C. Prosedur kerja
IV. SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada penelitian ini, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Distribusi logam berat Cr pada zona 1 sebesar 383,17 ± 0,99 ppm, zona 2 sebesar 388,03 ± 5,15 ppm dan zona 3 sebesar 373,36 ± 0,22 ppm.
Berdasarkan distribusi yang telah diperoleh, pada masing-masing zona berada jauh di atas baku mutu yang telah ditetapkan oleh National Sediment Quality Survey USEPA (2004) sebesar 76,00 – 233,27 ppm.
2. Berdasarkan National Sediment Quality Survey USEPA (2004), baku mutu distribusi logam berat Mn pada sedimen adalah sebesar 120,77 – 284,77 ppm. Distribusi logam berat Mn pada zona 1 sebesar 290,05 ± 0,74 ppm, zona 2 sebesar 290,20 ± 0,27 ppm dan zona 3 sebesar 287,08 ± 0,44 ppm. Hasil analisis ini menunjukan bahwa distribusi logam Mn pada masing-masing zona sudah melebihi baku mutu yang telah ditetapkan oleh National Sediment Quality Survey USEPA (2004).
3. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini sangat baik digunakan untuk analisis logam berat Cr dan Mn pada sedimen di Pelabuhan Panjang.
presisi (ketelitian), akurasi (kecermatan) dan linieritas yang telah diperoleh yang masih berada dalam standar yang ditentukan.
B. Saran
Keberadaan logam berat Cr dan Mn yang telah melebihi ambang batas baku mutu yang ditetapkan oleh National Sediment Quality Survey USEPA (2004) secara langsung memiliki dampak negatif terhadap biota perairan maupun kesehatan masyarakat yang tinggal disekitar Pelabuhan Panjang. Untuk selanjutnya, perlu dilakukan penanggulangan terhadap keberadaan logam berat yang berlebih pada sedimen di perairan Pelabuhan Panjang.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim 1. 2013. Pemerintah Kota Bandar lampung. 2013. Diakses pada tanggal 29 Oktober 2013 pukul 10.00 WIB. http: //www. Lampung/Profil Kabupaten atau Kota/Kota Bandar Lampung.com.
Anonim 2. 2010. Creative Commons Attribution/Share-Alike License. 2010 q01:23:41. Diakses pada tanggal 10 November 2013 pukul 13.20 WIB.
http://en.wikipedia.org/wiki/Kromium.
Anonim 3. 2010. Creative Commons Attribution/Share-Alike License. 2010 q01:23:41. Diakses pada tanggal 10 November 2013 pukul 12.20 WIB.
http://en.wikipedia.org/wiki/Mangan.
Anonim 4. 2013. Pelatihan Instrumental Kimia AAS dan X-R. Jurusan Kimia Fakultas MIPA.Universitas Gajah Mada. Yogjakarta.
Agency for Toxic Substances and Disease Registry (ATSDR). 2008.
Toxicological Profile for Manganese (Draft for Public Comment). Atlanta GA: U.S. Department of Public Health and Human Services. Public Health Service.
Alimah, Y. I. Siregar dan B. Amin. 2014. Analisis Logam Ni, Mn dan Cr pada Air dan Sedimen di Perairan Pantai Pulau Singkep Kepulauan Riau.
Dinamika Lingkungan Hidup. Pekanbaru
AOAC. 1993. Peer Verified Methods Program, Manual on Policies and Procedures. Arlington. VA.
Astuti, D. P. 2011. Kajian Sebaran Logam Berat Cd dan Cr pada Sedimen Di Pesisir Pantai Way Bandar Lampung. Universitas Lampung. Bandar Lampung.
Azis, R. 2007. Analisis Kandungan Sn, Zn, dan Pb dalam Susu Kental Manis Kemasan Kaleng Secara Spektrofotometer Serapan Atom. FMIPA. Universitas Islam Indonesia. Yogyakarta.
Buchanan, J. B. 1984. Sediment Analysis and Suspended Particulated Matter, Fisheries and Marine Service Technical Report No. 700, Environmental. Canada.
Christian, D. G. 1994. Analitical Chemistry. John Wiley and Sons inc. New York. Clark, D. V. 1986. Heavy Metal in Sediment. Butterworth-Heinemann. USA. Connel, D. W., dan G. J. Miller. 1995. Kimia dan Ekotoksikologi Pencemaran.
Terjemahan Yanti Koestoer. 1995.Universitas Indonesia Press.Jakarta. Darmono. 1995. Logam dalam Sistem Biologi Makhluk Hidup. Universitas
Indonesia pers. Jakarta.
Effendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air bagi Pengolahan Sumber Daya dan Lingkungan Perairan. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.
Ellwel, W. T., dan J. A. Gidley. 1996. Atomic Adsorption Spectrophotometry. Research Departemen Imperial Metal Industries Ltd. England. Ied. Fortstner, U., dan F. Prosi. 1978. Proceeding of Course Held at The Join
Research centre of The Commission of Europian Commities. Ispra Pargamon Press. Oxpord.
Harmita. 2004. Petunjuk Pelaksanaan Validasi Metode dan Cara Perhitungannya. Departemen Farmasi FMIPA-UI. Jakarta.
Hutabarat, L., dan S. M. Evans. 1984. Pengantar Oceanografi. UI Press. Jakarta Khopkar, S.M. 1990. Konsep Dasar Kimia Analitik Edisi kedua. UI Press. Jakarta. Korzeniewski, K., dan E. Neugebauer. 1991. Heavy metal contamination in the
polish zone at Southern Baltic. Marine Pollution Bull. USA. Nammiinga, H., dan J. Wilhm. 1977. Journal of Water Pollution Control
Federation. A Dynamic Model For Simulation Waste Digestion. Novita, N. P. 2010. Kajian Sebaran Logam Berat Pb dan Cd di Muara Sungai
Way Kuala Bandar Lampung. Universitas Lampung. Bandar Lampung. Palar, H. 1994. Pencemaran dan Toksikologi Logam Berat. Rineka Cipta. Jakarta. Rochyatun, E., Edward dan A. Rozak. 2008. Kandungan Logam Berat Pb, Cd,
Cu, Zn, Ni, Cr, Mn dan Fe Dalam Air Laut dan Sedimen di Perairan Kalimantan Timur. Pusat PenelitianOseanografi-LIPI. Jakarta.
Slavin, M. 1987. Atomic Absorption Spectroscopy Second Edition. United State of America. New York.
Siaka, M. I. 1998. The Application of Atomic Absorption Spectroscopy to the Determation of Selected Trace Element in Sediment of the Coxs River Catchement. Departement of Chemistry. Faculty of Science and Technology. University of Western Sydney Nepean.
Siaka, M. I. 2008. Korelasi Antara Kedalaman Sedimen di Pelabuhan Benoa dan Konsentrasi Logam Berat Pb dan Cu. Jurusan Kimia. FMIPA. Universitas Udayana. Bukit Jimbaran.
Sulistiani, W. S. 2009. Analisis Simultan Logam Berat Pb, Cu, Zn, Cr, Mn, Ni, Fe dan Cd Pada Bioindikator Remis (Eremopyrgus eganensis) di Sungai Kuripan Lampung Menggunakan ICP-OES. Skripsi. FMIPA. Universitas Lampung.
Suprapto, S. J. 1993. Geokimia Regional Pulau Sumatera Contoh Endapan Sungai Aktif Fraksi 80 Mesh. Pusat Sumber Daya Geologi.
Svehla, G. 1999. Analisis Anorganik Kualitatif Mikro dan Semimikro edisi 5.. PT Kalman Media Pustaka. Jakarta.
The Ontario Ministry Of The Environment. 2004. Soil, Ground Water and Sediment Standars for Use Under Part XV.I of the Environmental Protection Act.
USEPA. 2004. The Incidence and Severity of Sediment Contamination in Surface Waters of United States, National Sediment Quality Survey :2ndEdition. EPA-823-R-04-2007. U. S. Enviromental Protection Agency, Washington D.C.
Ward, A. D., dan W. S. Trimble. 2004. Eviromental Hidrology 2nd Edition. United States of Amerika. New York.
Wiryawan, B., B. Marsden, H.A. Susanto, A.K. Mahi, M. Ahmad dan H.
Poespitasari (Editor). 1999. Atlas Sumberdaya Wilayah Pesisir Lampung. Kerjasama PEMDA Propinsi Lampung dengan Proyek Pesisir (Coastal Resources Center, University of Rhode Island dan Pusat Kajian
Sumberdaya Pesisir dan Lautan, Institut Pertanian Bogor). Bandar Lampung. Indonesia.
Wiryawan, B., B. Marsden, H.A. Susanto, A.K. Mahi, M. Ahmad dan H. Poespitasari. 2002. Rencana Strategis Pengelolaan Wilayah Pesisir Lampung. PKSPL IPB. Bandar Lampung.
Kobalt (Co) pada Sedimen Di Muara Sungai Way Kuala. Universitas Lampung. Bandar Lampung.
Yudha, I. G. 2007. Kajian Pencemaran Logam Berat di Wilayah Pesisir Kota Bandar Lampung. Universitas Lampung. Bandar Lampung.
Zhang, J., dan X. Li. 1987. Chromium pollution of soil and water in Jinzhou.