Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan dan setiap pertemuan terdapat tes formatif. Masing-masing siklus terdiri dari empat tahap, yaitu: tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap pengamatan, dan tahap refleksi.
3.6.1 Siklus I
Siklus 1 terdiri dari dua pertemuan. Kegiatan yang dilakukan pada siklus I meliputi pembelajaran membaca intensif dan pelaksanaan tes formatif. Kegiatan pada siklus I terdiri dari empat tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Uraian selengkapnya sebagai berikut.
3.6.1.1Perencanaan
Pada tahap perencanaan, peneliti menyusun rencana kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan. Kegiatan perencanaan meliputi: (1) mengidentifikasi masalah mendiagnosis masalah, dan menentukan pemecahan masalah, (2) merancang rencana pelaksanaan pembelajaran sesuai indikator pada saat pelaksanaan siklus I, (3) merancang media pembelajaran, dan lembar kegiatan siswa, (4) menyusun lembar pengamatan performansi guru, (5) mempersiapkan alat dokumentasi.
Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) siklus I dapat dibaca pada lampiran 17 dan 18.
3.6.1.2 Pelaksanaan Tindakan
Tahap pelaksanaan tindakan adalah kegiatan untuk melaksanakan rencana penelitian yang telah disusun pada tahap perencanaan. Guru mitra dibantu peneliti melaksanakan pembelajaran dengan menerapkan metode pembelajaran Cooperative Script. Langkah-langkah pembelajaran membaca intensif dengan
menerapkan strategi pembelajaran Cooperative Script sebagai berikut.
(1) Menyiapkan lembar pengamatan performansi guru kemudian memberikannya kepada observer untuk mengamati proses pembelajaran.
(2) Mempersiapkan lembar kerja siswa
(3) Mempersiapkan lembar pengamatan aktivitas belajar siswa (4) Guru mengkondisikan siswa.
(5) Menyampaikan tujuan pembelajaran dan materi pelajaran yaitu membaca intensif.
(6) Melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan tahap-tahap metode pembelajaran Cooperative Script.
(7) Guru memberikan motivasi belajar kepada siswa (8) Guru melakukan evaluasi di akhir pembelajaran. (9) Pada akhir siklus 1, siswa mengerjakan tes formatif I.
3.6.1.3 Pengamatan
Pengamatan dilakukan oleh peneliti dengan bantuan guru lain, agar hasil pengamatan lebih akurat. Pengamatan dilakukan pada saat proses pembelajaran berlangsung dari awal hingga akhir. Sesuai tujuan penelitian, pengamatan difokuskan pada aktivitas belajar siswa dan performansi guru. Aktivitas siswa yang diamati meliputi: (1) keantusiasan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran; (2) kemampuan siswa dalam menyelesaikan tugas yang diberikan guru; (3) keseriusan siswa dalam mendengarkan penjelasan dari guru; dan (4) kemampuan siswa bekerja sama dalam kelompok; (5) kemampuan siswa dalam mengemukakan pendapat; (6) kemampuan siswa dalam mempresentasikan hasil kerjanya. Hasil pengamatan aktivitas belajar siswa ditulis pada lembar pengamatan aktivitas belajar siswa. Lembar pengamatan aktivitas belajar siswa dapat dibaca pada lampiran 8 dan 9.
Pengamatan performansi guru dilakukan oleh pihak yang berwenang atau memiliki kemampuan, yaitu kepala sekolah. Hasil pengamatan performansi guru ditulis pada lembar penilaian kompetensi guru. Pengamatan performansi guru meliputi kemampuan guru dalam membuat perencanaan pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran. Lembar pengamatan performansi guru yang digunakan berupa Alat Penilaian Kemampuan Guru (APKG). Alat Penilaian Kemampuan Guru (APKG) terdiri dari APKG 1 dan APKG 2. APKG 1 digunakan untuk menilai kemampuan guru dalam membuat rencana pelaksanaan pembelajaran. APKG 2 digunakan untuk menilai kemampuan guru dalam melaksanakan
pembelajaran. Alat penilaian kemampuan guru (APKG) dapat dibaca pada lampiran 4, 5, 6 dan 7.
3.6.1.4 Refleksi
Refleksi merupakan tahap menganalisis semua kegiatan yang telah dilakukan pada siklus I. Analisis ini digunakan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan aspek-aspek yang diamati pada sikus I dan digunakan untuk merencanakan siklus II.
3.6.2 Siklus II
Setelah dilaksanakan siklus I maka penelitian dilanjutkan pada siklus II berdasarkan hasil refleksi siklus I. Siklus II dilaksanakan untuk memperbaiki dan meningkatkan hasil siklus I. Kegiatan yang dilaksanakana pada siklus II terdiri dari 2 pertemuan. Tes formatif dilakukan pada pertemuan kedua. Tahapan pada siklus II meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Kegiatan tersebut dilakukan dengan harapan terjadi peningkatan yang lebih baik.
3.6.2.1Perencanaan
Peneliti menyusun perencanaan perbaikan pembelajaran yang akan dilakukan pada siklus II. Kegiatan yang dilakukan yaitu: (1) membuat rencana pelaksanaan pembelajaran berdasarkan kekurangan yang ada pada siklus I; (2) merancang rencana pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode pembelajaran Cooperative Script; (3) merancang media pembelajaran, dan lembar kegiatan siswa; (4) menyusun tes formatif II beserta kisi-kisinya. Rencana pelaksanaan pembelajaran siklus II dapat dibaca pada lampiran 20 dan 21.
3.6.2.2 Pelaksanaan Tindakan
Tahap pelaksanaan tindakan adalah kegiatan untuk melaksanakan rencana penelitian yang telah disusun pada tahap perencanaan. Guru mitra dibantu peneliti melaksanakan pembelajaran dengan menerapkan metode pembelajaran Cooperative Script. Berikut langkah-langkah pembelajaran membaca intensif
dengan menerapkan metode Cooperative Script:
(1) Guru mengkondisikan siswa agar siap untuk mengikuti pembelajaran membaca intensif.
(2) Guru melakukan presensi dan doa bersama.
(3) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran secara umum.
(4) Guru melakukan apersepsi pembelajaran. Tindakan apersepsi diperlukan sebagai pengantar materi pembelajaran.
(5) Guru membentuk kelompok secara berpasangan, kemudian membagikan teks bacaan kepada setiap kelompok.
(6) Guru memberikan tugas membaca intensif teks bacaan dan merangkum teks bacaan.
(7) Setiap kelompok menyepakati peran sebagai pendengar dan pembicara. Pembicara membacakan hasil rangkumannya dan pendengar menyimak. Pembicara dan pendengar lalu bertukar peran.
(8) Siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan materi pembelajaran. Kesimpulan materi pembelajaran harus dibuat agar siswa memahami inti pesan pembelajaran yang telah dilakukan.
3.6.2.3Pengamatan
Pengamatan dilakukan oleh peneliti dengan guru lain supaya hasilnya lebih akurat. Sesuai tujuan penelitian, pengamatan difokuskan pada aktivitas belajar siswa dan performansi guru. Aktivitas siswa yang diamati meliputi: (1) keantusiasan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran; (2) kemampuan siswa dalam menyelesaikan tugas yang diberikan guru; (3) keseriusan siswa dalam mendengarkan penjelasan dari guru; (4) kemampuan siswa bekerja sama dalam kelompok; (5) kemampuan siswa dalam mengemukakan pendapat; (6) kemampuan siswa dalam mempresentasikan hasil kerjanya. Hasil pengamatan aktivitas belajar siswa ditulis pada lembar pengamatan aktivitas belajar siswa.
Pengamatan performansi guru dilakukan oleh pihak yang berwenang atau memiliki kemampuan, yaitu kepala sekolah. Hasil pengamatan performansi guru ditulis pada lembar penilaian kompetensi guru. Pengamatan performansi guru meliputi kemampuan guru dalam membuat perencanaan pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran.
3.6.2.4Refleksi
Refleksi merupakan tahap untuk menganalisis semua kegiatan yang telah dilakukan pada siklus II. Selain untuk mengetahui pencapaian hasil belajar siswa, analisis juga dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dalam proses pembelajaran di kelas pada siklus II.
Berdasarkan hasil analisis atau refleksi pada siklus I dan II terhadap hasil belajar siswa, maka peneliti akan menyimpulkan apakah hipotesis tindakan tercapai atau tidak. Jika performansi guru, aktivitas, dan hasil belajar siswa
meningkat, maka dapat dikatakan penerapan metode pembelajaran Cooperative Script dapat meningkatkan performansi guru, aktivitas, dan hasil belajar siswa.
Penerapan metode pembelajaran Cooperative Script dikatakan berhasil apabila sudah mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Indikator keberhasilan tersebut meliputi performansi guru, aktivitas belajar siswa, dan hasil belajar siswa.