Adnan, M.G. 2009. Pedoman Pengelolaan Limbah Industri Pengolahan Tapioka. Program Agroindustry to Zerowaste. Kementerian Negara Lingkungan Hidup 2009. Jakarta.
Amelia, J.R. 2012. Rekayasa Proses Aklimatisasi Bioreaktor Akibat Perubahan Substrat dari Thinslop ke Vinasse. Tesis. Program Studi Magister Teknologi Agroindustri. Fakultas Pertanian. Universitas Lampung. Bandar Lampung.
Aprizal, D. 2011. Potensi Pemanfaatan Limbah di Industri Tapioka Rakyat Terpadu. Tesis. Program Studi Magister Teknologi Agroindustri. Fakultas Pertanian. Universitas Lampung. Bandar Lampung.
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2011. Teknologi Mitigasi Gas Rumah Kaca (GRK) dari Lahan Sawah. SinarTani Agroinovasi Edisi 6-12 April 2011.
http://www.litbang.deptan.go.id/download/one/100/file/Teknologi-Mitigasi-Gas-Rum.pdf. Diakses pada tanggal 12 November 2013. Badan Teknologi Nuklir Nasional. 2005. Pengaruh Masalah Lingkungan Global
Terhadap manusia. http://www.batan.go.id/01/01/02/02.html
ensiklopedia teknologo nuklir vol: 1. Diakses pada tanggal 19 Oktober 2014.
Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung. 2014. Lampung dalam Angka 2013. Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung.
http://www.bps.go.id/publikasi/buku/lda2013/index. html# /240-241/zoomed Diakses pada tanggal 24 April 2014.
Djarwati, I.F. dan Sukani. 1993. Pengolahan Air Limbah Industri Tapioka Secara Kimia Fisika, Laporan Penelitian. Departemen Perindustrian RI.
Fauzi, dkk. 2006. Kajian Strategi Produksi Bersih Di Industri Kecil Tapioka. Kasus Kelurahan Ciluar, Kecamatan Bogor Utara. Fakultas Teknologi Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor. J. Tek. Ind. Pert. Vol. 18(2), 60-65.
HACH Company. 2004. DR/4000 Spectrophotometer Models 48000 and user manual 08/04 3ed. HACH Company World Headquarters. Corolado. 115 page.
Hasanudin, U. 1993. Pengolahan limbah cair pabrik minyak kelapa sawit dengan bioreaktor unggun fluidisasi anaerobik dua tahap. Tesis. Program Studi Teknik Kimia, Program Pasca Sarjana. ITB. Bandung.
Hasanudin, U. 2012. Potensi Penyediaan Energi Dari Limbah Industri Sawit, Tepung Tapioka, Peternakan, FGD Peluang dan Tantangan Pemanfaatan Biogas untuk Pemenuhan KebutuhanEnergi Sendiri di Industri, October 8th 2012. Ministry of Energy and Mineral Resources Republicof
Indonesia, Jakarta.
Hasanudin, U. 2014. Ploting of MRV in Wastewater Treatment Plants Treating Effluentsfrom Small and Medium Scale Wastewater Treatment Plant. Institute for Global Enviromental Strategis.
Hermawan, B., Q. Lailatul, P. Candrarini, dan P. S. Evan. 2007. Sampah Organik Sebagai Bahan Baku Biogas. Artikel.
http://www.chem-istry.org/?sect=fokus&ext=31. Diakses pada tanggal 22 Desember 2013. Hikmiyati, Nopita, dan N.S. Yanie. 2009. Pembuatan Bioetanol dari Limbah Kulit
Singkong Melalui Proses Hidrolisa Asam dan Enzimatis. Jurnal penelitian Teknik Kimia. Universitas Diponegoro. 1-9 hal.
Intergovernmental Panel on Climate Change. 2006. IPCC Guidelines for National Greenhouse Gas Inventories.
http://www.ipcc-nggip.iges.or.jp/public/2006gl/pdf/5_volume5/
V5_1_Ch1_Introduction.pdf. Diakses pada tanggal 15 September 2013. Janzen, H. H. 2004. Carbon cycling in earth systems. A soil science perspective.
In Agriculture, ecosystems and environment, 104: 399-417. Diakses pada tanggal 25 September 2014.
Jenie, B. S. L., Rahayu, W. P. 1993. Penanganan Limbah Industri Pangan. Kanisius. Yogyakarta.
Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. 2009. Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca.
Maryanti, 2011. Peningkatan Kinerja Reaktor Biogas dalam Pengolahan Air Limbah Industri Bioetanol Berbahan Baku Ubi Kayu. Tesis. Program Studi Magister Teknologi Agroindustri. Universitas Lampung. Fakultas Pertanian. Bandar Lampung.
Nurmalasari, R. 2012. Potensi Emisi Gas Rumah Kaca Dari Air Limbah Industri Bioetanol Berbahan Baku Ubikayu (Thinslop) dan Molasses (Vinasse). Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Lampung. Bandar Lampung Peraturan Presiden. 2010. Peraturan Presiden RAN-GRK versi Desember 2010.
Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca. http://
http://www.bappenas.go.id/files/7413/4985/2796/ran-grk08des2010__20111228124724__0.pdf. Diakses pada tanggal 8 November 2013.
Prayitno, H.T. 2008. Pemisahan Padatan Tersuspensi Limbah Cair Tapioka Dengan Teknologi Membran Sebagai Upaya Pemanfaatan Dan
Pengendalian Pencemaran Lingkungan. Tesis. Program Magister Ilmu Lingkungan. Program Pascasarjana. Universitas Diponegoro. Semarang. Purwati, E. 2010. Penerapan Konsep Zero Waste Pada Pengelolaan Limbah
Industri Tapioka. Program Pasca Sarjana Kajian Ilmu Lingkungan. Universitas Indonesia. 93 hal.
Priyati, P.U. 2005. Mempelajari Pengolahan Limbah Cair Industri Tapioka PT. Umas Jaya Terbanggi Besar Lampung Tengah. Laporan Praktik Umum. Universitas Lampung. Bandar Lampung.
Rukaesih, R. 2004. Kimia Lingkungan. Yogyakarta: Penebar Swadaya .
Samiaji, T. 2011. Gas CO₂ Di Wilayah Indonesia. Jurnal Berita Dirgantara Vol. 12 No. 2 Juni 2011 : 68 – 75.
Shimadzu Corporation. 2004. GC-2014 Gas Chromathography Instruction Manual. Shimadzu Corporation Analytical And Measuring Instrument Division. Kyoto. Japan.
Sri Moertinah.2010. Kajian Proses Anaerobik Sebagai Alternatif Teknologi Pengolahan Air Limbah Industri Organik Tinggi. Jurnal Riset TPPI Vol. 1 No. 2 November 2010 : 104 – 114.
Suarsana, M. dan P.S. Wahyuni. 2011. Global Warming : Ancaman Nyata Sektor Pertanian dan Upaya Mengatasi Kadar CO₂ Atmosfer. Widyatech Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 11 No. 1 Agustus 2011.
Sofyan, Kamsina dan Salmariza 1994. Pengaruh Waktu Tinggal dan Waktu Aerasi Terhadap Penurunan Bahan Pencemar Dalam Limbah Cair Industri Tapioka. Disk JI IV: 15-22.
Sosrosoedirdjo, R.S.. 1993. Bercocok Tanam Ketela Pohon. Jakarta : CV. Yasaguna.
Statistik Kementerian Pertanian 2012. Potensi Ubi Kayu di Provinsi Lampung. Statistik pertanian 2012 Kementerian Pertanian.
http://regionalinvestment.bkpm.go.id/newsipid/id/commodityarea.php?ia =18&ic=2581. Diakses pada tanggal 23 November 2013.
Sutrisno, C. T. dan E. Suciastuti. 1991. Teknologi Penyediaan Air Bersih. Rineka Cipta, Jakarta.
Suyitno, M. Nizam, dan Dharmanto. 2010. Teknologi Biogas. Pembuatan, Operasional dan Pemanfaatan. Yogyakarta. Graha Ilmu.
Tchobanoglous, G., F. L. Burton, dan H.D. Stensel. 2003. Waste Water Engineering: Treatment and Reuse. Metcalf & Eddy Inc. New York. Trismidianto, E. Hermawan, T. Samiaji, Martono, M. Hadi, A. Indriwati dan R.
Hamdan. 2009. Studi penentuan konsentrasi CO2 dan gas rumah kaca (GRK) lainnya di wilayah indonesia. http://www.dirgantara –
lapan.or.id/moklim/exsumary/Studi%20Penentuan%20konsentrasi%20C O2%20dan%20Gas%20Rumah%20Kaca%20Lainnya%20di%20Wilayah %20Indonesia.pdf. Diakses pada tanggal 10 Desember 2013.
Usman, M. 2011. Evaluasi Kinerja Cigar (Covered In The Ground Anaerobic Reactor) di Industri Tapioka Rakyat. Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Lampung. Bandar Lampung.
Vegantara, D.A. 2009. Pengolahan Limbah Cair Tapioka Menggunakan Kotoran Sapi Perah Dengan Sistem Anaerobik. Skripsi. Jurusan Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Widodo, A. 2008. Pengaruh Waktu Tinggal Hidrolik Terhadap Kinerja Bioreaktor Anaerobik Dalam Pengolahan Limbah Cair Industri Tapioka. Skripsi. Fakultas pertanian. Universitas Lampung. Bandar Lampung.