1. Pengembangan pariwisata telah ada sejak tahun 2003 di Pulau Untung Jawa dan itu terus hingga saat ini. Adanya pengembangan pariwisata memberikan perubahan – perubahan kepada masyarakat dalam banyak hal. Pengembangan pariwisata di Pulau Untung Jawa berlandaskan kepada pengembangan masyarakat lokal juga. Disamping itu pula masyarakat dapat ikut serta merasakan pengembangan pariwisata yang ada.
Dalam perhitungan kasus survei mayoritas responden memilih jawaban yang sama dalam hal menanggapi pertanyaan untuk variabel pengembangan pariwisata (X) dimana rata – rata jawaban adalah 4 dan 5 atau setuju dan sangat setuju. Hal ini menunjukan adanya pengembangan pariwisata di Pulau Untung Jawa. Dari hasil pengolahan data diketahui bahwa pengembangan pariwisata mempunyai pengaruh yang sangat signifikan antara pengembangan pariwisata dan dampak ekonomi dengan nilai 0,624 yang berarti kuat. 2. Adanya dampak ekonomi yang terjadi di masyarakat Pulau Untung Jawa, yaitu pergeseran
mata pencaharian dan terbukannya lapangan usaha baru bagi masyarakat Pulau Untung Jawa. Dari hasil observasi melihat bahwa rumah penduduk di Pulau Untung Jawa bersifat permanen dan hanya sedikit yang bersifat semi permanen. Selai itu alat moda transportasi sepeda motor adalah hal yang biasa bagi mereka dan hampir semua masyarakat lokal disana
memilikinya. Hali ini jelas mengatakan bahwa masyarakat lokal Pulau Untung Jawa telah sanggup secara ekonomi.
Dalam hasil perhitungan kasus survei mayoritas responden memilih jawaban yang sama dalam menanggapi pertanyaan untuk variabel dampak ekonomi (Y) dimana rata – rata jawaban adalah 4 dan 5 atau setuju dan sangat stuju. Hal ini menyatakan bahwa masyarakat Pulau Untung Jawa merasakan adanya dampak ekonomi yang terjadi di kehidupan mereka. 3. Dari hasil pengolahan data yang telah dilakukan, di dapat hasil pengaruh antara variabel
pengembangan pariwisata (X) dan dampak ekonomi (Y) sebesar 38,9% yang berarti adanya pengaruh pengembangan pariwisata terhadap dampak ekonomi. Sisa pengaruh sebesar 61,1% dapat berupa faktor – faktor lain diluar variabel yang digunakan.
Menurut hasil penelitian studi kasus ini, peneliti dapat memberikan saran berupa :
1. Selama ini masyarakat Pulau Untung Jawa lebih menginginkan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) daripada money changer.Hal ini dilihat saat observasi langsung kepada masyarakat. Meskipun dalam hasil kuesioner, mayoritas responden menjawab setuju dengan adanya tempat penukaran uang asing. Untuk itu, kepada pemerintah terkait seharusnyalah memberikan fasilitas ATM seperti di Pulau Pramuka dan Pulau Tidung utuk memudahkan transaksi keuangan masyarakat.
2. Pada pertanya nomer 2 pada variabel Pengembangan Pariwisata dijelaskan bahwa Pulau Untung Jawa merupakan salah satu tujuan wisatawan. Mayoritas responden menjawab setuju, tetapi dalam kenyataanya menurut hasil arsip dan data yang diperoleh Pulau Untung Jawa bukan merupakan tujuan wisatawan mancanegara dilihat dari kunjungan wisatawan asing yang berkunjung dan hasil observasi selama 15 hari. Untuk itu, pemerintah seharusnyalah lebih mempromosikan Pulau Untung Jawa kepada wisatawan mancanegara mengingat pulau tersebut merupakan pulau pemukiman pertama yang dikembangkan untuk pariwisata dan sebagai desa percontohan nelayan. Masyarakat Pulau Untung Jawa pun harusnylah ikut terlibat dalam mempromosikan pulau mereka ke mancanegara dengan website yang berbahasa inggris, promosi ke media sosial dan lainnya.
3. Mayoritas responden setuju bahwa pengelolaan pembuangan akhir sampah sangat penting untuk menjaga kebersihan dan kelestarian Pulau Untung Jawa. Tetapi permasalahan yang ditemui dalam penelitian ini melihat bahwa tempat pembungan akhir sampah posisinya di depan pulau tersebut dan tepat di pinggir jalan. Sehingga wisatawan dan masyarakat dapat langsung melihat kubangan penuh sampah. Untuk itu masyarakat dan pemerintah sebaiknyalah memindahkan posisi tempat pembuangan sampah ke bagian belakang pulau. Karena dengan begitu Pulau Untung Jawa akan terlihat lebih bersih dan asri.
4. Pulau Untung Jawa menerapkan sistem keamanan 24 jam dan itu diaminin oleh responden dengan hasil mayoritas menjawab sangat setuju. Tetapi yang sebenarnya terjadi di lapangan bahwa pos-pos kemanan yang ada di pulau tampak kosong dan tidak ada yang menunggui.
Sebaiknyalah pemerintah dan masyarakat tetap konsisten dengan pelayanan keamanan yang diberikan untuk masyarakat dan wisatawan. Sehingga memudahkan masyarakat dan wisatawan menghubungi pihak kemanan jika dibutuhkan.
5. Dalam pernyataan tentang service tax 10%, mayoritas responden menjawab tidak setuju terhadap penetapan pajak 10% kepada wisatawan. Dalam hal ini pemerintah tidak menetapkan pajak kepada wisatawan yang berkunjung ke Pulau Untung Jawa dalam setiap transaksinya. Karena pariwisata di Pulau Untung Jawa bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat itu sendiri. Dan untuk kedepannya pun pemrintah tetap kosnsisten untuk tidak menerapkan service tax, terlebih lagi jika proyek besar pemerintah Jakarta yang akan menghubungkan setiap kepulauan di seribu dan menjadikan tempat wisata komersil.
6. Hasil pertanyaan nomer 10 dalam variabel dampak ekonomi mayoritas responden menjawab setuju jika pengangguran di Pulau Untung Jawa berkurang setelah masuknya pariwisata. Tetapi keadaan di lapangan masih adanya pengangguran di pulau tersebut. Untuk itu pemerintah sebaiknya tetap konsisten dalam mengurangi angka pengangguran di Pulau Untung Jawa.
REFERENSI
• Buku Profil Kelurahan Untung Jawa
• Buku Saku. 2013. Profil Kelurahan Pulau Untung Jawa Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu
• Cook, Roy A., Yale, Laura J., Marqua, Joseph J. 2010. Tourism The Business of Travel. Ohio: Pearson
• Fletcher, John. 2005. Tourism Principles and Practice. England: Pearson Education Limited
• Goeldner, Charles R., Ritchie, JR Brent. 2009. Tourism Principles, Practices, Philosophies. New Jersey: John Wiley & Sons Inc
• http://suara jakarta.co
• http://www.tempo.co/read/news/2014/03/06/202559869/Pariwisata-Indonesia-Lampau-Pertumbuhan-Ekonomi
• Laporan Kelurahan Untung Jawa Bulan Febuari 2014
• Lubis, Ruhut Mangaradja. 2012. Pariwisata dan Pertumbuhan Ekonomi Wilayah Kepulauan (Kasus : Pulau Pramuka Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu). Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
• Mahmud, H. Muchtar. (2010). Jurnal Varia Pariwisata Vol. 1 No. 2
• Pitana, I Gde., Diarta, I Ketut Surya. 2005. Sosiologi Pariwisata. Yogyakarta: Penerbit Andi
• Pitana, I Gde., Diarta, I Ketut Surya. 2009. Pengantar Ilmu Pariwisata. Yogyakarta: Penerbit Andi
• Raza, Abdur., Suprihardjo, Rimadewi. Pengembangan Kawasan Pariwisata Terpadu di Kepulauan Seribu. 2013. Jurnal Teknik Pomits Vol. 2, No. 1
• Riduwan., Kuncoro, Ahmad Engkos. 2007. Analisa Jalur (Path Analysis). Bandung: Alfabeta
• Ridwan, Mohammad. 2012. Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata. Jakarta: PT. Softmedia
• Siregar, Sofyan. (2013). Statistik Parametrik untuk Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Bumi Aksara.
• Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta
• Sulaiman, Samsudin. 2013. Pengantar Statistika Pariwisata. Bandung: Alfabeta
• Suwantoro, G. (2004). Dasar-Dasar Pariwisata. Yogyakarta: Penerbit Andi
• Wardiyanto.,Baiquni, DR. M. 2011. Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata. Bandung: Lubuk Agung
• World Travel and Tourism Council (WTTC) 2013
• Yin, Robert K. 2014. Studi Kasus, Desain & Metode. Depok: Rajagrafindo