• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

3.5 Siklus Penelitian

Penelitian direncanakan sekurang-kurangnya dua siklus. Dalam siklus I terdiri dari 2 pertemuan, 1 pertemuan pembelajaran dan 1 pertemuan untuk pembelajaran dan tes formatif. Pada siklus II berupa kegiatan yang sama dengan

Permasalahan Permasalahan baru, hasil refleksi Bila permasalahan belum terselesaikan Perencanaan tindakan - I Refleksi - I Perencanaan tindakan - II Refleksi - II Pelaksanaan tindakan - I Pengamatan/ pengumpulan data - I Pelaksanaan tindakan - II Pengamatan/ pengumpulan data - II Dilanjutkan ke siklus berikutnya

siklus I, yaitu terdiri dari 2 pertemuan, 1 pertemuan pembelajaran dan 1 pertemuan untuk pembelajaran dan tes formatif. Siklus II dilaksanakan apabila dalam siklus I tidak mengalami peningkatan hasil belajar atau untuk mengulangi kesuksesan dan untuk meyakinkan/ menguatkan hasil.

3.5.1 SIKLUS I

Siklus I dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan, satu kali pembelajaran terdiri dari 2 jam pelajaran. Berikut uraian kegiatan dalam siklus I:

3.5.1.1 Perencanaan (Planning)

Perencanaan dalam penelitian tindakan kelas ini meliputi:

(1) Mengidentifikasi masalah pembelajaran, mendiagnosis masalah, dan mengembangkan pemecahan masalah,

(2) Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran kooperatif teknik make a

match dengan kompetensi dasar cara memelihara dan melestarikan alam

dan lingkungan kita,

(3) Merancang media pembelajaran berupa kartu-kartu yang berisi pertanyaan dan jawaban yang digunakan dalam model pembelajaran kooperatif teknik make a match,

(4) Menyusun lembar pengamatan aktivitas belajar siswa serta lembar pengamatan performansi guru berupa APKG I dan APKG II,

(5) Menyusun soal tes formatif I. 3.5.1.2 Pelaksanaan Tindakan (Acting)

Pelaksanaan dalam penelitian tindakan kelas ini meliputi: (1) Menyiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran,

(2) Menyiapkan media pembelajaran berupa kartu soal dan kartu jawaban, (3) Menyiapkan lembar pengamatan performansi guru yang kemudian

diberikan kepada observer untuk mengamati proses pembelajaran, serta menyiapkan lembar pengamatan aktivitas siswa,

(4) Melaksanakan presensi siswa, (5) Melaksanakan apersepsi,

(6) Melaksanakan langkah-langkah dalam pembelajaran make a match, yaitu:

1) Guru menyampaikan materi tentang Jenis-jenis Sumber Daya Alam beserta contohnya,

2) Guru membagi siswa dalam 6 kelompok secara heterogen, tiap kelompok terdiri 4-6 siswa,

3) Guru memberi pengarahan kepada siswa tentang proses model pembelajaran kooperatif teknik make a match,

4) Guru memberikan kesempatan kepada siswa dalam setiap kelompok untuk melakukan proses model pembelajaran kooperatif teknik make

a match dengan saling bekerjasama,

5) Guru melaksanakan bimbingan pada setiap kelompok,

6) Setiap kelompok memperlihatkan kartu-kartu yang telah dipasangkan dan serasi antara pertanyaan dan jawaban dengan benar di depan kelas,

7) Siswa bersama guru menyimpulkan materi pelajaran. (7) Pada akhir siklus I, siswa mengerjakan tes formatif I.

3.5.1.3 Pengamatan (Observing)

Sesuai dengan tujuan penelitian, maka pengamatan difokuskan pada:

(1) Performansi guru dalam proses pembelajaran IPA dengan model pembelajaran kooperatif teknik make a match materi Sumber Daya Alam dengan menggunakan Alat Penilaian Kemampuan Guru (APKG). APKG tersebut telah dimodifikasi sesuai model pembelajaran kooperatif teknik

make a match.

(2) Aktivitas siswa dalam proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif teknik make a match yang meliputi: keantusiasan siswa untuk mengikuti pembelajaran, keaktifan siswa dalam bertanya kepada guru, keaktifan siswa dalam pembelajaran make a match, keberanian siswa dalam mempresentasikan hasil kerja (untuk tim penilai), keaktifan siswa dalam mendengarkan dan menanggapi hasil kerja kelompok (untuk tim pendengar/audience), serta kemampuan siswa dalam kerjasama pada model pembelajaran kooperatif teknik make a match, (3) Hasil belajar siswa siswa dengan model pembelajaran kooperatif teknik

make a match pada materi Sumber Daya Alam, meliputi:

(3.1) Nilai rata-rata kelas,

(3.2) Banyaknya siswa yang tuntas belajar, (3.3) Persentase tuntas belajar secara klasikal. 3.5.1.4 Refleksi (Reflecting)

Refleksi merupakan langkah untuk menganalisis semua kegiatan yang dilakukan pada siklus I. Selain untuk mengetahui pencapaian hasil belajar siswa,

analisis juga dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dalam proses pembelajaran di kelas pada siklus I.

Hasil pada tahap observasi tentang performansi guru, aktivitas dan hasil belajar siswa kemudian dianalisis dan dievaluasi oleh peneliti. Refleksi dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan yang terdapat pada siklus I, lalu hasil analisis tersebut digunakan untuk membuat perencanaan perbaikan kegiatan pada siklus II.

3.5.2 SIKLUS II

Siklus kedua dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan, satu kali pembelajaran terdiri dari 2 jam pelajaran. Berikut uraian kegiatan dalam siklus II:

3.5.2.1 Perencanaan (Planning)

Perencanaan dalam penelitian tindakan kelas ini meliputi:

(1) Mengidentifikasi masalah pembelajaran, mendiagnosis masalah, dan mengembangkan pemecahan masalah,

(2) Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran model kooperatif teknik

make a match dengan kompetensi dasar cara memelihara dan

melestarikan alam dan lingkungan kita,

(3) Merancang media pembelajaran berupa kartu-kartu yang berisi pertanyaan dan jawaban yang digunakan dalam model pembelajaran kooperatif teknik make a match,

(4) Menyusun lembar pengamatan aktivitas belajar siswa serta lembar pengamatan performansi guru berupa APKG I dan APKG II,

3.5.2.2 Pelaksanaan Tindakan (Acting)

Pelaksanaan dalam penelitian tindakan kelas ini meliputi: (1) Menyiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran,

(2) Menyiapkan media pembelajaran berupa kartu soal dan kartu jawaban, (3) Menyiapkan lembar pengamatan keaktifan siswadan performansi guru

kemudian memberikannya kepada observer untuk mengamati proses pembelajaran,

(4) Melaksanakan presensi siswa (5) Melaksanakan apersepsi

(6) Melaksanakan langkah-langkah dalam pembelajaran make a match, yaitu: 1) Guru menyampaikan materi tentang Pemeliharaan Sumber Daya Alam, 2) Guru membagi siswa dalam 6 kelompok secara heterogen, tiap

kelompok terdiri 4-6 siswa,

3) Guru memberi pengarahan kepada siswa tentang proses model pembelajaran kooperatif teknik make a match,

4) Guru memberikan kesempatan kepada siswa dalam setiap kelompok untuk melakukan proses model pembelajaran kooperatif teknik make a

match dengan saling bekerjasama,

5) Guru melaksanakan bimbingan pada setiap kelompok,

6) Setiap kelompok memperlihatkan kartu-kartu yang telah dipasangkan dan serasi antara pertanyaan dan jawaban dengan benar di depan kelas, 7) Siswa bersama guru menyimpulkan materi pelajaran,

3.5.2.3 Pengamatan (Observing)

Sesuai dengan tujuan penelitian, maka pengamatan difokuskan pada:

(1) Performansi guru dalam proses pembelajaran IPA dengan model pembelajaran kooperatif teknik make a match materi Sumber Daya Alam dengan menggunakan Alat Penilaian Kemampuan Guru (APKG). APKG tersebut telah dimodifikasi sesuai model pembelajaran kooperatif teknik

make a match.

(2) Aktivitas siswa dalam proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif teknik make a match yang meliputi: keantusiasan siswa untuk mengikuti pembelajaran, keaktifan siswa dalam bertanya kepada guru, keaktifan siswa dalam pembelajaran make a match, keberanian siswa dalam mempresentasikan hasil kerja (untuk tim penilai), keaktifan siswa dalam mendengarkan dan menanggapi hasil kerja kelompok (untuk tim pendengar/audience), dan kemampuan siswa dalam kerjasama pada model pembelajaran kooperatif teknik make a match. (3) Hasil belajar siswa siswa dengan model pembelajaran kooperatif teknik

make a match pada materi Sumber Daya Alam, meliputi:

(3.1) Nilai rata-rata kelas,

(3.2) Banyaknya siswa yang tuntas belajar, (3.3) Persentase tuntas belajar secara klasikal. 3.5.2.4 Refleksi (Reflecting)

Refleksi merupakan langkah untuk menganalisis semua kegiatan yang dilakukan pada siklus II. Selain untuk mengetahui pencapaian hasil belajar siswa,

analisis juga dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dalam proses pembelajaran di kelas pada siklus II.

Berdasarkan hasil refleksi pada siklus I dan siklus II terhadap performansi guru, aktivitas dan hasil belajar belajar siswa, maka peneliti akan menyimpulkan apakah hipotesis tindakan akan tercapai atau tidak. Jika aktivitas dan hasil belajar siswa serta performansi guru mengalami peningkatan, maka penerapan model pembelajaran kooperatif teknik make a match dapat dikatakan berhasil dalam mata pelajaran IPA pada materi Sumber Daya Alam dan tidak perlu dilanjutkan pada siklus berikutnya.