Simpulan
Rasio daun buah berpengaruh nyata terhadap diameter horizontal buah dan sangat nyata diameter vertikal buah dan bobot buah. Perlakuan rasio daun buah 30 daun memiliki ukuran diameter dan bobot buah yang nyata lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan 10 dan 5 daun, tetapi tidak berbeda nyata dengan perlakuan 20 daun. Secara keseluruhan rasio daun:buah tidak berpengaruh terhadap bentuk buah, warna buah, padatan terlarut total, total asam tertitrasi dan kelunakan buah. Rasio daun:buah tidak memberikan efek nyata terhadap variabel organoleptik. Rasio 20 daun 1 buah merupakan perlakuan yang dapat direkomendasikan pada budidaya tanaman jambu biji kristal, karena jika dilihat dan dihubungkan dari hasil uji organoleptik, bobot buah dan kualitas buah, memiliki hasil buah terbaik.
Saran
Perlu dilakukan penelitian lanjutan pada jumlah daun yang digunakan dengan posisi cabang yang ditentukan (sekunder atau tersier) dan jumlah buah percabang yang ditentukan, untuk mengetahui penggunan jumlah daun yang lebih tepat dan agar memperoleh buah yang optimal. Perlu dilakukan juga penelitian dengan waktu panen yang berbeda-beda untuk mengetahui kualitas dan ukuran buah yang dihasilkan.
19
DAFTAR PUSTAKA
.Afandi, I. 2004. Evaluasi Karakteristik Hortikultura Enam Melon (Cucumis melo L.) Hibrida (Ser II) Hasil Persilangan Pusat Kajian Buah-buahan Tropika (PKBT) IPB [Skripsi].Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Andriyani. 2006. Uji Stabilitas 7 Hibrida Harapan Melon (Cucumis melo L.) Hasil Rakitan Pusat Kajian Buah – Buahan Tropika (PKBT) IPB pada 2 Musim [Skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Amusa NA, Ashaye OA, Amadi J, Oladapo O. 2006. Guava fruit anthracnose and the effects on its nutritional and market values in Ibadan, Nigeria. Journal of Applied Science 6(3):539-543.
Ashari S. 2006. Hortikultura: Aspek Budidaya. Edisi revisi. Jakarta (ID): UI-Press. [BMKG] Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika. 2015. Data Iklim Stasiun
Dramaga. Bogor (ID): BMKG
[Balitbu] Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika. 2014. Budidaya jambu biji. [Internet]. [diunduh 2015 Agustus 10]. Tersedia pada: http://hortikultura.litbang.pertanian.go.id/budidaya-jambu-biji/
[BPS] Badan Pusat Statistik. 2014. Produksi buah jambu biji seluruh provinsi. [Internet]. [diunduh 2015 September 4]. Tersedia pada: http://bps.go.id/menutab.php?tabel=1&kat=3&id_subyek=55¬ab=0 Broto w. 2009. Teknologi penanganan pascapanen buah untuk pasar. Bogor (ID):
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian.
Cahyono B. 2010. Sukses Budi Daya Jambu Biji di Pekarangan dan Perkebunan. Yogyakarta (ID): Andi Publisher.
Darmawan J dan Baharsjah JS. 2010. Dasar-Dasar Fisiologi Tanaman. Jakarta (ID): SITC.
Dhyan C, Sumarlan SH, Susilo B. 2014. Pengaruh pelapisan lilin lebah dan suhu penyimpanan terhadap kualitas buah jambu biji (Psidium guajava L.). Jurnal Bioproses Komoditas Tropis. 2(1): 79-90.
Egli DB. 1999. Variation in leaf starch and sink limitations during seed filling in soybean. Crop science vol 39: 1361-1368
Fardilawati N. 2008. Pengaruh perbedaan umur pohon induk terhadap karakter morfologi, kualitas, dan produksi buah pepaya (Carica papaya L.) [Skripsi]. Bogor (ID):Institut Pertanian Bogor.
Fatonah S, Kasim M, Syarif A. 2009. Peningkatan kapasitas sink pada tanaman melon ( Cucumis melo L.) dengan pemberian giberelin [jurnal]. SAGU vol 8: 38-43
Fitrianti J. 2006. Kajian teknik penyimpanan dan pengemasan jambu biji (psidium guajava l.) dalam kemasan transportasi [Skripsi]. Bogor (ID):Institut Pertanian Bogor.
Goldschmidt EE. 1999. Carbohydrate supply as a critical factor for citrus fruit development and productivity. HortScience 34 (6): 1020–1024.
Gomez KA, Gomez AA. 1995. Prosedur Statistik untuk Penelitian Pertanian. Edisi ke-2. Endang Sjamsuddin, penerjemah. Jakarta (ID): Universitas Indonesia Press.
Kalsum U. 2015. Perbaikan Kualitas Jeruk Pamelo (Citrus maxima (Burm.) Merr.) melalui Pengaturan Nisbah Jumlah Daun:Buah dan Pemberongsongan Buah [Tesis]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
20
Latifah TS. 2000. Pengaruh umur panen dan periode simpan terhadap kualitas buah jeruk besar (Citrus grandis L.) [Skripsi]. Bogor (ID):Institut Pertanian Bogor. Lechaudel M, Genard M, Lescourret F, Urban L, Jannoyer M. 2005. Modeling effects of weather and source–sink relationships on mango fruit growth.[Jurnal] Tree Physiology 25: 583–597
Mardiana N. 2003. Pengkajian umur petik dan kualitas buah delapan genotipe pepaya [Skripsi]. Bogor (ID):Institut Pertanian Bogor.
Noorbaiti I, Trisnowati S, Mitrowiharjo S. 2012. Pengaruh warna plastik dan umur pembrosongan terhadap mutu buah jambu biji (Psidium guajava L.) [Jurnal]. Yogyakarta (ID): Universitas Gajah Mada
Nakasone HY, Paull RE. 1998. Tropical Fruits. Wallingford: CAB International. 445 p
Pantastico E B. 1989. Fisiologi Pasca Panen . Terjemahan. Yogyakarta (ID): Universitas Gajah Mada Press
Parimin. 2005. Jambu Biji Budidaya dan Ragam Pemanfaatannya. Depok (ID): Penebar Swadaya.
Paull RE, Duarte O. 2012. Tropical Fruits Volume 2. London (UK): CAB International.
Poerwanto R dan Susila AD. 2014. Teknologi hortikulturta. Bogor (ID): IPB Press Rahmat P. 2011. 21 Jenis Tabulampot Populer. Jakarta (ID): PT.Agro Media
Pustaka.
Rattanapong P. 2006. Effects of prunning and leaf-to-fruit ratio on growth, flowering and fruit quality of pummelo (Citrus maxima Burm. Merrill) cv. Hom Hat Yai [Thesis]. Songkhla (TH): Prince of Songkhla University. (Abstrak). [Internet]. [diunduh 2015 April 24]. Tersedia pada http://kb.psu.ac.th/psukb /bitstream/2553/2150/10/289676_ab.pdf
Rismunandar. 1989. Tanaman Jambu Biji. Bandung (ID): Sinar Baru.
Ryugo K. 1988. Fruit Culture: Its Science and Art. California (US): John Willey&Sons Inc.
Santoso B.B dan Purwoko B.S. 1995. Fisiologi dan teknologi pasca panen tanaman hortikultura [Jurnal]. Jakarta (ID): Indonesia Australia Eastern Universites Project. hal:185
Semangun H. 1994. Penyakit-Penyakit Tanaman Hortikultura di Indonesia. Yogyakarta (ID): Gadjah Mada University Press.
Sismiyati, D. 2003. Efektivitas Pemberian Air dengan Sistem Irigasi Tetes pada Tanaman Melon (Cucumis melo L.) [Skripsi]. Bogor (ID):Institut Pertanian Bogor.
Snyder F W dan Carlson G E. 1993. Selecting for partitioning of photosynthetic products in corps [Jurnal]. Advances in agronomy vol 37: 47-69
Sobir dan Napitupulu. 2010. Bertanam Durian Unggul. Jakarta (ID): Penerbit Swadaya
Soetopo L. 1997. Psidium guajava L. Di dalam: Verheij EWM, Coronel RE, editor. Prosea Sumber Daya Nabati Asia Tenggara 2: buah-buahan yang dapat dimakan. Danimihardja S, Sutarno H, Utami NW, Hoesen DSH, penerjemah. Jakarta (ID): Gramedia Pustaka Utama. Terjemahan dari: Plant Resources of South East Asia 2: Edible Fruits and Nuts.
21
Sujiprihati S. 1985. Studi keragaman berbagai sifat agronomis dan pola pembungaan/pembuahan jambu Bangkok. Bogor (ID): Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
Susanto S, Melati M, Junaedi A. 2013. Optimasi source dan sink untuk meningkatkan produksi dan kualitas jambu kristal [Prosiding]. Seminar Hasil-Hasil PPM IPB Vol. I : 75–86.
Usenik V, Orazem P, Stampar F. 2010. Low leaf to fruit ratio delays fruit maturity of ‘’Lapins‟ sweet cherry on Gisela 5. Sci. Hort 126: 33–36.
Widodo SE, Zulferiyenn, Maretha I. 2012. Pengaruh penambahan indole acetic acid (IAA) pada pelapisan kitosan terhadap mutu dan masa simpan buah jambu biji (Psidium guajava L.) crystal. Jurnal Agrotropika. 17(1): 14-18.
Winarno F G . 2002. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta (ID): Gramedia Pustaka Utama.
Yuan R, Alferez F, Kostenyuk I, Singh S, Syvertsen JP, Burns JK. 2005. Partial defoliation can decrease average leaf size but has little effect on orange tree growth, fruit yield and juice quality. HortScience 40 (7): 2011-2015.
22
LAMPIRAN
Lampiran 1. Data curah hujan, temperature dan kelembaban selama penelitian
Bulan Curah hujan(mm) Jumlah hari hujan (HH) Temperatur( ᵒC) Kelembaban(%) Februari 346 26 25.2 87 Maret 374 28 25 88 April 206 28 25.6 85 Mei 202 30 25.8 86 Juni 90 28 26.2 79
23