• Tidak ada hasil yang ditemukan

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran IPA terpadu yang mengakomodasi kecerdasan majemuk dapat menanamkan karakter siswa. Melalui analisis kecerdasan majemuk disimpulkan bahwa mayoritas siswa di kelas memiliki kecerdasan dominan musikal dan kinestetik dengan kecerdasan logis matematis sebagai kecerdasan majemuk dominan yang paling sedikit dimiliki oleh siswa. Siswa secara keseluruhan sudah melakukan aktivitas yang memunculkan kecerdasan majemuk. Aktivitas yang terlaksana paling baik adalah aktivitas yang mengakomodasi kecerdasan naturalistik dan musikal. Dari hasil analisis kecerdasan majemuk dominan dan aktivitas siswa yang memunculkan kecerdasan majemuk, diketahui masih terdapat ketidaksesuaian yang ditunjukkan melalui aktivitas siswa yang memunculkan kecerdasan majemuk pada kecerdasan majemuk dominannya tidak dapat terlaksana seluruhnya.

Dari analisis karakter, pada aspek afektif yang menunjukkan kemunculan karakter diri siswa diperoleh hasil bahwa keseluruhan karakter siswa yang diukur dapat dimunculkan dengan persentase terbesar adalah religius dan terendah rasa ingin tahu dan pada aspek kognitif yang diukur menggunakan tes pertimbangan moral diperoleh bahwa skor C rata-rata siswa berada pada kategori sedang. Selain itu dari hasil analisis ditemukan bahwa kemampuan pertimbangan moral siswa tidak mempengaruhi karakter yang dimunculkan, karena pada beberapa karakter seperti karakter kerja keras, disiplin, jujur dan mandiri pada kelompok kemampuan pertimbangan moral sangat rendah memunculkan karakter dengan persentase yang paling tinggi daripada kelompok kemampuan pertimbangan moral sedang dan tinggi, selain itu berdasarkan hasil uji korelasi produk momen Pearson juga menunjukan bahwa hubungan yang dimiliki antara karakter dan skor C siswa berada pada kategori rendah dan sangat rendah.

Tri Ayu Luthfiani, 2015

ANALISIS KARAKTER DIRI DAN KECERDASAN MAJEMUK

SISWA SEKOLAH DASAR PADA MODEL PEMBELAJARAN IPA TERPADU YANG MENGAKOMODASI KECERDASAN MAJEMUK

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Dengan melakukan analisis terhadap kecerdasan majemuk dan karakter siswa dan mengaitkan antara keduanya, diperoleh hasil bahwa pada kelompok kecerdasan majemuk dominan naturalistik, siswa paling menonjol pada karakter gemar membaca, kelompok kecerdasan majemuk dominan musikal paling menonjol pada karakter religius dan disiplin, kelompok kecerdasan majemuk dominan kinestetik paling menonjol pada karakter religius dan kelompok kecerdasan majemuk dominan intrapersonal paling menonjol pada karakter mandiri. Selain itu karakter mandiri dan religius merupakan karakter menonjol yang paling banyak dimiliki oleh siswa di berbagai kecerdasan dominan. Selain itu ditemukan bahwa kecerdasan dominan siswa dapat mempengaruhi kemampuan pertimbangan moral siswa yang ditunjukan pada kelompok siswa dengan kecerdasan dominan logis matematis memiliki kemampuan pertimbangan moral pada katagori tinggi. Melalui pembelajaran menggunakan model pembelajaran yang mengakomodasi kecerdasan majemuk, siswa sudah dapat memberikan respon positif.

B. Rekomendasi

Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan mengenai pembelajaran menggunakan model pembelajaran terpadu yang mengakomodasi kecerdasan majemuk terdapat beberapa hal yang dapat direkomendasikan antara lain:

1. Model pembelajaran terpadu yang mengakomodasi kecerdasan majemuk dengan tema musim dapat dijadikan salah satu alternatif tema dalam pembelajaran di kelas.

2. Pada kegiatan berkelompok, siswa dapat divariasikan berdasarkan jenis kecerdasan majemuk yang dimilikinya.

3. Aktivitas siswa yang memunculkan kecerdasan majemuk lebih dibuat bervariasi dan sebaiknya disesuaikan dengan kecerdasan majemuk dominan siswa.

4. Selain mengukur kemampuan pertimbangan moral, sebaiknya kegiatan belajar juga diarahkan untuk mengasah kemampuan pertimbangan moral siswa. Kemampuan pertimbangan moral siswa dapat dikembangkan

Tri Ayu Luthfiani, 2015

ANALISIS KARAKTER DIRI DAN KECERDASAN MAJEMUK

SISWA SEKOLAH DASAR PADA MODEL PEMBELAJARAN IPA TERPADU YANG MENGAKOMODASI KECERDASAN MAJEMUK

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

melalui diskusi bersama guru membahas permasalahan moral yang berkembang dimasyarakat.

Tri Ayu Luthfiani, 2015

ANALISIS KARAKTER DIRI DAN KECERDASAN MAJEMUK

SISWA SEKOLAH DASAR PADA MODEL PEMBELAJARAN IPA TERPADU YANG MENGAKOMODASI KECERDASAN MAJEMUK

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR PUSTAKA

Abdi, A., Laei, S., & Ahmadyan, H. (2013). The effect of teaching strategy based on multiple intelligences on student’s academic achievement in science course. Universal Journal of Educational Research, 1(4), hlm. 281-284. Afandi, S. (2014). Astaga, Bocah 9 Tahun dan 2 Kakaknya Lakukan Pencabulan.

[Online]. Diakses dari

http://www.rri.co.id/post/berita/78201/nasional/astaga_bocah_9_tahun_dan_2 _kakaknya_lakukan_pencabulan.html.

Ahmadi, I.K., & Amri, S. (2014). Pengembangan dan model pembelajaran tematik integratif. Jakarta: PT Prestasi Pustakaraya

Alhaddad, i. (2012). Penerapan teori perkembangan mental piaget pada konsep kekekalan panjang. Jurnal Ilmiah Program Studi Matematika STKIP Siliwangi Bandung, 1(1). hlm. 31-44.

Aqib, Z. (2011). Panduan dan aplikasi pendidikan karekter. Bandung: Yrama Widya

Barstow, D. & Geary, Ed. (2002). Revolution in Earth and Space Science Education [Online]. Diakses dari //www.EarthScienceEdRevolution.org Benninga, J.S., Berkowitz, M.W., Kuehn, P., & Smith, K. (2003). The relationship

of character education implementation and academic achievement in elementary schools. Journal of Research in Character Education, 1(1), hlm. 19–32.

Budiman, N. (2012). Perkembangan peserta didik. Bandung: UPI Press

Budimansyah, D. (2012). Perancangan pembelajaran berbasis karakter. Bandung: Widya Aksara Press.

Budiningsih, C.A. (2004). Pembelajaran moral. Jakarta: Rineka Cipta

Candler, L. (2011). Multiple intelligence survey for kids. [Online]. Diakses dari www.lauracandler.com/free/misurvey

Tri Ayu Luthfiani, 2015

ANALISIS KARAKTER DIRI DAN KECERDASAN MAJEMUK

SISWA SEKOLAH DASAR PADA MODEL PEMBELAJARAN IPA TERPADU YANG MENGAKOMODASI KECERDASAN MAJEMUK

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Davis, K., Christodoulou, J., Seider, S., & Gardner, H. (2012). The Theory of Multiple Intelligences. The Cambridge Handbook of Intelligence, hlm. 485-503.

Gangi, S. (2011). Differentiating instruction using multiple intelligences in the elementary school classroom: a literature review. (Tesis). The Graduate School University of Wisconsin-Stout, Menomonie, WI.

Gardner, H. (1999). The disciplined mind : What all students should understand. New York: Simon & Schuster.

Griggs, L., Barney, S., Sederberg, J.B., Collins, E., & Keith, S. (2009). Varying pedagogy to address student multiple Intelligences. Human Architecture: Journal of the Sociology of Self-Knowledge, 7(1), hlm. 55-60.

Halmien. (2013). Makin berani siswa tenggak minum keras dan pil. [Online]. Diakses dari http://banjarmasin.tribunnews.com/2013/11/08/makin-berani-siswa-tenggak-minum-keras-dan-pil

Handriansyah, H. (2014). Bocah 9 Tahun Cabuli 6 Anak TK. [Online]. Diakses dari http://www.pikiran-rakyat.com/node/280919.

Jasmine, J. (2007). Mengajar dengan metode kecerdasan majemuk. Bandung: Penerbit Nuansa.

Johnson, C. (1994). Howard Gardner: Re-defining Intelligence. Cardinal Principles, 6, (1), 67-69

Kartono. (2011). Efektivitas penilaian diri dan teman sejawat untuk penilaian formatif dan sumatif pada pembelajaran mata kuliah analisis kompleks. Prosiding Seminar Nasional Matematika Universitas Muhammadiyah Surakarta, hlm. 49-59.

Kumaidi & Manfaat, B. (2013). Pengantar metode statistika. Cirebon: Eduvison publishing.

Kumojoyo, A. (2011). Pengaruh pola asuh orang tua terhadap kecerdasan majemuk siswa SD. (Skripsi). UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Kusrahmadi, S.D. (2007). Pentingnya pendidikan moral bagi anak Sekolah Dasar. DinamikaPendidikan, (1), hlm.118-130.

Kustiana. (2003). Penerapan model pembelajaran terpadu untuk meningkatkan keterampilan berpikir dan pemahaman konsep di Sekolah Dasar. (Tesis). Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Kustini, E. (2014). Penerapan model pembelajaran terpadu dengan pendekatan cooperative learning berbasis saintifik untuk meningkatkan hasil belajar IPA di Sekolah Dasar. (Skripsi). Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung. Kuwado, F.J. (2014). Dianiaya Kakak Kelas, Bocah Kelas IV SD di Jakarta Tewas.

[Online]. Diakses dari

http://megapolitan.kompas.com/read/2014/05/04/1140008/Dianiaya.Kakak.K elas.Bocah.Kelas.IV.SD.di.Jakarta.Tewas.

Lickona, T. (2013). Mendidik untuk membentuk karakter: bagaimana sekolah dpat memberikan pendidikan tentang sikap hormat dan bertanggung jawab. Jakarta: Bumi Aksara.

Liliawati, W. (2014). Pengembangan program perkuliahan IPBA terintegrasi yang mengakomodasi kecerdasan majemuk berorientasi penanaman karakter diri dan penguasaan konsep. (Disertasi). Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Lind, G. (2008). The meaning and measurement of moral judgment competence. A dual-aspect model. In: Daniel Fasko, Jr. & Wayne Willis, eds.: Contemporary philosophical and psycho-logical perspectives on moral development and education,hlm. 185-220

Lind, G. (2013). 35 Years of the moral Penilaian Test- Support for dual-aspect theory of moral development. [Online]. Diakses dari http://www.uni-konstanz.de/ag-moral/pdf/Lind-2013_30_years_moral_penilaian_test.pdf Lind, G. (2013). Scoring and Interpreting the Moral Judgment Test (MJT),

Moralisches Urteil-Test (MUT): An Introduction. [Online]. Diakses dari http://www.uni-konstanz.de/ag-moral/mut/mjt-intro.htm

Lumpkin, A. (2008). Teacher as role models teaching character and moral virtues. JOPERD, 79 (2).

Maryatun, I. B. (t.t). Kecerdasan majemuk. [Online]. Diakses dari staff.uny.ac.id/sites/default/files/tmp/MI.pdf

Mubarok, P.P. (2010). Efektivitas konseling kognitif-perilaku dalam mengurangi perilaku mencontek siswa kelas V Sekolah Dasar. (Skripsi). Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Muchlas, S. & Hariyanto. (2012). Pendidikan Karakter : Konsep dan Aplikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Nurgiyantoro, B. (2005). Tahapan perkembangan anak dan pemilihan bacaan sastra anak, Cakrawala Pendidikan, 24(2), Hlm. 197-216

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 67 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. Pusat Kurikulum dan Perbukuan (2010). Kebijakan nasional pembangunan

karakter bangsa tahun 2010-2025. Jakarta: Kementrian Pendidikan Nasional. Pusat Kurikulum dan Perbukuan (2010). Kerangka acuan pendidikan karakter.

Jakarta: Kementrian Pendidikan Nasional.

Pusat Kurikulum dan Perbukuan (2011). Pelaksanaan pendidikan karakter. Jakarta: Kementrian Pendidikan Nasional.

Pusat Kurikulum dan Perbukuan (2013). Pendekatan pembelajaran tematik terpadu di Sekolah Dasar. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Rahmi, H. (2012). Kecanduan Internet, Anak Pun Bolos Sekolah. [Online].

Diakses dari

http://teknologi.kompasiana.com/internet/2012/06/12/kecanduan-internet-anak-pun-bolos-sekolah-464059.html

Resmini,N. (2012). Model-model pembelajaran terpadu. [Online]. Diakses dari file.upi.edu/direktori/fpbs/jur._pend._bhs._dan_sastra_indonesia/1967110319 93032-novi_resmini/model_pembelajaran_terpadu.pdf

Rostanti, Q. (2012). 959 pelajar SD DKI Jakarta terjerat narkoba. [Online]. Diakses dari http://www.republika.co.id/berita/menuju-jakarta-1/news/12/05/26/m4mifc-959-pelajar-sd-dki-jakarta-terjerat-narkoba

Runtuwene, L. (2012). Strategi pembelajaran berbasis kecerdasan majemuk untuk pencapaian kompetensi dalam pembelajaran, Pembinaan Guru Dan KKG & MGMP Agama Katolik. Tomohon.

Rustaman, N.Y., Liliawati, W., Rustaman, A., & Kusumah, R.D. (2014). Model pembelajaran IPBA terintegrasi yang mengakomodasi kecerdasan majemuk untuk meningkatkan pemahaman konsep dan penanaman karakter siswa sekolah dasar. (Laporan Penelitian). Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Septiyaningsih. (2013). Kawasan permakaman jadi favorit tempat merokok. [Online]. Diakses dari http://www.solopos.com/2013/06/04/siswa-sd-merokok-kawasan-permakaman-jadi-favorit-tempat-merokok-412512

Soebijoto. (2012). Tawuran Sudah Merembet ke Siswa SD. [Online]. Diakses dari http://regional.kompas.com/read/2012/03/07/10470286/Tawuran.Sudah.Mere mbet.ke.Siswa.SD%20diakses%20tanggal%205%20Oktober%202012. Sugiyanto. (t.t.). Karakteristik anak usia SD. [online]. Diakses dari

http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/tmp/karakteristik%20siswa%20sd.pdf Sugiyono. (2007). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung:

Alfabeta

Sugiyono. (2011). Metode penelitian kombinasi (mixed methods). Bandung: Alfabeta

Sukayati. (2004). Pembelajaran tematik di SD merupakan terapan dari pembelajaran terpadu, Diklat Instruktur atau Pengembang Matematika SD Jenjang Lanjut. Yogyakarta: Depdiknas.

Sulistyoningsih, M. (2010). Lesson study berbasis KM (kecerdasan majemuk), Seminar Nasional Lesson Study: Upaya Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Melalui Lesson Study (hlm. 87-99). Semarang.

Sumantri, M. & Permana, J. (2011). Strategi Belajar Mengajar. Bandung: CV Maulana

Thompson, W.G. (2002). The effects of character education on student behavior. (Disertasi). East Tennessee State University, Nashville.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005 – 2025.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Warsiti. (2011). Pembentukan karakter siswa Sekolah Dasar melalui pembelajaran IPA, Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi Universitas Sebelas Maret Surakarta (hlm. 384-387). Solo.

Wuryandani, W., Maftuh, B., Sapriya & Budimansyah, D. (2014). Pendidikan karakter disiplin di Sekolah Dasar. Cakrawala Pendidikan, 33(2), hlm. 286-295.

Xie, J.C. & Lin, R.L. (2009). Research on multiple intelligences teaching and assessment. Asian Journal of Management and Humanity Sciences, 4(2-3), hlm. 106-124.

Yaumi, M. (2012). Pembelajaran berbasis multiple intelligences. Jakarta: Dian Rakyat

Zubaidah, N. (2013). 68 persen siswa SD sudah akses konten pornografi. [Online]. Diakses dari http://nasional.sindonews.com/read/801494/15/68-persen-siswa-sd-sudah-akses-konten-pornografi-1383484034

Zulfithratani, N. (2013). Peningkatan aktivitas belajar melalui pembelajaran tematik. Pontianak: Universitas Tanjungpura.

Zulnuraini. (2012). Pendidikan Karakter: Konsep, Implementasi Dan Pengembangannya di Sekolah Dasar di Kota Palu. Jurnal DIKDAS, 1(1).

Dokumen terkait