BAB V SIMPULAN DAN SARAN
5.1 Simpulan
Representasi sosial budaya dalam lirik lagu dangdut tahun 1990 sampai 2014 dapat dilihat melalui sapaan yang digunakan, tema, gaya bahasa, dan diksi mengenai perkembangan teknologi yang digunakan. Berikut adalah simpulannya
Berdasarkan sapaan, sapaan yang digunakan lirik lagu tahun 90-an adalah mas, yang, sayang, kasih , kekasih, kekasihku, kasihku belahan jiwaku, belahan jiwaku, permata hatiku, belahan jiwa permata hati, wahai pesona, anda, dan para hadirin. Sapaan yang digunakan tahun 2000-an adalah mas, kangmas, yang, sayang, sayangku, kekasih, kekasihku, para generasi muda, juwitaku, bang, abang, darling, mbah dukun, sedangkan sapaan yang digunakan tahun 2011-an adalah bang, abang, masbro, aa, mas, dan kangmas. Dengan demikian, ada beberapa simpulan mengenai perubahan variasi sapaan yang digunakan. Pertama, walaupun perubahan sapaan telah banyak dilakukan, masyarakat masih menjunjung budaya patriaki, yaitu dengan menggunakan mas, abang atau aa sebagai sapaan utama untuk laki-laki yang lebih tua atau dianggap tua. Kedua, semakin bertambahnya tahun, masyarakat lebih terbuka dengan segala informasi dan bahasa yang masuk. Hal ini ditandai dengan beragamnya sapaan daerah yang digunakan. Ketiga, masyarakat terlihat lebih realistis dengan keadaan. Pernyataan tersebut dibuktikan dengan semakin berkurangnya sapaan puitis yang digunakan seperti belahan jiwaku, permata hatiku dan lebih banyak menggunakan sapaan
109
netral dan gaul seperti bang, masbro, dan yayang. Keempat, walaupun tingkat kepuitisan seseorang berkurang, tetapi tingkat kreativitas dalam mengolah bahasa gaul semakin meningkat.
Berdasarkan tema, tema mengenai cinta merupakan tema yang paling mendominasi lirik lagu tahun 90-an. Tema yang paling banyak dibuat lagu adalah tema tentang disakiti pasangan dan perselingkuhan dengan 18 lagu, selanjutnya tentang indahnya cinta 14 lagu, kerinduan 13 lagu, kesetiaan 9 lagu, cinta tak sampai 7 lagu, memilih pasangan 2 lagu, dan aktivitas pacaran 2 lagu. Tema lainnya adalah tentang nasihat dan hiburan. Tema nasihat pun ada berbagai macam seperti nasihat tentang religi terdapat 8 lagu, permasalahan sosial 4 lagu, sampai nasionalisme 2 lagu. Tema terakhir adalah tema tentang hiburan yang berjumlah 1 lagu.
Tema yang paling banyak digunakan tahun 2000-an adalah tema tentang cinta. Subtema mengenai cinta melingkupi indahnya cinta dengan jumlah 18 lagu, tema tentang kesetian 14 lagu, kerinduan 13 lagu, disakiti pasangan dan perselingkuhan 12 lagu, cinta tidak sampai 6 lagu, dan aktivitas pacaran berjumlah 5 lagu.
Tema yang terdapat dalam lirik lagu dangdut tahun 2011-an adalah tema tentang cinta, nasihat, hiburan, dan deskripsi sesuatu. Subtema tentang cinta antara lain tentang disakiti pasangan dan perselingkuhan 13 lagu, indahnya cinta 7 lagu, aktivitas pacaran 6 lagu, kesetiaan 3 lagu, kerinduan 3 lagu, dan cewek matre 2 lagu. Subtema nasihat 1 lagu, dangdut dan goyangan 2 lagu, dan yang terakhir adalah subtema tentang umpatan untuk laki-laki terdapat 3 contoh lagu.
110
Berdasarkan gaya bahasa, pada tahun 1990-an, umumnya menggunakan diksi yang indah, puitis, dan terkesan romantis, namun bertele-tele atau tidak diungkapkan secara langsung, tetapi melalui makna-makna konotasi dan kias. Selain itu, lagu dangdut tahun 1990-an juga akrab dengan keindahan alam. Berdasarkan hal tersebut, maka nilai-nilai sosial budaya yang terepresentasi dalam gaya bahasa adalah sebagai berikut. Pertama, masyarakat lebih menggunakan keadaan alam sebagai pembanding sesuatu. Kedua, masyarakat menjunjung nilai moral dan agama. Pernyataan tersebut terdapat dalam lirik-lirik lagu dangdut yang tidak menggunakan lirik yang vulgar, erotis, dan mengundang birahi, namun menggunakan lirik-lirik yang puitis.
Pada tahun 2000-an merupakan tahun transisi antara lagu tahun 1990-an ke lagu tahun 2011-an, sehingga terkesan setengah-setengah. Di tahun 2000-an awal masih terpengaruh lagu-lagu dangdut lawas, sedangkan di pertengahan 2000-an merupak2000-an titik awal perkemb2000-ang2000-an d2000-angdut 2011-2000-an, sehingga tidak terlalu kentara perbedaan dengan tahun-tahun sebelum dan sesudahnya.
Pada tahun 2011-an, lagu dangdut mengalami banyak perubahan. Perbedaan tersebut sangat signifikan dengan lagu tahun 1990-an. Lagu dangdut tahun 2011-an mempunyai ciri menggunak2011-an bahasa percakap2011-an sehari-hari, bersifat jelas, lugas, dan langsung. Sedikit sekali unsur estetisnya. Selain itu juga umumnya menggunakan bahasa gaul (slang) dan akronim buatan. Perbandingan untuk mengungkapkan sesuatu tidak lagi menggunakan keindahan alam, tetapi menggunakan makanan, hewan, dan istilah unik, sedangkan bahasa yang digunakan banyak terpengaruh dari bahasa daerah seperti Jawa, Sunda, Betawi,
111
dan Inggris. Berdasarkan penjelasan tersebut, maka nilai-nilai sosial budaya yang terepresentasi melalui gaya bahasa lirik lagu dangdut adalah sebagai berikut. Pertama, masyarakat tidak lagi menggunakan alam sebagai pembanding karena lebih tertarik dengan sesuatu yang realistis. Hal ini terungkap berdasarkan minimnya bahkan hampir tidak ada lagu yang menggunakan alam sebagai perbandingan. Kedua, lunturnya nilai moral dan agama yang terjadi pada masyarakat membuat lagu-lagu dangdut tahun 2011-an seakan tidak ada filter untuk menyaring lagu yang bernuansa erotis dan memacu birahi lelaki. Lagi-lagi yang menjadi korban adalah wanita. Hal ini berdasarkan lagu-lagu yang berlirik fulgar serta wanita yang selalu menderita karena telah hamil sebelum menikah. Ketiga, peran wanita tidak hanya menjadi korban, tetapi juga berani mengorbankan suami. Artinya, wanita digambarkan tidak segan memberikan umpatan untuk pasangan lelaki atau suaminya. Pernyataan tersebut membuat peran wanita lebih tangguh dan lebih mandiri. Keempat, masyarakat terbuka dengan segala informasi yang masuk. Informasi tersebut berupa banyaknya kata atau istilah baru yang merupakan istilah buatan seperti bahasa slang yang diambil dari berbagai bahasa daerah seperti bahasa Betawi dan Jawa.
Berdasarkan diksi yang digunakan untuk merepresentasikan perkembangan teknologi, tahun 1990-an menggunakan surat sebagai alat komunikasi, tahun 2000-an menggunakan SMS dan telepon, tahun 2011-an menggunakan SMS, telepon dan BBM
112