• Tidak ada hasil yang ditemukan

A.Simpulan

Peningkatan keterampilan proses sains siswa dengan menerapkan model guided inquiry lebih tinggi dan berbeda signifikan dibanding siswa yang menerapkan model guided discovery dalam pembelajaran IPA pada tema sumber energi alternatif. Melalui penerapan model guided inquiry, juga lebih dapat meningkatkan keterampilan proses sains pada tiap indikatornya dengan peningkatan tertinggi pada indikator berkomunikasi dan terendah pada indikator menerapkan konsep (mengaplikasi), sedangkan pada model guided discovery peningkatan tertinggi terjadi pada indikator memprediksi dan terendah pada indikator merencanakn percobaan.

Peningkatan kemampuan kognitif siswa dengan menerapkan model guided inquiry juga lebih tinggi dan berbeda signifikan dibanding siswa yang menerapkan model guided discovery dalam pembelajaran IPA pada tema sumber energi alternatif. Melalui penerapan model guided inquiry, juga lebih dapat meningkatkan kemampuan kognitif siswa pada tiap level kognitifnya dengan peningkatan tertinggi pada level C1 (mengingat) dan terendah pada level C6

(mencipta), sedangkan pada model guided discovery peningkatan tertinggi terjadi pada level C1 (mengingat) dan terendah pada level C4 (menganalisis).

Secara keseluruhan siswa memberikan tanggapan serta respon positif ketika mereka mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model guided inquiry mulai dari indikator keterbaruan model pembelajaran yang digunakan, kesenangan dalam mengikuti pembelajaran dengan model tersebut, tanggapan terhadap kegiatan kelompok, hingga keinginan untuk menggunakan kembali model yang sama dalam pembelajaran berikutnya.

Syafrilianto, 2015

PENERAPAN MODEL GUIDED INQUIRY DAN GUIDED DISCOVERY UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA SMP PADA TEMA SUMBER ENERGI ALTERNATIF

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu B.Implikasi

1. Implikasi teoritis

Secara teoritis, penelitian yang dilakukan dengan menerapkan model guided inquiry dan guided discovery memberikan implikasi terhadap adanya gagasan alternatif dan bukti empirik tentang model pembelajaran yang dapat melatihkan dan mengembangkan keterampilan proses sains serta dapat meningkatkan kemampuan kognitif siswa. Hal ini dibuktikan dengan temuan penelitian yang menyimpulkan bahwa model guided inquiry lebih dapat meningkatkan keterampilan proses sains dan kemampuan kognitif siswa dibandingkan dengan model guided discovery. Selain itu, hasil penelitian ini juga menguatkan temuan dan hasil penelitian sebelumnya tentang pembelajaran inkuiri untuk meningkatkan keterampilan proses sains dan kemampuan kognitif siswa. 2. Implikasi praktis

Penelitian ini memberikan implikasi secara praktis terutama bagi pendidik IPA karena model guided inquiry dapat dijadikan sebagai salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan di sekolah. Melalui penerapan model guided inquiry, pendidik dapat menyediakan pembelajaran bagi siswa dalam mengembangkan potensi dan kemampuan yang mereka miliki khususnya keterampilan proses sains dan kemampuan kognitifnya. Selain itu, model guided inquiry juga dapat menjadikan siswa lebih termotivasi dalam mengikuti pembelajaran karena memberikan pengalaman yang baru bagi mereka baik dari segi model pembelajaran yang digunakan maupun dari segi kegiatan kelompok ketika mengikuti pembelajaran.

C.Rekomendasi

Berdasarkan temuan, pembahasan serta kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini, maka dapat dirumuskan beberapa rekomendasi yang ditujukan kepada:

Syafrilianto, 2015

PENERAPAN MODEL GUIDED INQUIRY DAN GUIDED DISCOVERY UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA SMP PADA TEMA SUMBER ENERGI ALTERNATIF

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu rujukan bagi pendidik untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran IPA di sekolah sehingga dapat memfasilitasi siswa dalam mengembangkan potensi dan kemampuan yang mereka miliki khususnya keterampilan proses sains dan kemampuan kognitifnya. Salah satunya dengan menerapakan model guided inquiry karena memiliki karakteristik dalam mengembangkan keterampilan dan kemampuan siswa yang terkandung dalam tiap tahapan pembelajarannya, seperti adanya proses menemukan dan menyelidiki masalah, menyusun hipotesis, merencanakan eksperimen, mengumpulkan data, dan menarik kesimpulan hasil pemecahan masalah.

2. Peneliti

Penelitian ini dapat dijadikan sebagai panduan bagi peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian yang lebih baik tentang pembelajaran berbasis inkuiri. Misalnya memadukan model guided inquiry dengan strategi belajar yang cocok diterapkan pada siswa SMP sehingga lebih dapat meningkatkan keterampilan proses sains dan kemampuan kognitif mereka. Di samping itu, pemilihan tema yang tepat juga perlu diperhatikan agar memuat konsep-konsep terpadu yang sesuai bagi subjek penelitian, misalnya dalam penelitian ini tema baterai buah yang mengandung konsep listrik dianggap sedikit sulit dipelajari oleh siswa kelas VII. Hal ini disebabkan karena konsep listrik baru diajarkan pada siswa kelas IX sebagaimana susunan materi pelajaran IPA dalam kurikulum sekolah yang digunakan saat ini. Terkait dengan instrumen penelitian, disarankan untuk menambah jumlah soal serta menyeimbangkan proporsi soal yang mengukur KPS dan kemampuan kognitif agar memperoleh hasil penelitian yang lebih sempurna. Di samping itu, peneliti juga perlu mempertimbangkan untuk melakukan pembiasaan bagi siswa terhadap kegiatan merumuskan masalah dan hipotesis sebelum penerapan model guided inquiry dilaksanakan dalam pembelajaran. Terakhir, untuk meningkatkan motivasi siswa dalam berinkuiri juga perlu memperhatikan isu permasalahan yang diangkat dalam pembelajaran kerena akan menentukan keberhasilan siswa dalam menemukan konsep atau

Syafrilianto, 2015

PENERAPAN MODEL GUIDED INQUIRY DAN GUIDED DISCOVERY UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA SMP PADA TEMA SUMBER ENERGI ALTERNATIF

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

pengetahuan yang lebih bermakna, misalnya pada tema baterai buah mengapa buah dapat menghasilkan listrik hingga bagaimana proses mikroskopik yang terjadi pada buah tersebut. Hal ini tentunya memerlukan usaha yang lebih besar bagi peneliti dalam melakukan pembelajaran yang sedemikian baik sehingga memberikan pengetahuan yang bermakna bagi siswa dalam memecahkan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari.

Syafrilianto, 2015

PENERAPAN MODEL GUIDED INQUIRY DAN GUIDED DISCOVERY UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA SMP PADA TEMA SUMBER ENERGI ALTERNATIF

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR PUSTAKA

Amin, M. (1987). Mengajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan Menggunakan Metode Discovery dan Inkuiri. Jakarta: Depdikbud.

Anderson, L.W., dkk. (2010). Kerangka Landasan untuk Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen. Jogjakarta: Pustaka Pelajar.

Ardianto, D. (2014). Implementasi Pembelajaran Ipa Terpadu Tema Fluida dengan Model Guided Discovery dan PBL untuk Meningkatkan Literasi Sains Siswa SMP. (Tesis). Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Arikunto, S. (2013). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT. Bumi Akasara.

Arikunto, S. (2013). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Basaga, H., et.al. (1994). The Effect Of The Inquiry Teaching Method On Biochemistry And Science Process Skills Achievements. Biochemical Education, 22(1), hlm. 29-32.

Chabalengula, V.W., et.al. (2012). How Pre-service Teachers’ Understand and

Perform Science Process Skills. Eurasia Journal of Mathematics, Science & Technology Education, 8(3), hlm. 167-176.

Coladarci, dkk. (2011). Fundamentals of Statistical Reasoning in Edducation third Edition. Danvers: John Wiley & Sons, Inc.

Creswell, J.W. (2013). Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Jogyakarta: Pustaka Pelajar.

Dahar. (2011). Teori-teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Erlangga.

Dahar. (1985). Kesiapan Guru Mengajar Sains di SD Ditinjau dari Segi Pengembangan KPS. (Disertasi). Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Fraenkel, J.R. dkk. (2012). How To Design And Evaluate Research In Education, 8th Edition. New York: Mc.Graw-Hill.

Furqon. (2004). Statistika Terapan untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Giancoli, D. (2001). Fisika Edisi Kelima Jilid 1(satu) dan 2 (dua). Jakarta: Erlangga.

Hake R, Richard. (1999). Analyzing Change/Gain Score. American Educational Research Association’s Division Measurement and Research

Syafrilianto, 2015

PENERAPAN MODEL GUIDED INQUIRY DAN GUIDED DISCOVERY UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA SMP PADA TEMA SUMBER ENERGI ALTERNATIF

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Methodology. Tersedia di: http://Lists.Asu.Edu/Egi-Bin. [Diakses 17 Januari 2015]

Hendra, D. (2007). Pembuatan Briket Arang dari Campuran Kayu, Bambu, Sabut Kelapa dan Tempurung Kelapa sebagai Sumber Energi Alternatif. (Laporan Penelitian). Pusat Penelitian Hasil Hutan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan, Bogor.

Hosnan, M. (2014). Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21. Bogor: Ghalia Indonesia.

Howe, A.C dan Jones, L. (1993). Engaging Children in Science. New York: Macmillan Publishing Company.

Ilmi, dkk. (2012). Pengaruh Penerapan Metode Pembelajaran Guided Discovery Terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa SMA. (Skripsi). Pendidikan Biologi FKIP, Universitas Negeri Semarang, Semarang.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2013). Buku Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/ MTs Kelas VII . Jakarta: Kemendikbud.

Kumalasari, D. (2015). Pengaruh Model Discovery Learning terhadap Keterampilan Proses Sains dan Hasil Belajar Kognitif Siswa MTs. (Skripsi). Pendidikan Fisika FKIP, Universitas Negeri Jember, Jember. Mirnawati. (2015). Implementasi Model Pembelajaran Discovery untuk

Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Mengembangkan Keterampilan Dasar Bekerja Ilmiah Siswa pada Materi Indera Pengelihatan dan Alat Optik. (Tesis). Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Muhajir & Khatimah, Y.R. (2013). Buku Pedoman Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013. Jakarta: Kemendikbud.

Nurhamidah, D. (2013). Penerapan Pembelajaran Inkuiri Melalui Strategi REACT (Relating, Experiencing, Applying, Cooperating and Transferring) untuk Meningkatkan KPS dan Kemampuan Kognitif Siswa pada Topik Suhu dan Kalor. (Tesis). Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Nuryani, R. (2005). Strategi Belajar Mengajar Biologi. malang: Universitas Negeri Malang.

Nuryani, R. (2007). Keterampilan Proses Sains. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Nworgu, L.N & Otum, V.V. (2013). Effect of Guided Inquiry With Analogy Instructional Strategy on Student Acquisition of Science Process Skills. Journal of Education and Practice, 4(27), hlm. 35-40.

Syafrilianto, 2015

PENERAPAN MODEL GUIDED INQUIRY DAN GUIDED DISCOVERY UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA SMP PADA TEMA SUMBER ENERGI ALTERNATIF

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Pratiwi, P.A.D. (2014). Penerapan Levels of Inquiry untuk meningkatkan Achievement siswa SMP pada Pokok Bahasan Optik. (Skripsi). Jurusan Pendidikan Fisika FPMIPA, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung. Park, D.Y & Logsdon, C. (2013). Effects Of Modeling Instruction On Descriptive Writing And Observational Skills In Middle School. International Journal of Science and Mathematics Education, 4(6), hlm. 1-24.

Prihantoro, L., dkk. (1986). IPA Terpadu. Jakarta: Depdikbud Universitas Terbuka.

Ramli, K. (2013). Keterampilan Proses Sains. Tersedia di: http://kamriantiramli.wordpress.com/2011/03/21/keterampilan-proses-sains/. [Diakses 10 Januari 2015].

Rosiana, I. (2012). Model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis multimedia interaktif dalam meningkatkan kps dan penguasaan konsep induksi elektromagnetik peserta didik SMP. (Tesis). Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Sari, M. (2012). Hakikat Pendidikan Sains/ IPA. Tersedia di: http://kajianipa.wordpress.com/2012/03/28/hakekat-pendidikan-sians/. [Diakses 10 Januari 2015].

Simsek, P & Kabapinar, F. (2010). the Effects Of Inquiry Based Learning On Elementary Students’ Conceptual Understanding Of Matter, Scientific

Process Skills And Science Attitudes. Procedia Social And Behavioral Science 2, 3(170), hlm. 1190-1194.

Sohibun. (2013). Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbasis Laboratorium Mini untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Siswa serta Pengaruhnya Terhadap Sikap Ilmiah Siswa SMP pada Materi Pokok Cahaya. (Tesis). Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Sudrajat, A. (2011). Pembelajaran Inkuiri. Tersedia di: http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2011/09/12/pembelajaran-inkuiri/. [Diakses 25 November 2014].

Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sumarno, A. (2011). Pengertian Kemampuan. Tersedia di: http://elearning. unesa.ac.id/tag/teori-hasil-belajar-gagne-dan-driscoll-dalam-buku-apa. [Diakses 27 November 2014].

Sunarya, Y. (2010). Kimia Dasar Berdasarkan Prinsip-prinsip Kimia Terkini Jilid 1 dan 2. Bandung: Yrama Widya.

Syafrilianto, 2015

PENERAPAN MODEL GUIDED INQUIRY DAN GUIDED DISCOVERY UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA SMP PADA TEMA SUMBER ENERGI ALTERNATIF

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Sund & Trowbridge. (1973). Teaching Science by Inquiry in the Secondary School. Columbus: Charles E. Merill Publishing Company.

Supardi. (2013). Aplikasi Statistika dalam Penelitian Edisi Revisi (Konsep Statistika yang Lebih Komprehensif). Jakarta: Change Publication.

Suparno, P. (2001). Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget. Yogyakarta: Kanisius.

Suryani, N. (2011). Strategi, Metode dan Model Pembelajaran Tersedia di: http://nunuksuryani.staff.fkip.uns.ac.id/files/2013/03/strategi-model-metode.pdf. [Diakses 25 November 2014].

Sutopo & Waldrip, B. (2013). Impact Of A Representational Approach On

Students’ Reasoning And Conceptual Understanding In Learning

Mechanics. International Journal of Science and Mathematics Education, hlm.1-25.

Taruh, E. (2003). Konsep Diri dan Motivasi Berprestasi dalam Kaitannya dengan Kemampuan Fisika. Jurnal Penelitian dan Pendidikan (hlm.15-29) Gorontalo: IKIP Negeri Gorontalo.

Toharudin, U., dkk. (2011). Membangun Literasi Sains Peserta Didik. Bandung: Humaniora.

Trianto. (2014). Model pembelajaran Terpadu: Konsep, Strategi, dan Implementasinya dalam KTSP. Jakarta: PT. Bumi Akasara.

Usman, M.U. (1997). Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT Remaja Rosda Karya.

Wartini. (2014). Penerapan pembelajaran berbasis praktikum melalui inkuiri terbimbing dan verifikasi pada konsep fotosintesis terhadap penguasaan konsep dan kps siswa smp. (Tesis). Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Wenning, Carl. J. (2005). Levels of inquiry: Hierarchies of pedagogical practices and inquiry processes. Journal Physics Teacher Education Online, 2(3), hlm.3-12.

Wenning, Carl. J. (2011). Levels of Inquiry Model of Science Teaching: Learning sequence to lesson plans. Journal Physics Teacher Education Online, 6(2), hlm.17-20.

Dokumen terkait