SIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI
4. Kepada Peneliti Selanjutnya
Penelitian ini masih terbatas pada aspek yang diteliti, populasi, sampel dan desain penelitian, sehingga masih ada ruang yang masih perlu
Mardi Lestari, 2014
Program Bimbingan Karir Untuk Mengembangkan Kemampuan Keputusan Karir Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
dikaji oleh peneliti selanjutnya. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya yakni:
a. Peneliti selanjutnya dapat mengembangkan pengungkapan profil kemampuan keputusan karir yang masih terbatas pada dua aspek yaitu pengetahuan dan sikap, menjadi tiga aspek utuh kemampuan keputusan karir dengan menambahkan aspek keterampilan.
b. Peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian dengan tema yang sama, namun pada populasi dan sampel yang berbeda, di antaranya pada siswa SD, MTs, SMA, MA dan Perguruan Tinggi, sehingga dapat menghasilkan profil kemampuan keputusan karir pada jenjang yang lebih luas.
c. Peneliti selanjutnya dapat menggunakan desain penelitian yang lain untuk mengetahui kestabilan keadaan kemampuan keputusan karir siswa dan dapat menguji pelaksanaan program, sehingga perubahan tingkat kemampuan keputusan karir pada siswa lebih terlihat jelas.
Mardi Lestari, 2014
Program Bimbingan Karir Untuk Mengembangkan Kemampuan Keputusan Karir Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR PUSTAKA
Amundson, Norman. (1995). An Interactive Model of Career Decision Making. Vancouver, Canada: Journal of Employment Counseling Department of Counseling Psychology Faculty of Education University of British Columbia Volume 32, 11-21.
Bavolar, Joszef. Validation of the Adult Decision-Making Competence in Slovak students. 2013. Judgment and Decision Making, Vol. 8, No. 3, May 2013, pp. 386–392
BPS. (2013). Survei BPS 2013 Pengangguran Terbuka. [Online]. Tersedia di http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php?kat=1&tabel=1&daftar=1&id_suby ek=06¬ab=4. Diakses pukul 20.11 WIB, 26 Maret 2014
Brown, Duane. (2002). Career Choice and Development. San Francisco: Jossey Bass.
Budiamin, Amin. (2002.) Manajemen Layanan Bimbingan Karier pada SMU Negeri di Kabupaten Bandung. Dalam Jurnal Psikologi Pendidikan dan Bimbingan, Psikopedagogia Vol. 2 November 2002, Hal 259-266.
Damanik, Esther. (2011). Program bimbingan karir berdasarkan profil kematangan karir siswa (dikembangkan berdasarkan studi deskriktif siswa kelas XI di SMA Negeri 21 Jakarta ajaran 2010-2011). Tesis pada jurusan BK UPI Bandung: Tidak diterbitkan.
De Bruin. et al. Individual Differences in Adult Decision-Making Competence. Journal of Personality and Social Psychology. 2007, Vol. 92, No. 5. Hal. 938–956 the American Psychological Association
Depdiknas. (2008). Penataan Pendidikan Profesional Konselor dan Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal. Bandung: Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan FIP UPI.
Dillard, John Milton. (1985). Lifelong Career Planning. Charles E. Merril Publishing Company.
Drosos, Nikos. et al. (2012). Career Beliefs of Greek and Non-Greek Vocational Education Students. Journal Creative Education Vol.3, No.7, Hal. 1241-1250.
Mardi Lestari, 2014
Program Bimbingan Karir Untuk Mengembangkan Kemampuan Keputusan Karir Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Gati, & Saka. (2001). High school students’ career-related decision-making difficulties. Journal of Counseling & Development, 79, 331–340
Gladding, T. Samuel. (2012). Konseling: Profesi yang Menyeluruh. Indeks: Jakarta.
Herr, E. L. & Crammer. S. H. (1984) Career Guidance and Counseling Through the life span. Toronto: Little, Brown and Company.
Hurlock, Elizabeth. (2004). Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga.
Kartono, Kartini. (2007). Psikologi Anak (Psikologi Perkembangan). Bandung: CV. Mandar Maju.
Kidd, Jennifer M. (2006). Understanding career counseling. London: Sage Publications Ltd.
Kunnen, Saskia. The Effects of Career Choice Guidance on Identity Development. 2013. Hindawi Publishing Corporation Education Research International Volume 2013, Article, 9 pages. Universitas Groningen Belanda.
Lapan, Richard T. (2006) Vocational Skills and Outcomes Among Native American Adolescents: A Test of the Integrative Contextual Model of Career Development. Journal Career Development March. 2006. Vol. 54 No. 3. the National Career Development Association.
LEE Ching May, Mimi. (2007). Career Maturity, Career Decision-making Self-efficacy, Interdependent Self-construal, Locus of Control and Gender Role Ideology of Chinese Adolescents in Hong Kong. Journal Hong Kong Baptist University.
Manrihu, Mohammad Thayeb. (1992). Pengantar Bimbingan dan Konseling Karier.
Jakarta: Bumi Aksara
Mar’at. (2009). Sikap Manusia, Perubahan dan Pengukurannya. Jakarta: Gramedia Maulani, Novi. (2010). Program Bimbingan dan Konseling untuk Meningkatkan Kemandirian Perilaku Siswa dalam Membuat Keputusan Karir. Skripsi pada Jurusan PPB UPI. Tidak diterbitkan.
Munandir. (1996). Program Bimbingan Karier di Sekolah. Jakarta: Departemen Pendidikan dan kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pendidikan Tenaga Akademik.
Osipow, Samuel H. (1983). Theories of Career Development. The Ohio State University. New Jersey.
Mardi Lestari, 2014
Program Bimbingan Karir Untuk Mengembangkan Kemampuan Keputusan Karir Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Ruth, Marom. et. al. (1993). Perceived Consequences of Risky Behaviors: Adults and Adolescents. Journal Developmental Psychology.. Vol. 29 No. 3 Hal: 549-563. American Psychologikal Association.Inc.
Santrock. (2007). Adolesence. Alih bahasa Shinto B. Adelar dan Sherly Saragih.
Perkembangan Remaja. Jakarta: Erlangga.
Sciarra. (2004). School Counseling: Foundation and Contemporary Issues. Canada: Thomson Brooks/ Cole.
Sharf, Richard. (1992). Applying Career Development Theory to Counseling.
California: Brooks/Cole Publishing Company.
Suherman, Uman & Sudrajat, Dadang. (1998). Evaluasi dan Pengembangan Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Bandung: Publikasi Jurusan PPB FIP UPI.
Sukardi, Dewa Ketut & Sumiati. (1990). Pengantar Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.
Sukardi, Dewa Ketut. (1993). Psikologi Pemilihan Karier. Jakarta: Rineka Cipta. Sukardi, Dewa Ketut. (1994). Bimbingan Karier di Sekolah-sekolah. Jakarta: CV.
Ghalia indonesia.
Supriatna, Mamat. (2010). Layanan Bimbingan Karir di Sekolah Menengah. Departemen Pendidikan Nasional UPI.
Suryani, Ira Kartika. (2010). Program bimbingan karir untuk meningkatkan kematangan karir siswa menengah kejuruan(studi deskriktif siswa kelas XI di SMK Nasional Depok tahun ajaran 2009-2010). Tesis pada jurusan BK UPI Bandung: Tidak diterbitkan.
Syahbana, Ali. (2012). Peningkatan Kemampuan Berpikir Sistematis Siswa SMP melalui pendekatan Contextual Teaching and Learning. Educatica Volume 02 Nomor 01, April 2012, halaman 47. Universitas Muhammadiyah Bengkulu.
Udoro, Dwono. (2010). Obsesi Orang Tua atau Cita-Cita Anak?. [Online]. Tersedia di http://dworo.wordpress.com/2010/05/17/obsesi-orang-tuaatau-cita-cita-anak/ Diakses 22 Februari 2013
Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Sinar Grafika.
UPI. (2014). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia. Tidak Diterbitkan
Mardi Lestari, 2014
Program Bimbingan Karir Untuk Mengembangkan Kemampuan Keputusan Karir Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Vondracek, F. W. (2007). Vocational Identity Across The Life Span: A Developmental-Contextual Perspective On Achieving Selft-Realization Through Vocational Careers. London: Man and Work.
Watson, Curtis L. (2010). A study of secondary students’ decision-making
processes with respect to information use, particularly students’ judgements
of relevance and reliability. Australia: International Association of School Librarianship.
Yusuf, Syamsu & Nurihsan, Juntika. (2009). Landasan Bimbingan & Konseling. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Yusuf, Syamsu. (2009). Program Bimbingan & Konseling di Sekolah.