• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1 Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang self-compassion pada 190 siswa dengan budaya Sunda di SMA “X” Kota Bandung, diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

1. Siswa dengan budaya Sunda di SMA “X” Kota Bandung lebih banyak memiliki derajat self-compassion yang rendah.

2. Derajat self-compassion menunjukkan kecenderungan keterkaitan dengan faktor maternal criticism, preoccupied attachment dan fearful attachment pada siswa

dengan budaya Sunda di SMA “X” Kota Bandung. Derajat self-compassion yang tinggi memiliki keterkaitan dengan faktor secure attachment pada siswa dengan budaya Sunda di SMA “X” Kota Bandung. Semakin tinggi maternal criticism, preoccupied attachment dan fearful attachment maka derajat self-compassion akan

semakin rendah, semakin tinggi secure attachment maka derajat self-compassion akan semakin tinggi.

3. Self-compassion menunjukkan kecenderungan keterkaitan dengan faktor

personality agreeableness, extraversion, openness to experience dan conscientiousness pada siswa dengan budaya Sunda di SMA “X” Kota Bandung.

4. Derajat self-compassion menunjukkan kecenderungan keterkaitan dengan faktor jenis kelamin yang dimiliki siswa dengan Budaya Sunda di SMA “X” Kota

80

Universitas Kristen Maranatha

Bandung. Siswa dengan Budaya Sunda di SMA “X” Kota Bandung yang berjanis kelamin perempuan memiliki derajat self-compassion yang rendah.

5.2 Saran

5.2.1 Saran Teoretis

Bagi peneliti lain yang berminat melakukan penelitian lanjutan mengenai self- compassion, disarankan untuk: melakukan pengambilan data dengan metode

kualitatif, hal ini diharapkan dapat membantu peneliti untuk mendapatkan hasil penelitian yang lebih mendalam dan lebih menggambarkan sampel penelitian. Peneliti juga disarankan untuk mempersiapkan data penunjang secara lebih matang, memilih data penunjang yang tepat dan menambah pertanyaan pendalaman. Memodifikasi alat ukur self-compassion sesuai dengan karakteristik sampel penelitian.

5.2.2 Saran Praktis

1. Bagi siswa dengan Budaya Sunda di SMA “X” Kota Bandung yang yang ingin meningkatkan dan memertahankan derajat self-compassion yang dimiliki dapat mencoba untuk mengenali kekurangan dan kelebihan yang dimilikinya serta saling mendiskusikan kekurangan dan kelebihan yang dimiliki dengan teman atau keluarga. Hal ini diharapkan dapat membantu siswa dalam mengenali sumber kritik diri dan memandang kekurangan sebagai hal yang dimiliki oleh semua orang. Siswa juga dapat lebih melibatkan diri dalam kegiatan ekstrakulikuler atau

kegiatan lain sesuai dengan minat yang dimiliki, diharapkan setelah mengikuti kegiatan tersebut siswa dapat memiliki lebih banyak teman untuk bercerita sehingga ketika memiliki masalah atau menghadapi kegagalan ia tidak memikirkan dan merenungkannya secara berlebihan.

2. Bagi guru dan orang tua siswa SMA “X” Kota Bandung yang ingin meningkatkan dan memertahankan derajat self-compassion yang dimiliki siswa dapat melakukan konseling atau diskusi dengan murid-murid dengan berbagi cerita atau sharing mengenai pengalaman tentang kesalahan yang pernah dialami. Diharapkan siswa dapat melihat bahwa bukan hanya dirinya yang pernah melakukan kesalahan dan tidak membesar-besarkan kegagalan yang dialaminya dan dapat segera bangkit dari kegagalan tersebut.

3. Bagi orang tua siswa SMA “X” Kota Bandung yang ingin meningkatkan dan memertahankan derajat self-compassion yang dimiliki oleh anak-anaknya dapat memberikan pujian atau reward ketika anak berbuat baik atau berprestasi, dengan begitu anak akan mengetahui bahwa mereka dapat melakukan pekerjaannya dengan baik dan merasa dihargai. Ketika anak melakukan kesalahan diharapkan orang tua dapat memberikan penjelasan mengenai kesalahan apa yang telah dilakukan sebelum memberikan hukuman, sehingga anak dapat mengetahui dan dapat segera memperbaiki kesalahan yang dilakukan serta tidak mengkritik dirinya sendiri dan merasa gagal.

82

Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR PUSTAKA

Birnie, Kathryn, Speca, Michael, dan Carlson, Linda E. 2010. Exploring Self- Compassion and Empathy In The Context of Mindfulness-Based Stress Reduction (MBSR). Alberta : John Wiley & Sons, ldt.

Berry, Poortinga, Segall, dan Dasen. 1992. Cross-cultural Psychology Research And Applications. Melbourne: Cambridge University Press.

Berry, J.W. 1997. Immigration, Acculturation, and Adaptation, Applied Psychology: An International Review. Ontario : Queen’s University.

Garna, Judistira K. 2008. Budaya Sunda Melintasi Waktu Menantang Masa Depan, 2008. Bandung : Lembaga Penelitian UNPAD.

Koentjaraningrat. 1993. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta : Djambatan.

Neff, Kristin. 2011. Self-Compassion; Stop Beating Yourself and Leave Insecurity Behind. New York : Harper Collins Publishers.

___________. 2012. The Science of Self-compassion. In C.Germer & Siegel (Eds.), Compassion and Wisdom in Psychoteraphy (pp. 79-92). New York : Guilgord Press.

Neff, Kristin dan McGehee. 2010. Self-Compassion and Psychological Resilience Among Adolescents and Young Adult. In Self and Identity Texas : Psychology Press.

Narbuko, Cholid dan Achmadi, 2011. Metodologi Penelitian. Jakarta : PT. Bumi Aksara.

Santrock, John W., 2003. Adolescence; Perkembangan Remaja. Jakarta : Erlangga.

________________., 2012. Life-span Developement:Perkembangan Masa Hidup, Edisi ke-13 Jilid I. Jakarta : Erlangga.

Soehartono, Irawanto. 2011. Metode Penelitian Sosial: Suatu Penelitian Bidang Kesejahteraan Sosial dan Ilmu Sosial Lainnya, Cetakan VIII. Bandung : Rosda.

Sovari, Vici. 2012. Penelitian Deskriptif Terhadap Peserta Didik Kelas X SMA Yayasan Atikan Sunda Kota Bandung Tahun Ajaran 2011/2012. Skripsi. Bandung : Program Bimbingan Pribadi Sosial Berbasis Nilai Budaya Sunda Universitas Pendidikan Indonesia.

Warnaen, Suwarsih, dkk, 1987. Pandangan Hidup Orang Sunda Seperti Tercermin Dalam Tradisi dan Sastra Sunda. Bandung : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

84

Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR RUJUKAN

2009. Pedoman Skripsi Sarjana Edisi Revisi III. Bandung : Fakultas Psikologi Maranatha.

Kompasiana. Nrimo Ing Pandum. (Online).

<http://sosbud.kompasiana.com/2010/04/22/nrimo-ing-pandum- 124246.html>, [Diakses 19 Oktober 2013].

Neff, K. 2009. Test Your Self-compassion Level <http://self-compassion.org/test- your-self-compassion-level.html>, [Diakses 19 Desember 2012].

Pikiran Rakyat. 3 Juni 2008. Penggunaan Bahasa Sunda Berkurang. (Online). <http://www.pikiran-rakyat.com/node/72606>, [Diakses 9 Januari 2013].

Tribun Jabar. Jumat, 14 September 2012. Mulok Bahasa Sunda Diusulkan Jadi Budaya Sunda. (Online). <http://jabar.tribunnews.com/2012/09/14/mulok- bahasa-sunda-diusulkan-jadi-budaya-sunda> ,[Diakses 9 Januari 2013].

Wikipedia, Budaya Sunda. (Online)

<http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya_Sunda>, [Diakses 25 Desember 2012].

Wikipedia. Kota Bandung. (Online). <id.wikipedia.org/wiki/Kota_Bandung>, [Diakses 9 Januari 2013].

Wikipedia, Sopan Santun, (Online).

<id.wikipedia.org/wiki/norma_sopan_santun>, [Diakses 23 Oktober 2013].

Wikipedia, Suku Sunda. (Online). <http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Sunda>, [Diakses 25 Desember 2012].

Dokumen terkait