5.1 Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya, dapat ditarik beberapa simpulan mengenai psychological well-being pada odapus wanita usia dewasa awal di Rumah Sakit ‘X’ di Kota Bandung sebagai berikut :
1. Sebagian besar dari 32 odapus wanita usia dewasa awal di Rumah
Sakit ‘X’ di Kota Bandung memiliki derajat psychological well-being
yang tergolong tinggi.
2. Para odapus wanita usia dewasa awal di Rumah Sakit ‘X’ di Kota Bandung dengan psychological well-being yang tinggi, pada umumnya memiliki derajat yang tinggi pula pada dimensi self-acceptance, positive relation with others, autonomy, environmental mastery, personal growth, dan purpose in life.
3. Pada odapus wanita usia dewasa awal di Rumah Sakit ‘X’ di Kota Bandung dengan psychological well-being yang rendah, pada umumnya memiliki derajat yang rendah pula pada dimensi self-acceptance, positive relation with others, autonomy, dan environmental mastery, namun pada dimensi personal growth dan purpose in life hasilnya lebih banyak odapus wanita usia dewasa awal
83
Universitas Kristen Maranatha dengan psychological well-being rendah tersebut yang memiliki derajat tinggi pada dimensi-dimensi tersebut.
4. Dimensi-dimensi yang derajatnya paling rendah pada odapus wanita usia dewasa awal yang memiliki derajat psychological well-being yang rendah adalah dimensi self-acceptance, positive relation with others, dan autonomy.
5. Dimensi purpose in life merupakan dimensi dengan derajat paling tinggi pada sebagian besar responden dalam penelitian ini baik responden yang memiliki derajat psychological well-being tinggi maupun rendah.
6. Faktor latar belakang budaya dengan nilai kolektivistik merupakan faktor yang memiliki keterkaitan dengan derajat psychological well-being yang rendah pada sebagian besar odapus wanita usia dewasa awal terutama pada dimensi autonomy.
7. Faktor dukungan sosial merupakan faktor yang memiliki keterkaitan dengan psychological well-being para odapus wanita usia dewasa awal yang memiliki derajat tinggi.
5.2 Saran
5.2.1 Saran Teoritis
1. Bagi peneliti lain dapat melakukan penelitian mengenai hubungan antara faktor yang mempengaruhi psychological well-being khususnya faktor dukungan sosial dengan psychological well-being pada odapus
84
Universitas Kristen Maranatha wanita usia dewasa awal, dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor dukungan sosial dengan psychological well-being pada odapus wanita usia dewasa awal tersebut.
2. Berkaitan dengan terbatasnya populasi dalam penelitian ini, maka disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk menambah jumlah responden dengan melalui lebih memperluas populasi lagi.
5.2.2 Saran Praktis
1. Bagi para dokter dan perawat yang menangani para odapus wanita usia dewasa awal dan seluruh pasien Lupus di Poliklinik Rawat Jalan Bagian Reumatologi Rumah Sakit ‘X’ di Kota Bandung, untuk lebih mempertahankan pelayanan konsultasi maupun komunikasi dua arah saat berinteraksi dengan para odapus agar dapat mengembangkan pola pikir dan perasaan yang positif para odapus.
2. Bisa juga dengan melibatkan anggota keluarga dari para odapus dalam konsultasi yang dilakukan. Hal tersebut bertujuan agar dengan terbentuknya pola pikir dan sikap yang lebih positif dari para odapus terhadap kondisi diri mereka, maka bisa menunjang pula kondisi fisik yang lebih baik. Selain itu, bagi pihak keluarga dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya dukungan sosial yang senantiasa perlu diberikan pada para odapus agar membuat para odapus merasa tidak sendiri dalam menjalani hidup dengan Lupus yang ada di diri mereka,
85
Universitas Kristen Maranatha namun masih banyak orang di samping mereka yang peduli dan sayang pada keadaan mereka.
3. Bagi pihak Rumah Sakit ‘X’ di Kota Bandung khususnya Poliklinik Rawat Jalan Bagian Reumatologi agar mengadakan berbagai kegiatan pengembangan diri bagi para odapus wanita usia dewasa awal seperti seminar singkat atau talkshow, maupun pelatihan-pelatihan khusus dari pakar psikologi dan ahli medis. Kegiatan-kegiatan tersebut bertujuan untuk memfasilitasi mereka untuk dapat mengembangkan diri baik dalam kemampuan interpersonal maupun keterampilan fisik.
4. Bagi pihak Poliklinik Rawat Jalan Bagian Reumatologi di Rumah Sakit
‘X’ Kota Bandung agar mengadakan jadwal pertemuan rutin untuk seluruh pasien Lupus di Rumah Sakit ‘X’ dalam rangka memfasilitasi para odapus agar bisa saling bertukar cerita dan pengalaman satu sama lain yang menghasilkan solusi dan meningkatkan motivasi bagi diri masing-masing untuk bisa semakin kuat dan berjuang menghadapi keseharian dengan Lupus yang ada di dalam diri mereka.
5. Bagi pihak Rumah Sakit ‘X’ Kota Bandung agar lebih melibatkan
secara aktif dan intensif peran dari psikolog dalam menangani kondisi psikis dari setiap odapus wanita usia dewasa awal terutama yang memiliki psychological well-being rendah, untuk lebih mengembangkan perasaan dan sikap positif dalam diri para odapus terhadap keadaan diri dan kualitas hidup mereka secara keseluruhan.
Universitas Kristen Maranatha
Daftar Pustaka
Friedenberg, Lisa. 1995. Psychological Testing :Design, Analysis, and Use. USA: University of North California.
Guilford. 1956. Fundamental Statistics in Psychology and education. New York : McGRAW-HILL Book Company, inc.
Keyes, C. L., & Ryff, C. D. 1995. The Structure of Psychological Well-Being Revisited. Journal of Personality and Social Psychology, 69. 719-727.
Lemme, B. H. 1995. Development in Adulthood. USA : Allyn & Bacon.
Ryff, C. D. 1989. “Happiness is Everything, or is it? Explorations on The Meaning of Psychological Well-Being”. Journal of Personality and Social Psychology, Vol.57. No.6 1069-1081.
Supangat, And. 2008. Statistika Dalam Kajian Deskriptif, Inferensi, dan Non Parametrik. Jakarta : Kencana
Wallace, D. J. 2007 “The Lupus Book”, penerjemah, Wiratama, C; penyunting, Faridi, S. Yogyakarta : B-First.
Wells, I. E. 2010. “Psychology of Emotions, Motivations, and Actions”. Journal of Psychological Well-Being. New York : Nova Science Publishers, Inc.
Universitas Kristen Maranatha
Daftar Rujukan
Dokter Spesialis Reumatologi dan Lupus. 2013. “Tanya Jawab Seputar Reumatik dan Lupus”. Bandung RSUP Dr. Hasan Sadikin
Fakultas Psikologi. 2009. “Panduan Penelitian Skripsi Sarjana”. Bandung Universitas Kristen Maranatha
“Jumlah penyandang Lupus di Indonesia”, http://health.detik.com (Diakses pada tanggal 20 April 2014)
Jurnal Penelitian Mengenai Psychological Well-Being pada Odapus Wanita Usia Dewasa Awal. http://jurnal-airlangga.ac.id (Diakses pada tanggal 14 April 2013)
“Lupus penyakit seribu wajah yang harus diwaspadai”,
http://www.antaranews.com/berita/376454/ (Diakses pada tanggal 3 Juni 2014)
“Penyakit Lupus-ciri-gejalanya”, http://www.hidupsehat.web.id/2014/04.html (Diakses pada tanggal 2 Mei 2014)
“Perkembangan penyakit Lupus di Indonesia meningkat”,
http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/13/05/23/mn7mhx (Diakses pada tanggal 20 April 2014)
http://yayasanlupusindonesia.org/bab-0/ (Diakses pada tanggal 19 April 2014) http:// www.herbal.tanijogonegoro.com (Diakses pada tanggal 19 April 2014) http://reumatologi.or.id/reuarttail?id=21 (Diakses pada tanggal 20 April 2014)