• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Simpulan

Dari hasil analisis yang dilakukan peneliti, dapat diperoleh kesimpulan dari pembelajaran Seni Budaya dengan melihat kompetensi guru Seni Budaya dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013 (studi aspek perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran Seni Budaya di SMP sasaran). Sebagaimana diketahui bahwa kompetensi inti guru menyangkut pada perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran yaitu kompetensi pedagogic dan kompetensi profesional.

Kompetensi pedagogic guru Seni Budaya dalam pembelajaran Seni Budaya di SMP sasaran meliputi penguasaan karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral spiritual, sosial, cultural, emosional, dan intelektual, mengidentifikasi kesulitan belajar peserta didik dalam mata pelajaran Seni Budaya, menerapkan berbagai pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif dalam mata pelajaran Seni Budaya, dan mengembangkan Kurikulum 2013 yang terkait dengan mata pelajaran Seni Budaya. Kompetensi profesional guru Seni Budaya dalam perencanaan pembelajaran Seni Budaya di SMP sasaran diantaranya memahami kompetensi inti dan kompetensi dasar mata pelajaran Seni Budaya, memahami tujuan pembelajaran Seni Budaya, memilih dan mengolah materi pembelajaran Seni Budaya sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik, dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mengembangkan diri.

Upaya guru mengatasi berbagai kesulitan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Seni Budaya dilakukan melalui diskusi dengan teman sejawat/satu profesi, sementara yang menjadi faktor penghambat dalam pembelajaran Seni Budaya diantaranya keterlambatan buku ajar dan pemahaman guru Seni Budaya tentang Kurikulum 2013 yang berdampak pada kompetensi guru dalam mengkaitkan atau menghubungkan mata pelajaran Seni budaya dengan ilmu-ilmu yang relevan yang mendukung mata pelajaran Seni Budaya dengan kata lain kompetensi guru mengenai kedalaman ilmu tentang Seni Budaya dengan

ilmu-107

Anggis Nusantri, 2014

ilmu yang relevan yang dapat mendukung pembelajaran Seni Budaya. Selain kesulitan yang dialami guru Seni Budaya dalam implementasi Kurikulum 2013, kesulitan yang dialami peserta didik yaitu penggunaan media pembelajaran yang mengharapkan setiap peserta didik mempunyai laptop atau computer.

Pembelajaran Seni Budaya di kelas terutama optimalisasi pembelajaran

student centre mulai terlaksana dengan baik pada kurikulum ini. Dalam

pengembangan dan pemahaman Kurikulum 2013 guru berusaha melakukan berbagai upaya agar memahami dan mengimplementasikan Kurikulum 2013 dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran meskipun hasil yang diperoleh belum sepenuhnya berjalan maksimal.

B. Saran

Penelitian mengenai guru, terlebih aspek kompetensi perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran yang diteliti belum banyak dilakukan, sehingga banyak yang belum terbahas yang akan sangat bermanfaat bagi penelitian sejenis dimasa yang akan datang. Berikut saran yang hendak dikemukakan berdasarkan hasil penelitian yang dapat dijadikan bahan telaah dan sumbangan pemikiran, sehingga tidak hanya dijadikan sebagai wacana atau bahan bacaan saja khususnya bagi pihak terkait.

Guru Seni Budaya diharapkan dapat meningkatkan kualitas diri dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran, dengan memahami dan mampu menjabarkan Kurikulum 2013, ini dikarenakan agar tujuan dan kompetensi dasar guru dapat tercapai. Guru Seni Budaya diharapkan dapat lebih menggali potensi diri sebagai tenaga pendidik dan pengajar yang profesional, sehingga mampu memaksimalkan kompetensinya dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran sebagai guru yang profesional dan mempunyai daya saing dalam dunia pendidikan.

Anggis Nusantri, 2014

Kompetensi Guru Seni Budaya Dalam Meingplementasikan Kurikulum 2013

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR PUSTAKA

A. Sumber Buku

Alma, B. (2009). GURU PROFESIONAL (Menguasai Metode dan Terampil

Mengajar). Bandung: ALFABETA, cv.

Ary, et.al., (2010). Introduction to Research in Education 8th Edition.

Belmont: WADSWORTH Cengage.

Creswell, J.W. (2012). Educational Research: Planning, Conducting and

Evaluating Quantitative and Qualitative Research 4th Edition. Boston:

Pearson.

Faturrohman, P. dan Suryana, A. (2012). GURU Profesional. Bandung: PT Refika Aditama.

Fraenkel, J.R., Wallen, N.E., Hyun, H.H. (2012). How to Design and

Evaluate Research in Education. New York: McGraw Hill.

Hatch, J.A. (2002). Doing Qualitative Research in Education Settings. New York: State University of New York Press.

Jaohari, R. (2011). DAMPAK PENERAPAN PELATIHAN HARNESS

TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN POWE (Study Eksperimen pada Atlet Futsal Anggota UKM Futsal Puteri Universitas Pendidikan Indonesia). Skripsi Sarjana S1 pada FPOK UPI Bandung: tidak

diterbitkan.

Kunandar. (2009). Guru Profesonal Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan

Pendidikan (KTSP) dan Skses dalam Sertifikasi Guru. Jakarta: RAJA

GRAFINDO PERSADA.

Majid, A. (2012). Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan Standar

Kompetensi Guru. Badung: PT Remaja Rosdakarya.

Mulyasa. (2008). Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. Bandung: PTRemaja Rosdakarya.

Ruhimat, T., dkk. (2012). KurikulumdanPembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

109

Anggis Nusantri, 2014

Sidik, D. J. (2008). Kompetensi Guru Pendidikan Seni Tari dalam

Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Seni Budaya pada Peserta didik Kelas VII di SMP Negeri 3 Lembang.

Skripsi Sarjana S1 pada FPBS UPI Bandung: tidak diterbitkan.

Sulastati. (2008). Analisis Pencapaian Kompetensi Dasar Pendidikan Seni

Tari Peserta didik Kelas XI di SMA Negeri 1 Margahayu. Skripsi Sarjana

S1 pada FPBS UPI Bandung: tidak diterbitkan.

Sulastri, A. R. (2013). Kompetensi Guru Seni Tari dalam Implementasi

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pada Mata Pelajaran Seni Budaya di Kelas VIII SMP Negeri 1 Gegerbitung. Skripsi Sarjana S1

pada FPBS UPI Bandung: tidak diterbitkan.

Suryosubroto, B.(2002). Proses BelajarMengajar di Sekolah. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Tim Penyusun. (2013). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Bandung : Universitas Pendidikan Indonesia.

Universitas Pendidikan Indonesi. (2012). PEDOMAN PENULISAN KARYA

ILMIAH UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA.Bandung: UPI

Press.

Universitas Pendidikan Indonesi. (2013). PEDOMAN PENULISAN KARYA

ILMIAH UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA.Bandung: UPI

Press.

Usma, M. (2011). MENJADI GURU PROFESIONAL. Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA.

110

Anggis Nusantri, 2014

Kompetensi Guru Seni Budaya Dalam Meingplementasikan Kurikulum 2013

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu B. Daftar Unduhan

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan, dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2012). Kebijakan Pengembangan Profesi Guru: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru Tahun 2012.[Online], 15-16

halaman. Tersedia :

http://Materi-KPPG.pdf. [05 Februari 2013]

Kemendikbud. (2013 a). Uji Publik Kurikulum 2013: Penyederhanaan,

Tematik-Integratif. [online].

Tersedia: http://www.Downloads/Uji Publik Kurikulum 2013 Penyederhanaan, Tematik-Integratif _.htm [02 Desember 2013]

Kemendikbud. (2013 b). Struktur Kurikulum 2013. [online].

Tersedia: http://www. Downloads/Struktur Kurikulum 2013 _.htm [02 Desember 2013]

Kemendikbud. (2013 c). Keberhasilan Kurikulum 2013. [online].

Tersedia: http://www. Downloads/Keberhasilan Kurikulum 2013 _.htm [02 Desember 2013]

Nuryani, W. (2010). Profesionalitas Guru Seni Tari: Antara Harapan dan

Kenyatan.[Online], 2-6 halaman.

Tersedia:

http://PROFESIONALISMEGURU. Dok.2.pdf [16 Februari 2013] Permendiknas. (2013). Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.

[online], 18-22 halaman.

Tersedia: http://Permen16-2007KompetensiGuru.pdf [16 Februari 2013] Tn. (2011). Pengertian Kegiatan Menurut Beberapa Ahli.[Online].

Tersedia: http://www.lepank.com/2012/08/pengertian-kegiatan-menurutbeberapa.html [03 April2013]

Dokumen terkait