Penelitian ini dilakukan terhadap perusahaan yang melakukan IPO di BEI dari tahun 2013 sampai dengan 2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan observasi non partisipan, dengan kriteria penentuan sampel menggunakan purposive sampling, sehingga diperoleh sampel perusahaan sebanyak 102 perusahaan. Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda dan uji asumsi klasik.
Berdasarkan hasil analisis yang telah diuraikan dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan: (1) Reputasi underwriter tidak berpengaruh terhadap underpricing. Hal ini memperlihatkan bahwa tinggi ataupun rendahnya reputasi dari underwriter tidak menentukan tingkat underpricing perusahaan yang melakukan IPO pada tahun 2013-2017. (2) Ukuran perusahaan berpengaruh negatif signifikan terhadap underpricing. Hal ini berarti semakin tinggi ukuran perusahaan, maka semakin rendah tingkat underpricing pada perusahaan yang melakukan IPO pada tahun 2013-2017. (3) Return on equity berpengaruh negatif signifikan terhadap underpricing. Hal ini menunjukkan bahwa meningkatnya return on equity mengakibatkan underpricing semakin rendah pada perusahaan yang melakukan IPO pada tahun 2013-2017.
4755 Penelitian ini memilki keterbatasan, yaitu hanya mencari dan menganalisis bagaimana pengaruh variabel reputasi underwriter, ukuran perusahaan, dan return on equity terhadap fenomena underpricing yang terjadi di Bursa Efek Indonesia, sedangkan sebenarnya masih banyak variabel lain yang dapat digunakan untuk megetahui seberapa besar variabel tersebut mempengaruhi underpricing.
Berdasarkan uraian pada bab-bab sebelumnya, maka saran- saran yang dapat diajukan terkait dengan penelitian adalah dalam pengambilan keputusan investasi pada emiten yang melakukan tahap Initial Public Offering, selain mempertimbangkan return on equity dan besar kecilnya perusahaan yang diproksikan oleh variabel ukuran perusahaan karena terbukti mempunyai pengaruh signifikan terhadap underpricing sesuai dengan, investor juga dapat memperhitungkan variabel-variabel dominan lainnya, seperti return on asset (ROA) yang terdapat dalam laporan keuangan untuk mengetahui prospek perusahaan yang tidak bisa peneliti teliti karena keterbatasan penelitian. Bagi peneliti berikutnya agar menambah variabel lain yang berhubungan dengan rasio-rasio keuangan perusahaan lainnya seperti likuiditas dan solvabilitas, agar hasil dari penelitian ini dapat lebih baik lagi dalam membuktikan hipotesis yang ditetapkan, serta diharapkan agar periode pengamatan diperpanjang dan sampel yang digunakan lebih besar, serta agar hasil penelitian yang didapat nantinya dapat digeneralisasikan.
REFERENSI
Adjasi, C.K.D., Osei, K.A., & Fiawoyife, E.U. (2011). Explaining underpricing of IPOs in frontier markets: Evidence from the Nigeria Stock Exchange. Research in International Business and Finance, 25, 255–265.
4756 Aini, S. N. (2013). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Underpricing Saham pada Perusahaan IPO Di BEI Periode 2007-2011. Jurnal Ilmiah Manajemen, 1(1), 88-102.
Apriliani, K. M. (2015). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Underpricing Ketika Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2008-2012. Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta, 6(1), 1-15.
Arman, A. (2012). Pengaruh Umur dan Ukuran Perusahaan, Reputasi Underwriter, dan Return on equity Terhadap Tingkat Underpricing Saham di Bursa Efek Indonesia, 107-120.
Aryapranata, E. K. & Adityawarman. (2017). Pengaruh Reputasi Auditor, Reputasi Underwriter, dan Persentase Free Float terhadap Tingkat Underpricing pada Initial Public Offering (Studi Empiris pada Perusahaan yang Go public di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2012-2014). Diponegoro Journal of Accounting, 6(2) 1-9.
Asiri, B. K, & Haji, A. J. (2015). The Determinants of IPO Underpricing in the GCC Countries. International Journal of Arts & Sciences, 8(4), 205-218.
Bakar, N. B. A., & Uzaki, K. (2014). The Impact of Underwriter Reputation and Risk Factors on the Degree of Initial Public Offering Underpricing: Evidence from Shariah-Compliant Companies. IAFOR Journal of Business &
Management, 1(1), 1-16.
Brigham, F. E. & Houston, J. F. (2006). Dasar-dasar Manajemen Keuangan Buku 1. Edisi Kesepuluh. Jakarta: Salemba Empat.
Boudriga, A., Slama, B., Sarra & Boulila, N. (2010): What determines IPO Underpricing? Evidence from a Frontier Market, 1-33.
Darmadji, T. & Fakhruddin, H. M. (2012). Pasar Modal di Indonesia Pendekatan Tanya Jawab. Edisi Ketiga. Jakarta: Salemba Empat.
Dewi, K. M. S., Tripalupi, L. E., Haris, I. A. (2017). Pengaruh Return on equity (ROE) dan Earning per Share (EPS) terhadap Underpricing pada Saham Perdana Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2016. E-Journal Ekonomi Jurusan Pendidikan Ekonomi Undiksha, 10(2), 1-10.
Dimovski, W., Philavanh, S., Brooks, R. (2011). Underwriter reputation and underpricing: evidence from the Australian IPO market, 37, 409–426.
Fahmi, Irham. (2012). Manajemen Investasi Teori dan Soal Jawab. Jakarta:
Salemba Empat.
Hastuti, R. T. (2015). Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Fenomena Underpricing Saham Pada Saat IPO di Bursa Efek Indonesia Pada Periode 2008-2013. Jurnal Ekonomi, 20(1), 1-19.
Hermuningsih, S. (2012). Pengantar Pasar Modal Indonesia. Edisi Pertama.
Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
4757 Indriani, S., & Marlia, S. (2014). The Evidence of IPO Underpricing in Indonesia 2009-2013. Review of Integrative Business and Economics Research, 4, 229-316.
Irawan, F.N. (2016). Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Underpricing Saat Initial Public Offering Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010-2014 . Universitas Muhamadiyah Surakarta.
Islam, M. A., Ali, R., & Ahmad, Z. (2012). Does Dual Listing Affect Underpricing of Initial Public Offerings? Evidence from Bangladesh Capital Market.
Economics, Management, and Financial Markets, 7(1), 81–101.
Islam, M. A., Ali, R., & Ahmad, Z. (2010). An Empirical Investigation of the Underpricing of Initial Public Offerings in the Chittagong Stock Exchange, 2(4), 36-46.
Hartono, J. (2013). Teori Portofolio dan Analisis Investasi, Edisi 7. Yogyakarta:
BPFE.
Hartono, J. (2014). Teori Portofolio dan Analisis Investasi, Edisi 9. Yogyakarta:
BPFE.
Jones, T. L. & Mushfiq, U. S. (2010). Endogenous examination of underwriter reputation and IPO returns, Managerial Finance, 36(4), 284-293.
Kartika, G. A. S. K. & Putra, I. M. P. D. (2017). Faktor-Faktor Underpricing Initial Public Offering Di Bursa Efek Indonesia , I’, E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 19, 2205–2233.
Kristiantari, I. D. A. (2013). Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Underpricing Saham pada Penawaran Saham Perdana Di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Humanika, 2(2), 3-109.
Mahatidana M. R. A. & Yunita, I. (2017). An Examination Factors Influencing Underpricing of IPOs in Financial and Manufacturing Industries on The Indonesia Stock Exchange over The Period of 2011-2016. International Journal of Scientific and Research Publications, 7(11), 457-464.
Maolaa, M. (2017). Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Underpricing Pada Saat Penawaran Perdana ( Initial Public Offering ) di Bursa Efek Indonesia, 8(2), 190–203.
Pearlstein, J. (2013). Measures of Issuer and Underwriter Power: Resource Based Tools for Analyzing IPO Underpricing, 7(1), 93-109.
Pratama, E. (2017). Pengaruh Reputasi Underwriter, Ukuran Perusahaan, dan Jenis Industri Terhadap Underpricing Saat Ipo Di Bursa Efek Indonesia (Studi Pada Perusahaan di BEI). E-Jurnal Manajemen Unud, 6(1), 492-520.
Puspita, T. (2011). Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Underpricing Saham Pada Saat Initial Public Offering (Ipo) Di Bursa Efek Indonesia Periode 2005 – 2009. Universitas Diponegoro.
4758 Risqi I. A. & Harto. (2013). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Underpricing Ketika Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia.
Diponegoro Journal of Accounting, 2(3), 1-7.
Rosyidah, L. (2014). Pengaruh Karakteristik Perusahaan, Reputasi Underwriter dan Reputasi Auditor Terhadap Tingkat Underpricing. Jurnal Ilmu Manajemen, 2(3), 965-978
Samsul, M. (2006). Pasar Modal & Manajemen Portofolio. Jakarta: Erlangga.
Sari, A. M., & Isynuwardhana, D. (2015). Analisis Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Underpricing pada Saat Initial Public Offering ( Ipo ) di Bursa Efek Indonesia Periode 2010-2014, 2(2), 1589–1595.
Schenone, C. (2010). The Effect of Banking Relationships on the Firm’s IPO Underpricing, 19(6), 2904-2958.
Sugiyono, (2013). Metode Penelitian Bisnis (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.
Sunariyah. (2011). Pengantar Pengetahuan Pasar Modal. Edisi Keenam.
Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
Tandelilin, E. (2010). Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio. Yogyakarta.
BPFE Yogyakarta
Undang-Undang Pasar Modal Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1995.
Utamaningsih, A., Tandelilin E., Husnan S., & Sartono, R. A. (2013). Asymmetric Information in the IPO Underwriting Process on the Indonesia Stock Exchange: Pricing, Initial Allocation, Underpricing, And Price Stabilization.
Journal of Indonesian Economy and Business, 28(3), 311-321.
Van Heerden, G. & Alagidede, P. (2012). Short run underpricing of initial public offerings (IPOs) in the Johannesburg Stock Exchange (JSE)’, Review of Development Finance. University of Cairo., 2(3–4), 130–138.
Widayani, N. L. U. M. (2013). Tingkat Underpricing Dan Reputasi Underwriter, 4(1), 159-176.
Witjaksono, L. S. (2012). Analisis Faktor-Faktor Keuangan yang Mempengaruhi Fenomena Underpricing pada Perusahaan Sektor Keuangan yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia 2002-2010. Berkala Ilmiah Mahasiswa Akuntansi, 1(1), 33-37.
Wu, Z., & Wan, D. (2014). Does Underwriter Reputation Promote Fair Pricing Behavior in the IPO Process?–Evidence from ChiNext-Listed Firms. The Journal of Applied Business Research, 30(2), 615-624.
Zhou, J., & Lao, L.-J. (2012). Analysis of Influencing Factors of IPO Underpricing in ChiNext. Physics Procedia, 33, 846–851.