HASIL PENELITIAN
SIMPULAN DAN SARAN Simpulan
Simpulan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemandirian emosi, perilaku, nilai, dan tingkat kemandirian, serta penyesuaian diri mahasiswa dan mahasiswi termasuk pada kategori sedang. Tingkat stres mahasiswa TPB juga berada pada kategori sedang. Hasil ini berbeda dengan hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Hal ini dikarenakan pelaksaan waktu penelitian yang berbeda, sehingga hasil ini menunjukkan adanya penurunan tingkat stres pada mahasiswa TPB setelah lebih dari enam bulan tinggal di asrama.
Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki kemandirian yang lebih baik dibandingkan mahasiswi. Semakin tinggi pendidikan ibu, maka mahasiswa TPB akan memiliki kemandirian yang lebih baik. Semakin besar pendapatan ayah dan semakin mandiri mahasiswa TPB saat SMA, maka makin mudah baginya untuk melakukan penyesuaian diri saat memasuki dunia perkuliahan. Kemandirian, penyesuaian diri, dan umur ibu dapat menjelaskan sebesar 27,3% variabel yang berpengaruh negatif terhadap stres, sedangkan sisanya 73,3% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti.
Saran
Berdasarkan hasil penelitian, lebih dari seperlima mahasiswa TPB memiliki stres yang tinggi meskipun telah melewati enam bulan pertama di tingkat pertama. Oleh karena itu, disarankan kepada mahasiswa untuk memaksimalkan potensi dan kemampuannya dalam melakukan penyesuaian diri agar dapat meminimalisir stres. Selain itu, disarankan kepada orang tua untuk mendukung dan memotivasi mahasiswa TPB dalam melakukan penyesuaian diri. Kepada instansi perguruan tinggi yang terkait, disarankan untuk meningkatkan
support system lainnya, seperti fungsi layanan konselor dan pendekatan secara
intensif oleh Senior Resident (SR) kepada mahasiswa TPB untuk meminimalisir stres yang dihadapi. Kepada peneliti, disarankan untuk menambah variabel lain yang bisa diteliti, diantaranya motivasi, alokasi waktu belajar, dan goal
57
Concept Mapping (CM) dari Berbagai Jenis Teks sebagai Teknik
Menangkap Pengetahuan. [Thesis]. http://repository.ipb.ac.id/. [terhubung berkala]. [1 Maret 2012]
Aprilia ID. 2011. Perkembangan Kemandirian Remaja Tuna Rungu [artikel ilmiah]. http//file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR. [terhubung berkala]. [20 Juli 2012].
Astuti, DF. 2007. Tingkat Stres dan Coping Stress Strategy pada Prajurit Zebi di Pusat Pendidikan Zeni Kodiklat TNI AD, Kota Bogor [Skripsi]. Bogor. Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
Fahmi, M. 1982. Penyesuaian Diri. Jakarta: Bulan Bintang.
Fatimah, E. 2006. Psikologi Perkembangan (Perkembangan Peserta Didik). Bandung: CV Pustaka Setia.
Greenberg, Jerrold S. 2002. Comprehensive Stress Management. Seventh Editon. New York: McGraw Hill Company.
Gunarsa, SD; Gunarsa YSD. 1989. Psikologi Praktis: Anak, Remaja, dan Keluarga. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Herawati, N. 2007. Hubungan Penyesuaian Diri dengan Tingkat Stres pada Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Lamongan [Skripsi]. Malang: Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang. http://eprints.umm.ac.id/. [terhubung berkala]. [10 Mei 2012]
Hernawati N. 2006. Tingkat Stres dan Strategi Koping Menghadapi Stres pada Mahasiswa Tingkat Persiapan Bersama Tahun Akademik 2005/2006. [artikel ilmiah]. Bogor: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor.
Hidayati F., Kaloeti DVS., Karyono. 2011. Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak. Jurnal Psikologi Undip Vol. 9. No. 1. http//ejournal.undip.ac.id/. [20 Juli 2012].
Hurlock, EB. 1980. Psikologi perkembangan: suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Istiwidayanti, Soedjarwo, penerjemah; Sijabat RM, editor. Jakarta: Erlangga. Terjemaan dari: Developmental, Psycoloy: A Life Span
Approach.
Lazarus, RS. 1961. Pattern of Adjusment: Third Edition. Newyork: McGraw-Hill. Monks, FJ; Knoers, A.M.P; Haditono, SR. 2001. Psikologi Perkembangan:
Pengantar dalam Berbagai Bagiannya. Yogyakarta. Gadjah Mada
University Press.
Putri, IH. 2011. Hubungan Kemandirian dan Dukungan Sosial dengan Tingkat Stres Lansia [Skripsi]. Bogor: Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor.
Ruhidawati C. 2005. Pengaruh pola pengasuhan, kelompok teman sebaya dan aktivitas remaja terhadap kemandirian [Tesis]. Bogor. Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.
Santrock JW. 2002. Life Span Development. New York: McGraw-Hill.
Santrock JW, Kristiaji WC, Sumiharti Y. 2003. Adolescence Perkembangan Remaja. Shinto B Adelar dan Sherly Saragih, penerjemah. Jakarta: Erlangga.
Schneiders. 1964. Personal Adjustment and Mental Hygiene. N e w Y o r k : H o l t Rinehart dan Winston.
Sriati A. 2008. Tinjauan Tentang Stres. Makalah Fakultas Keperawatan Universitas Padjajaran. http://resources.unpad.ac.id. [10 Mei 2012].
Steinberg L. 1999. Adolescence. Five Edition. New York: McGraw-Hill Inc. Wulandari A. 2005. Hubungan Kemandirian dengan Penyesuaian Diri
pada Siswi Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta. [Abstrak]. Skripsi Psikologi UAD Hubungan Kemandirian dengan Penyesuaian Diri. Pdf. http//18.97.11.134/archivelama/skripsi/Psikologi/131998140732005. [10 Mei 2012]
Wulanningrum DN. 2009. Hubungan antara urutan kelahiran dalam keluarga
dengan kecerdasan emosional pada remaja di SMA Muhammadiyah I Klaten [Skripsi]. Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas
Muhammadiyah Surakarta. [online]. hptt//etd.eprints.ums.ac.id. [12 Juli 2012]
Lampiran 1 Hasil uji reliabilitas variabel kemandirian emosi, kemandirian perilaku, kemandirian nilai, kemandirian total, penyesuaian diri, dan gejala stres No. Variabel Cronbach’s Alpha N of Item
1. Kemandirian Emosi 0,754 12 2. Kemandirian Perilaku 0,817 21 3. Kemandirian Nilai 0,654 11 4. Kemandirian Total 0,853 45 5. Penyesuaian Diri 0,794 23 6. Gejala Stres 0,882 20
Lampiran 2 Hasil uji validitas variabel kemandirian emosi
No. Pernyataan Validitas 1. Saya menganggap semua pendapat orang tua benar, karena orang tua
tentunya lebih berpengalaman dibandingkan saya (-) 0,307** 2. Saya merasa bahwa tidak selamanya pendapat orang tua benar 0,325** 3. Saya tidak sanggup mempertahankan pendapat saya di depan orang tua
(-)
0,467** 4. Saya dapat menolak pendapat orang tua karena hal itu merupakan hal
yang wajar
0,233** 5. Saya bisa mengoreksi pandangan orang tua yang saya rasa tidak benar 0,521** 6. Saya berinteraksi secara terbuka dengan orang tua seperti layaknya
dengan orang lain
0,577** 7. Saya tidak segan mengkritik sikap orang tua, namun tetap menaruh
hormat kepadanya
0,672** 8. Saya tidak mempunyai keberanian mengajukan protes kepada orang
tua, karena orang tua patut dihormati (-)
0,540** 9. Saya menganggap orang tua sebagai mediator dan teman diskusi
dalam menyelesaikan masalah
0,568** 10. Saya terbiasa mengajak orang tua sebagai teman diskusi 0,677** 11. Saya merasa ragu untuk saling bertukar fikiran dengan orang tua (-) 0,635** 12. Saya memiliki kebebasan untuk mengajukan saran dan pendapat
kepada orang tua
0,692** Keterangan: (-)= pernyataan negatif, skor dibalik
Lampiran 3 Hasil uji validitas variabel kemandirian perilaku
No. Pernyataan Validitas 1. Saya selalu meminta bantuan orang tua dalam menyelesaikan masalah
yang sedang dihadapi
0,147* 2. Saya meminta bantuan kepada orang tua hanya untuk masalah tertentu
saja yang bukan menyangkut masalah pribadi
0,351** 3. Saya mampu merencanakan sendiri hal-hal penting yang menyangkut
masa depan saya
0,615** 4. Saya senantiasa berusaha sendiri mengatasi kesulitan yang sedang
dihadapi
0,598** 5. Saya merasa sudah sanggup melaksanakan keputusan secara
bertanggung jawab
0,491** 6. Saya mengetahui kapan harus meminta saran/ pendapat dari orang tua
tentang keputusan yang akan diambil
0,514** 7. Saya mampu mengambil sikap tegas terhadap pengaruh-pengaruh yang
merugikan diri sendiri
0,461** 8. Saya mampu mengambil jalan alternatif dari tindakan-tindakan yang
saya lakukan
0,520** 9. Saya melakukan aktivitas/ kegiatan yang sesuai dengan pandangan
orang tua
0,112 10. Saya dapat menolak dengan tegas untuk melakukan sesuatu yang
dipandang dapat menyesatkan diri sendiri
0,452** 11. Saya mengambil keputusan sendiri dalam menentukan pilihan
perguruan tinggi (p)
0,424** 12. Saya mampu menentukan pilihan sendiri tanpa bantuan orang tua atau
teman (p)
0,400** 13. Saya dapat menggunakan uang dan mengatur keuangan pribadi dengan
baik (p)
0,423** 14. Saya dapat menerima kritikan dan masukan dari orang lain yang
membangun bagi diri sendiri
0,459** 15. Saya dapat menerima kritikan dan masukan dari orang lain yang
membangun bagi diri sendiri (p)
0,412** 16. Saya tidak langsung menelan mentah-mentah informasi yang didapat
(p)
0,627** 17. Saya mampu mengevaluasi kembali keyakinan dan nilai-nilai yang
diberikan oleh orang lain (p)
0,536** 18. Saya merasa mampu untuk bertahan tinggal jauh dari orang tua (p) 0,522** 19. Saya merasa mampu menjaga kesehatan dan merawat diri sendiri (p) 0,610** 20. Saya dapat mengerjakan segala sesuatu yang menyangkut kepentingan
pribadi dengan mandiri (p)
0,575** 21. Saya mampu menganalisa suatu masalah dengan baik (p) 0,526** Keterangan: (-)= pernyataan negatif, skor dibalik
Lampiran 4 Hasil uji validitas variabel kemandirian nilai
No. Pernyataan Validitas 1. Saya mampu mengingatkan orang tua terhadap suatu hal tanpa
menimbulkan kesalahpahaman
0,265** 2. Saya menghargai perbedaan pendapat karena masing-masing orang
mempunyai pendapatnya sendiri
0,3737** 3. Saya sulit menerima orang sebagai teman dengan agama, ras, dan
tingkat sosial ekonomi yang berbeda (-)
0,339** 4. Saya mempunyai keyakinan bahwa yang saya lakukan adalah hal yang
terbaik
0,331** 5. Saya menghargai hak orang lain karena hal itu merupakan kunci sukses
dalam pergaulan
0,187** 6. Agama yang saya anut bukan karena warisan dari orang tua 0,348** 7. Saya menyakini bahwa nilai-nilai yang saya miliki lebih sesuai dari
pada yang diwariskan oleh orang tua kepada saya
0,545** 8. Saya mempunyai keyakinan bahwa Tuhan itu ada (p) 0,548** 9. Saya dapat membedakan perbuatan yang buruk dan baik (p) 0,430** 10. Saya mempunyai prinsip sendiri atas suatu hal dan dapat bertanggung
jawab serta memiliki argumentasi terhadap prinsip tersebut (p)
0,584** 11. Saya merasa telah sesuai antara pikiran dan tingkah laku berdasarkan
prinsip yang saya miliki (p)
0,388** Keterangan: (-)= pernyataan negatif, skor dibalik
Lampiran 5 Hasil uji validitas variabel penyesuaian diri
No. Pernyataan Validitas 1. Merasa mampu mendapatkan nilai yang bagus 0,265**
2. Merasa mampu membagi antara waktu belajar dan waktu bermain/ berkumpul bersama teman
0,373** 3. Merasa bingung tentang prioritas, nilai, dan keyakinan (-) 0,339** 4. Merasa kesulitan saat membuat pilihan prioritas antara kegiatan
akademik dan non-akademik (-)
0,331** 5. Merasa tidak tenang berangkat ke kampus jika cuaca buruk (-) 0,348** 6. Mengalami kesulitan berteman (-) 0,545** 7. Mengalami kesulitan untuk berpartisipasi dalam aktifitas sosial di
kampus (-)
0,548** 8. Merasa terasingkan dari komunitas di kampus (-) 0,430** 9. Mengalami kesulitan berteman dengan komunitas tertentu (di kelas) (-) 0,584** 10. Mengalami kesulitan berteman dengan teman sekamar di asrama (-) 0,388** 11. Merasa sendirian karena rindu dengan keluarga (-) 0,383** 12. Merasa tegang karena kehilangan kontak dengan teman SMA (-) 0,309** 13. Mengalami konflik atau pertengkaran dengan teman sekamar di asrama
(-)
0,294** 14. Mengalami kesulitan menemukan seseorang yang dibutuhkan untuk
konsultasi (bidang akademik maupun cuhat (curahan hati)) (-)
0,550** 15. Mengalami kesulitan mendapatkan informasi yang dibutuhkan dan
dapat membantu dari pihak asrama maupun perguruan tinggi (-)
0,489** 16. Mengalami kesulitan mendapatkan bantuan yang dibutuhkan dari dosen
pembimbing akademik (-)
0,527** 17. Tidak dapat menggunakan perpustakaan saat dibutuhkan (-) 0,310** 18. Tidak dapat menemukan tempat yang cukup nyaman untuk belajar (-) 0,463** 19. Merasa membutuhkan banyak privasi (-) 0,458** 20. Tidak dapat belajar selama yang diinginkan (-) 0,410** 21. Merasa bingung harus bagaimana dalam berteman dan bersosialisasi di
asrama dan di kampus (-)
0,576** 22. Khawatir tentang adanya pergaulan bebas (-) 0,351** 23. Takut terseret pergaulan bebas (-) 0,376** Keterangan: (-)= pernyataan negatif, skor dibalik
Lampiran 6 Hasil uji validitas variabel gejala stres
No. Pernyataan Validitas 1. Saya merasa pusing atau sakit kepala tanpa alasan yang jelas 0,564**
2. Badan saya terasa pegal-pegal, terutama pada bagian leher, punggung, dan bahu
0,549** 3. Saya sering menjatuhkan barang atau tersandung 0,521** 4. Saya mengalami kejang pada otot serta tangan yang gemetaran 0,609** 5. Saya merasakan kering pada bagian mulut dan tenggorokan 0,664** 6. Detak jantung saya berdebar dengan keras dan cepat 0,573** 7. Saya merasakan nyeri yang teramat sangat di dada, lengan atau
tungkai secara tiba-tiba
0,518** 8. Saya merasa kedinginan dan berkeringat lebih banyak dari
biasanya
0,587** 9. Saya lebih sering buang air kecil dari biasanya 0,581** 10. Saya mengalami perubahan berat badan 0,527** 11 Saya merasa lemas dan kurang energi 0,639** 12. Saya merasa tidak punya waktu yang cukup untuk beristirahat 0,484** 13. Saya membayangkan hal-hal yang buruk terjadi 0,618** 14. Perasaan saya sensitif dan mudah tersinggung 0,508** 15. Saya mengalami insomnia atau susah tidur 0,414** 16. Saya merasa sangat sedih dan inginnya menangis 0,541** 17. Saya merasa tegang dan tidak bisa tenang 0,676** 18. Saya merasa tertekan karena peraturan asrama dan kuliah 0,585** 19. Saya sulit untuk berkonsentrasi 0,492** 20. Saya cepat sekali marah 0,520**
1990. Penulis merupakan anak ketiga dari lima bersaudara, Radityo Andi Dharma, STP., Putri Widha Sari S.Si. (saudari kembar), Rofif Tyo Zaidan Fajar, Farhan Tyo Zahid Akbar, dari pasangan Dr. Ir. Suwarto, MS. (Alm.) dan Ir. Ermina Muhayati. Penulis menempuh pendidikan dasar di TK Arafah Medan, SD Eria Medan (kelas 1-2), SDN Panaragan 2 Bogor (kelas 3-5), dan SDN Polisi 5 Bogor (kelas 6), lulus pada tahun 2001.
Kemudian penulis melanjutkan pendidikan ke SMPN 3 Bogor (kelas 1-3 semester awal), dan lulus tahun 2004 di SMPN 1 Lubuk Pakam-Medan, lalu penulis melanjutkan sekolah SMAN 1 Lubuk Pakam (kelas 1 semester awal) dan ke SMAN 5 Bogor, hingga lulus tahun 2007. Penulis sempat mengikuti bimbingan belajar di Nurul Fikri Mawar, Bogor hingga di tahun berikutnya (2008) penulis diterima di IPB melalui jalur SNMPTN. Penulis mendapatkan mayor Ilmu Keluarga dan Konsumen dan minor Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia.
Selama mengikuti perkuliahan, penulis aktif pada beberapa organisasi kemahasiswaan, yaitu menjadi bendahara umum FORSIA, Lembaga Dakwah Fakultas (2009-2010), pengurus Himpunan Mahasiswa Ilmu Keluarga dan Konsumen (HIMAIKO) sebagai sekretaris CDC (Child Development Club) (2009-2010) dan sebagai ketua CDC pada periode 2010-2011, anggota IDC (IPB
Debating Community) serta sebagai anggota aktif bela diri Tae Kwon Do
(2009-sekarang). Selain itu, penulis juga aktif di berbagai kepanitiaan, seminar, dan pelatihan yang diadakan di dalam lingkup kampus, diantaranya sebagai peserta “Kuliah Pencegahan HIV & AIDS pada Kalangan Remaja” oleh UNICEF, UI-IPB (2012), menjadi peserta magang: teacher assistent di “Labschool Pendidikan Karakter IPB-ISFA” (2012) dan script writer Green TV IPB (2012).
Penulis mendapatkan beberapa prestasi non-akademik selama kuliah baik di dalam maupun di luar kampus, yaitu Juara 2 (Tim Twins Chan) Lomba Memasak Pekan Olimpiade Muslimah (POM) New Ekspresi Muslimah LDK Al-Hurriyah IPB (2009), Juara 3 (tim) Lomba Kreatifitas Buatan Tangan Mother Day
with Love, Himpunan Ilmu Keluarga dan Konsumen (2010) dan juara 2 dalam
lomba yang sama pada tahun 2011, serta Finalis 4 besar (Tim Laskar Inspirasi) Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-M) se-IPB (2011). Sempat mengadakan ‘Pagelaran Seni dan Galeri Karya Luar Biasa’ yang bekerjasama dengan Sekolah Luar Biasa (SLB) sekota Bogor bersama teman-teman Laskar Inspirasi (Putri Widha Sari, Novya Azhari, Marsudi Wijaya, Fahri Amirullah, dkk.) di tahun 2011. Penulis melaksanakan Kuliah Kerja Profesi (KKP) di Desa Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Kontak penulis: HP (+62813 6231 0259), E-mail ([email protected]), FB ([email protected]), Twitter: (@putriwikasari), Web: http://putrip0812.student.ipb.ac.id