• Tidak ada hasil yang ditemukan

F. Pengolahan Data

V. SIMPULAN DAN SARAN A.Simpulan

Dari hasil perhitungan dan pembahasan pada bab sebelumnya mengenai Analisis Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Rumah Tangga Desa Untuk Berpartisipasi di Kegiatan Ekonomi Non-Pertanian di Kecamatan Way lima Kabupaten Pesawaran (Study Kasus Desa Way Harong) maka dapat disimpulkan, sebagai berikut :

1. Penelitian ini menggunakan data primer dengan jumlah sampel sebanyak 93 responden. Dengan estimasi model binary logistic regression memperkirakan atau memprediksikan dengan benar bahwa kemungkinan tenaga kerja di desa melakukan keputusan untuk bekerja di sektor non-pertanian sangat besar.

2. Dari hasil estimasi berdasarkan model analisis binary logistic regression, keputusan untuk bekerja di sektor non-pertanian dipengaruhi oleh beberapa hal sebagai berikut :

a. Pengaruh Pendidikan (PD) Terhadap Keputusan untuk bekerja di sektor non-pertanian (KNP)

Dari hasil regresi logistik diatas menunjukkan bahwa Pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan untuk bekerja di sektor non-pertanian hal ini ditunjukkan dengan koefisien variabel PD yg bernilai positif (2,040) dan nilai Sig. 0,000 < α (5%).

Hal ini juga menjelaskan bahwa Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka kecenderungan untuk bekerja di sektor non-pertanian akan semakin besar.

61 b. Pengaruh Usia (US) Terhadap Keputusan untuk bekerja di sektor non- pertanian

(KNP)

Dari hasil regresi logistik diatas menunjukkan bahwa Usia berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap keputusan untuk bekerja disektor non-pertanian hal ini ditunjukkan dengan koefisien variabel US yg bernilai negatif (-0,288) dan nilai Sig. 0,397 > α (5%).

Hal ini juga menjelaskan bahwa semakin tinggi usia seseorang maka kecenderungan untuk bekerja di sektor non-pertanian akan semakin kecil.

c. Pengaruh Pendapatan (PP) Terhadap Keputusan untuk bekerja di sektor non-pertanian (KNP)

Dari hasil regresi logistik diatas menunjukkan bahwa Pendapatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan untuk bekerja disektor non-pertanian hal ini ditunjukkan dengan koefisien variabel PP yg bernilai positif (1,597) dan nilai Sig. 0,000 < α (5%).

Hal ini juga menjelaskan bahwa semakin tinggi pendapatan seseorang maka kecenderungan untuk bekerja di sektor non pertanian akan semakin besar.

B. Saran

Saran-saran yang diperoleh dari hasil penelitian Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Penduduk Rumah Tangga Desa Untuk Berpatisipasi Di Kegiatan Ekonomi Non-Pertanian Kecamatan Way Lima Kabupaten Pesawaran (Studi Kasus Desa Way Harong)

1. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tenaga kerja asal Kecamatan Way Lima Kabupaten Pesawaran mempunyai kecenderungan untuk melakukan keputusan kerja. Dengan demikian para tenaga kerja tersebut akan lebih menyukai tinggal di desa asalnya apabila tersedia lapangan pekerjaan. Hal ini memberikan

konsekuensi kepada pemerintah daerah Kabupaten Pesawaran untuk dapat menyediakan / menciptakan lapangan pekerjaan.

2. Pemerintah daerah Kabupaten Pesawaran Kecamatan Way Lima di salah satu Desa yaitu desa Way Harong perlu untuk mempertimbangkan penyesuaian upah minimum antara kota besar dengan upah minimum di sekitar kota besar, untuk memperkecil arus tenaga kerja dalam melakukan keputusan untuk bekerja di sektor non-pertanian.

3. Pada studi ini, hal yang dilakukan adalah sebatas menganalisis keputusan tenaga kerja untuk melakukan keputusan untuk bekerja di sektor non-pertanian dan faktor-faktor yang mempengaruhinnya di Desa Way Harong Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran. Untuk itu diperlukan kajian lebih

lanjut pada studi ini, seperti bagaimana dampak ekonomi bagi daerah asal keputusan tenaga kerja di sektor non-pertanian.

4. Regresi logistik adalah sebuah pendekatan untuk membuat model prediksi seperti halnya regresi linear atau yang biasa disebut dengan istilah Ordinary Least

Squares (OLS) regression. Perbedaannya adalah pada regresi logistik, peneliti

memprediksi variabel terikat yang berskala dikotomi. Skala dikotomi yang dimaksud adalah skala data nominal dengan dua kategori, misalnya: Ya dan Tidak, Baik dan Buruk atau Tinggi dan Rendah.

63

Apabila pada OLS mewajibkan syarat atau asumsi bahwa error varians (residual) terdistribusi secara normal. Sebaliknya, pada regresi logistik tidak dibutuhkan asumsi tersebut sebab pada regresi logistik mengikuti distribusi logistik.

Alisjahbana, A. S. dan C. Manning. 2007. “Trends and Constraints Associated with Labor Faced by Non-Farm Enterprises

Becker, S. G. 1986. "Irrational Behavior and Economic Theory." The Journal of political Economy, Vol. 70, No. 1 (Feb., 1962

Boskin, M. J. 1974. " A Conditional Logit Model of occupational Choice." The Journal of Political Economy, Vol. 82, Issue 2, Part 1 (Mar.-Apr., 1974),

Davis, J. R. dan D. Bezemer, 2003. “Key Emerging and Conceptual Issues in the Development of The RNFE in The Developng Countries and Transition Economies.” NRI Report No: 2755.

Davis, J. R. 2003. “ The Rural Non-Farm Economy, Livelihoods and Their Diversification: Issues and Options.” NRI Report No: 2753.

Harris, Michael. 2000. Human Resources Management Second Edition: USA: Harcourt Brace & Company.

Hanson, S. O. 2005. “Decision Theory, A Brief Introduction” .

Hayami, Y. dan M. kikuchi 1987. Dilema Ekonomi Desa, Suatu Pendekatan Ekonomi terhadap Perubahan Kelembagaan di Asia. Jakarta:Yayasan Obor Indonesi Kadariah, 1994, Teori Ekonomi Mikro, LPFE UI, Jakarta.

Majid, Fitria dan Herniwati Retno Handayani. 2012. “Faktor – Faktor yang

Mempengaruhi Keputusan Perempuan Berstatus Menikah untuk Bekerja (Studi Kasus Kota Semarang”. Dalam Diponegoro Journal of Economics. Vol. 1, No. 1. Hal 1 – 9. Semarang: Universitas Diponegoro.

Mudrajad Kuncoro, 2000, Ekonomi Pembangunan (Teori, Masalah dan Kebijakan), UPP AMP YKPN, Yogyakarta

Mubyarto, 1973, Pengantar Ekonomi Pertanian, LP3ES. Jakarta.

Nasir, Z. M. 2005. “An Analysis of Occupational Choice in Pakistan, A Multinomial Approach." The Pakistan Development Review, pp. 57-79.

Nuhung, I. A. 2006. Bedah Terapi Pertanian Nasional. Jakarta: PT Bhuana Ilmu Populer. Orazem, P. F dan J. P. Matilla, 1991. “Human Capital, Uncertain Wage Distribution,

Occational and Education Choice.” International Economic Review, Vol. 32, Issue 1 (Feb., 1991), h. 103-122.

Prabowo, Haris C. 2011. Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Tenaga Kerja Desa untuk Bekerja di Kegiatan Non – Pertanian. Skripsi. Semarang: FE UNDIP. Purnomo, Didit. 2009. “Fenomena Migrasi Tenaga Kerja dan Peranannya bagi

Pembangunan Daerah Asal: Studi Empiris di Kabupaten Wonogori”. Dalam Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 10, No. 1. Hal 84 – 102. Surakarta: Universitas Muhamadiyah Surakarta.

Sarka, P. 2004. "Rural Non-farm Employment Poverty and Inequality: Micro Level Evidence from West Bengal." The Journal of Rural Development, vol. 34, No. 2, july 2007, pp. 89-106.

Simanjuntak, J Payaman. 2001. Pengantar Ekonomi Sumber Daya Manusia. Jakarta: FE UI.

Suharyadi dan Purwanto. S.K. 2003. Statistika Untuk Ekonomi dan Keuangan Modern: Buku I. Jakarta: Salemba Emban Patria

Sugianto dkk, 2001, Teknik Sampling, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta Sumarsono, S. 2003. Ekonomi Manajemen Sumber Daya Manusia dan Ketenaga

Kerjaan. Yogyakarta: Graha Ilmu

Sumitro, 1991, Ilmu Ekonomi, Jakarta. Rineka Cipta.

Todaro, M. 2006. Pengembangan Ekonomi Dunia Ketiga. Edisi Kedelapan. Jakarta: Penerbit Erlangga

Utomo, Agung Priyo. 2006. “Peluang Pekerja Wanita dalam Memilih Lapangan

Pekerjaan Pertanian dan Non Pertanian di Kota Batam”. Dalam Jurnal Organisasi dan Manajemen Vol. 2, No. 1. Hal. 21 – 34. Batam: Sekolah Tinggi Ilmu

Statistik.

Dokumen terkait