• Tidak ada hasil yang ditemukan

C. Pembahasan Umum

V. SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa :

Kadar air daging sapi di TPH Ibu Mul adalah 71,92% dan 71,55%. Total mikroba daging sapi di TPH Ibu Mul adalah 0,67 x105CFU/gram dan 1,2 x105CFU/gram. Kadar air daging sapi di TPH H. Bustomi adalah 74,84% dan 74,43%. Total mikroba daging sapi TPH H. Bustomi adalah 0,46x105CFU/gram dan 5,9 x105CFU/gram. Kadar air daging sapi di TPH H. Udin adalah 74,24% dan 73,14%. Total mikroba daging sapi di TPH H. Udin adalah 4,9x 105CFU/gram dan 0,088x105CFU/gram Kadar air daging sapi di TPH Bapak Ampan adalah 72,22% dan 72,65%. Total mikroba daging sapi di TPH Bapak Ampan adalah 4,4x105CFU/gram 0,075x105CFU/gram. Berdasarkan kadar air dan total mikroba daging sapi di TPH Bandar Lampung masih layak untuk dikonsumsi.

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan kepada pengelolah TPH di Bandar Lampung untuk mengevaluasi atau meninjau kembali terhadap penerapan praktek higienis dan sanitasi pada TPH di Bandar Lampung, supaya kadar air dan pencemaran mikroba daging sapi dapat berkurang.

DAFTAR PUSTAKA

Blakely, J. dan D. H. Bade. 1992. Pengantar Ilmu Peternakan. Penerjemah: B. Srigandono. Cet. ke-2. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Buckle, K. A., R. A. Edwards., G. H. Fleet dan M. Wooton. 1987. Ilmu Pangan. Terjemahan :Purnomo dan Adiono.Universitas Indonesia Press. Jakarta. Djaafar, T.F. dan S. Rahayu. 2007. Cemaran Mikroba pada Produk Pertanian,

Penyakit yang ditimbulkan dan Pencegahannya. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian 26(2): 67−75.

Dhuljaman, M., Sugana, N., Natasasmita, A., dan Lubis , A.R. 1984. Studi Kualitas Karkas Domba Lokal Priangan Berdasarkan jenis Kelamin dan Pengelompokan Bobot Potong Domba dan Kambing Indonesia. Pusat Penelitian dan pengembangan Peternakan. Bogor.

Dwidjoseputre, D. Dr. Prof. 2005. Dasar – Dasar Mikrobologi. PT. Djambatan:

Jakarta.

Fardiaz, S. 1992. Mikrobiologi Pengelolaan Pangan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

_________.1993. Analisa Mikrobiologi Pangan. Raja Grafindo Persada. Jakarta. Forrest, J. C., E. D. Aberle, H. B. Hendrick, M D. Judge, dan R. A. Merkel. 1975.

Principles of Meat Science.W. H. Freeman and Co., San Fransisco.

Forrest S. 1989. Mikrobiologi Pangan. Penerbit Universitas Indonesia. Jakarta. Hafriyanti, Hidayati, dan Elfawati. 2008. Kualitas Daging Sapi dengan Kemasan

Plastik PE (Polyethilen) dan plastik PP (Polypropilen) di Pasar Arengka Pekan Baru. Jurnal Peternakan, 5(1):22-27.

Hamdan,W. 2010. Pencemaran Lingkungan.http://lingkarhayati.wordpress.com/ pencemaran-lingkungan. ( Diakses Tanggal 29 Januari 2013).

Hedrick, H.B. 1994. Principles of Meat Science, 3.ed. Dubuque: Kendall/Hunt Publishing. 354p.

Judge, M. D., E. D. Aberle, J. C. Forrest, H. B. Hedrick, dan R. A. Merkel. 1989. Prnciples of Meat Science. Kendall Hunt Publishing Company, Iowa. USA. Kasmadiharja, H. 2008. Kajian Penyimpanan Sosis, Naget Ayam dan Daging

Ayam Berbumbu dalam Kemasan Polipropilen Rigid. Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Kementrian Pertanian Republik Indonesia Nomor 555/Kpts/TN.240/1986 tentang Syarat-syarat Rumah Pemotongan Hewan dan Usaha Pemotongan Hewan. Badan Standarisasi Indonesia. Jakarta.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia Nomor 13/permentan/OT.140/1/2010 Tentang Persyaratan Rumah Potong Hewan Ruminansia dan Unit

Penanganan Daging (meat cutting plant). Jakarta.

Kurniawan, Nikodemus. 2014. Kualitas Fisik Daging Sapi dari Tempat Pemotongan Hewan di Bandar Lampung. Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Negeri Lampung. Bandar Lampung. Bandar Lampung. Lawrie R A. 2003. Ilmu Daging. Penerjemah Aminuddin Parakkasi. UI Press.

Jakarta.

Legowo, A. M. Nurwantoro dan Sutaryo. 2005. Analisis Pangan. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Semarang.

Lestari, P.T.B.A., 1994. Rumah Pemotongan Hewan Ruminansia Indonesia. P.T. Bina Aneka Lestari. Jakarta.

Manual Kesmavet, 1993. Pedoman Pembinaan Kesmavet. Direktorat Bina Kesehatan Hewan Direktorat Jendral Peternakan, Departemen Pertanian. Jakarta.

Muchtadi, T. R. dan Sugiono.1992. Ilmu Pengetahuan Bahan Pangan. Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Mukartini, S., C. Jehne, B. Shay, and C. M. L. Harfer.1995. Microbiological status of beef carcass meat in Indonesia. J. Food Safety 15--291–303.

Natasasmita, S., R. Priyanto dan D. M. Tauchid. 1987. Pengantar Evaluasi Karkas. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Nuhriawangsa, A. M. P., 1999. Pengantar Ilmu Ternak dalam Pandangan Islam: Suatu Tinjauan tentang Fiqih Ternak. Program Studi Produksi Ternak, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret. Surakarta.

Pelczar, M.J. & E.C.S. Chan, 1986, Penterjemah , Ratna Siri Hadioetomo dkk. Dasar-Dasar Mikrobiologi 1, Universitas Indonesia Press. Jakarta.

60

Prasetyo, A. 2013. Karakteristik Kimia dan Mikrostruktur Otot Longissimus Dorsi dan Biceps Femoris dari Sapi Glonggong. Fakultas Peternakan. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Purnomo, H. 1986. Aspects of The Stability of Intermediate Moisture Meat-Phd. Thesis. The University of New South Wales. Australia.

__________. 1995. Aktivitas Air dan Peranannya dalam Pengawetan Pangan. Universitas Indonesia Press. Jakarta.

Rahayu, E.S.2006. Amankan Produk Pangan Kita: Bebaskan dari Cemaran Berbahaya. Apresiasi Peningkatan Mutu Hasil Olahan Pertanian. Dinas Pertanian Propinsi DIY dan Kelompok Pemerhati Keamanan Mikrobiologi Produk Pangan. Yogyakarta.

Rianto. 2010. Rumah Potong Hewan sesuai SNI. http://diporianto. blogspot. Com /2010 /01 / syarat-rumah-potong-hewan-sesuai-sni. html. Badan Standarisasi Nasional. Jakarta. (Diakses Tanggal 27 Juli 2012).

Rozbeh, M., Kalchayanand, N., Field, R.A., Johnson, M.C. and Ray, B., 1993. The Influence of Biopreservatives on the Bacterial Level of Refrigerated Vacuum Package Beef. J. Food Safety.

Rosyidi, Djalal. 2010. Pengaruh Bangsa Sapi terhadap Kualitas Fisik dan Kimiawi Daging. Universitas Brawijaya. Malang.

Schlegel Hans G,. 1994. Mikrobiologi Umum. Penterjemah Tedjo Baskoro. Edisi keenam. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Septina. 2010. Rumah Potong Hewan (RPH) Sapi. http://septina. blogspot. com /2010/03/27/ rumah-potong-hewan. html. (Diakses Tanggal 29 Juli 2012). Siagian, A, 2002. Mikroba Patogen Pada Makanan dan Sumber Pencemarannya.

Universitas Sumatera Utara (USU-press). Medan.

Simamora, B. 2002. Evaluasi Lingkungan Peternakan Sapi Perah di Kebon Pedes Kodya Bogor terhadap Masyarakat Sekitarnya. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Smith, G. C., G. T. King, dan Z. L. Carpenter. 1978. Laboratory Manual for Meat Science. 2nd ed. American Press, Boston, Massachusetts.

Soeparno.2005. Ilmu dan Teknologi Daging. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Standar Nasional Indonesia.1999. Rumah Pemotongan Hewan. Badan Standarisasi Nasional. Jakarta.

61

______________________. 2000. Batas Maksimum Cemaran Mikroba dan Batas Maksimum Residu Dalam Bahan Makanan Asal Hewan. Badan Standardisasi Nasional. Jakarta.

______________________. 2008. Metode Pengujian Cemaran Mikroba Dalam Daging, Telur dan Susu serta Hasil Olahannya. Badan Standardisasi Nasional. Jakarta.

Suharno. 2010. Perencanaan Pembangunan Rumah Potong Hewan Kota Surakarta. Penerbit Amus. Surakarta.

Suryati, T dan I.I. Arif. 2005. Pengujian daya putus Warner Bratzler, susut masak dan organoleptik sebagai penduga tingkat keempukan daging sapi yang disukai konsumen. Laporan Penelitian. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Varnam, A. N.and J. P. Sutherland. 1995. Meat and Meat Product. Chapman and Hall. London.

Williamson, G.and W. J. A. Payne. 1993. Pengantar Peternakan di Daerah Tropis. Edisi Ketiga. Cetakan Pertama.Gadjah Mada University Press. Yogyakarta Winarno F. G., S. Fardiaz, dan D. Fardiaz.1980. Pengantar Teknologi Pangan. PT

Dokumen terkait