• Tidak ada hasil yang ditemukan

SIMPULAN DAN SARAN

6.1. Simpulan

1. Ancaman bencana tanah longsor di Kecamatan Sukasada seluas 11.169 hektar atau 69,51% dari luas wilayahnya. Tingkat ancaman tinggi seluas 727 hektar, tingkat ancaman sedang seluas 7.717 hektar dan tingkat ancaman rendah seluas 2.725 hektar.

2. Tingkat kerentanan bencana tanah longsor di Kecamatan Sukasada berkisar dari sedang sampai tinggi. Tingkat kerentanan tertinggi (0,83) terdapat di Desa Pancasari, Desa Pegayaman, Desa Panji dan Desa Panji Anom, sedangkan tingkat kerentanan terendah (0,66) terdapat di Desa Padangbulia.

3. Tingkat kapasitas daerah terhadap bencana tanah longsor Kecamatan Sukasada tergolong rendah, dengan indeks ketahanan daerah 40,25 atau tingkat kapasitasnya 0,2349.

4. Daerah dengan tingkat risiko sedang seluas 2.032 hektar dan tingkat risiko tinggi seluas 7.171 hektar. Tingkat risiko bencana tanah longsor di Kecamatan Sukasada tergolong sedang sampai tinggi. Strategi yang dapat digunakan adalah dengan mitigasi struktural dan mitigasi non struktural dengan melibatkan para ahli khususnya di bidang teknik sipil. 4.2. Saran

1. Perlu adanya pengawasan dan penegakan aturan/regulasi pemanfaatan lahan pada daerah bahaya bencana tanah longsor. Hal ini dilakukan untuk mengurangi meluasnya daerah bahaya dan mengurangi tingkat kerentanan.

2. Peningkatan kapasitas bencana harus dilakukan guna mengurangi tingkat risiko bencana tanah longsor mengingat tingkat risiko bencana tanah longsor di Kecamatan Sukasada tergolong sedang-tinggi.

3. Mitigasi non struktural dilaksakan pada daerah tingkat risiko sedang sedangkan mitigasi struktural dilakukan pada daerah tingkat risiko tinggi. 4. Menyediakan informasi yang relevan dan dapat diakses oleh semua

pemangku kepentingan, menyiapkan sistem peringatan dini bencana tanah longsor, menjalin partisipasi dan pemberdayaan komunitas bencana serta melakukan simulasi bencana tanah longsor kepada masyarakat.

5. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat memperoleh dan menggunakan data sebaran rumah dan fasilitas umum.

DAFTAR PUSTAKA

Aditya, T. 2010. Visualisasi Resiko Bencana di Atas Peta. Jurusan Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Geodesi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Alhasanah, F. 2006. Pemetaan dan Analisis Daerah Rawan Tanah Longsor Serta Upaya Mitigasinya Menggunakan Sistem Informasi Geografis. Tesis. Program Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor.

Anwar, H.Z., Sutanto, E.S., Praptisih dan Rukmana, I. 2003. Model mitigasi Bencana Gerakan Tanah di Daerah Tropis: studi kasus di daerah Sambeng, Kebumen. (Laporan Penelitian) Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Bandung.

Anwar,H.Z., Suwiyanto, Subowo, E., Karnawati, D., Sudaryanto dan Ruslan, M. 2001. Aplikasi Citra Satelit Dalam Penentuan Dareah Rawan Bencana Longsor. Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, Bandung.

Arief, L.N., Purnama, B.S., Aditya, T. 2012. Pemetaan Risiko Banjir Rob di Kota Semarang. The 1st Conference on Geospatial Information Science and

Engineering. Yogyakarta 20-22 Nopember.

Bakornsl PB. 2006. Kebijakan Pengurangan Risiko Bencana di Indonesia. Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana.

Bappeda Bali dan PPLH UNUD. 2006. Studi Identifikasi Potensi Bencana Alam Di Provinsi Bali, Laporan Penelitian, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Bali dan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Lembaga Penelitian Universitas Udayana, Denpasar.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali. 2014. Laporan Bencana Bulanan Provinsi Bali. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana. 2008. Pedoman Penyusunan Rencana

Penanggulangan Bencana. Peraturan Kepala Badan Nasional

Penanggulangan Bencana No. 4 Tahun 2008.

________. 2011. Panduan Perencanaan Kontijensi Menghadapi Bencana.

________. 2012. Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana. Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana No. 2 Tahun 2012.

________. 2012. Panduan Penilaian Kapasitas Daerah Dalam Penanggulangan Bencana. Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana No. 3 Tahun 2012.

________. 2014. Info Bencana : Edisi Agustus 2014. Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Badan Pusat Statisktik Kabupaten Buleleng. 2014. Kecamatan Sukasada dalam Angka.

http://bulelengkab.bps.go.id/data/publikasi/2014/kca2014/kca05020 14/ index.html# [26 Jun 2014]

Brook, K.N., Folliott, P. F., Gregersen, H.M. and Thames, J.K. 1991. Hydrology and The Management of Watersheds. Ames, USA: Iowa State University Press.

Dardak, A.H. 2006. Kebijakan Penataan Ruang dalam Pengelolaan Kawasan Rawan Bencana Longsor. Bahan Makalah dalam Lokakarya Penataan Ruang Sebagai Wahana Untuk Meminimalkan Potensi Kejadian Bencana Longsor. Jakarta, 7 Maret 2006.

Departemen ESDM. 2009. Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah Provinsi Bali. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

Destrianti, N. dan Pamungkas, A. 2013. Identifikasi Daerah Kawasan Rentan Tanah Longsor dalam KSN Gunung Merapi di Kabupaten Sleman. Jurnal Teknik Pomits Vol. 2 No. 2 : 134-138.

Dinata, I.W.H.I., Treman, I.W. dan Suratha, I.K. 2013. Pemetaan Daerah Rawan Bencana Longsor di Kecamatan Sukasada. Jurnal Jurusan Pendidikan Geografi Vol. 3 No. 1: 1-10

Direktorat Geologi Tata Lingkungan. 1981. Gerakan Tanah di Indonesia. Direktorat Jenderal Pertambangan Umum. Departemen Pertambangan dan Energi. Jakarta.

Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. 2005. Manajemen Bencana Tanah Longsor. DVMBG. Jakarta.

____________. 2007. Pengenalan Gerakan Tanah. DVMBG. Jakarta

Dubot, Alice and Jayamanna, Watsala. 2009. Safer Cities 26 : Using Risk Assessments to Reduce Landslide Risk. Asian Disaster Preparedness Center/ADPC. Bangkok.

Dwiyanto, J.S. 2002. Penanggulangan Tanah Longsor dengan Grouting. Pusdi Kebumian LEMLIT UNDIP, Semarang.

Fothergill, Alice. 1998. The Neglect of Gender in DisasterWork : An Overview of the Literature In ‘The gendered Terrain of Disaster : Through Women’s Eyes’ edited by Elaine Enarson and Betty Hearn Morrow; Praeger Publishers, USA ( pg 11-25).

Fothergill, Alice and Peek, Lori. 2004. Poverty and Disasters in the United States: A Review of Recent Sociological Findings. Natural Hazards. 32: 89-110. Hadiwidjojo, P. 1998. Peta Geologi Lembar Bali, Nusa Tenggara. Puslitbang

Geologi.

Karnawati, D. 2001. Bencana Alam Gerakan Tanah Indonesia Tahun 2000 (Evaluasi dan Rekomendasi). Jurusan Teknik Geologi. Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

_________. 2003. Manajemen Bencana Gerakan Tanah. Diktat Kuliah. Yogyakarta : Jurusan Teknik Geologi, Universitas Gadjah Mada.

_________. 2005. Bencana Alam Gerakan Massa Tanah di Indonesia dan Uapaya Penanggulannya. Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Litbang Departemen Pertanian. 2006. Pedoman Umum Budidaya Pertanian di

Lahan Pegunungan.

http://www.litbang.deptan.go.id/regulasi/one/12/file/BAB-II.pdf [26 Juni

2014]

Mustafril, 2003. Analisis Stabilitas Lereng Untuk Konservasi Tanah dan Air di Kecamatan Banjarwangi Kabupaten Garut. Tesis. Program Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor.

Naryanto, H.S. 2002. Evaluasi dan Mitigasi Bencana Tanah Longsor di Pulau Jawa Tahun 2001. BPPT. Jakarta.

________. 2011. Analisa Risiko Bencana Tanah Longsor di Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Penanggulangan Bencana Volume 2 No. 1 : 21-32.

Paripurno, E.T. 2001. Manajemen Berbasis Komunitas : Seperti apa?. Bahan

Diskusi pada Lokalatih Bencana Kulonprogo. Kulonprogo, 30-31 Januari

____________. 2006. Pengenalan Longsor Untuk Penanggulangan Bencana. Di dalam: [UNDP] United Nation Development Program. Pustaka Pelajar dan Oxfam B.G., penerjemah;

Popescu M.E. 2002. Landslide Causal Factors and Landslide Remedial Options.

Keynote Lecture, Proceedings 3rd International Conference on

Landslides, Slope Stability and Safety of Infra-Structures, Singapore:

61-81.

Saptohartono, E. 2007. Analisis Pengaruh Curah Hujan Terhadap Tingkat Kerawanan Bencana Tanah Longsor Kabupaten Bandung [Skripsi]. Bandung. Fakultas Ilmu Kebumian dan Teknologi Mineral. Institut Teknologi Bandung.

Setyawan, A., Wilopo, W. dan Suparno, S. 2006. Mengenal Bencana Alam Tanah

Longsor dan Mitigasinya.

http://www.io.ppi-jepang.org/article.php?1d=196 [26 Jun 2014]

Sitorus, S. R. P. 2006. Pengembangan Lahan Berpenutupan Tetap Sebagai Kontrol Terhadap Faktor Resiko Erosi dan Bencana Longsor. Direktorat Jenderal Penataan Ruang Departemen Pekerjaan Umum. Jakarta.

Subekti, R., Widodo, R.H., Meine van Noordwijk, Suryadi, I., Verbist, B. 2009. Monitoring Air di Daerah Aliran Sungai. World Agroforestry Center-Southeast Asia Regional Office, Bogor-Indonesia. 104.p.

Subowo, E. 2003. Pengenalan Gerakan Tanah. Pusat Volkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Bandung.

Suripin. 2002. Pelestarian Sumberdaya Tanah dan Air. Andi. Yogyakarta.

Surono. 2003. Potensi Bencana Geologi di Kabupaten Garut. Prosiding Semiloka Mitigasi Bencana Longsor di Kabupaten Garut. Pemerintah Kabupaten Garut.

Suryolelono, K. B. 2005. Bencana Alam Tanah Longsor Perspektif Ilmu Geoteknik. Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Fakultas Teknik UGM. UGM Press.

Sutikno. 1997. Penanggulangan Tanah Longsor. Bahan Penyuluhan Bencana Alam Gerakan Tanah. Jakarta.

_______. 2001. Tanah Longsor Goyang Pulau Jawa. Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Bandung.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

UNDP. 1992. Introduction of Hazard.. Pustaka Pelajar dan Oxfam B.G., penerjemah; Paripurno ET, editor.

UNISDR. 2004. Living with Risk : A Global Review of Disaster Reduction Initiatives. http://www.unisdr.org/files/657_lwr1.pdf [ 2 Januari 2015] ________. 2009. Terminology on disaster risk reduction. www.unisdr.org/eng/

terminology/UNISDR-terminology-2009-eng.pdf [2 Januari 2015] USGS. 2004. Landslide Types and Processes. http://pubs.usgs.gov/fs/

2004/3072/pdf/fs2004-3072.pdf [26 Juni 2014]

Varnes, D. J., 1978, Slope movement types and processes, p. 11-33, in Schuster, R. L., and Krizek, R. J. (editors), Landslide analysis and control: Transportation Research Board, National Academy of Sciences, National Research Council. Washington D.C.

Wahyunto. 2007. Kerawanan Longsor Lahan Pertanian Di Daerah Aliran Sungai Citarum, Jawa Barat. Balai Penelitian Tanah. Bogor.

Yanuarko, A. 2007. Profil Pemerintahan Umum. Majalah Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum.

Yunus, R., Seniarwan dan Hanifuddin, M. 2014. Modul Teknis : Prosedur Penyusunan Peta Bahaya, Peta Kerentanan, Peta Kapasitas dan Peta Risiko. Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Jakarta.

1

0

0

Lampiran Lampiran 1. Peta bahaya gerakkan tanah Provinsi Bali

Lampiran 2. Jumlah dan nilai kerentanan rumah di Kecamatan Sukasada No Desa Jumlah Rumah Luas Desa (ha) Kepadatan Rumah (ha/rumah) Luas Bahaya Rendah (ha) Luas Bahaya Sedang (ha) Luas Bahaya Tinggi (ha) Nilai Rumah Kerentanan Rendah (Rp) Nilai Rumah Kerentanan Sedang (Rp) Nilai Rumah Kerentanan Tinggi (Rp)

Total Nilai Kerentanan Rumah (Rp) 1 Pancasari 1.564 2.794 1.79 719 771 47 6,435,050,000 3,800,900,000 1,261,950,000 21,497,900,000 2 Wanagiri 875 1.618 1.85 245 1.027 0 2,266,250,000 18,999,500 - 2,285,249,500 3 Ambengan 1.012 917 0.91 57 641 47 259,350,000 5,833,100,000 641,550,000 6,734,000,000 4 Gitgit 807 359 0.44 24 239 0 52,800,000 1,051,600,000 - 1,104,400,000 5 Pegayaman 1.217 1.600 1.31 245 1.070 100 1,604,750,000 14,017,000 1,965,000,000 3,583,767,000 6 Silangjana 576 1.224 2.13 642 402 0 6,837,300,000 8,562,600,000 - 15,399,900,000 7 Pegadungan 659 309 0.47 65 61 0 152,750,000 286,700,000 - 439,450,000 8 Padangbulia 918 268 0.29 40 79 0 58,000,000 229,100,000 - 287,100,000 9 Sukasada 1.216 446 0.37 102 52 0 188,700,000 192,400,000 - 381,100,000 10 Sambangan 1.115 769 0.69 80 236 159 276,000,000 1,628,400,000 1,645,650,000 3,550,050,000 11 Panji 1.974 1.011 0.51 111 270 97 283,050,000 1,377,000,000 742,050,000 2,402,100,000 12 Panji Anom 1.220 912 0.75 84 300 106 315,000,000 2,250,000,000 1,192,500,000 3,757,500,000 13 Tegal Linggah 1.513 935 0.62 94 441 165 291,400,000 2,734,200,000 1,534,500,000 4,560,100,000 14 Selat 1.557 1.992 1.28 98 1.546 6 627,200,000 19,788,800 115,200,000 762,188,800 15 Kayuputih 1.061 912 0.86 119 582 0 511,700,000 5,005,200,000 - 5,516,900,000 Jumlah 17.284 16.068 0,93 2.725 7.717 727 20,159,300,000 43,004,005,300 9,098,400,000 72,261,705,300

Lampiran 3. Jumlah fasilitas umum di Kecamatan Sukasada

No Nama Desa TK SD SMP SMA/SMK PT SLB Ponpes RS RSB Poliklinik Puskesmas Pustu Poskesdes Polindes Posyandu 1 Pancasari 2 3 1 2 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 3 2 Wanagiri 1 4 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 3 Ambengan 1 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 4 4 Gitgit 1 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 4 5 Pegayaman 2 5 2 1 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 6 6 Silangjana 1 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 2 7 Pegadungan 1 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 6 8 Padangbulia 1 3 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 5 9 Sukasada 2 5 1 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 7 10 Sambangan 4 3 1 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 4 11 Panji 2 6 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 10 12 Panji Anom 3 4 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 5 13 Tegal Linggah 4 5 1 1 0 0 4 0 0 0 0 1 0 0 8 14 Selat 1 6 1 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 13 15 Kayuputih 1 5 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 6 Jumlah 27 61 11 7 0 0 5 0 0 0 2 12 0 0 86 Sumber : BPS (2014)

Lampiran 4. Daftar pertanyaan HFA kapasitas bencana

No Pertanyaan Kunci Respon Ya Tidak 1 Apakah telah ada kelompok-kelompok pemangku kepentingan yang

melaksanakan praktik pengurangan risiko bencana secara terstruktur dan terencana di daerah Anda?

2 Apakah telah ada aturan tertulis (baik dalam bentuk peraturan daerah, Keputusan kepala daerah) tentang pengurangan risiko bencana atau penanggulangan

bencana?

3 Apakah aturan tertulis tersebut telah diterapkan dalam institusi Anda dalam pengurangan risiko bencana secara terencana?

4 Apakah aturan daerah tersebut telah diadaptasikan dalam aturan daerah lainnya (seperti Perda Tata Guna Lahan, IMB, SOTK dll)?

5 Apakah telah terbentuk BPBD di daerah Anda?

6 Apakah BPBD dan/atau institusi Anda telah memiliki anggaran khusus tiap tahunnya dalam APBD atau pun bentuk anggaran khusus lainnya untuk pelaksanaan aktivitas pengurangan risiko bencana?

7 Menurut anda, apakah kebutuhan sumber daya yang terkait dengan PRB pada BPBD dan/atau institusi Anda (dana, sarana, prasarana, personil) telah terpenuhi baik dalam hal kualitas maupun kuantitasnya?

8 Apakah jumlah anggaran yang digunakan institusi Anda dan kemana penggunaan anggarannya dapat dimonitoring oleh masyarakat atau komunitas lain diluar

insititusi Anda?

9 Apakah telah ada jalinan kerja sama antara pemerintah dengan komunitas lokal dalam aktivitas PRB?

10 Menurut penilaian Anda, peraturan daerah tentang penanggulangan bencana yang ada di daerah Anda telah dengan jelas mengatur mekanisme pembagian kewenangan dan sumber daya berdasarkan peran dan tanggung jawab antara pemerintah daerah dan komunitas lokal secara relevan dan sistematis?

11 Apakah dalam pembagian peran dan tanggung jawab, seluruh sektor komunitas, swasta dan seluruh pemangku melaksanakan perannya secara aktif?

12 Apakah aktivitas PRB telah dipublikasikan secara transparan oleh media-media lokal - sebagai partisipasi komunitas media-media?

13 Apakah telah ada yang memfasilitasi diskusi-diskusi informal antar kelompok (baik pemerintah, LSM, PMI, Akademisi, Media, Ulama dan sebagainya)untuk

pengurangan risiko bencana daerah

14 Apakah telah ada suatu forum yang berfungsi untuk mempercepat upaya pengurangan risiko bencana di daerah yang terdiri dari aktor-aktor dari beda kelompok seperti pemerintah, LSM, PMI, Akademisi, Media, Ulama dan

sebagainya?

15 Apakah forum tersebut beranggotakan aktor-aktor yang memiliki kekuatan untuk menembus birokrasi dan kendalakendala anggaran serta memiliki jaringan yang kuat untuk melaksanakan pengurangan risiko bencana?

16 Menurut Anda apakah forum ini telah menghasilkan pencapaian yang berarti untuk pengurangan risiko bencana di daerah ini?

Lampiran 4. Lanjutan

No Pertanyaan Kunci Respon Ya Tidak

terhadap risiko bencana?

18 Apakah telah ada Dokumen Kajian Risiko yang dilengkapi dengan peta risiko untuk seluruh jenis ancaman bencana di daerah Anda?

19 Apakah Kajian Risiko Bencana-bencana tersebut selalu diperbaharui secara periodik berdasarkan data terbaru?

20 Apakah Kajian Risiko Bencana Daerah telah dijadikan dasar bagi pembangunan dan penanaman modal pada tingkat lokal/nasional?

21 Apakah telah tersedia data-data pendukung dan analisisnya untuk penyusunan Kajian Risiko Bencana seperti data penduduk terpapar bencana, data infrastruktur

terpapar bencana dan lainnya ?

22 Apakah data-data pendukung dan analisisnya untuk penyusunan Kajian Risiko Bencana - seperti data penduduk terpapar bencana, data infrastruktur terpapar bencana dan lainnya - dipublikasi dengan sistem informasi sehingga

memungkinkan untuk diakses oleh komunitas di dalam daerah maupun komunitas di luar daerah?

23 Apakah informasi data pendukung tersebut digunakan untuk penyusunan kebijakan pengurangan risiko bencana daerah ?

24 Apakah informasi data pendukung kajian risiko yang diperbarui secara periodik tersebut juga dapat dilihat (diakses) dan dijadikan referensi bagi daerah lain?

25 Apakah masyarakat masih memanfaatkan kearifan local dan fenomena alam sebagai peringatan akan datangnya bencana?

26 Apakah daerah telah memiliki sistem peringatan dini untuk setiap bencana yang sering terjadi di daerah Anda?

27 Apakah telah dilaksanakan pelatihan, simulasi dan uji untuk sistem peringatan dini secara berkala oleh multi stakeholder?

28 Apakah sistem peringatan dini siap beroperasi untuk skala besar dengan jangkauan yang luas keseluruh tingkat masyarakat?

29 Apakah telah tersedia Dokumen Kajian Risiko Bencana daerah seperti pada pertanyaan No. 18?

30 Apakah Dokumen Kajian Risiko bencana yang telah ada telah mempertimbangkan risiko-risiko lintas batas wilayah administrasi kawasan Anda?

31 Apakah Dokumen Kajian Risiko bencana yang telah mempertimbangkan risiko-risiko lintas batas dapat diakses oleh setiap pemangku kepentingan antar daerah?

32 Apakah Dokumen Kajian Risiko bencana yang telah mempertimbangkan risiko-risiko lintas batas telah diimplementasikan untuk pengurangan risiko bencana

lintas batas?

33 Apakah telah ada arsip yang berisikan data kejadian bencana yang terjadi di daerah anda selama 5 tahun terakhir?

34 Apakah Anda dapat mencari informasi kejadian bencana apa saja yang mungkin terjadi pada hari ini di daerah anda dari sumber informasi tertulis yang tepercaya ?

35 Apakah informasi bencana yang diperbarui setiap hari dari sumber informasi tersebut terintegrasi dengan system informasi ditingkat nasional ?

No Pertanyaan Kunci Respon Ya Tidak

informasi tersebut dijadikan referensi dalam pengambilan kebijakan pembangunan daerah ?

37 Apakah sudah ada peningkatan keterampilan dalam menangani keadaan darurat bencana di sekolah?

38 Apakah sudah terlaksana pelajaran tentang pengurangan risiko bencana disekolah ?

39 Apakah pelajaran tentang pengurangan risiko bencana di sekolah telah ditunjang dengan kurikulum yang terukur dan terstruktur ?

40 Apakah sudah ada transisi budaya menuju budaya pengurangan risiko bencana di sekolah ?

41 Apakah Institusi Anda telah menggunakan hasil riset yang terbukti mampu menurunkan kerugian bila terjadi bencana di wilayah Anda?

42 Apakah Institusi Anda telah menggunakan hasil riset untuk memantau ancaman bencana dan menurunkan kerentanan daerah terhadap risiko multi bencana?

43 Apakah di daerah Anda telah tersedia metode riset standar yang diakui dan digunakan secara kolektif untuk kajian multi risiko yang berasal dari perguruan tinggi atau lembaga lainnya untuk menurunkan rasio pemakaian dana pemulihan

bencana?

44 Apakah Metode Riset tersebut telah terbukti untuk menurunkan rasio pemakaian dana pemulihan yang diakibatkan oleh upaya-upaya pengurangan risiko bencana

berdasarkan hasil riset?

45 Apakah di daerah Anda telah terdapat berbagai media permanen (baik media cetak, elektronik, billboard, poster atau event/acara terorganisir yang tetap ada) untuk mempublikasikan pembangunan kesadaran masyarakat untuk melakukan praktik pengurangan risiko bencana?

46 Apakah daerah Anda telah memiliki inisiatif untuk membangun desa tangguh/siaga dalam menggalang praktik budaya pengurangan risiko bencana yang telah diperkuat oleh para pemangku kepentingan baik akademisi, praktisi maupun pemerintah

47 Apakah standar minimal materi publikasi dan desa tangguh tersebut diterapkan dalam strategi dan perencanaan terukur serta memperhitungkan momen Hari Pengurangan Risiko Bencana dalam pelaksanaannya

48 Apakah tersedia metode untuk mengukur keberhasilan strategi dan perencanaan publikasi yang diterapkan pada suatu daerah dalam meningkatkan praktik budaya

pengurangan risiko bencana?

49 Apakah di pemerintahan maupun dikomunitas Anda telah ada kebijakan tentang pengelolaan lingkungan hidup yang terintegrasi secara proporsional terhadap Pengurangan risiko bencana?

50 Apakah telah ada kebijakan-kebijakan terkait pengelolaan lingkungan, pemanfaatan sumberdaya alam serta tata guna lahan yang memperhatikan aspek pengurangan risiko bencana?

51 Apakah kebijakan tersebut telah memprioritaskan unsur-unsur pengurangan risiko bencana dengan mengurangi faktor-faktor risiko dasar (ekonomi, sosial, budaya dan infrastruktur) serta perubahan iklim?

52 Apakah kebijakan tersebut telah diaplikasikan secara berkelanjutan?

53 Apakah telah ada diselenggarakan aksi-aksi sosial dalam kelompok-kelompok komunitas yang terintegrasi dengan pengurangan risiko

Lampiran 4. Lanjutan

No Pertanyaan Kunci Respon Ya Tidak

bencana?

54 Apakah telah ada aksi-aksi sosial (seperti program kapasitas jaringan

pangan, kesehatan, membangun perekonomian untuk menekan

terbentuknya kelompok masyarakat miskin, asuransi infrastruktur, asuransi asset penduduk lainnya)

untuk mengurangi kerentanan penduduk dari berbagai pemangku kepentingan yang telah ditentukan dalam kebijakan-kebijakan pembangunan sosial?

55 Apakah aksi- aksi tersebut tersebut dilaksanakan di seluruh wilayah ancaman bencana?

56 Apakah telah terbangun budaya komunitas yang berorientasi pada aspek kapasitas jaringan pangan, kesehatan umum, perekonomian dalam hal pengurangan terbentuknya kelompok-kelompok miskin dan asuransi infrastruktur dan

asset penduduk dengan partisipasi setiap komponen komunitas?

57 Apakah sektor produksi telah mulai mengembangkan upaya-upaya untuk pengurangan risiko bencana kepada kelompok-kelompok kecil masyarakat dalam bentuk kemitraan pemerintah, dunia usaha dan masyarakat?

58 Apakah ada perlindungan terhadap kegiatan-kegiatan ekonomi serta sektor produksi yang secara tidak langsung perlindungan tersebut ditujukan untuk membantu meningkatkan kapasitas komunitas dalam upaya pengurangan risiko bencana?

59 Apakah telah ada kegiatan-kegiatan yang terukur dan terarah berdasarkan rencana yang matang untuk meningkatkan kapasitas komunitas dibidang ekonomi dan

produksi yang ditujukan untuk pengurangan risiko bencana?

60 Apakah telah terbangun iklim yang kondusif bagi peningkatan dan perlindungan kegiatan ekonomi dan sector produksi yang ditujukan untuk peningkatan kapasitas

komunitas dalam bidang perekonomian?

61 Apakah telah ada rencana tata ruang wilayah yang mendukung upaya pengurangan risiko bencana?

62 Apakah ada tindakan hukum terhadap pemukiman penduduk yang tidak direncanakan dan dikelola berdasarkan rencana tata guna lahan, IMB dan perluasannya?

63 Apakah telah ada rancangan pengelolaan pemukiman penduduk yang sesuai dengan strategi rencana tata guna lahan hingga mampu meminimalkan risiko bencana?

64 Apakah pembangunan kawasan seluruh wilayah huni telah sesuai dengan rencana tata guna lahan?

65 Apakah telah ada mekanisme dan/atau rencana rehabilitasi dan pemulihan pasca bencana walau disusun sepihak tanpa menampung aspirasi korban ?

66 Apakah telah ada mekanisme dan/atau rencana dan pelaksanaan pemulihan bencana yang disusun secara bersama oleh pemangku kepentingan?

67 Apakah telah ada rancangan proses - proses pemulihan pasca bencana yang mempertimbangkan prinsip-prinsip risiko bencana guna menghindari risiko baru dari pembangunan?

68 Apakah rancangan tersebut telah terlaksana?

69 Apakah telah diterapkan prosedur penilaian dampak lingkungan untuk proyek pembangunan besar?

Lampiran 3. Lanjutan

No Pertanyaan Kunci Respon Ya Tidak 70 Apakah telah ada prosedur penilaian Analisis Risiko Bencana untuk

proyek pembangunan besar terutama infrastruktur?

71 Apakah prosedur tersebut dapat menilai dampak-dampak risiko bencana untuk proyek-proyek lain seperti pengentasan kemiskinan, perumahan, air dan energi selain infrastruktur ?

72 Apakah pelaksanaan prosedur tersebut telah terwujud ke dalam strategi, rencana dan program pembangunan?

73 Apakah terdapat lembaga di pemerintahan yang didukung relawan untuk melakukan praktik penanganan darurat bencana?

74 Apakah telah ada Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) dan/atau Sistem Komando Tanggap Darurat Bencana yang terstruktur dalam sebuah prosedur operasi di daerah anda?

75 Apakah personil perangkat darurat tersebut (Pusdalops dan/atau Komando Tanggap Darurat) telah memiliki kemampuan teknis dalam hal penanggulangan bencana khususnya dalam penanganan darurat bencana?

76 Menurut penilaian Anda, apakah upaya penanganan darurat bencana yang pernah dilaksanakan oleh seluruh pihak telah efektif untuk menekan jumlah korban yang timbul?

77 Apakah telah ada latihan-latihan evakuasi?

78 Apakah sudah ada rencana kontijensi untuk 2 potensi bencana di daerah anda ?

79 Apakah upaya penangan darurat dilaksanakan berdasarkan rencana kontijensi dan rencana pemulihan bencana?

80 Apakah ada prosedur tetap sebagai turunan dari Rencana kontijensi tersebut?

81 Apakah telah ada mekanisme untuk penggalangan bantuan dari pihak lain bila terjadi bencana?

82 Apakah ada anggaran khusus untuk penanganan darurat?

83 Apakah anggaran tersebut memadai untuk memenuhi kebutuhan dasar dan melindungi kelompok rentan saat terjadi darurat bencana?

84 Apakah dalam anggaran khusus untuk darurat bencana tersebut juga dialokasikan untuk perbaikan terhadap fasilitas kritis?

85 Apakah di daerah Anda telah memiliki prosedur operasi standar untuk penanganan darurat bencana yang memadukan seluruh prosedur operasi dari setiap institusi terkait penanganan darurat bencana yang ada di daerah Anda?

86 Apakah dalam prosedur operasi standar penanganan darurat yang pemerintah atau insitusi Anda miliki telah terdapat prosedur untuk merekam (baik dalam pencatatan atau audiovisual) pertukaran informasi saat darurat bencana?

87 Setelah terjadi bencana, apakah terjadi proses evaluasi operasi kedaruratan

Dokumen terkait