• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang telah peneliti lakukan diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Pembelajaran Matematika materi Operasi Hitung Campuran Bilangan Bulat melalui pembelajaran kooperatif tipe think pair share dapat dilaksanakan dengan baik di kelas IV SDN Cibeunying Lembang Bandung Barat, yaitu guru menyampaikan materi tentang bilangan bulat, kemudian guru memberikan kesempatan untuk siswa bertanya apabila ada materi yang belum dipahami. Setelah itu guru membagikan LKS yang berkaitan dengan materi (tahap pemberian masalah). Guru mengkondisikan tiap siswa untuk mengerjakan LKS secara individu dan tiap siswa tidak boleh menyontek (tahap think). Setelah seluruh siswa selesai mengerjakan, guru mengkondisikan siswa agar berpasangan dengan teman sebangkunya untuk mendiskusikan jawaban masing-masing (tahap pair). Setelah itu, guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mempresentasikan jawaban dari hasil diskusi tersebut (tahap share).

2. Pembelajaran kooperatif tipe think pair share dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Cibeunying Lembang Bandung Barat. Peningkatan hasil belajar siswa mata pelajaran Matematika dari siklus I ke siklus II sebesar 18,40 yaitu pada siklus I diperoleh skor 67,05 dan pada siklus II naik menjadi 85,45. Sedangkan persentase ketuntasan klasikal mencapai 70% pada siklus I dan naik menjadi 90% pada siklus II. Selain itu, berdasarkan pengamatan yang dilakukan terhadap sikap siswa, diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe think pair share dapat meningkatkan sikap siswa terhadap proses pembelajaran berupa menampilkan sikap kerja sama dalam diskusi dengan aspek-aspek memberikan pendapat dalam diskusi

64

Novi Ros Santi, 2013

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Matematika Materi Operasi Hitung Campuran Bilangan Bulat

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

kelompok, mendengarkan pendapat dalam diskusi kelompok, menerima pendapat dalam diskusi kelompok, membantu teman memahami materi pelajaran, dan meminta bantuan teman memahami materi pelajaran. Peningkatan sikap siswa secara klasikal terbukti pada peningkatan persentase dari siklus I yang hanya 50% pada kategori baik menjadi 90% pada siklus II.

B. Rekomendasi

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka dapat dikemukakan beberapa rekomendasi sebagai berikut:

1. Bagi guru, pembelajaran kooperatif tipe think pair share dapat diterapkan sebagai salah satu variasi dalam mengajar agar pembelajaran tidak monoton sehingga menciptakan suasana baru dalam proses belajar mengajar dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran Matematika khususnya tentang Bilangan Bulat. Dan pembelajaran kooperatif tipe think

pair share dapat dilaksanakan dengan melibatkan semua siswa agar

berinteraksi secara positif, diawali dari masalah yang diberikan oleh guru (tahap pemberian masalah), usaha siswa menyelesaikan masalah yang diberikan oleh guru (tahap think), berdiskusi dengan pasangan dalam kelompok (tahap pair), dan mempresentasikan hasil diskusi ke seluruh siswa di kelas (tahap share).

2. Bagi sekolah, pembelajaran kooperatif tipe think pair share dapat dijadikan masukan kontributif dan dikembangkan pada mata pelajaran lain selain pelajaran Matematika agar pembelajaran lebih variatif dan dapat mencapai hasil belajar yang maksimal.

3. Bagi peneliti selanjutnya, penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi dan mengembangkan penelitian ini menjadi penelitian dalam wilayah penelitian yang lebih luas.

65 Novi Ros Santi, 2013

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Matematika Materi Operasi Hitung Campuran Bilangan Bulat

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, S. (2002). Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

Azlina, N.A.N. (2010). CETLs: Supporting Collaborative Activities Among

Students and Teachers Through the Use of Think-Pair-Share Techniques. International Journal of Computer Science Issues, 7, 18-29. [online].

Tersedia: (http://ijcsi.org/papers/7-5-18-29.pdf). [3 Maret 2013]. Basrowi, M. (2008). Prosedur Penelitian Tindakan Kelas. Bogor: Ghalia.

Charles, et. al. (1987). How to Evaluate Progress in Problem Solving. Virginia: National Council of Teacher of Mathematic (NCTM).

Dahar, Ratna W. (1996). Teori-teori Belajar. Jakarta: Erlangga.

Departemen Pendidikan Nasional. (2006). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Depdiknas.

Djamarah, Syaiful B. (2002). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta. Ibrahim, M, dkk. (2000). Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: UNESA PRESS. Isjoni. (2013). Cooperative Learning: Efektivitas Pembelajaran Kelompok.

Bandung: Alfabeta.

Iswanto. (2011). Upaya Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Matematika

Siswa Melalui Pendekatan Cooperative Learning Tipe Jig Saw pada Pokok Bahasan Sifat-sifat Bangun Ruang Sederhana. Skripsi pada PGSD

FIP UPI Bandung: Tidak Diterbitkan.

Lie, Anita. (2007). Cooperative Learning: Mempraktikkan Cooperative Learning

di Ruang-ruang Kelas. Jakarta: Grasindo.

Mashudi. (2012). Penerapan Pendidikan Matematika Realistik untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas V pada Mata Pelajaran Matematika Pokok Bahasan Sifat-sifat Bangun Ruang. Skripsi pada PGSD

FIP UPI Bandung: Tidak Diterbitkan.

Nadhifah, Ismun Nisa. (2012). Pengembangan Perangkat Penilaian Afektif dan

Karakter pada Pembelajaran Fisika untuk Sekolah Menengah Atas.

Skripsi pada Pendidikan Fisika UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta: Tidak Diterbitkan.

66

Novi Ros Santi, 2013

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Matematika Materi Operasi Hitung Campuran Bilangan Bulat

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Nurhadi. (2003). Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannnya dalam KBK. Malang: Universitas Negeri Malang PRESS.

Padmono, Y. (2009). Evaluasi Pelajaran. Kebumen: UNS PRESS.

Pitadjeng. (2006). Pembelajaran Matematika yang Menyenangkan. Jakarta: Depdiknas.

Rusman. (2012). Belajar dan Pembelajaran Berbasis Komputer Mengembangkan

Profesionalisme Guru Abad 21. Bandung: Alfabeta.

Ruswandi, et. al. (2007). Metode Penelitian Pendidikan Sekolah Dasar. Bandung: UPI PRESS.

Slameto. (1995). Belajar dan Faktor-faktor yang Memperngaruhinya. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Sudjana, Nana. (1991). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindo.

Sugiarto. (2006). Matematika Sekolah II. Semarang: FMIPA UNNES. Sukayati. (2012). Penelitian Model kemmis dan Mc Taggart. Jurnal

Seputar Pendidikan. [online]. Tersedia: (http://e- jurnalpendidikan.blogspot.com/2012/04/penelitian-tindakan-kelas-model-kemmis.html). [3 Maret 2013].

Suprijono, Agus. (2010). Cooperative Learning: Teori dan Aplikasi Paikem. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Suriasumantri, Jujun S. (2003). Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Sutrisno, Sulis. (2005). Genius Matematika Kelas VI SD. Jakarta: Wahyu Media. Suyitno, Amin. (2004). Dasar-Dasar dan Proses Pembelajaran Matematika I.

Semarang: FMIPA UNNES.

Trianto. (2007). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Prenada Media Group.

W, Johnson D, dan Johnson R. T. (1994). Learning Together and Alone:

Cooperative, Competitive, and Individualistic Learning. Massacussett:

67

Novi Ros Santi, 2013

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Matematika Materi Operasi Hitung Campuran Bilangan Bulat

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Wahab, Azis. (2007). Metode dan Model-model Mengajar IPS. Bandung: Alfabeta.

Dokumen terkait