5.1 Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, peneliti menyimpulkan bahwa: 1. Kondisi bahan ajar yang belum lengkap sangat tepat untuk
dikembangkannya pengembangan bahan ajar modul PPKn materi menganalisis perkembangan demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara karena siswa hanya menggunakan buku paket dalam pembelajaran yang belum mampu mengkonstruksi pengetahuan siswa karena perpustakaan tidak memiliki buku tambahan lain sebagai buku penunjang terutama pada materi demokrasi. Hal tersebut berpotensi untuk lain (1) bahan ajar cetak mudah digunakan siswa dan harganya terjangkau, (2) modul yang dikembangkan dapat menambah referensi buku demokrasi siswa di perpustakaan, (3) minimnya sarana di komputer sekolah berpotensi untuk dikembangkannya bahan ajar cetak, dan (4) siswa lebih mudah menggunakan bahan ajar cetak karena mudah dibawa dan mudah untuk mempelajarinya karena tidak menggunakan jaringan internet.
2. Prosedur pengembangan produk modul PPKn meliputi 1) perencanaan, 2)mendesain produk awal, 3) uji ahli dan revisi, 4) uji coba tahap I,II,III, dan revisi, 5) uji lapangan dan revisi, dan 6) produk operasional. Produk modul yang dihasilkan divalidasi ahli oleh dosen pascasarjana FKIP Universitas Lampung baik ahli media, materi, maupun desain pembelajaran.
3. Produk modul PPKn yang dihasilkan efektif karena rerata hasil belajar siswa yang menggunakan modul 82,4 lebih besar daripada rerata hasil belajar siswa yang tidak menggunakan modul 72.
4. Penggunaan modul PPKn efisien karena waktu yang digunakan pada pembelajaran yang tidak menggunakan modul adalah 3x pertemuan, sedangkan pembelajaran tidak menggunakan modul hanya 2x pertemuan untuk menuntaskan tujuan pembelajaran untuk satu KD dengan nilai efisiensi 1,5 > 1.
5. Kemenarikan modul PPKn dengan skor rata-rata kemenarikan 75% sehingga modul dalam kategori menarik dan mudah dipergunakan siswa dalam belajar.
5.2 Implikasi
Implikasi penelitian ini adalah :
1. Modul PPKn berfungsi sebagai komplemen atau pelengkap bahan ajar yang dimiliki siswa pada materi demokrasi yang dapat meningkatkan wawasan siswa terhadap materi demokrasi sehingga hasil belajar dapat meningkat dan modul mudah untuk dipelajari siswa secara mandiri baik dalam pembelajaran di kelas maupun di rumah sehingga sehingga penggunaan modul dalam pembelajaran lebih efektif.
2. Dengan modul PPKn ini, siswa lebih mudah memahami materi demokrasi karena berisikan petunjuk penggunaan serta dilengkapi dengan gambar-gambar yang berhubungan dengan materi sehingga proses pembelajaran lebih efisien karena memerlukan waktu belajar lebih sedikit dibandingkan pembelajaran yang tidak menggunakan modul.
3. Bagi guru PPKn, modul ini dapat dijadikan untuk menambah wawasan dan sumber belajar dalam melaksanakan pembelajaran di kelas dan mengembangkan profesi guru agar menjadi guru yang lebih profesional lagi.
5.3 Saran
Saran penelitian ini adalah
1. Kepada guru penggunaan modul PPKn dalam pembelajaran klasikal harus memperhatikan sumber bahan ajar yang digunakan siswa. Setiap siswa selayaknya memiliki modul sendiri agar pembelajaran dapat berjalan efisien dan efektif. Hal ini penting untuk mendukung efektivitas modul yang digunakan dalam pembelajaran. Guru juga harus memiliki kemampuan memilih metode pembelajaran yang tepat agar tujuan pembelajaran tercapai. Hal lain yang harus diperhatikan adalah guru harus mampu menjadi fasilitator bagi siswa agar modul dapat dipelajari siswa secara mandiri. Modul juga dapat dijadikan sebagai salah satu unsur pengembangan diri bagi guru yang dapat digunakan dalam kenaikan pangkat.
2. Kepada siswa cara belajar dengan menggunakan modul PPKn pada pembelajaran mandiri ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh siswa. Pertama, sebelum modul digunakan harus diperhatikan petunjuk penggunaannya terlebih dahulu agar soal latihan atau soal tes formatif dapat dijawab dengan benar. Kedua, siswa harus memiliki buku panduan (modul) sendiri dalam pembelajaran. Ketiga, siswa harus rajin membaca sumber lain yang tersedia di perpustakaan untuk menambah wawasan tentang demokrasi.
Pada pembelajaran kelompok, beberapa hal yang harus diperhatikan oleh siswa, pertama siswa harus mampu bekerjasama dengan siswa lain dan menghargai pendapat orang lain dalam proses pembelajaran .
Pada pembelajaran klasikal, hal yang penting untuk diperhatikan oleh siswa adalah harus fokus pada penjelasan yang disampaikan oleh guru, kemudian aktif bertanya terhadap apa yang belum dipahami oleh siswa.
DAFTAR PUSTAKA
Ariesilmiah. 2012. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Artikel diunduh dari http://ariesilmiah.blogspot.com/2012/08/pembelajaran-pendidikan-kewarganegaraan.html diunduh tgl 5 September 2014 Pukul 08:00
Arsyad, Azhar. 2010. Media Pembelajaran. PT Raja Grafindo Persada: Jakarta. Borg, W.R. dan M.D. Gall. 1983. Educational Research an Introduction.
Longman Inc. new York United States of America.
Budiningsih, Asri. 2005. Belajar dan Pembelajaran. Rinekacipta: Jakarta .
Cahyani Alviana. 2014. Pengembangan Bahan Ajar Modul Tutorial Pengolah Kata OpenOffice.org Writer Kelas VIII di Lampung Utara. MTP Unila. Degeng, I N. 2000. Paradigma Baru Pendidikan Memasuki Era Desentralisasi
dan Demokratisasi. Makalah Seminar Regional, di Universitas PGRI Surabaya, 19 April 2000.
Departemen Pendidikan Nasional. 2002. Teknik Belajar dengan Modul. Jakarta: Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah.
DeWitt, D., Siraj, S., & Alias, N. 2014. Collaborative mLearning: A Module for Learning Secondary School Science. Faculty of Education, University of Malaya 50603 Kuala Lumpur: Malaysia.
Dick and Carey. 2008. The Systematic Design of Instuction. Longman: NewYork. Diknas. 2004. Pedoman Umum Pemilihan dan Pemanfaatan Bahan Ajar. Jakarta:
Ditjen Dikdasmenum.
EDST5120.2014. Qualitative Research Methodology: Critical Reading and Inquiry Semester. https://education.arts.unsw.edu.au/media/EDUCFile/1_ EDST5120_Qual_Research_Methodology_S1_2014_NEW.pdf
Miarso, Yusufhadi. 2007. Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
________________. 2013. Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Mustaji. 2008. Pembelajaran Mandiri. Surabaya: Unesa FIP.
Nu’man Soemantri. 2001. Pengajaran Pembelajaran Pendidikan IPS. Bandung:
Remaja.
Nafsiah. 2014. Pengembangan Media Pembelajaran Multimedia Interaktif Materi Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) Kelas X Menggunakan Animasi Flash SMA Di Kabupaten Lampung Bara. MTP Unila.
Prawiradilaga, Dewi Salma dan Eveline Siregar. 2008. Prinsip Disain Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Prawiradilaga. 2008. Mozaik Teknologi Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Prawiradilaga. 2012. Wawasan Teknologi Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Reigeluth, C.M & Chellman, A.C. 2009. Instructional-Design Theories and Models Volume III, Building a Common Knowledge Base. New York: Taylor & Francis.
Sadiman, 2006. Media Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Sharon E. Smaldino, Deborah L.Lowther, James D. Russell. 2011. Instructional Technology & Media for Learning-Teknologi Pembelajaran dan Media untuk Belajar: Edisi Kesembilan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Siregar, Eveline dan Hartini Nara. 2010. Teori Belajar dan Pembelajaran. Bogor:
Ghalia Indonesia.
Supandi. 2010. Karakteristik Pendidikan Kewarganegaraan. Di akses dari http://dodisupandiblog.blogspot.com/2010/05/karakteristik-pendidikan.html pada hari Minggu tanggal 2 Pebruari 2015: 08.00
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Cetakan kesepuluh. Bandung: Alfabeta.
________. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sumarji. 2013. Pengembangan Modul Pembelajaran Model Dick &Carrey pada Mata Pelajaran PPKn untuk Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 5 Lumajang
dan SMP Negeri Klakah. Jurnal. Diambil dari
http://jurnaljp3.wordpress.com/2013/09/02/sumarji-pengembangan-modul
pembelajaran-model-dick-carrey-pada-mata-pelajaran-pkn-untuk-siswa-kelas-viii-di-smp-negeri-5-lumajang-dan-smp-negeri-1-klakah/ diunduh
Sungkono, dkk. 2003. Pengembangan Bahan Ajar. Yogyakarta: FIP UNY
Susanto Hadi dkk. (2005). Pengantar Ilmu Pendidikan. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Pendidikan, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Sutrisno. 2011. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta
Tian Belawati, dkk. 2003. Pengembangan Bahan Ajar . Jakarta: Pusat Penerbitan UT.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Universitas Terbuka. 1997. Panduan Operasional Penulisan Modul. Jakarta: UT Uno, Hamzah B. 2008. Perencanaan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara
Woolfolk, Anita. 2009. Educational Psychology Active Learning Edition (Edisi kesepuluh). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Zamroni. 2007. Pendidikan dan Demokrasi dalam Tradisi. Jakarta: PSAP Muhammadiyah.