rasa tanggung jawab peserta didik terhadap tugas kelompok. g) Kemampuan peserta didik dalam menerapkan konsep ke
dalam latihan soal.
h) Keaktifan dalam bertanya.
i) Keaktifan dalam menjawab pertanyaan. 2) Pengamatan terhadap guru
a) Kehadiran guru.
b) Penampilan di depan kelas.
c) Suara guru dalam menyampaikan materi.
d) Kemampuan guru dalam menyampaikan apersepsi.
43 f) Kemampuan guru dalam memberikan motivasi kepada peserta
didik.
g) Kemampuan guru dalam penguasaan materi pembelajaran. h) Keruntutan menyampaikan materi pelajaran.
i) Ketrampilan guru dalam menerapkan pembelajaran berdasarkan preferensi sensori.
j) Kemampuan guru dalam menetapkan peserta didik dalam kelompok.
k) Kemampuan guru dalam pengelolaan kelas.
l) Cara guru memberikan arahan dan bimbingan kelompok kepada siswa.
m) Kemampuan guru dalam berkomunikasi dan menciptakan komunikasi timbal balik antara guru dan peserta didik.
n) Kemampuan guru dalam memberikan semangat kepada peserta didik dalam mengerjakan tugas.
o) Pemerataan perhatian guru kepada peserta didik dalam proses pembelajaran berlangsung.
p) Membantu peserta didik dalam menumbuhkan rasa percaya diri.
q) Ketepatan waktu yang diperlukan guru dalam mengelola pembelajaran.
r) Guru menyimpulkan hasil pembelajaran. d. Refleksi
Hasil pengamatan pada siklus II dikumpulkan untuk dianalisis dan dievaluasi oleh peneliti dan kolaborator. Diharapkan setelah berakhir siklus II dengan pembelajaran berdasarkan preferensi sensori pada materi sistem koloid maka pemahaman konsep dan keaktifan peserta didik kelas XI IPA SMA Muhammadiyah 4 Kendal meningkat.
44 E. Kolaborator
Salah satu ciri khas PTK adalah adanya kolaborasi atau kerjasama antara praktisi (guru, kepala sekolah, siswa, dan lain-lain) dan peneliti dalam pemahaman, kesepakatan tentang permasalahan, pengambilan keputusan, dan akhirnya melahirkan kerjasama tindakan (action). Dalam pelaksanaan tindakan di dalam kelas, maka kerjasama (kolaborasi) antara guru dengan peneliti menjadi hal sangat penting. Dalam PTK, kedudukan peneliti setara dengan guru, dalam arti masing-masing mempunyai peran dan tanggung jawab yang saling membutuhkan dan saling melengkapi untuk mencapai tujuan. Peran kerjasama (kolaborasi) sangat menentukan keberhasilan PTK terutama pada kegiatan mendiagnosis masalah, menyusun usulan, melaksanakan penelitian, menganalisis data, menyeminarkan hasil, dan menyusun laporan akhir.57 Dalam penelitian ini, peneliti berkolaborasi dengan guru kimia SMA Muhammadiyah 4 Kendal yaitu Ibu Trias Karolina,S.Pd. F. Indikator Kerja
Indikator keberhasilan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah apabila terjadi peningkatan hasil belajar kimia dalam materi pokok sistem koloid di atas kriteria ketuntasan minimum (KKM) siswa kelas XI IPA SMA Muhammadiyah 4 Kendal. Pembelajaran kimia dengan penerapkan pembelajaran berdasarkan preferensi sensori dikatakan meningkatkan hasil belajar siswa apabila memenuhi kriteria sebagai berikut:
1) Keaktifan
Indikator keaktifan dalam penelitian ini adalah apabila keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran meningkat ditandai dengan skor 75% peserta didik aktif dalam pembelajaran58.
57
Suharsimi Arikunto, Penelitian Tindakan Kelas, hlm. 63. 58
E. Mulyasa, KTSP Sebuah Panduan Praktis, (Bandung: Remaja Rosda Karya,2010), hlm. 256.
45 2) Pemahaman Konsep
Pemahaman konsep peserta didik diperoleh dari hasil pekerjaan peserta didik pada hasil tes evaluasi pada tiap akhir siklus. Dalam penelitian ini yang dapat dijadikan tolak ukur ketuntasan belajar suatu kelas adalah apabila nilai rata-rata kelas ≥ kriteria ketuntasan minimum (KKM) yaitu sebesar 60 dengan ketuntasan klasikal minimal 75% dari jumlah peserta didik yang memperoleh nilai ≥ KKM59.
3) Kinerja
Keberhasilan kinerja guru dinilai dari pengamatan (observasi) dalam pengelolaan pembelajaran. Kinerja guru dapat dikatakan berhasil apabila mencapai skor 75%.
G. Teknik Pengumpulan Data
Dalam hal ini, peneliti menggunakan beberapa metode untuk menggali informasi yang dibutuhkan. Metode yang dipakai untuk mendapatkan informasi antara lain sebagai berikut:
1. Metode dokumentasi
Dokumentasi berasal dokumen, yang artinya barang-barang tertulis. Di dalam melaksanakan metode dokumentasi, peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku, dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat, catatan harian, dan sebagainya.60 Pada metode ini digunakan peneliti untuk mendapatkan daftar nama siswa dan nilai pelajaran kimia siswa kelas XI IPA pada semester 1.
2. Metode observasi
Observasi diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap kondisi atau fakta yang ada dalam penelitian.61 Metode observasi
59
Masnur Muslich, KTSP Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Kontekstual, (Jakarta: Bumi Aksara, 2008) hlm. 36.
60
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta : Rineka Cipta, 2006), hlm. 158.
61
46 ini digunakan untuk mengamati proses pembelajaran dengan menerapkan pembelajaran berdasarkan preferensi sensori di dalam kelas.
3. Metode tes
Tes ialah seperangkat rangsangan (stimuli) yang diberikan kepada seseorang dengan maksud untuk mendapat jawaban yang dapat dijadikan dasar bagi penetapan skor angka. Pada penelitian ini metode tes dilakukan untuk mengukur hasil belajar siswa dikaitkan dengan penerapan pembelajaran berdasarkan preferensi sensori.
4. Wawancara
Wawancara merupakan pertemuan secara langsung antara peneliti dengan narasumber, dimana peneliti menanyakan sesuatu yang telah direncanakan kepada narasumber.62 Metode wawancara digunakan untuk mengetahui permasalahan-permasalahan dalam pembelajaran. Wawancara dilakukan kepada Ibu Trias Karolina, S.pd selaku guru mengampu mata pelajaran kimia kelas XI SMA Muhammadiyah 4 Kendal.
H. Teknik Analisis Data
Data hasil pengamatan penelitian ini dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan keadaan peningkatan indikator keberhasilan tiap siklus dan untuk menggambarkan keberhasilan pembelajaran berdasarkan preferensi sensori. Data penelitian yang terkumpul, setelah ditabulasi kemudian dianalisis untuk mencapai tujuan-tujuan penelitian. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
Data kuantitatif diolah dengan menggunakan deskriptif persentase. Nilai yang diperoleh peserta didik dirata-rata untuk ditemukan keberhasilan individu dan keberhasilan klasikal sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan.
a. Menghitung Rata-rata
Untuk menghitung nilai rata-rata digunakan rumus:
62
47 n X X
∑
= Keterangan: X = rata-rata nilai. X = jumlah seluruh nilai. n = jumlah peserta didik b. Ketuntasan Belajar KlasikalData yang diperoleh dari hasil belajar dapat ditentukan ketuntasan belajar klasikal menggunakan analisis deskriptif persentase dengan perhitungan: % 100 didik peserta seluruh belajar tuntas yang didik peserta x
∑
∑
Ketuntasan belajar klasikal dapat dilihat dari nilai rata-rata kelas ≥ 60 dengan ketuntasan klasikal minimal 75%63 dari jumlah peserta didik, memperoleh nilai ≥ 60.
c. Perhitungan persentase pengelolaan pembelajaran oleh guru
Keberhasilan kinerja guru dinilai dari pengamatan (observasi) dalam pengelolaan pembelajaran. Kinerja guru dapat dikatakan berhasil apabila mencapai skor 75%.
Persentase (%)= x100%
um Skormaksim
Skor Jumlah
d. Perhitungan persentase ketrampilan peserta didik
Indikator ketrampilan dalam penelitian ini adalah apabila ketrampilan peserta didik dalam proses pembelajaran meningkat ditandai dengan skor 75% peserta didik trampil dalam pembelajaran praktikum. Persentase (%)= x100% um Skormaksim Skor Jumlah 63
E. Mulyasa, Kurikulum yang Disempurnakan, (Bandumg: PT. Remaja Rosdakarya, 2009), Cet. 3, hlm. 209.
48 e. Perhitungan persentase keaktifan peserta didik
Indikator keaktifan dalam penelitian ini adalah apabila keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran meningkat ditandai dengan skor 75% peserta didik aktif dalam pembelajaran.64
Persentase (%)= x100% um Skormaksim Skor Jumlah 64
49
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Penelitian ini menerapkan pembelajaran berdasarkan preferensi sensori pada materi sistem koloid peserta didik kelas XI IPA SMA Muhammadiyah 4 Kendal. Desain penelitian terdiri dari pra siklus, siklus I dan siklus II. Siklus I dan siklus II dalam penelitian ini meliputi empat tahap yakni perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Hasil refleksi dijadikan dasar untuk menentukan keputusan perbaikan pada siklus selanjutnya. Deskripsi hasil penelitian tindakan kelas secara lengkap adalah sebagai berikut:
1. Pra Siklus
Pada tanggal 02-07 Mei 2011 peneliti melakukan observasi awal dengan melakukan wawancara mengenai keaktifan dan hasil belajar peserta didik di kelas XI IPA dengan guru pengampu mata pelajaran kimia yaitu Ibu Trias Karolina,S.Pd. Beliau menuturkan bahwa peserta didik kelas XI IPA masih kurang aktif dalam pembelajaran dan hanya beberapa peserta didik saja yang dominan dikelas, hal ini merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar peserta didik. Peneliti mengidentifikasi bahwa hal tersebut bisa juga disebabkan karena pembelajaran yang diterapkan hanya menggunakan satu gaya belajar saja. Untuk itu peneliti bersama guru kimia sepakat untuk menerapkan pembelajaran berdasarkan preferensi sensori sebagai upaya untuk memperbaiki hasil belajar peserta didik kelas XI IPA SMA Muhammadiyah 4 Kendal.
Selain wawancara, peneliti juga mengumpulkan data yang mendukung penelitian seperti nilai raport peserta didik semester satu dimana pembelajarannya belum menerapkan pembelajaran berdasarkan preferensi sensori. Dari hasil nilai raport pada semester 1 nilai rata-ratanya adalah 60,09 dan ketuntasan hasil belajar klasikal 58,06% (lampiran 13).
50 Dalam observasi awal ini, peneliti juga membagikan tes preferensi sensori yang hasilnya nanti akan digunakan untuk mengidentifikasi gaya belajar dari masing-masing peserta didik yang kemudian dijadikan acuan untuk pembagian kelompok pada siklus I dan siklus II. Dari hasil tes preferensi sensori dapat dilihat pada lampiran 3.
Setelah observasi awal, tahap selanjutnya yaitu pra siklus yang dilaksanakan tanggal 10 Mei 2011, pada tahap ini peneliti mengamati pembelajaran di kelas yang masih menggunakan metode ceramah, sehingga komunikasi antara guru dengan peserta didik hanya satu arah. Hal ini membuat peserta didik kurang aktif dalam pembelajaran bahkan ada peserta didik yang terlihat mengantuk, melamun dan ada yang berbicara sendiri. Dari hasil observasi peneliti terhadap aspek afektif, menunjukkan bahwa tingkat keaktifan peserta didik masih 53,83% (lampiran 14). Tahap akhir dari pra siklus adalah pembagian kelompok yang dibagi menjadi 6 kelompok dimana pembagian kelompok ini diharapkan agar peserta didik mempersiapkan materi yang akan digunakan pada siklus I dan siklus II.
2. Siklus 1
a. Perencanaan
Perencanaan yang dilakukan pertama kali oleh guru dan peneliti yaitu dengan menentukan jadwal pelaksanaan siklus I yang akan dilaksanakan selama dua kali pertemuan yaitu pada tanggal 12 dan 19 Mei 2011. Adapun langkah perencanaannya adalah sebagai berikut:
1) Menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang memuat standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran dan materi pembelajaran sistem koloid.
51 3) Membuat instrumen yang akan digunakan dalam Penelitian
Tindakan Kelas (PTK).
4) Menyusun alat evaluasi pembelajaran. b. Pelaksanaan
Tindakan pada siklus I berupa pelaksanaan dari rencana yang telah disusun dan disiapkan yaitu guru melaksanakan pembelajaran berdasarkan preferensi sensori. Deskripsi tindakan pelaksanaan pembelajaran berdasarkan preferensi sensori adalah sebagai berikut:
1) Pertemuan I
Silkus I pada pertemuan pertama dilaksanakan pada hari kamis tanggal 12 Mei 2011 dengan kehadiran 31 peserta didik, alokasi waktu 2 x 45 menit.
a) Pendahuluan
Proses pembelajaran diawali dengan salam, presensi peserta didik dan dilanjutkan dengan penjelasan teknis guru mengenai pembelajaran berdasarkan preferensi sensori. Setelah itu guru menyampaikan indikator serta tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Guru menyampaikan apersepsi tentang materi yang akan dibahas yaitu mengenai sistem koloid dengan memberikan contoh koloid dalam kehidupan sehari-hari.
b) Kegiatan Inti
Guru menyampaikan gambaran umum mengenai materi sistem koloid yang akan dibahas. Setelah itu peserta didik dikelompokkan sesuai dengan kelompoknya masing-masing dan guru mengarahkan peserta didik untuk mempersiapkan sub materi sistem koloid yang akan dibahas. Dalam pertemuan pertama, hanya 3 materi ajar yang akan dibahas oleh 3 kelompok yang telah dibentuk. Kelompok
52 pertama mempresentasikan sistem dispersi, kelompok kedua mempresentasikan jenis-jenis koloid dan kelompok ketiga mempresentasikan sifat-sifat koloid (efek Tyndall, gerak Brown, adsorpsi dan elektroforesis).
Setiap kelompok diberi kesempatan untuk mempresentasikan sub materi sistem koloid selama 15 menit. Kelompok 1 sampai 3 siap untuk mempresentasikan materi yang sudah disiapkan dengan menggunakan media LCD. Sebelum memulai presentasi, setiap kelompok memperkenalkan nama-nama anggota kelompok beserta tugas-tugasnya. Adapun nama-nama kelompok dapat dilihat pada lampiran 4.
Kelompok 1 yang diwakili oleh Verra Yunita sebagai presentator mempresentasikan sistem dispersi dengan media power point. Kelompok 2 yang diwakili oleh Nissa Usakinah mempresentasikan jenis-jenis koloid dengan membuat makalah dan membawa alat peraga berupa permen, santan dan susu. Kelompok 3 yang diwakili oleh Uswatun Khasanah mempresentasikan sifat-sifat koloid (efek Tyndall, gerak Brown, adsoprsi dan koagulasi) dengan media power point.
Setelah setiap kelompok mempresentasikan sub materi masing-masing, kelompok lain mengajukan pertanyaan secara lisan. Kelompok 1 mendapat 2 pertanyaan yang diajukan oleh Uswatun Khasanah dari kelompok 3 mengenai apa itu sistem dispersi dan Deby Setyana dari kelompok 4 mengenai manfaat penggolongan sistem dispersi. Dari kedua pertanyaan tersebut hanya dijawab satu pertanyaan yang mengenai apa itu sistem dispersi oleh Verra Yunita yang sekaligus sebagai presentator kelompok 1. Sedangkan anggota kelompok yang lain masih kurang aktif dalam diskusi. Kelompok 2 mendapat 2 pertanyaan yang
53 diajukan oleh Umiyati dari kelompok 3 mengenai fase terdispersi dan medium pendispersi dan dari Nur Hayati dari kelompok 1 mengenai manfaat penggolongan jenis-jenis koloid. Dari kedua pertanyaan tersebut dijawab oleh Nissa Usakinah yang juga sebagai presentator kelompok 2 dan dilengkapi oleh Talitha Sabrina.
Kelompok 3 mendapat 2 pertanyaan yang diajukan oleh Nur Hayati dari kelompok 1 mengenai gerak Brown dan dari Wahyu Ikrimah dari kelompok 6 mengenai contoh koagulasi. Dari kedua pertanyaan tersebut dijawab oleh Umiyati dan dilengkapi oleh Uswatun Khasanah. Karena Nur Hayati belum puas atas jawaban dari kelompok 3, maka guru melengkapi jawaban tersebut diakhir diskusi. Sisa waktu dipergunakan guru untuk menjawab pertanyaan yang belum dijawab secara tuntas oleh peserta didik.
c) Penutup
Guru menyimpulkan materi dan masing-masing peserta didik meresum kesimpulan materi secara tertulis. Kegiatan terakhir yaitu guru memotivasi peserta didik yang belum aktif untuk lebih aktif dalam pembelajaran kemudian guru menyampaikan bahan ajar yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya agar peserta didik mempersiapkan materi terutama untuk kelompok yang akan presentasi. Guru juga menyampaikan bahwa pertemuan berikutnya akan diadakan tes evaluasi siklus I.
2) Pertemuan II
Pertemuan kedua siklus I dilaksanakan pada hari kamis tanggal 19 Mei 2011 dengan kehadiran 31 peserta didik, alokasi waktu 2 x 45 menit. Adapun deskripsi kegiatan pembelajarannya adalah sebagai berikut:
54 a) Pendahuluan
Guru mengawali pembelajaran dengan ucapan salam dan presentasi. Kemudian guru menyampaikan indikator dan tujuan pembelajaran dengan menuliskannya di papan tulis. Guru menanyakan kesiapan peserta didik untuk memulai pembelajaran berdasarkan preferensi sensori. Setelah semua peserta didik menyatakan siap untuk memulai pembelajaran, guru mempersilahkan peserta didik untuk berkelompok sesuai dengan kelompoknya.
b) Kegiatan Inti
Kegiatan inti diawali dengan guru menyampaikan konsep materi koloid yang akan dibahas secara garis besar. Pada pertemuan kedua ini, kelompok yang bertugas menyampaikan materi yaitu kelompok 4, 5 dan 6. Dimana kelompok 4 yang diwakili oleh Deby Setyana sebagai presentator mempresentasikan sub materi sifat-sifat koloid (liofil, liofob, koloid pelindung, dialisis dan koloid dalam penjernihan air), kelompok 5 yang diwakili oleh Arif Rahman sebagai presentator mempresentasikan pembuatan koloid dan kelompok 6 yang diwakili oleh Wahyu Ikrimah sebagai presentator mempresentasikan aplikasi koloid dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga kelompok tersebut menyampaikan presentasi dengan menggunakan media power point. Setiap kelompok diberi waktu 15 menit dalam menyampaikan presentasi.
Setelah semua kelompok menyampaikan presentasinya, masing-masing kelompok dipersilahkan untuk bertanya. Sesion tanya jawab ini diberi waktu 15 menit.