A. Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dalam penelitian ini terdapat simpulan, sebagai berikut :
1. Perencanaan pada penyelenggaraan program e-training dilihat dari proses penetapan tujuan program, materi program, media program, strategi program dan evaluasi program sudah berjalan dengan baik.
2. Pelaksanaan pada penyelenggaraan program e-training dilihat dari proses sistem pelaksanaan program e-training, relevansi program e-training, dan kegiatan pembelajaran e-training sudah berjalan dengan baik.
3. Evaluasi pada penyelenggaraan program e-training dilihat dari proses sistem evaluasi program, bentuk evaluasi program, alat evaluasi program, prosedur evaluasi program dan hasil evaluasi program sudah berjalan dengan baik. 4. Penyelenggaraan program e-training efektif dalam meningkatkan kompetensi
pedagogik guru dilihat dari karakteristik usia dibawah 45 tahun dan diatas 45 tahun. Tetapi karakteristik usia diatas 45 tahun lebih besar keefektifanya dibandingkan dengan karakteristik usia dibawah 45 tahun.
5. Penyelenggaraan program e-training efektif dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru dilihat dari karakteristik golongan/kepangkatan guru III A/B dan golongan/kepangkatan guru IV A/B. Tetapi karakteristik golongan/kepangkatan guru III A/B lebih besar keefektifanya dibandingkan dengan karakteristik usia diatas IV A/B.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dirumuskan dalam simpulan di atas, maka penulis mengajukan saran sebagai berikut :
102
Srikandi Ajeng Wardhani,2013
Efektivitas Penyelenggaraan Program E-Training Terhadap Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru (Studi Expost Facto Di Pusat Pengembangan Dan Pemberdayaan Pendidik Dan Tenaga Kependidikan TK Dan PLB)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 1. PPPPTK TK PLB
a. Dalam penyelenggaran program e-training ini lembaga sebaiknya lebih mematangkan strategi pembelajaran, terutama design teknis kegiatan pembelajaran.
b. Dalam proses perencanaan, lembaga sebaiknya melakukan survey terlebih dahulu guna mengetahui sejauh mana kemampuan dasar guru dalam menggunakan komputer. Termasuk kemampuan guru menggunakan internet (email, skype, google, dsb)
c. Lembaga harus memiliki inovasi dan solusi yang tepat untuk meminimalisir ketidak jujuran peserta pelatihan dalam mengisi jawaban soal, seperti melalukan test wawancara melalui teknologi skype atau test performance melalui you tube, dsb.
d. kebijakan/sangsi yang tegas untuk guru yang tidak serius mengikuti e-training, mengingat program e-training di Lembaga PPPPTK TK PLB merupakan kegiatan dalam anggaran negara dalam bidang pendidikan.
2. Tutor
a. Tutor lebih fleksibel terhadap perkembangan sosial media sebagai media belajar atau program pembelajaran.
b. Tutor tidak menilai kemampuan pedagogik guru melalui jawaban soal kuis peserta saja, tetapi juga melihat intensitas waktu belajar peserta dalam membuka web yang tercatat secara sistem dimualai saat login sampai dengan logout.
c. Tutor memberikan akses untuk berdiskusi dengan peserta e-training diluar jam pelatihan melalui account atau situs pribadi sebagai bentuk tambahan layanan.
103
Srikandi Ajeng Wardhani,2013
Efektivitas Penyelenggaraan Program E-Training Terhadap Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru (Studi Expost Facto Di Pusat Pengembangan Dan Pemberdayaan Pendidik Dan Tenaga Kependidikan TK Dan PLB)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
a. Peserta e-training diharapkan mampu mengkontruksikan pengetahuan secara mandiri dengan tutor sebagai fasilitator.
b. Peserta didik harus menerapkan rasa disiplin yang tinggi dalam proses pembelajaran, khususnya mengenai jam belajar saat e-training.
c. Peserta e-training harus aktif dalam menggunakan forum diskusi yang disediakan, baik sharing pengetahuan dengan sesama peserta maupun untuk bertanya pada pengampuh (tutor).
4. Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan
a. Sebagai pengembang kurikulum dan pembelajaran, jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan sebaiknya tidak hanya memfokuskan pada metode pembelajaran tatap muka dalam kelas saja, tetapi juga memberikan pemahaman dan praktek pembelajaran jarak jauh pada proses pembelajaran mahasiswa.
b. Baik jurusan, dosen, alumni, maupun mahasiswa untuk terus bisa berinovasi mengembangkan program pelatihan dalam mengembangkan suatu profesi melalui program pembelajaran jarak jauh berbasis elektronik.
5. Peneliti Selanjutnya
a. Penelitian ini hanya meneliti tentang keefektifan penyelenggaraan program e-training terhadap peningkatan kompetensi pedagogik guru dilihat dari segi perbedaan karakteristik usia, dan pangkat guru saja. Masalah training masih sangat jarang diungkap dalam penelitian, e-learning lebih dulu dikenal dan banyak dikaji sebagai proses pembelajaran jarak jauh. Bagi peneliti yang tertarik mengkaji masalah e-training, perlu kiranya memahami model e-training yang sudah diterapkan sebelumnya pada lembaga, ini harus dilakukan untuk memahami betul design pembelajaran e-training yang baik dan teapt seperti apa.
104 Srikandi Ajeng Wardhani,2013
Efektivitas Penyelenggaraan Program E-Training Terhadap Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru (Studi Expost Facto Di Pusat Pengembangan Dan Pemberdayaan Pendidik Dan Tenaga Kependidikan TK Dan PLB)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR PUSTAKA
Admodiwirjo, Toto. E. (2005). Optimalisasi Perkembangan dan Pengembangan Potensi Untuk Meningktaktan Sumber Daya Manusia Yang Berkualitas. Jakarta: PT. Rajarafindo Persada
Arifin, Zaenal. (2011). Penelitian Pendidikan (Metode dan Paradigma Baru). Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Arikunto, Suharsimi. (2006). Prosedur Penelitian. Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Departemen Pendidikan Nasional. (2004). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia, Pasal 28 ayat (3) butir A , Tentang Standar Nasioanal Pendidikan. Jakarta : Depdiknas.
Departemen Pendidikan Nasional. (2004). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia, Nomor 20, Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta : Depdiknas.
Departemen Pendidikan Nasional. (2005). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 14, Tentang Guru dan Dosen. Jakarta : Depdiknas.
Departemen Pendidikan Nasional. (2007). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia, No. 16 Pasal 31, Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Jakarta : Depdiknas
Effendi, Empy. (2005). E-learning Konsep & Aplikasi. Yogyakarta: C. V. Andi Offset.
Finch, R dan Crunkilton, R. (1999). Pengembangan Kurikulum Pendidikan Teknik Kejuruan. Jakarta: Teacher College Press, N.Y.
Michael G.F. (1991). Makna Baru Perubahan Pendidikan. Jakarta: Teacher College Press, N.Y.
Hamalik, Oemar. (2007). Manajemen Pelatihan Ketenagakerjaan Pendekatan Terpadu (Pengembangan Sumber Daya Manusia). Jakarta: PT. Bumi Aksara.
105
Srikandi Ajeng Wardhani,2013
Efektivitas Penyelenggaraan Program E-Training Terhadap Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru (Studi Expost Facto Di Pusat Pengembangan Dan Pemberdayaan Pendidik Dan Tenaga Kependidikan TK Dan PLB)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Moenir. (1983). Tatalaksana (Menejemen) Perkantoran Dan Penerapanya. Jakarta : Pradya Paramita.
Mulyasa, E. (2008). Standart Kompetensi dan Kompetensi Guru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Moekijat. (2010). Administrasi Kepegawaian Negara. Yogyakarta: Mandar Maju Nasution, Nur. (2010). Manajemen Perubahan. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Purwadarminta W.J.S. (1994). Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka
Popham dan Baker (1992). Teknik Mengajar Secara Sistematis. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Nasution, S. (2000). Teknologi Pendidikan. Bandung: Bumi Aksara
Riduwan. (2012). Belajar Mudah Penelitian untuk Guru-Karyawan dan Peneliti Pemula. Bandung: Alfabeta
Robbins, P.S. (2010). Perilaku Organisasi. Jakarta: Salemba.
Sagala, Syaiful. (2009). Kemampuan Profesional Guru dan Tenaga Kependidikan. Jakarta: Al Fabeta
Sanjaya, Wina. (2008). Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: PT. Fajar interpratama.
Sudjana, Nana. (2007). Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D). Bandung: Alfabeta.
Sunarto dan Hartono. (2006). Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Rineka Cipta Sukardi. (2004). Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta : PT Bumi Aksara. Sumantri. (2009). Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jakarta:
PT. Bumi Aksara.
Suparlan. (2008). Wawasan Pendidikan. Jakarta: Ar Ruzz Media
Suprijanto. (2007). Pendidikan Orang Dewasa (Teori dan Aplikasi). Jakarta: PT. Bumi Aksara.
106
Srikandi Ajeng Wardhani,2013
Efektivitas Penyelenggaraan Program E-Training Terhadap Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru (Studi Expost Facto Di Pusat Pengembangan Dan Pemberdayaan Pendidik Dan Tenaga Kependidikan TK Dan PLB)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu UPI. (2012). Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah. Bandung: UPI.
Yusuf, Syamsu dan Sugandi, Nani. (2011). Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: PT. Rajarafindo Persada