A. Simpulan
1. Daerah Aliran Sungai (DAS) Way Keteguhan 1 memiliki luas 588 Km2,
sungai yang mengalir pada DAS ini adalah Sungai Way Keteguhan 1
dan Sungai Way Keteguhan 3, yang keduanya bermuara pada Teluk
Lampung. Panjang Sungai Way Keteguhan 1 adalah 6,24 Km dan Way
Keteguhan 3 adalah 5,78 Km.
2. Lokasi pengambilan sampel diletakan pada tiga titik di masing-masing
sungai, yaitu pada hulu Sungai Way Keteguhan 1 (WK 1 hulu), daerah
antara hulu dan hilir Singai Way Keteguhan 1 yang mepunyai potensi
tercemar/Potential Source (WK 1 PS), dan hilir Sungai Way Keteguhan
(WK 1 hilir). Sedangkan pada Sungai Way Keteguhan 3 meliputi daerah
hulu (WK 3 hulu), daerah antara hulu dan hilir Singai Way Keteguhan 3
yang mepunyai potensi tercemar/Potential Source (WK 3 PS), serta pada
daerah hilir (WK3 hilir).
3. Sumber pencemar Sungai Way Keteguhan 1 dari hulu sampai hilir
didominasi oleh daerah pemukiman serta adanya daerah pasar dan
pertokoan pada daerah hilir dan lahan kosong pada daerah hulu.
Sedangkan pada Sungai Way Keteguhan 3, sumber pencemar terbesar
106
adalah daerah pemukiman padat yang terbentang dari hulu menuju hilir
sungai.
4. Berdasarkan hasil analisi Indeks Pencemaran (IP) atau Pollution Index
(PI) Sungai Way Keteguhan 1 termasuk katagori Cemar Ringan
(1≤PI<5) dengan nilai PI tertinggi yaitu 1,976 pada lokasi titik sampling
Way Keteguhan 1 Hilir (WK 1 Hilir. Pada Sungai Way Keteguhan 3,
nilai IP tertinggi sebesar 5,873 dan termasuk kategori Cemar Sedang
(5≤PI<10), semakin tinggi PI maka kualitas air semakin menurun.
5. Berdasarkan hasil analisis dengan DOE-WQI (Water Quality Index),
Sungai Way Keteguhan 1 masuk dalam katagori Tercemar Ringan atau
Kelas III (61≤WQI<80) dengan nilai tertinggi adalah 75,44 terjadi pada lokasi titik sampling Way Keteguhan 1 Hulu (WK 1 Hulu. Pada Sungai
Way Keteguhan 3, nilai WQI tertinggi sebesar 35,72 dan termasuk
kategori Sangat Tercemar (0≤PI<40), Water Quality Index (WQI),
menerangkan bahwa, semakin tinggi nilai WQI maka kualitas air
semakin membaik/meningkat.
6. Tidak terdapat begitu banyak perbedaan terhadap pendiskripsian kualitas
air pada Sungai Way Keteguhan 1 dan Way Keteguhan 3. PI dan WQI
sama-sama menyatakan penurunan kualitas air dari hulu sampai hilir
untuk Sungai Way Keteguhan 1 dengan pendiskripsian cemar ringan
(Pollution Index/PI) dan tercemar ringan (Water Quality Index/WQI),
dan berdasarkan pendiskripsian PI dan WQI, kualitas air pada Sungai
Way Keteguhan 3 adalah cemar sedang (PI) dan tercemar berat (WQI),
Sungai Way Keteguhan 1, baik dari besaran nilai ataupun pendiskripsian
kualitasnya.
7. Usaha untuk menangulangi pencemaran air sungai pada DAS Way
Keteguhan adalah melalui strategi pengendalian pencemaran air yang
meliputi peningkatan inventarisasi dan identifikasi sumber pencemaran
air, peningkatan pengelolaan limbah, penetapan Daya Tampung Beban
Pencemaran, peningkatan pengetahuan dan partisipasi masyarakat dalam
pengelolaan limbah, peningkatan pengawasan terhadap pembuangan air
limbah, serta peningkatan pemantauan kualitas air sungai.
B. Saran
1. Perlunya data kualitas air yang berkesinambungan yang bisa diperoleh
dari hasil investigasi di lapangan oleh instansi pemerintah terkait, untuk
dapat mengevaluasi pencemaran air sungai pada DAS Way Keteguhan,
data tersebut untuk mempermudah dalam penanggulangan pencemaran
dan usaha untuk memitigasi pencemaran di masa yang akan datang.
2. Melakukan manajemen yang baik untuk pengelolaan TPA Bakung,
bukan sekedar memperluas areal TPA, tetapi merubah sistem Open
108
DAFTAR PUSTAKA
Agustiningsih D, Sasongko S,dan Sudarno. 2012. Analisis Kualitas Air dan Beban Pencemaran Berdasarkan Penggunaan Lahan di Sungai Blukar kabupaten Kendal. Pdf
Amneera, Najib N, Rawdhoh S, Yusof M, dan Ragunathan S. 2012. Water Qualitry Index of Perlis River. International Journal of Civil & Environmental Engineering IJCEE-IJENS Vol:13 No:02
Anonim. 1986. Departement Of Environmental (DOE) Water Quality Index Malaysia
Anonim. 2006. Direktorat Kehutanan dan Konservasi Sumberdaya Air. Kajian Model Pengelolaan Daerah Aliran sungai (DAS) Terpadu. [email protected].
Anonim. 2003.Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 115 Tahun 2003 Tentang Pedoman Penentuan Status Mutu air
Anonim. 2011. Laporan Badan Perencanaan Dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bandar Lampung. 2011.
Anonim. 2011.Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandar Lampung 2011.
Anonim. 2001. Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.
Anonim. 2001. Peraturan Pemerintah Nomor 150 Tahun 2001 Tentang Pengendalian Kerusakan Tanah Untuk Produksi Biomassa.
Anonim. 2009. Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Nomor 32 tahun 2009.
Asdak, C. 2002. Hidrologi dan Pengelolaan daerah Aliran Sungai. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.
Azwir. 2006. Analisa Pencemaran Air Sungai Tapung Kiri Oleh Limbah Industri Kelapa Sawit PT. Reputra Masterindo di Kabupaten Kampar. Universitas Diponegoro. Semarang.
Boyd, C. 1998. Water Quality in Ponds for Aquaculture. Alabama Agricultural Experiment Station, Auburn University. California.
Effendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumber daya dan Lingkungan Perairan. Kanisius. Yogyakarta.
Hossain, Sujaul I.M.dan Nasly M.A.. 2013. Water Quality Of Sungai Tunggak Analytical Study. 3rd International Conference on Chemical, Biological and Environment Sciences (ICCEBS'2013) January 8-9, 2013 Kuala Lumpur Malaysia)
Hossain, Sujaul I.M.dan Nasly M.A. 2013. Water Quality Index: an Indicator of Surface Water Pollution in Eastern part of Peninsular. Vol. 2(10), 10-17, Oktober (2013) Res.J.Recent Sciences. Malaysia
Irianto, G. 2006. Pengelolaan Sumberdaya Lahan & Air. Strategi Pendekatan dan Pendayagunaannya. Papas Sinar Sinanti. Jakarta
Karama, S. 1996. Analisis Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Pusat Penelitian tanah dan Agroklimat. Jakarta.
Khalik, W, 2012. Physicochemical analysis on water quality status of Bertam River in Cameron Highlands, J. Mater. Environ. Sci. 4 (4) (2013) 488- 495ISSN : 2028-2508 CODEN: JMESCN Malaysia
Kurniawan, E. 2013. Distributed Hydrologic Model Pada DAS di Bandar Lampung Berbasis Sistem Informasi Geografis. Universitas Lampung.
Linsley, R.K. Terjemahan Djoko Sasongko. 1991. Teknik Sumber Daya Air Jilid 1 dan 2. Erlangga. Yakarta
Marganof. 2007. Model Pengendalian Pencemaran Perairan di Danau Maninjau Sumatera Barat. Institut Pertanian Bogor. Bogor
Nugraha W, Sutrisno E, Hera A. 2012. Simulasi Tata Guna Lahan Terhadap Kualitas Air Sungai dengan Metode Indeks Pencemaran. Pdf
Samia Jahn, A. Water Purification. Maret 2005 http:www.ansinet.org/fulltex/jbs- pdf. http://www.yahoo.com
Sharma, D. 2009. Current Condition of the Yamuna River an Overview of Flow, Pollution Load and Human Use. Pdf
Sugiharto. 2005. Dasar-dasar Pengolahan Air Limbah. Universitas Indonesia Jakarta.
110
Supangat, AB. 2008. Pengaruh Berbagai Penggunaan Lahan Terhadap Kualitas Air Sungai di Kawasan Hutan Pinus di Gombong Kebumen Jawa Tengah.
Suryanegara. 2003. Pengaruh perubahan Penggunaan Lahan terhadap Aliran Permukaan, Sedimen dan Unsur hara. Jurnal Saint dan Teknologi Indonesia Vol.4 dan 5.
Widyaningsih, I. 2008. Pengaruh Perubahan Tata Guna Lahan di Sub DAS Keduang ditinjau dari aspek Hidrologi. Universitas sebelas Maret. Surakarta.
Widyasari, I. 2008. Peran Serta Masyarakat Di Dalam Pengelolaan Limbah Di Kelurahan Jomblang Kota Semarang. Universitas Diponegoro. Semarang.
Yuliastuti, E. 2011. Kajian Kualitas Air Sungai Ngringo Karanganyar Dalam Upaya Pengendalian Pencemaran Air. Universitas Diponegoro. Semarang
Yusniewati, Nugroho DH, Widhyharto DS.2009. Kajian Sosial Ekonomi Pengelolaan IPAL Komunal. Puslitbang Sosial Ekonomi dan Lingkungan Kementrian Pekerjaan Umum Republik Indonesia