• Tidak ada hasil yang ditemukan

Noda vs waktu

TINJAUAN PUSTAKA

2.6 Sinar Ultraviolet

Berdasarkan panjang gelombangnya, sinar ultraviolet terbagi menjadi tiga, yaitu:

a. UV-A (320-400 nm)

Sinar UV-A merupakan sinar yang paling banyak mencapai bumi yaitu 100 kali dibandingkan sinar UV-B namun kekuatannya lebih lemah yaitu 1:1000 UV-B. Sinar ini mampu masuk ke dalam dermis dan menyebabkan kerusakan jaringan dermis sehingga proses penuaan dapat dipercepat.

b. UV-B (290-320 nm)

Sinar UV-B merupakan sinar terkuat yang mencapai bumi. Kerusakan kulit yang ditimbulkan berada pada bagian epidermis. Efek yang ditimbulkan dapat berupa luka bakar, kelainan pra-kanker serta keganasan kulit. Jumlah sinar UV-B yang masuk ke bumi tidak konstan karena tergantung musim dan cuaca. Lapisan ozon mampu mengabsorpsi 90% sinar UV-B.

c. UV-C (200-290 nm)

Sinar UV-C merupakan sinar yang paling banyak diabsorpsi oleh lapisan ozon sehingga tidak mencapai permukaan bumi. Pembentukan radikal bebas intrasel yang reaktif akan mempercepat proses kerusakan dan penuaan kulit Parrish (1983).

2.7 Masker

Perawatan wajah yaitu facial meliputi face cleansing, exfoliation, steam, mask dan moisturizing. Setelah melakukan proses kompres hangat (steaming) perawatan wajahdilanjutkan dengan menggunakan masker (Noormindhawati, 2013). Kosmetika wajah tersedia dalamberbagai bentuk sediaan, salah satunya dalam bentuk masker. Bentuk sediaan masker yang banyak terdapat di pasaran adalah bentuk pasta atau serbuk, sedangkan sediaan masker bentuk gel masih jarang dijumpai, padahal masker bentuk gel mempunyai beberapa keuntungan diantaranya penggunaan yang mudah, serta mudah untuk dibilas dan dibersihkan. Selain itu, masker berbentuk gel dapat juga diangkat atau dilepaskan seperti membran elastis (Harry,1973).

2.7.1aFungsi masker

Masker banyak dipilih sebagai perawatan wajah karena manfaatnya yang cukup baik. Fungsi masker tersebut yaitu:

a. Dapat memperbaiki dan merangsang dari aktivitas sel-sel kulit yang masih aktif

b. Mengikat kotoran dan sel-sel tanduk yang masih terdapat pada kulit secara mendalam

c. Memberi nutrisi, menghaluskan, melembutkan dan menjaga kelembaban kulit

d. Mencegah, mengurangi dan menyamarkan kerusakan-kerusakan pada kulit seperti gejala keriput dan hiperpigmentasi

e. Memperlancaraliran darah dan getah bening pada jaringan kulit (Muliyawan dan Suriana, 2013).

Banyak jenis masker yang saat ini beredar di pasaran, diantaranya: a. Masker bubuk

Masker ini berupa bubuk yang harus dicampur dengan air terlebih dulu hingga kental, sebelum diaplikasikan pada wajah yang kulitnya normal. Masker bubuk memiliki tingkat kerapatan yang tinggi, sehingga tidak cocok digunakan untuk kulit sensitif atau yang sedang mengalami iritasi (Basuki, 2003).

b. Masker krim

Masker krim adalah gabungan untuk perawatan tertentu seperti facial. Masker krim baik untuk kulit kering, karena fungsi masker ini bisa mengangkat kulit mati dan melembabkan kulit

c. Masker gel

Masker gel termasuk salah satu masker yang praktis, karena setelah kering masker tersebut bisa langsung diangkat tanpa perlu dibilas Masker ini biasa dikenal dengan masker peel off. Manfaat masker gel antara lain dapat mengangkat kotoran dan sel kulit mati agar kulit bersih dan segar. Masker ini juga dapat mengembalikan kesegaran dan kelembutan kulit, bahkan dengan pemakaian teratur dapat mengurangi kerutan halus pada kulit wajah (Basuki, 2003).

d.Masker kertas/ kain

Masker kertas biasanya berbentuk lembaran menyerupai wajah dengan beberapa lubang di bagian mata, lubang hidung, dan mulut. Sedangkan masker kain berupa gulungan kecil yang harus diuraikan. Masker kertas maupun kain harus dicelup atau dibasahi dengan cairan tertentu sesuai dengan kebutuhan kulit, antara lain berupa minyak esensial, pelembab berbentuk cairan, dan serum khusus

untuk wajah yang dapat mengangkat kotoran, menghaluskan kulit serta mencerahkan kulit (Basuki, 2003).

e. Masker topeng

Masker topeng berlubang dibagian mata dan mulut. Tekstur masker topengjuga lentur sehingga dapat menyesuaikan dengan lekuk-lekuk wajah (Basuki, 2003).

f. Masker clay

Masker clay dikenal sebagai produk perawatan wajah yang ampuh untuk membersihkan pori-pori tersumbat. Masker ini cocok untuk kulit berminyak karena kemampuannya menyerap kandungan minyak pada wajah sekaligus mengencangkan permukaan kulit (Gayatri, 2010)

2.7.3 Mekanisme kerja masker minyak bijibuahanggur

Masker minyak biji buah anggur yang diaplikasikan pada wajah dapat menyebabkan suhu kulit wajah menjadi meningkat sehingga peredaran darah menjadi lebih lancar dan pengantaran zat-zat gizi ke lapisan permukaan kulit dipercepat, sehingga kulit muka terlihat lebih segar. Karena terjadinya peningkatan suhu dan peredaran darah yang lebih lancar, maka fungsi kelenjar kulit meningkat, kotoran dan sisa metabolisme dikeluarkan ke permukaan kulit untuk kemudian diserap oleh lapisan masker yang mengering. Cairan yang berasal dari masker dan zat aktif minyak biji buah anggur akan diserap oleh lapisan tanduk (stratum corneum). Setelah masker mengering, lapisan tanduk akantetap kenyal, bahkan sifat ini menjadi lebih baik terlihat keriput kulit berkurang, sehingga kulit muka tidak saja halus tetapi juga kencang setelah masker dibersihkan.

Perawatan kulit sedini mungkin dapat mencegah efek penuaan, pada analisa konvensional diagnosis dilakukan dengan mengandalkan kemampuan pengamatan semata. Pemeriksaan seperti ini memiliki kekurangan pada sisi analisis secara klinis-instrumental dan tidak adanya rekaman hasil pemeriksaan yang mudah dipahami (Aramo, 2012).

Skin analyzer merupakan sebuah perangkat yang dirancang untuk mendiagnosa keadaan pada kulit. Skin analyzer dapat mendukung diagnosa dokter yang tidak hanya meliputi lapisan kulit teratas namun mampu memperlihatkan sisi lebih dalam kulit, dengan mode pengukuran normal dan polarisasi, dilengkapi dengan rangkaian sensor kamera, alat ini dapat menampilkan hasil lebih cepat dan akurat. Pengukuran yang dapat dilakukan menggunakan skin analyzer yaitu

moisture (kadar air), evenness(kehalusan), pore (pori), spot (noda), wrinkle

(keriput), dan kedalam keriput. Parameter hasil pengukuran dengan menggunakan

skin analyzer dapat dilihat pada tabel 2.3

Tabel 2.3 Parameter hasil pengukuran dengan skin analyzer (Aramo, 2012)

Pengukuran Parameter

Moisture

(Kadar air) (%)

Dehidrasi Normal Hidrasi

0-29 30-50 51-100

Evenness

(Kehalusan)

Halus Normal Kasar

0-31 32-51 52-100

Pore

(Pori)

Kecil Besar Sangat besar

0-19 20-39 40-100

Spot

(Noda)

Sedikit Banyak noda Sangat banyak noda

0-19 20-39 40-100

Wrinkle

(Kerutan)

Tidak berkerut Berkerut Berkerut parah

BAB I PENDAHULUAN

Dokumen terkait