• Tidak ada hasil yang ditemukan

Berdasarkan hasil pembahasan diatas dapat disimpulkaan sebagai berikut:

karakteristik personal auditor terhadap penerimaan perilaku disfungsional audit memiliki pengaruh positif. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi locus of control eksternal, turnover intention auditor, dan kinerja maka penerimaan perilaku disfungsional audit akan semakin meningkat.

Time budget pressure tidak memiliki pengaruh secara langsung terhadap penerimaan perilaku disfungsional audit. Hal ini dikarenakan auditor tidak merasa tertekan terhadap anggaran waktu yang ditetapkan oleh manajemen KAP dalam proses audit sehingga auditor tidak menerima perilaku disfungsional audit. Time budget pressure mampu memperkuat pengaruh karakteristik personal auditor terhadap penerimaan perilaku disfungsional audit. Hal ini menunjukkan bahwa semakin meningkat tekanan anggaran waktu yang dirasakan, maka akan dapat mengubah karaktristik personal auditor yang dimiliki sehingga dapat meningkatkan penerimaan perilaku audit disfungsional dalam pelaksanaan program audit.

Berdasarkan simpulan diatas maka dapat diberikan saran mengenai beberapa hal yaitu: penelitian lebih lanjut diharapkan dapat memperluas daerah survei, atau menggunakan sampel yang berbeda dari penelitian ini, seperti menambah sampel auditor pemerintah/badan pemeriksa keuangan (BPK). Sehingga hasil penelitian lebih mungkin untuk disimpulkan secara umum.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis bagi para praktisi auditing khususnya manajemen KAP agar dapat mempertimbangkan karakteristik personal auditor dalam keputusan menetapkan waktu penugasan audit agar tercapai efesiensi audit tanpa mengurangi efektifitas audit. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan review secara terus terhadap kertas kerja auditor untuk mengetahui adanya perilaku disfungsional audit. Begitu juga para auditor sebaiknya memperhatikan pentingnya personal yang baik dalam menjalankan audit. Maraknya kasus koruspi dengan tingkat keterlibatan auditor eksternal maupun internal yang semakin meningkat, menjadikan masalah mengenai personal auditor itu sendiri layak untuk dikaji.

REFERENSI

Alderman, C Wayne dan Deitrick, James W. 1982. Auditor’s perceptions of Time Budget Pressures and Prematures Sign Offs: A Replication and Extensions.Auditing: A Journal of Practice and Theory. Auburn University.

Christina Sososutikno. 2003. Hubungan Tekanan Anggaran Waktu dengan Perilaku Disfungsional Audit Serta Pengaruhnya Terhadap Kualitas Audit.

Simposium Nasional Akuntansi VI Surabaya.

Cook, E. and Kelley, T. 1988. Auditor Stress and Time Budgets. The CPA Journal, Vol. 58, No. 7, pp. 83-86.

Dessler Gary. 1998. Manajemen Sumber Daya Manusia (Human Resource Management) (ed ke-7). Jakarta: PT Prenhallindo.

Donnelly D.P., Quirin J.J., David O’Bryan. 2003. Auditor Acceptance of Dysfunctional Audit Behavior: An Explanatory Model Using Auditor’s Personal Characteristics. Behavioral Research In Accounting. Vol 15, 87.

Fitriyani., Gani, L., S, Sylvia V. N. P., Marganingsih, A., dan Anggrahita, V. 2010.

Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Job Satisfaction Auditor Dan Hubungannya Dengan Performance Dan Keinginan Berpindah Kerja Auditor. Simposium Nasional Akutansi, Purwokerto, 2010.

Fleming, M.K. 1980. Budgeting Practices in Large CPA Firms. The Journal of Accountancy. May. pp. 55-62.

Ghozali, Imam. 2013. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program. Edisi Ketujuh. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Greenberg, J. dan Baron, R. A. 1993. Behavior in Organizations, ( 4th edition). New York: Allyn dan Bacon.

Harini, Dwi, Agus Wahyudin, dan Indah Anisykurlillah. 2010. Analisis Penerimaan Auditor atas Dysfunctional Audit Behavior : Sebuah Pendekatan Karakteristik Personal Auditor. Simposium Nasional Akuntansi XIII.

Purwoketo.

Hasibuan, I. Malayu S.P. 2007. Manajemen Sumber Daya Manusia, (Edisi Revisi).

Jakarta: Bumi Aksara.

Hidayat, W. 2012. ESQ dan Locus of Control Sebagai Anteseden Hubungan Kinerja Pegawai dan Penerimaan Perilaku Disfungsional Audit Pada Badan Pengawas Daerah Jawa Timur. Jurnal Mitra Bisnis dan Manajemen Bisnis.

3(1): 50-74.

Husna, Lina Febrina. Basuki Hadiprayitno. 2012. Analisis Pengaruh Karakteristik Personal Auditor Terhadap Penerimaan Auditor Atas Dysfunctional Audit Behavior (Studi Empiris pada Kantor Akuntan Publik di Jawa Tengah dan Yogyakarta). Skripsi S1. Universitas Diponegoro, Semarang.

Ikatan Akuntan Publik Indonesia. 2015. Direktori KAP & AP 2015. (Online).

Diakses pada tanggal 22 Agustus 2015. Tersedia di website:

http://www.iapi.or.id/iapi/directory.php.

Irawati, Y., Petronila, T. A., dan Mukhlasi. 2005. Hubungan Karakteristik Personal Auditor Terhadap Tingkat Penerimaan Penyimpangan Perilaku dalam Audit. Simposium Nasional Akuntasi 8. Solo. 15-16 September.

Irwin.Ikhsan, Arfan & Muhammad Ishak. 2007. Akuntansi Keprilakuan. Jakarta:

Salemba Empat.

Kartika., I dan Provita W. 2007. Locus of Control Sebagai Anteseden Hubungan Kinerja Pegawai dan Penerimaan Perilaku Disfungsional Audit: Studi Pada Auditor Pemerintah yang Bekerja pada BPKP di Jawa Tengah dan DIY”.

Simposium Nasional Akuntansi. Makassar, 26-28 Juli.

Kelley, T. and Margheim, L. 1990. The Impact of Time Budget Pressure, Personality and Leadership Variabel on Dysfunctional Behavior. Auditing:A Journal of Practice and Theory. Vol 9. No. 2. pp. 21-41.

_____, and Seiler, R. E. 1982. Auditor Stress and Time Budget. The CPA Journal, December. pp. 24-34.

Lautania, Maya Febriyanti. 2011. Pengaruh Time Budget Pressure, Locus Of Control, dan Perilaku Disfungsional Audit terhadap Kinerja Auditor. Jurnal telaah dan riset akuntansi Vol. 4 N0.1, Januari 2011.

Lightner, S.S., Adams, S, and Lightner, K. 1982. “The Influence of Situasional, Ethical and Expentancy Theory Variables on Accountants’ Underreporting Behavior”. Auditing: Journal of Practice and Theory, Vol. 2. pp. 1-12.

Nadirsyah., dan Zuhra Intan, M. 2009. Locus of Control, Time Budget Pressure, dan Penyimpangan Perilaku dalam Audit. Jurnal Telaah dan Riset Akuntansi.

2(2): 104- 116.

Otley, D. T., and Pierce, B. J. 1996. Audit Time Budget Pressure: Consequence and Antecendents. Accounting, Auditing and Accountability Journal. Vol. 9 No.

1. pp. 31-58.

Paino, H., Ismail, Z., dan Smith, M. 2012. Dysfunctional Audit Behavior: An Explanatory Study in Malaysia. Asian Review of Accounting. 18(2): 167-173.

Pierce, B, and Sweeney, B. 2004, Cost-Quality Conflict in Audit Firms: An Empirical Investigation. Europan Accounting Review. Vol. 13. No. 1. pp. 415-441.

Pujaningrum, I. dan Sabeni, A. 2012. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Penerimaan Auditor atas Penyimpangan Perilaku dalam Audit:

Studi Empiris Pada Kantor Akuntan Publik di Semarang. Diponegoro Journal of Accounting. Volume 1. No. 1.

Rasuli, L.O. 2009. Pengaruh Time Budget Pressure, Perilaku Disfungsional dan Komitmen Organisasional Terhadap Kualitas Audit. Studi Pada Kantor Akuntan Publik di Jawa Timur. Tesis S2. Malang: Universitas Brawijaya.

Robbins Stephen, P. 2006. Perilaku Organisasi. Edisi kesepuluh. Jakarta: PT Indeks Kelompok Gramedia.

Rotter, J.B. 1966 The Social Learning Theory of Julian B. Rotter.

(http://psych.fullerton.edu/jmearns/rotter.htm, diakses 22 Agustus 2015).

Siegel, G. and Marconi, H. R. 1989. Behavioral Accounting . United States of America: South-Western Publishing.

Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi (Mixed Methods). Bandung : Alfabeta.

Sumarni dan Wahyuni. 2006, Metodologi Penelitian dan Bisnis, Penerbit Andi, Yogyakarta.

Suprianto, Edy. 2009. Pengaruh Time Budget Pressure Terhadap Perilaku Disfungsional Auditor (Studi Kasus pada Kantor Akuntan Publik di Jawa Tengah). JAI Vol.5, No.1, Maret 2009.

Wijayanti, Provita. 2007.Pengaruh Karakteristik Auditor Terhadap Penerimaan Perilaku Disfungsional Audit (Studi Empiris Pada Auditor yang Bekerja di BPKP di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta), Tesis S2, UNDIP, Semarang.

Yuniarti, T. 2012. The Effect of Tenure Audit anf Dysfunctional Behavior on Audit Quality. International Conferencee on Economic, Business and Marketing Management. Vol. 29.

Dokumen terkait