BAB V. SIMPULAN DAN SARAN
B. Saran
Berdasarkan simpulan di atas, ada beberapa saran dari penulis yaitu sebagai berikut:
1. Guru dapat menerapkan metode Quantum writingsebagai alternatif pembelajaran menulis karangan narasi di kelas.
2. Guru sebagai pendidik diharapkan mampu menjalankan peranan sebagai fasilitator, organisator, dan motivator bagi siswa sehingga keaktifan siswa dapat terbangun.
3. Diharapkan dapat memberikan sumbangan yang baik pada sekolah tersebut dalam rangka perbaikan proses belajar mengajar di sekolah, untuk lebih diperbaiki dan ditingkatkan dalam hal penggunaan metode. strategi, media, dan sumber bahan oleh guru agar lebih variatif dan kreatif supaya dapat lebih memberdayakan partisipasi siswa.
4. Pembelajaran dengan menggunakan metode Quantum writing dengan langkah PAKH, dapat memunculkan dan mengembangkan kemampuan menulis siswa, sehingga proses belajar menulis lebih praktis dan menyenangkan.
DAFTAR PUSTAKA
Afiyanti, Fifi Sri Ratu. 2014. Penerapan Metode Quantum Writing Dalam Pembelajaran Menulis Karangan Narasi Siswa Sekolah Dasar. Skripsi tidak diterbitkan. Purwakarta: Universitas Pendidikan Indonesia.
Ariani, Shofi. 2014. Peningkatan Kemampuan Menulis Surat Lamaran Pekerjaan Siswa di Kelas XII Jurusan Teknik Fabrikasi Logam (Tfl) SMK Negeri 2 Kota Bengkulu Melalui Metode Quantum Writing. Skripsi tidak diterbitkan. Bengkulu: Universitas Bengkulu.
Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Metode Praktik. Jakarta:
Rineka Cipta.
Armilah. 2015. Implementasi Manajemen Kelas Dalam Efektivitas Belajar Mengajar Bahasa Indonesia Pada Siswa Kelas Ii Sdn 10Ratte Kecamata n Pamboang Kabupaten Majene. Skripsi Tidak diterbitkan. Makassar : Universitas Muhammadiyah Makassar.
Arvianta, Dwi Prasetya. 2013. Peningkatan Keterampilan Menulis Narasi Melalui Model Pembelajaran Kontekstual Pada Siswa Kelas IV SD Negeri Ngawonggo 1 Kabupaten Magelang. Skripsi tidak diterbitkan.Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
Barus, Sanggup. 2010. Pembinaan Kompetensi Menulis. Medan: USU Press.
Cahyani, Isah. 2009. Pembelajaran Bahasa Indonesia. Jakarta: Direktorat Jenderal Pend. Islam Depag RI.
Depdiknas .2001. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta:BalaiPustaka.
DePorter. 2010. Quantum Writer. Bandung: Kaifa.
DePorter, Bobbi dan Mike Hernacki. 2013. Quantum Learning: Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. Bandung: Kaifa Learning.
Fahmi Muhibul, Atmazaki, Ngusman Abdul Manaf. 2014. Peningkatan Keterampilan Menulis Narasi Melalui Model Pembelajaran Langsung Siswa Kelas VII SMP 26 Sarolangun. Jurnal Bahasa, Sastra dan Pembelajaran, 2 (3): 70-78.
Keraf, Gorys. 2010. Argumentasi dan Narasi. Jakarta: Gramedia.
Hernowo. 2016. Quantum writing. Bandung : Kaifa.
Marviyani, Yuadni Dwi. 2015. Peningkatan Keterampilan Menulis Narasi Menggunakan Media Komik Pada Siswa Kelas Va Sd Negeri 1 Pedes
Kecamatan Sedayu Kabupaten Bantul. Skripsi tidak diterbitkan.
Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
Mawarni, Rosdiana. 2015. Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan Narasi Menggunakan Media Film Siswa Kelas III. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 4(15): 1-9.
Nurfauziah. 2014. Pengaruh Penggunaan Strategi PembelajaranAktif Critical Incident Terhadap Hasil Belajar Ips (Ekonomi) Siswa. Skripsi Tidak Diterbitkan. Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.
Nurhayati, Enur. 2010. Pengaruh Penggunaan Metode Quantum Writing Terhadap Kemampuan Menulis Siswa pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Skripsi tidak diterbitkan. Garut: Universitas Garut.
Santoso, Anang. 2013. Materi dan Pembelajaran Bahasa Indonesia. Banten:
Universitas Terbuka.
Slamet, St. Y. 2007. Dasar-Dasar Keterampilan Berbahasa Indonesia. Surakarta:
Universitas Sebelas Maret.
Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Supriyadi. 2006. Pembelajaran Sastra yang Apresiatif dan Integratif di Sekolah Dasar. Jakarta: Depdikbud.
Wicaksono. 2012. Penerapan Strategi Quantum Writing Untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Narasi Siswa Sekolah Dasar. Skripsi tidak diterbitkan. Surabaya: Universitas Surabaya.
Widodo, Urip. 2013. Penerapan Metode Pembelajaran Kolaboratif Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Membaca Gambar. Jurnal Pendidikan, 1(1): 1-9.
Yusi Rosdiana, dkk. 2009. Materi Pokok Bahasa dan Sastra Indonesia di SD.
Jakarta: UniversitasTerbuka.
Lampiran 1
IDENTITAS SISWA KELOMPOK EKSPERIMEN
No. NAMA KELAS JENIS KELAMIN
1. Rielwany lukman V A Laki-Laki
2. Muh.naufal dzaki VA Laki-Laki
3. Akhmad hidayat V A Laki-Laki
4. Mahdi hairi yazdi VA Laki-Laki
5. Muh. Farits alghifari V A Laki-Laki
6. Apriliawan VA Laki-Laki
7. m.syam farel V A Laki-Laki
8. Eko mawandar nur VA Laki-Laki
9. Farel fatanah. S V A Laki-Laki
10. Ahmad dharmawan VA Laki-Laki
11. Andhika saputra V A Laki-Laki
12 A.Nur Aziza VA Perempuan
13. Fika salsabila angraeni V A Perempuan
14. Nur sahra amelia VA Perempuan
15. Dini ariyanti V A Perempuan
16. Putri andini VA Perempuan
17. Jusnaeni V A Perempuan
18. Aurel nurandita putri VA Perempuan
19. Nadia putri V A Perempuan
20. Salsabilah VA Perempuan
21. Dian amalia V A Perempuan
22. Salsabila abidin VA Perempuan
23. Julianti V A Perempuan
24. Kiki anandita VA Perempuan
25. Putri adelia V A Perempuan
Lampiran 2
IDENTITAS SISWA KELOMPOK KONTROL SD NEGERI 7 LETTA BANTAENG
Lampiran 3
13. St.kirania ismayanti V B Perempuan
14. A.Nurazizah Hafisqan V B Perempuan
15. Anggi Angraeni V B Perempuan
Waktu : 2x 35 Menit A. Standar Kompetensi
Menulis
4. Mengungkapkan pikiran, perasaan, informasi, dan pengalaman secara tertulis dalam bentuk karangan, surat undangan, dan dialog tertulis.
B. Kompetensi Dasar
4.1. Menulis karangan berdasarkan pengalaman dengan memperhatikan pilihan kata dan penggunaan ejaan.
C. Indikator
Menyusun kerangka karangan.
Mengembangkan kerangka karangan menjadi karangan yang utuh dan padu serta penggunaan ejaan yang benar.
D. Tujuan Pembelajaran
Melalui langkah PAKH (Pusatkan Pikiran, Atur, Karang, Hebat), siswa dapat menyusun kerangka karangan dengan tepat.
Melalui langkah-langkah PAKH, siswalebih mudahdalam menuangkan ide dan gagasannya menjadi sebuah karangan narasi.
Melalui metode Quantum Writing, siswa dapat Mengembangkan kerangka karangan menjadi karangan yang utuh dan padu dengan penggunaan ejaan yang benar.
E. Materi Pembelajaran
Karangan (terlampir)
F. Metode Pembelajaran - MetodeQuantum Writing
G. Langkah-langkah Pembelajaran :
No Tahapan Kegiatan Waktu
1. Kegiatan Awal
15 menit - Memberi salam dan berdoa secara bersama-sama.
- Absensi.
- Guru mengkondisikan kelas untuk siap belajar.
- Guru memberi apersepsi.
- Guru menjelaskan tentang karangan narasi dan cara men
- ulis karangan berdasarkan pengalaman.
- Guru menyajikan contoh karangan narasi tentang pengalaman.
- Guru menjelaskan cara menulis karangan narasi dengan langkah PAKH (Pusatkan Pikiran, Atur, Karang, Hebat)
Elaborasi
- Siswa menentukan judul karangan yang akan ditulis (sesuai dengan pengalaman yang pernah dialami)
- Guru membimbing siswa untuk memusatkan pikiran dengan berkonsentrasi memikirkan hal apa saja yang hendak ditulis (langkah 1)
- Ide yang telah digambarkan siswa kemudian diatur dan dibuat poin-poin utama dalam bentuk peta pikiran dan sebuah kerangka tulisan. (langkah 2) - Siswa mengembangkan kerangka karangan menjadi
sebuah karangan. (langkah 3)
- Siswa memperbaiki dan mengedit tulisan.
(langkah4) Konfirmasi
- Siswa mempertegas langkah-langkah menulis karangan.
3 Kegiatan Penutup
15 menit - Siswa bersama guru menyimpulkan hasil
pembelajaran.
- Guru melakukan refleksi dengan memberikan tanggapan apa yang tadi kurang dan memancing siswa tentang hal apa yang perlu diperbaiki pada pertemuan yang akan datang.
- Berdoa bersama dan menutup pelajaran.
H. Media dan Sumber Belajar
Teks contoh karangan narasi.
Umri Nur’aini & Indriyani. 2008. Bahasa Indonesia Untuk SD dan MI Kelas V. Halaman 35 – 37. Penerbit : Depdiknas.
Edi Warsidi & Farik. 2008. Bahasa Indonesia Membuatku Cerdas 5.
Halaman 14-16. Penerbit : Depdiknas.
MATERI AJAR A. Karangan
Karangan adalah bentuk tulisan yang mengungkapkan pikiran dan perasaan pengarang dalam satu kesatuan tema yang utuh. Karangan diartikan pula dengan rangkaian hasil pemikiran atau ungkapan perasaan ke dalam bentuk tulisan yang teratur.
B. Narasi
Narasi yaitu suatu bentuk karangan yang berusaha menciptakan, mengisahkan suatu peristiwa tentang tindak-tanduk perbuatan atau pengalaman manusia dalam suatu urutan waktu.
C. Langkah-langkah Menulis Karangan Narasi dengan metode Quantum Writing
1) Pusatkan Pikiran
Sebelum siswa menuliskan sesuatu, quantum writing mengajak siswa untuk memusatkan pikiran dengan berkonsentrasi memikirkan hal apa saja yang hendak ditulis. Ini dapat dibantu dengan melihat, mengatakan dan menggambarkan sesuatu yang berkaitan dengan tema yang akan ditulis.
2) Atur
Sebuah ide yang telah digambarkan kemudian diatur dan dibuat poin-poin utama dalam bentuk peta pikiran dan sebuah kerangka tulisan.
3) Karang
Ide yang terus membanjir kemudian ditulis dalam bentuk sebuah karangan tanpa memperhatikan kesalahan. Siswa bebas menuliskan apapun yang ingin mereka tuliskan, dan dibiarkan untuk menulis mengalir sesuai irama hati. Dengan langkah-langkah ini, quantum writing membiarkan otak kanan bebas berekspresi dan berimajinasi.
4) Hebat
Langkah hebat dalam metode ini diterapkan untuk memperbaiki dan mengedit tulisan, pada langkah inilah otak kiri sebagai editor dibiarkan menjelajahi bait demi bait tulisan yang dianggap kurang tepat.
SOAL
1. Tulislah sebuah karangan narasi tentang peristiwa atau pengalaman menyenangkan yang pernah kamu alami dengan menggunakan sistem PAKH!
KRITERIA PENILAIAN - Tema sesuai denganisisulit
untukdipahami
Baik 4
- Tema kurang sesuai dengan isi Cukup 3 - Tidak sesuai denganisi Kurang 2 Tokoh - Tokoh terdapat secara jelasdan
terperinci
- Tokoh tidak terdapat secarajelas
Cukup 2
- Tidak terdapattokoh Kurang 1 Latar
tempat
- Latar tempat terdapat secara jelas danterperinci
Sangat baik
4
4 - Latar tempat terdapat secara
jelas tetapi tidakterperinci
Baik 3
- Latar tempat tidak terdapatsecarajelas
Cukup 2
- Tidak terdapat latartempat Kurang 1 Latar
waktu
- Latar waktu terdapat secarajelas danterperinci
Sangat baik
4
4 - Latar waktu terdapat secarajelas
tetapi tidakterperinci
Baik 3
- Latar waktu tidak terdapatsecarajelas
Cukup 2
- Tidak terdapat latarwaktu Kurang 1 Alur - Cerita runtut danjelas Sangat
baik
8
- Cerita kurang runtut tapijelas Baik 6 8 - Cerita kurang runtut
dankurangjelas
Cukup 4
- Cerita tidak runtut dan sulit dipahami
Kurang 2
Aspek Sub Aspek kriteria skor Skor cerita dan mudah dipahami
Sangat
- Pengembangan isi gagasan kurang tetapi sesuaitopik.
Cukup 10 - Pengembangan isi gagasan tidak
sesuai topik dan sulit dipahami
Kurang 5 Organisasi
Isi
- Organisasi isi runtut danjelas Sangat baik
10 10 - Organisasi isi runtut tetapi kurang
jelas
Baik 8
- Organisasi isi kurang runtut dan kurangjelas
Cukup 5
- Organisasi isi tidakruntutdan tidakjelas
Kurang 2 Struktur
tata bahasa
- Struktur tata bahasa efektifdan mudahdipahami.
Sangat baik
10 10 - Struktur tata bahasa kurangefektif
tetapi dapatdipahami.
- Penggunaan dan pembentukan kata kadang- kadang kurang tepat tetapi tidakmengganggu.
Baik 11
- Penggunaandan pembentukan kata sering terjadi kesalahan sehingga dapat merusakmakna.
Cukup 7
- Penggunaan dan
pembentukan kata banyak yang tidak sesuai aturan sehingga sulit untuk dinilai.
Kurang 3
Aspek Sub Aspek kriteria skor Skor
- Terdapat sedikit kesalahan penulisan ejaan dan tanda baca tetapi tidak
mengaburkanmakna
15
- Sering terjadi kesalahan penulisan ejaan dan tanda baca sehingga makna menjadi membingungkan
10
- Terdapat banyak kesalahan penulisan ejaan dan tanda baca sehingga sulit dipahami atau
Untuk siswa yang tidak memenuhi syarat penilaian KKM maka diadakan Remedial.Bantaeng, 2018
Guru Kelas V.A Mahasiswa P2K
HASNAWIYAH, S.Pd.SD ENRI ANSARI
NIP. 19640619 198306 2 004 NIM. 10540904814 Mengetahui,
Kepala Sekolah
Hj.ROSBIAH, S.Pd
NIP. 19631204 198411 2 003
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
Sekolah : SD NEGERI 7 LETTA Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas / Semester : V.B / II
Waktu : 2x 35 Menit I. Standar Kompetensi
Menulis
4. Mengungkapkan pikiran, perasaan, informasi, dan pengalaman secara tertulis dalam bentuk karangan, surat undangan, dan dialog tertulis.
J. Kompetensi Dasar
4.1. Menulis karangan berdasarkan pengalaman dengan memperhatikan pilihan kata dan penggunaan ejaan.
K. Indikator
Menyusun kerangka karangan.
Mengembangkan kerangka karangan menjadi karangan yang utuh dan padu serta penggunaan ejaan yang benar.
L. Tujuan Pembelajaran
Melalui penjelasan guru, siswa dapat menyusun kerangka karangan dengan tepat.
Melalui tanya jawab, siswa dapat mengajukan pendapat mengenai penyusunan kerangka karangan dengan sopan.
Melalui metode ceramah, siswa dapat mengembangkan kerangka karangan dengan tepat.
M. Materi Pembelajaran
Karangan (terlampir) N. Metode Pembelajaran
- Ceramah, tanya jawab, demonstrasi, penugasan.
O. Langkah-langkah Pembelajaran :
No Tahapan Kegiatan Waktu
1. Kegiatan Awal
15 menit - Memberi salam dan berdoa secara
bersama-sama.
- Absensi.
- Guru mengkondisikan kelas untuk siap belajar.
- Guru memberi apersepsi.
- Guru mengajak siswa mengingat pengalaman yang pernah dialami oleh siswa.
- Guru menjelaskan cara menulis karangan karangan disertai pemberian judul yang sesuai.
- Siswa mengembangkan kerangka karangan yang telah dibuat menjadi sebuah karangan yang utuh.
Konfirmasi
- Siswa mempertegas langkah-langkah menulis karangan.
3 Kegiatan Penutup
15 menit - Siswa bersama guru menyimpulkan hasil
pembelajaran.
- Guru melakukan refleksi dengan memberikan tanggapan apa yang tadi kurang dan memancing siswa tentang hal apa yang perlu diperbaiki pada pertemuan yang akan datang.
- Guru memberi tindak lanjut.
- Berdoa bersama dan menutup pelajaran.
P. Media dan Sumber Belajar
Teks contoh karangan
Umri Nur’aini & Indriyani. 2008. Bahasa Indonesia Untuk SD dan MI Kelas V. Halaman 35 – 37. Penerbit : Depdiknas.
Edi Warsidi & Farik. 2008. Bahasa Indonesia Membuatku Cerdas 5.
Halaman 14-16. Penerbit : Depdiknas.
MATERI AJAR D. Karangan
Karangan adalah bentuk tulisan yang mengungkapkan pikiran dan perasaan pengarang dalam satu kesatuan tema yang utuh. Karangan diartikan pula dengan rangkaian hasil pemikiran atau ungkapan perasaan ke dalam bentuk tulisan yang teratur.
E. Kerangka Karangan
Hasil rangkaian (susunan) kerangka karangan adalah rencana kerja, yang memuat garis besar suatu karangan. Manfaat dari suatu kerangka karangan adalah:
1. Memudahkan penyusunan karangan sehingga karangan menjadi lebih sistematis dan teratur.
2. Memudahkan penempatan antara bagian karangan yang penting dengan yang tidak penting.
3. Menghindari timbulnya pengulangan bahasa.
4. Membantu pengumpulan data dan sumber-sumber yang diperlukan.
F. Langkah-langkah Menulis Karangan 1. Menentukan tema.
Tema adalah sesuatu yang menjadi dasar cerita. Tema selalu berkaitan dengan berbagai pengalaman kehidupan, seperti masalah kesehatan, pariwisata, kesenian, religi, kesedihan, cinta, kasih sayang. Dalam hal tertentu, tema sering disinonimkan dengan ide atau tujuan utama cerita.
2. Membuat kerangka karangan.
Membuat kerangka karangan adalah membuat garis besar karangan yang akan ditulis.
3. Menentukan judul.
4. Mengembangkan paragraf kerangka karangan.
SOAL
1. Tulislah sebuah karangan narasi tentang peristiwa atau pengalaman menyenangkan yang pernah kamu alami!
Kriteria Penilaian - Tema sesuai denganisisulit
untukdipahami
Baik 4
- Tema kurang sesuai dengan isi Cukup 3 - Tidak sesuai denganisi Kurang 2 Tokoh - Tokoh terdapat secara jelasdan
terperinci
- Tokoh tidak terdapat secarajelas
Cukup 2
- Tidak terdapattokoh Kurang 1 Latar
tempat
- Latar tempat terdapat secara jelas danterperinci
Sangat baik
4
4 - Latar tempat terdapat secara
jelas tetapi tidakterperinci
Baik 3
- Latar tempat tidak terdapatsecarajelas
Cukup 2
- Tidak terdapat latartempat Kurang 1 Latar
waktu
- Latar waktu terdapat secarajelas danterperinci
Sangat baik
4
4 - Latar waktu terdapat secarajelas
tetapi tidakterperinci
Baik 3
- Latar waktu tidak terdapatsecarajelas
Cukup 2
- Tidak terdapat latarwaktu Kurang 1 Alur - Cerita runtut danjelas Sangat
baik
8
- Cerita kurang runtut tapijelas Baik 6 8 - Cerita kurang runtut
dankurangjelas
Cukup 4
- Cerita tidak runtut dan sulit dipahami
Kurang 2
Aspek Sub Aspek kriteria skor Skor cerita dan mudah dipahami
Sangat
- Pengembangan isi gagasan kurang tetapi sesuaitopik.
Cukup 10 - Pengembangan isi gagasan tidak
sesuai topik dan sulit dipahami
Kurang 5 Organisasi
Isi
- Organisasi isi runtut danjelas Sangat baik
10 10 - Organisasi isi runtut tetapi kurang
jelas
Baik 8
- Organisasi isi kurang runtut dan kurangjelas
Cukup 5
- Organisasi isi tidakruntutdan tidakjelas
Kurang 2 Struktur
tata bahasa
- Struktur tata bahasa efektifdan mudahdipahami.
Sangat baik
10 10 - Struktur tata bahasa kurangefektif
tetapi dapatdipahami.
- Penggunaan dan pembentukan kata kadang- kadang kurang tepat tetapi tidakmengganggu.
Baik 11
- Penggunaandan pembentukan kata sering terjadi kesalahan sehingga dapat merusakmakna.
Cukup 7
- Penggunaan dan
pembentukan kata banyak yang tidak sesuai aturan sehingga sulit untuk dinilai.
Kurang 3
Aspek Sub Aspek kriteria skor Skor
- Terdapat sedikit kesalahan penulisan ejaan dan tanda baca tetapi tidak
mengaburkanmakna
15
- Sering terjadi kesalahan penulisan ejaan dan tanda baca sehingga makna menjadi membingungkan
10
- Terdapat banyak kesalahan penulisan ejaan dan tanda baca sehingga sulit dipahami atau
Untuk siswa yang tidak memenuhi syarat penilaian KKM maka diadakan Remedial.
Bantaeng, 2018
Guru Kelas V.A Mahasiswa P2K
RISNAWATI, S.Pd. ENRI ANSARI
NIP. 19790722 201111 2 001 NIM. 10540904814 Mengetahui,
Kepala Sekolah
Hj.ROSBIAH, S.Pd
NIP. 19631204 198411 2 003
Lampiran 4
INSTRUMEN TES KETERAMPILAN MENULIS NARASI a. Pengantar
Tes ini dilakukan untuk memenuhi persyaratan dalam mengumpulkan data skripsi oleh peneliti di SD Negeri 7 LettaKabupaten Bantaeng. Tes yang dilakukan tidak ada berkaitan dengan nilai akhir siswa kelas V. Dengan ini, siswa diharapkan mampu mengerjakan tes yang diberikan oleh peneliti dengan baik dan benar. Tes yang dilakukan akan dijamin kerahasiaannya oleh peneliti.
b. Tujuan
Tes ini dilakukan peneliti dengan tujuan untuk mendapatkan hasil nilai dari keterampilan menulis karangan narasi yang dilakukan siswa kelas V SD Negeri 7 Letta, sebagai persyaratan untuk menyelesaikan skripsi sarjana pendidikan (S.Pd).
c. Petunjuk Umum
1) Peneliti membagikan lembar tes unjuk kerja siswa kepada masing-masing siswa.
2) Siswa mengisi identitas diri sebelum mengerjakan soal dan diwajibkan menggunakan pena berwarna hitam.
3) Siswa mulai mengerjakan tes dalam waktu 40 Menit.
d. Petunjuk Khusus
1) Siswa diarahkan untuk mengingat kembali peristiwa atau pengalaman yang pernah dialami agar dapat membuat karangan narasi dengan tema menarik.
2) Siswa menentukan beberapa topik dari tema yang dipilih.
3) Siswa dalam membuat karangan narasi sesuai dengan langkah / sistem PAKH (Pusatkan Pikiran, Atur, Karang, Hebat).
4) Setelah selesai mengerjakan tes lembar kerja siswa yang diberikan, siswa mengumpulkan karangan narasi mereka beserta lembar kerja siswa kepada peneliti dengan rapi.
e. Soal
1) Tulislah sebuah karangan narasi dengan menggunakan sistem PAKH (Pusatkan Pikiran, Atur, Karang, Hebat) dengan baik dan benar!
LEMBAR KERJA SISWA Nama Sekolah : SD Negeri 7 Letta
Mata Pelajaran : Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Alokasi Waktu : 40 Menit
Nama : Kelas : Tema :
Tulislah sebuah karangan narasi tentang peristiwa atau pengalaman menyenangkan yang pernah kamu alami dengan menggunakan sistem PAKH !
Selamat Bekerja
Aspek Sub Aspek Kriteria Skor Skor - Tema sesuai denganisisulit
untukdipahami
Baik 4
- Tema kurang sesuai dengan isi Cukup 3 - Tidak sesuai denganisi Kurang 2 Tokoh - Tokoh terdapat secara jelasdan
terperinci
- Tokoh tidak terdapat secarajelas
Cukup 2
- Tidak terdapattokoh Kurang 1 Latar
tempat
- Latar tempat terdapat secara jelas danterperinci
Sangat baik
4
4 - Latar tempat terdapat secara
jelas tetapi tidakterperinci
Baik 3
- Latar tempat tidak terdapatsecarajelas
Cukup 2
- Tidak terdapat latartempat Kurang 1 Latar
waktu
- Latar waktu terdapat secarajelas danterperinci
Sangat baik
4
4 - Latar waktu terdapat secarajelas
tetapi tidakterperinci
Baik 3
- Latar waktu tidak terdapatsecarajelas
Cukup 2
- Tidak terdapat latarwaktu Kurang 1 Alur - Cerita runtut danjelas Sangat
baik
8
- Cerita kurang runtut tapijelas Baik 6 8 - Cerita kurang runtut
dankurangjelas
Cukup 4
- Cerita tidak runtut dan sulit dipahami
Kurang 2
Aspek Sub Aspek Kriteria skor Skor cerita dan mudah dipahami
Sangat
- Pengembangan isi gagasan kurang tetapi sesuaitopik.
Cukup 10 - Pengembangan isi gagasan tidak
sesuai topik dan sulit dipahami
Kurang 5 Organisasi
Isi
- Organisasi isi runtut danjelas Sangat baik
10 10 - Organisasi isi runtut tetapi kurang
jelas
Baik 8
- Organisasi isi kurang runtut dan kurangjelas
Cukup 5
- Organisasi isi tidakruntutdan tidakjelas
Kurang 2 Struktur
tata bahasa
- Struktur tata bahasa efektifdan mudahdipahami.
Sangat baik
10 10 - Struktur tata bahasa kurangefektif
tetapi dapatdipahami.
- Penggunaan dan pembentukan kata kadang- kadang kurang tepat tetapi tidakmengganggu.
Baik 11
- Penggunaandan pembentukan kata sering terjadi kesalahan sehingga dapat merusakmakna.
Cukup 7
- Penggunaan dan
pembentukan kata banyak yang tidak sesuai aturan sehingga sulit untuk dinilai.
Kurang 3
Aspek Sub Aspek Kriteria skor Skor
- Terdapat sedikit kesalahan penulisan ejaan dan tanda baca tetapi tidak
mengaburkanmakna
15
- Sering terjadi kesalahan penulisan ejaan dan tanda baca sehingga makna menjadi membingungkan
10
- Terdapat banyak kesalahan penulisan ejaan dan tanda baca sehingga sulit dipahami atau tulisan tidak terbaca.
5
Skor total 100
Sumber: Ahmad Rofi’uddin dan Darmiyanti Zuchdi(dalam Arvianta,2013: 123)
Lampiran 5
SKOR POSTTEST MENULIS NARASI KELOMPOK EKSPERIMEN
4. Mahdi hairi yazdi 21 56 77 77 Sedang 5. Muh. Farits
alghifari 22 42 64 64 Kurang
6. Apriliawan 24 60 84 84 Baik
7. m.syam farel 22 53 75 75 Sedang
8. Eko mawandar
nur 23 59 82 82 Baik
9 Farel fatanah. S 23 66 89 89 Baik
10. Ahmad
dharmawan 23 52 75 75 Sedang
11. Andhika saputra 21 61 82 82 Baik
12. A.Nur Aziza 23 57 80 80 baik
13. Fika salsabila
angraeni 23 66 89 89 Baik
14. Nur sahra amelia 25 59 84 84 Baik
15. Dini ariyanti 23 59 82 82 Baik
16. Putri andini 23 70 93 93 Amat baik
17. Jusnaeni 23 66 89 89 Baik
18. Aurel nurandita
putri 23 59 82 82 Baik
19. Nadia putri 20 45 65 65 Kurang
20. Salsabilah 23 57 80 80 Baik
21. Dian amalia 21 54 75 75 Sedang
22. Salsabila abidin 21 56 77 77 Sedang
23. Julianti 24 60 84 84 Baik
24. Kiki anandita 25 68 93 93 Amat Baik
25. Putri adelia 22 62 84 84 Baik
Jumlah 2028 Baik
Rata-rata 81,12 HASIL ANALISIS DATA POSTEST
KELAS EKSPERIMEN
Rentang Skor = Skor Tertinggi – Skor Terendah
= 93- 64
= 4146600 − 4112784 25(24)
= 33816 600
= 56,36
= 𝟕, 𝟓
Lampiran 6
SKOR POSTTEST MENULIS NARASI KELOMPOK KONTROL
10. Fadel Muhammad
17 41 58 58 Kurang
11. m.risal
21 52 73 73 Sedang
12. Muh. Ijlal Muchsin
23 47 70 70 Sedang
13. St.kirania ismayanti
22 52 74 74 Sedang
14. A.Nurazizah Hafisqan
21 52 73 73 Sedang
15. Anggi Angraeni
23 57 80 80 Baik
16. Fitria ayu ramadani 19 41 60 60 Kurang
17. Aura Namira Maryam
23 52 75 75 Sedang
18. Ummu Fauzuah
21 51 72 72 Sedang
19. Dwi Inra Cahyani
20 52 72 72 Sedang
20. Dina Lestari
23 57 80 80 Baik
21. Risma Angraeni
25 61 86 86 Baik
22. Siti Nurazizah
22 56 78 78 Sedang
HASIL ANALISIS DATA POSTEST KELAS KONTROL
Skor Tertinggi = 89
Skor Terendah = 53
Rentang Skor = Skor Tertinggi – Skor Terendah
= 89 - 53
= 36
Nilai Rata-rata (𝑥 )
𝑥 = 𝑛𝑖=1𝑓𝑖 ∙ 𝑥𝑖 𝑓𝑖
𝑛𝑖=1
= 1782
25 = 𝟕𝟏, 𝟐𝟖
Variansi
𝑆2 = 𝑛 𝑘𝑖=1𝑓𝑖∙𝑥𝑖2− ( 𝑘𝑖=1𝑓𝑖∙ 𝑥𝑖)2 𝑛 𝑛 − 1
= 25 129374 − (1782)2 25(25 − 1)
= 3234350 − 3175524 25(24)
= 58826 600
= 98,4
= 𝟗, 𝟗
Lampiran 9
DOKUMENTASI PENELITIAN
RIWAYAT HIDUP
ENRI ANSARI, lahir di Bantaengpada tanggal 19 Maret 1996. Anak kedua dari tiga (3) bersaudara yang merupakan buah kasih sayang dari pasangan Ayahanda Syahrir dengan Ibunda Endasari S.Pd, Penulis menempuh pendidikan dasar di SD Negeri 9 Lemabang 2001 sampai 2007. Pada tahun yang sama penulis pendidikan di SMP Negeri 2Bantaeng dan tamat pada tahun 2010. Pada tahun 2010 penulis melanjutkan pendidikan di SMA 1Bantaeng, hingga akhirnya tamat pada tahun 2013. Kemudian pada tahun 2014 penulis mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar dan terdaftar pada jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Strata 1 (S1) kependidikan. Pada tahun 2018 Penulis menyelesaikan studi dengan menyusun karya ilmiah yang berjudul
“Pengaruh Metode Quantum Writing dalam Pembelajaran Narasi Siswa Kelas V SD Negeri 7 Letta Kabupaten Bantaeng”