BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil Penelitian
4.1.8 Siklus II
Proses tindakan pada silus II dilaksankan pada hari Senin, tanggal 22 April 2013, dan dilanjutkan pada hari Rabu tanggal 24 April 2013 dengan melakukan tindak lanjut dari siklus I. Hasil refleksi siklus I diperbaiki pada siklus II. Siklus II sebagai usaha peningkatan kemampuan siswa menyusun kalimat yang diacak menjadi sebuah paragraf yang baik dan benar. Penilaian hasil tes ini merupakan satu kesatuan yang dijadikan bahan acuan peneliti untu006B mengetahui peningkatan kemampuan siswa dalam menyusun kalimat yang diacak menjadi sebuah paragraf. Hasil pembelajaran pada siklus II harus lebih baik dari hasil pembelajaran pada siklus I. Siklus II terdiri atas empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.
4.1.8.1 Perencanaan
Sebelum melakukan tindakan penelitian siklus II, peneliti menyusun rencana untuk kelancaran pelaksanaan tindakan kelas pada siklus II antara lain: a) Menyiapkan bahan pembelajaran bahasa Indonesia.
b) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) kemampuan menyusun kalimat yang diacak menjadi sebuah paragraf yang baik dan benar melalui metode scramble.
c) Menyusun tes kalimat yang diacak menjadi sebuah paragraf yang baik dan benar.
e) Membuat siswa lebih konsentrasi lagi dalam mengikuti pembelajaran dalam menyusun kalimat yang diacak menjadi sebuah paragraf yang baik dan benar. f) Memberikan gambaran pada siswa yang mengalami kesulitan dalam
pembelajaran. 4.1.8.2 Pelaksanaan
Pada tahap ini peneliti mengarahkan siswa agar siap untuk mengikuti pembelajaran menyusun kalimat yang diacak menjadi sebuah paragraf yang baik dan benar. Adapun langkah-langkah pelaksanaan tindakan pembelajaran menyusun kalimat yang diacak menjadi sebuah paragraf yang baik dan benar melalui metode scramble adalah:
Tabel 06. Skenario Pembelajaran Menyusun Kalimat Yang Diacak Menjadi Sebuah Paragraf Yang Baik dan Benar Melalui Metode Scramble
No Guru Siswa
(1) (2) (3)
KEGIATAN AWAL 01. Menyampaikan salam, apersepsi dan
mengabsen siswa.
Membalas salam,
mendengarkan apersepsi dan mengangkat tangan, mengkonfirmasi kehadiran. 02. Menyampaikan tujuan pembelajaran. Mendengarkan penjelasan
guru dengan baik. KEGIATAN INTI
03.
Eskplorasi:
Menjelaskan metode yang digunakan dalam pembelajaran.
Memperhatikan dan mendengarkan penjelsan guru.
04. Menjelaskan materi yang diajarkan yaitu tentang peningkatan kemampuan
menyusun kalimat yang diacak menjadi sebuah paragraf yang baik dan benar.
Mendengarkan dan
memperhatikan penjelasan guru.
(1) 05.
(2)
Memberikan beberapa contoh tentang penyusunan kalimat yang diacak menjadi sebuah paragraf.
(3)
Memperhatikan dengan saksama contoh-contoh yang diberikan.
06. Menyuruh siswa membuat contoh menyusun kalimat yang diacak menjadi sebuah paragraf.
Beberapa siswa
memberikan pendapatnya, sedangkan yang lain mendengarkan dengan sungguh-sungguh. 07. Memberikan kesempatan siswa untuk
bertanya mengenai hal-hal yang belum jelas dan belum dimengerti.
Menanyakan hal-hal yang belum di mengerti.
08.
Konfirmasi:
Memberikan tes berupa kalimat yang disusun menjadi sebuah paragraf.
Menerima tes yang diberikan guru dan mengerjakan dengan sungguh-sungguh. 09. Memerintahkan siswa yang sudah selesai
mengerjakan untuk mengumpulkan tugasnya.
Mengumpulkan lembar jawaban dari tes yang diberikan.
KEGIATAN PENUTUP
10. Menyimpulkan materi yang diajarkan mengenai penyusunan kalimat yang diacak menjadi sebuah paragraf yang baik dan benar.
Bersama-sama
menyimpulkan materi tersebut.
11. Mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan mengucapkan salam.
Membalas mengucapkan salam penutup.
4.1.8.3 Observasi dan Evaluasi
Pada tahap ini, kegiatan observasi dilakukan oleh teman sejawat, dan sebagai teman sejawat adalah guru wali kelas. Teman sejawat melakukan observasi terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti. Dari observasi
inilah dapat diketahui apakah perilaku siswa sudah menampakkan hasil yang lebih baik. Adapun hal-hal yang diamati antara lain :
1. Perhatian terhadap penjelasan guru ( peneliti ) 2. Keantusiasan dalam mengerjakan tugas. 3. Hubungan kerja sama antarpasangan 4. Keberanian bertanya.
4.1.8.4 Hasil Penelitian Siklus II
Tindakan siklus II dilaksanakan dengan melihat hasil yang didapat pada siklus I belum mencapai target. Untuk mencapai hasil yang lebih baik, perlu adanya perbaikan, serta tindakan selanjutnya. Oleh karena itu, tindakan siklus II sebagai perbaikan siklus I diharapkan dapat meningkatkan prestasi siswa terhadap pembelajaran peningkatan kemampuan menyusun kalimat yang diacak menjadi sebuah paragraf yang baik dan benar Tindakan siklus II dilakukan untuk mengatasi masalah-masalah yang ada pada siklus I, serta berupaya untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyusun kalimat yang diacak menjadi sebuah paragraf yang baik dan benar. Penelitian siklus II dilakukan dengan rencana dan persiapan yang lebih matang dibandingkan dengan siklus I. Dengan adanya perbaikan-perbaikan dalam pembelajaran pada siklus II, maka hasil penelitian yang berupa nilai tes kemampuan menyusun kalimat yang diacak menjadi sebuah paragraf yang baik dan benar. Siswa lebih aktif dan antusias dalam mengikuti pembelajaran menyusun kalimat yang diacak menjadi sebuah paragraf yang baik dan benar.
4.1.8.5 Hasil Observasi Siklus II
Berdasarkan hasil observasi diperoleh bahwa penyampaian apersepsi dan tujuan pembelajaran dapat mendorong dan mengarahkan siswa untuk mengikuti pembelajaran. Penyajian materi oleh guru dengan menggunakan metode pembelajaran scramble tetap dapat menarik dan menggairahkan siswa. Pembagian kelompok sebelum proses belajar mengajar dilaksanakan, ternyata mampu mengefektifkan waktu belajar siswa. Pemberian kesempatan untuk membagi kelompok lebih lama, juga memberikan hasil yang positif terhadap siswa dan meningkatkan ingatan mereka dalam menyusun kalimat yang diacak menjadi sebuah paragraf yang baik dan benar. Observasi juga sempat mencatat bahwa masih ada siswa yang masih gelisah dan kurang aktif dalam mengerjakan tugas secara berkelompok.
4.1.8.6 Hasil Tes Siklus II
Hasil tes kemampuan menyusun kalimat yang diacak menjadi sebuah paragraf yang baik dan benar melalui pembelajaran scramble pada siklus II, merupakan data kedua setelah digunakan pembelajaran scramble disertai dengan upaya perbaikan pembelajaran. Hasil tes berupa penugasan menyusun kalimat yang diacak menjadi sebuah paragraf yang baik dan benar siklus II dengan penerapan model pembelajaran scramble dapat dilihat pada tabel 07 sebagai berikut.
Tabel 07. Daftar Hasil Tes Siklus II Peningkatan Kemampuan Menyusun Kalimat Yang Diacak Menjadi Sebuah Paragraf Yang Baik dan Benar Pada Siswa Kelas V SDN 10 Kesiman Denpasar Tahun Pelajaran 2012/2013.
No. Nama Siswa Nilai Keterangan
(1) (2) (3) (4)
01. Tata Wahyu 7 Lebih dari cukup
02. I Gd Sukarta Adi Putra 6 Cukup 03. Yanu Tirta Mashubuhi 7 Lebih dari cukup
04. I Kd Andre Merta W. 6 Cukup
05. Febrian Bagaskara L. 7 Lebih dari cukup 06. Firman Syah Al Hida 7 Lebih dari cukup 07. I Gd Ivan Darma Eka Y. 6 Cukup 08. I Pt Gd Ivan Ayestha A. 7 Lebih dari cukup
09. I Pt Joey Fany 6 Cukup
10 Pt Kresna Praditya 6 Cukup
11. I Nyoman Mesa Raditya 6 Cukup
12. Gst Ngr Km Margana 6 Cukup
13. I Kd Novsa Wiguna 6 Cukup
14. I.B.Gd. Oka Widiarta 6 Cukup
15. I Kd Risky Wahyudi 6 Cukup
16. I Gd Rika Adi Pranata 6 Cukup 17. Rifki Izza Al-Fariz 7 Lebih dari cukup
18. Kd Satrya Krisna 6 Cukup
19. I Pt Satria Pratama 7 Lebih dari cukup 20. Gd Tangkas Kusuma P. 6 Cukup
21. I Kd Wira Adiputra 6 Cukup
22. I Kt Widya Aityavat P. 7 Lebih dari cukup 23. I Md Widiantara Putra 6 Cukup
24. I Gd Widia Artawan 6 Cukup
25. Ni Pt Melani Putri 6 Cukup
26. Kd Marga Wulandari 6 Cukup
27. Ni Pt Nadya Eka Riski 6 Cukup 28. Ni Md Nanda Mita Dewi 6 Cukup 29. Ni Pt Onik Okta Oktaviani 6 Cukup 30. I Gst Ayu Rifka Marina 6 Cukup 31. Ni Kt Rini Wardani 7 Lebih dari cukup
Jumlah 195
4.1.8.7 Analisis Data Siklus II
Dari hasil data siklus II yang diikuti oleh 31 siswa Kelas V SDN 10 Kesiman Denpasar dapat diketahui skor standar yang diperoleh siswa adalah 195 dengan nilai rata-rata 6,29 %. Persentase pengelompokan nilai yang diperoleh siswa sebagai berikut:
1. Jumlah siswa yang memperoleh nilai 7 sebanyak 9 orang, presentasenya
adalah: 31
9
x 100% = 29,03 %
2. Jumlah siswa yang memperoleh nilai 6 sebanyak 22 orang, presentasenya
adalah: 31 22
x 100% = 70,96 %
Setelah mengetahui nilai masing-masing siswa, selanjutnya secara klasikal dapat dicari nilai rata-rata dengan menggunakan rumus:
M =
N fx
Keterangan:
fx = Jumlah skor seluruh siswa N = Banyak siswa
Tabel 08. Analisis Data Siklus II Peningkatan Kemampuan Menyusun Kalimat Yang Diacak Menjadi Sebuah Paragraf pada Siswa Kelas V SDN 10 Kesiman DenpasarTahun Pelajaran 2012/2013.
No. Kategori Rentang Skor Nilai Freku ensi Jumlah Nilai Persen (%) Nilai Rata-rata (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 01. 02. 03. 04. 05. 06. 07. 08. 09. 10. 11. Istimewa Baik sekali Baik
Lebih dari cukup Cukup Hampir cukup Kurang Kurang sekali Buruk Buruk sekali Gagal 87-100 79-86 71-78 62-70 54-61 46-53 38-45 29-37 21-28 13-20 0-12 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 0 0 0 9 22 0 0 0 0 0 0 0 0 0 63 132 0 0 0 0 0 0 0% 0% 0% 29,03% 70,96% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 31 195 = 6,29 (cukup) 31 195 100%
Dari tabel 08 di atas menunjukan bahwa hasil tes kemampuan siswa dalam menentukan ide pokok paragraf dengan menggunakan model pembelajaran
scramble pada siklus II secara klasikal mencapai nilai rata-rata 6,29 dan termasuk
dalam kategori lebih dari cukup. Walaupun demikian, nilai rata-rata tesebut sudah dikatakan lebih baik dibandingakan dengan siklus I, tetapi belum mencapai kriteria ketuntasan belajar minimal yaitu 8,00. Skor rata-rata tesebut dapat dikatakan suadah mengalami peningkatan sebesar 1,20 dari hasil siklus I. Tidak ada satu orang pun yang mendapat kategori istimewa atau sebesar 0% dengan rentangan nilai adalah 87-100. Kategori lebih dari cukup sebanyak 9 orang siswa atau sebesar 29,03% dengan rentangan antara (62-70). Kategori cukup sebanyak 22 orang siswa atau sebesar 70,96% dengan rentangan nilai antara (54-61).
Sementara itu, tidak ada satupun siswa atau (0%) yang mendapat nilai dalam kategori hampir cukup, kurang, kurang sekali, buruk, buruk sekali, dan gagal. Siswa yang sudah memenuhi KKM sebanyak 9 orang, yang belum memenuhi KKM sebanyak 22 siswa, sehingga belum mencapai target yang diinginkan meskipun sudah terjadi penungkatan hasil pembelajaran.
4.1.8.8 Refleksi Siklus II
Berdasarkan hasil tes kemampuan menyusun kalimat yang diacak menjadi sebuah paragraf yang baik dan benar pada siklus II dapat diketahui bahwa nilai rata-rata tes menyusun kalimat yang diacak menjadi sebuah paragraf yang baik dan benar siswa kelas V SDN 10 Kesiman Denpasar adalah sebesar 6,29 atau kategori cukup dengan rentangan nilai 54-62. Hasil tes tersebut belum memenuhi target ketuntasan yang diharapakn yaitu 8,00, atau dengan kategori baik.
Kondisi yang ada pada siklus II merupakan permasalahan yang harus dicari solusinya untuk kemudian diterapakan pada pembelajaran selanjutnya. Dalam upaya meningkatkan kemampuan siswa dalam menyusun kalimat yang diacak menjadi sebuah paragraf yang baik dan benar pada siklus III yang dilakukan peneliti berkenaan dengan upaya perbaikan untuk kemudian diterapkan pada pembelajaran selanjutnya yaitu, (1) guru perlu merencanakan kegiatan pembelajaran lebih matang, melakukan bimbingan terhadap siswa yang mengalami kesulitan saat belajar. (2) guru mengatur siswa, mengarahkan, dan memotivasi belajar siswa. Perbaikan-perbaikan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyusun kalimat yang diacak menjadi sebuah paragraf yang baik dan benar.