• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Simpulan

Berdasarkan hasil analisis yang telah peneliti lakukan, maka dapat ditarik kesimpulan. Adanya implementasi akhlak al-ijtima’iyah yang terkait dengan nilai-nilai dakwah tentang kemanusiaan dalam Novel Konspirasi Alam Semesta Karya Fiersa Besari. Hasil analisis dari peneliti sebagai berikut:

1. Nilai keadilan yang peneliti temukan, yaitu adanya kesetaraan.

Implementasinya pada Novel Konspirasi Alam Semesta dalam ceritanya memperlakukan sesama manusia secara adil atau setara. Pada nilai keadilan penulis menemukan dua halaman yang menggunakan pesan secara langsung. Yakni pada halaman, 17 dan 62. Pada halaman tersebut, Fiersa Besari menguraikan banyak cerita, melalui uraian-uraian diharapkan pembaca Novel Konspirasi Alam Semesta mampu mengambil pesan melalui jalan ceritanya. Sedangkan pada halaman 90 Fiersa Besari menggunakan teknik ragaan. Seolah Juang dan Pace Johan sedang berdiri di tebing yang berbeda, dalam cerita tersebut terdapat pesan yang disampaikan secara tidak langsung. Rasulullah memerintahkan orang tua berlaku adil terhadap anak-anaknya.

Kemudian nilai keadilan diterapkan dalam kehidupan sosial, mengenai perbedaan dalam suatu masyarakat harus diperlakukan secara seimbang atau adil.

2. Nilai tolong menolong yang peneliti temukan yaitu, bagaimana kita sebagai manusia berusaha berbuat baik agar bisa bermanfaat bagi orang lain. Dalam Islam, ta’awun atau tolong menolong sudah dicontohkan sejak zaman Rasulullah SAW ketika beliau menolong pengemis Yahudi, menyuapi pengemis tersebut setiap hari meskipun Rasullah dibenci.

Ta’awun juga terjadi pada kaum Ansar dan kaum Muhajirin. Pada nilai tolong menolong, Fiersa Besari lebih banyak menyampaikan pesan

secara tidak langsung. Yakni pada halaman 83. 86, 87, 124 dan 216.

Kelima halaman tersebut menggunakan teknik ragaan. Seperti tingkah laku para tokoh di masyarakat, juga aksi si tokoh utama dalam menyelamatkan seseorang. Berdasarkan analisis peneliti, salah satu contoh implementasinya pada Novel Konspirasi Alam Semesta, terdapat peristiwa tolong menolong terjadi ketika Juang menyelamatkan Michael anak Pace Johan yang terjebak di hutan. Meskipun Juang tahu, bahwa Michael adalah anak Pace Johan yang sudah membencinya namun Juang tetap bersikap baik.

3. Nilai memperkukuh persaudaraan, yang peneliti temukan yaitu bagaimana kita sebagai orang asing atau pendatang di lingkungan baru harus mampu beradaptasi. Sedangkan beberapa orang ada yang mau menerima kehadiran orang baru atau bahkan bisa dianggap musuh. Pada nilai memperkukuh persaudaraan terdapat tiga halaman yang menggunakan pesan secara langsung, yakni halaman 18, 61 dan 91. Pada ketiga halaman tersebut menguraikan keadaan di lingkungan sekitar, atau dan menceritakan riwayat pertemuan kedua tokoh. Sedangkan pesan secara tidak langsung terdapat pada halaman 84, dan 93. Yakni Fiersa Besari menggunakan teknik ragaan dengan menampilkan sikap dan tingkah laku para tokoh. Beberapa contoh Implementasinya pada Novel Konspirasi Alam Semesta, penulis menemukan kesabaran Juang dan kedua rekannya agar bisa diterima dan menyatu dengan penduduk.

Berkat ketekunan mereka dalam meyakinkan, dari yang dulunya dianggap musuh, kini sudah dianggap seperti keluarga.

4. Nilai kepeduliaan terhadap sesama. Yang peneliti temukan, pada implementasi Novel Konspirasi Alam Semesta yaitu mengenai sesuatu yang dilakukan tokoh utama, Juang yang sangat ambisius menjaga tanah air. Dengan semangat nasionalisme yang tinggi, membuat Juang tak gentar menghadapi resiko yang akan datang. Jiwa kemanusiaannya terpanggil ketika peristiwa Gunung Sinabung meletus. Juang menjadi relawan, meski pada akhirnya Juang menjadi korban karena keganasan

awan panas. Pada nilai kepeduliaan terhadap sesama, terdapat dua halaman yang menggunakan pesan secara langsung, yakni halaman 65, dan 208. Kedua halaman tersebut menjelaskan kondisi pendidikan di Papua dan beberapa peristiwa pasca bencan alam dengan meletusnya Gunung Sinabung. Sedangkan pesan secara tidak langsung, terdapat empat halaman, yakni halaman 116, 190, 201, dan 209. Keempat halaman tersebut, Fiersa Besari menggunakan teknik ragaan yang ditampilkan dalam cerita seperti konflik, peristiwa-peristiwa dan tingkah laku para tokoh.

Dari analisis peneliti, terdapat tujuh paragraf penyampaian pesan secara langsung. Sedangkan penyampaian pesan secara tidak langsung terdapat dua belas paragraf. Dapat ditarik kesimpulan Fiersa Besari lebih banyak menyampaikan pesan melalui teknik ragaan, yakni dalam bentuk penyampaian tidak langsung. Akhlak al-ijtimai’yah, yang berkaitan dengan nilai-nilai dakwah kemanusiaan dimana akhlak tersebut sangat menjunjung tinggi kemanusiaan. Mengajari dengan cara memanusiakan manusia. Nilai tersebut membentuk masyarakat agar bisa menjalin ukhuwwah Insaniyah.

B. Saran

Berdasarkan haisl kesimpulan di atas, ada beberapa yang perlu diperhatikan agar bisa mengembangkan dakwah dalam masyarakat.

Diantaranya:

1. Berdakwah bisa dalam bentuk apapun, semakin berkembangnya zaman, literasi masyarakat harus ditingkatkan. Hal ini berkaitan dengan penyampaian dakwah yang tidak hanya dilakukan secara lisan atau langsung. Melainkan bisa disampaikan dalam bentuk naskah atau cerita.

Bahkan sebuah karya sastra, bisa dijadikan wadah dalam berdakwah.

Dakawah tersebut melalui cerita, bisa disampaikan secara eksplisit maupun implisit.

2. Pengarang atau penulis cerita yang menciptakan sebuah karya, hendaknya dalam sebuah cerita diselipkan nilai-nilai kehidupan tentang kemanusiaan. Mengingat sekarang sudah menipis jiwa kemanusiaan yang telah dimiliki. Kemudiaan lebih diutamakan yang bernafaskan Islami. Dengan harapan, agar bisa menyadarkan masyarakat terutama bagi pembacanya.

3. Kepada peneliti selanjutnya, diharapkan bisa menganalisis lebih dalam lagi mengenai dakwah dalam bentuk karya sastra. Kemudian bisa mempesiapkan dengan lebih baik, agar hasilnya maksimal.

C. Penutup

Alhamdulillahirabbilalamin, peneliti sangat bersyukur dapat menyelesaikan skripsi ini. Meskipun harus melalui proses yang panjang. Di awali dengan sebuah niat dan harus mempertahankan dengan ketekunan agar terselesaikan. Peneliti menyadari bahwa skripsi ini, tentu banyak kekurangan dan hasilnya tidak maksimal. Namun peneliti akan terus belajar, termasuk dari kritik dan saran yang diberikan yang sifatnya membangun. Dan semoga skripsi ini bisa bermanfaat bagi semua orang, terutama dalam bidang ilmu dakwah dan komunikasi. Dan berkah bagi para pembaca, yang sudah meluangkan waktunya untuk membaca karya sederhana ini.