• Tidak ada hasil yang ditemukan

D. Luas Wilayah Kecamatan Bekri

VI. SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa :

1. a. Peran Camat sebagai aparatur pemerintahan Camat Aktif dengan melakukan komunikasi menyelesaikan konflik seperti koordinasi dengan pemerintah Kabupaten, Aparatur Kecamatan, Kepala Kampung, Tokoh Adat dan masyarakat. Terdapat mediasi rapat-rapat maupun kegiatan siskamling rutin merupakan hasil dari proses pemerintahan di Kecamatan Bekri hal ini menandakan peran Camat dalam Kasus konflik Camat aktif

b. Kepemimpinan yang dilakukan Camat merupakan tipe Demokratik karena segala sesuatu dimusyawarahkan dengan berbagai pihak termasuk berkomunikasi dengan masyarakat. Partisipasi masyarakat dalam pemerintahan merupakan ciri-ciri pemimpin yang demokratis.

c. Peran Camat dalam mengkomunikasikan masalah guna menyelesaikan konflik melalui kompromi dan konsensus. Adapun cara komunikasi yang digunakan yaitu komunikasi dua arah untuk a) waktu, b) kecepatan, c) cara praktis sehingga konflik tersebut dapat segera selesai. Hal ini dibuktikan dengan 8 November 2012 kejadian tanggal 9 November 2012 sudah terjadi kesepakatan damai.

2. a. Peran Camat sebagai aparatur keamanan melakukan program-program bersama untuk keamanan lingkungan dengan pemerintah Kabupaten Lampung Tengah,

adat dan masyarakat untuk melakukan peningkatan keamanan di Kecamatan Bekri contohnya mengadakan siskamling rutin, pembangunan pos ronda di tiap Kampung, dan menambah jumlah personil pihak keamanan di Kecamatan Bekri. b. Meningkatkan kewaspadaan keamanan dan kententraman individu harus diciptakan bersama antara pihak Aparatur Kecamatan dengan masyarakat.

3. a. Peran Camat sebagai aparatur penegakan HAM dilakukan dengan melakukan pembinaan mengenai HAM dan taat hukum. Maksudnya dengan memberikan pemahaman akan HAM pada masyarakat, dengan memahami HAM diharapkan masyarakat bisa berprilaku sesuai dengan HAM tidak main hakim sendiri.

b. meningkatkan kesadaran dan pemahaman HAM agar tidak memandang rendah HAM. Bukti pelanggaran HAM pembakaran hidup-hidup Khairil Anwar. Tingkat pemahaman HAM rendah, pelanggaran HAM berat atau tidak paham HAM. Terbukti pembakaran Khairil Anwar merupakan indikator yang mempelihatkan HAM rendah. Salah satu faktor rendah pemahaman HAM tingkat pendidikan rendah dan rendah pengetahuan HAM karena sebagian besar masyarakat Bekri merupakan lulusan Sekolah Dasar.

4. Perjanjian damai dan pengangkatan saudara sebagai solusi permasalahan konflik antara Kampung Kesumadadi dengan Kampung Buyut Udik. Perdamaian itu dilakukan berkat koordinasi Camat Bekri dengan Camat Gunung Sugih dan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah. Perjanjian damai merupakan langkah nyata kepemimpinan dan komunikasi Camat Bekri dalam Konflik di Kecamatan Bekri ini. Tugas Camat selanjutnya untuk mengarahkan dan menginformasikan masyarakat untuk melaksanakan poin-poin perjanjian yang sudah dibuat.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka penulis mengajukan beberapa saran yang harapannya akan mendapatkan perhatian dari pihak-pihak terkait sehubungan dengan penulisan ini diantaranya yaitu :

1. Peran Camat dapat ditingkatkan dalam aspek aparatur pemerintah dengan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam bidang pemerintahan dan menjalankan tupoksi dan koordinasi. Koordinasi yang rutin dan aktif antara Camat dan Apartur Kecamatan, Kepala Kampung dan Masyarakat. Dengan rapat dan pertemuan yang rutin misalnya membahas permasalahan keamanan maupun yang lainnya. Koordinasi yang dilakukan dengan baik bisa mengatasi permasalahan di Kecamatan Bekri.

2. Peran Camat dalam aspek aparatur keamanan bisa dilakukan misalnya dengan siskamling rutin, membangun pos-pos ronda dan pertemuan rutin pembinaan membangun keamanan yang lebih baik. Camat mengajak Kepala Kampung agar aktif mengadakan siskamling secara rutin dan mengajak masyarakat sadar tentang pentingnya siskamling untuk mencegah pencurian yang akan mengganggu keamanan, kententraman dan ketertiban di masyarakat.

3. Peran Camat sebagai aparatur penegakan HAM dilakukan dengan memberikan pendidikan mengenai HAM pada masyarakat Bekri. HAM yang rendah pada masyarakat Bekri bisa diperbaiki dengan memberikan pendidikan tentang pentingnya HAM untuk masyarakat Bekri. Bisa dengan penyuluhan rutin dalam musrembang Kecamatan bisa juga dibuat tulisan rangkuman tentang pentingnya HAM untuk masyarakat lalu dibagikan pada masyarakat untuk bisa dibaca dan

dalam kehidupan bermasyarakat untuk kedepannya.

4. Camat bisa bekerja sama dengan masyarakat untuk menjalankan poin-poin perjanjian damai dan meningkatkan keamanan lingkungan dengan siskamling rutin. Jika keamanan bisa di tingkatkan keadaan tentram dan tertib bisa terwujud. Dengan menjalankan poin-poin perdamaian masyarakat juga menjaga keharmonisan dengan Kampung Buyut Udik agar konflik tidak kembali terjadi.

Buku

Budiardjo, Miriam, 2004. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta. PT Gramedia Pustaka Utama.

Bungin, Burhan, 2008. Sosiologi Komunikasi Teori Paradigma dan Teknologi Komunikasi di Masyarakat. Jakarta. Kencana

Duverger, Maurice, 2003. Sosiologi Politik. Jakarta, PT Raja Grafindo Persada. Dwiyanto, Agus, 2009. Reformasi Birokrasi, Kepemimpinan dan Pelayanan Publik.

Yogyakarta, Gava Media.

Efriza, 2008. Ilmu Politik dari Ilmu Politik sampai Sistem Pemerintahan. Bandung, Alfabeta.

Ekana Yana, Susetyo, 2008. Metode Penelitian Kualitatif. Bandar Lampung, Universitas Lampung.

Ekana, Yana, 2010. Metode Penelitian Sosial. Bandar Lampung, Universitas Lampung.

Faishal, Sanafiah, 2000. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta, Rieneka Cipta.

Liliweri, Alo, 2005. Prasangka dan Konflik Komunikasi Lintas Budaya Masyarakat Multikultur. Yogyakarta, PT LKIS Pelangi Aksara.

Margono, 2005. Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta, Rineka Cipta.

Miall, Hugh, 2002. Resolusi Damai Konflik Kontemporer Menyelesaikan, Mencegah, Mengelola dan Mengubah Konflik Bersumber Politik, Sosial, Agama dan Ras. Jakarta. Kencana

Moeloeng, Lexy J, 2006. Metode Penelitian Kualitatif : Edisi Revisi. PT Bandung, Remaja Rosdakarya.

Ndraha, Taliziduhu, 1997. Metodologi Ilmu Pemerintahan. Jakarta, Rineka Cipta. Numberi, Freddy, 2009. Kepemimpinan Sepanjang Jalan. Jakarta, PT Bhuana Ilmu

Populer

Posner, Kouzes, 1999. The Leadership Challenge Tantangan Kepemimpinan. Batam, Interaksara.

Samovar, A Larry, 2010. Komunikasi Lintas Budaya. Jakarta, Salemba Humanika Sarwono, Jonathan, 2006. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta,

PT Graha Ilmu.

Sembiring, Sentosa, 2009. Himpunan Peraturan Perundang-undangan RI Pemerintahan Daerah (PEMDA). Bandung, Nuansa Aulia.

Susan, Novri, 2010. Pengantar Sosiologi Konflik dan Isu-Isu Konflik Kotemporer. Jakarta, Kencana

Tahmid, Khairudin, 2004. Demokrasi dan otonomi Penyelenggaraan Pemerintahan Desa. Seksi Penerbitan Fakultas Syariah IAIN Raden Intan Bandar Lampung. Thoha, Miftah, 2012. Perilaku Organisasi Konsep Dasar dan Aplikasinya. Jakarta,

PT Raja Grafindo Persada.

Thoha, Miftah, 1991, Persfektif Prilaku Birokrasi, Jakarta, Rajawali Press.

Widianto, Bambang, 2011. Manusia Dalam Kebudayaan dan Masyarakat Pandangan Antropologi dan Sosiologi, Jakarta, Salemba Humanika.

Dokumen :

Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 Tentang : Hak Asasi Manusia Undang-Undang No. .22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah

Media :

http://lampung.tribunnews.com/2012/11/08/ kronologis-amuk-massa-di-kampung-kesumadadi, Kamis, 8 November 2012 22:27 WIB diakses Selasa, 12 Februari 2013 Pukul 13.57 WIB.

http://marhenyantoz.wordpress.com/2012/11/10/ inilah-hasil-kesepakatan-damai-kesuma-dadi-buyut/. 10 Oktober 2012, diunggah Senin,11 Maret 1013 Pukul 09.41 WIB.

:http://lampung.tribunnews.com/ Warga Dua Kampung Bersumpah Damai di Dunia dan Akhirat - Tribunnews.com.htm) Kamis, 22 November 2012 18:35 WIB, diakses Senin 11 Maret 2013 Pukul 16.11 WIB

http://repository.unhas.ac.id/, Jurnal unhas Peran Pemeritah Lokal Kecamatan, diakses Kamis 21 Maret 2013 Pukul 14.38 WIB

http://ilearn.unand.ac.id/, Jurnal unand Konsep Politik dan Pemerintahan Lokal, diakses Kamis 21 Maret 2013 Pukul 14.51 WIB

http://datahukum.pnri.go.id/, Undang-Undang No. 39 Tahun 1999Tentang : Hak Asasi Manusia, diakses Jumat 22 Maret 2013 Pukul 12.58 WIB.

http://id.wikipedia.org/wiki/Hak_asasi_manusia, Jumat 22 Maret 2013 Pukul 08.49 WIB.

http://www.sarjanaku.com/2013/01/metode-pengumpulan-data-teknik.html , diakses Jumat 22 Maret 2013 Pukul 09.16 WIB.

http://dau.malangkab.go.id/?page_id=416, diakses Rabu 2 Oktober Pukul 11.13 WIB.

http://jurisprudence-journal.org/2012/07/pergeseran-kedudukan-camat-dalam-penyelenggaraan-pemerintahan-daerah-perspektif-normatif, diakses Rabu 2 Oktober Pukul 11.16 WIB.

Dokumen terkait