• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sinkronisasi Data atas Pola-Pola Kesejajaran yang

BAB 4 HASIL INTERPRETASI UPAYA IDENTIFIKASI

4.3.   Analisis Morfologi

4.3.4.   Sistematika Analisis Morfologi

4.3.4.2.   Sinkronisasi Data atas Pola-Pola Kesejajaran yang

Pengelompokkan yang merujuk pada suatu pola-pola kesejajaran akan memudahkan dalam membuat kesimpulan bahwa seluruh tokoh-tokoh tersebut secara prinsipil memiliki sifat yang sama yakni menunjuk pada tokoh manusia yang nyata dan berada dalam hierarki kerajaan yang tinggi,

Tabel ciri ikonografis dapat menuntun untuk melakukan sinkronisasi data atas pola-pola kesejajaran yang akan terlebih dahulu dilakukan pada masing-masing candi induk.

Tabel 4.3. Ciri Ikonografis

Bentuk Panil Relief Jumlah Tokoh Utama

Jenis Kelamin Tokoh Utama

Sikap Tubuh Tokoh Utama Sikap Tangan Tokoh Utama

Jumlah Tokoh Pengiring

Komponen lain dalam Panil Relief

Vertikal Horizontal 1 2 Wanita Pria Sama

bhangga Tri bhangg a Duduk Samadi Vara(da) mudra Añjali mudra

1 2 3 6 Payung Kipas Kendi Pohon Kalpataru Hiasan ornamental sebagai latar panil 1 2 3 A1-1 A1-2 A2-1 A2-2 B1-1 B1-2 B1-3 B1-4 B2-1 B2-2 B2-3 B2-4

Candi Induk Utara

Analisis morfologis terhadap keseluruhan relief-relief tokoh pada panil Candi Induk Utara Plaosan Lor dapat membuktikan identifikasi tokoh sebagai representasi seorang manusia yang nyata dan hidup pada masa ketika seluruh gugusan candi masih difungsikan. Tokoh-tokoh tersebut bersifat mandiri dalam satu kesatuan adegan per panil masing-masing.

Para tokoh utama tersebut juga bukan berasal dari golongan rakyat biasa, namun merupakan tokoh-tokoh petinggi kerajaan. Dua pengelompokan atas pola kesejajaran yang ditemukan adalah :

• Kelompok 1 →tokoh utama panil relief A1-2 dengan A2-1. • Kelompok 2 →para tokoh panil relief A1-1 dengan A2-2.

Foto 4.13. Panil Relief A1-2 Kelompok 1 (Muhamad Oksy 2008)

Foto 4.14. Panil Relief A2-1 Kelompok 2 (Muhamad Oksy 2008)

Foto 4.15. Panil Relief A1-1 Kelompok 1 (Muhamad Oksy 2008)

Foto 4.16. Paniel Relief A1-1 Kelompok 2 (Muhamad Oksy 2008)

Pola kesejajaran memperlihatkan perbedaan antara dua kelompok tersebut bahwa kelompok 1 memiliki kedudukan yang lebih penting bila dibandingkan kelompok 2.

Tabel 4.4. Identifikasi Relief

Indikator pembuktian dugaan awal identifikasi tokoh :

• Hampir secara umum seluruh tokoh utama dilengkapi dengan atribut payung dan kipas (tokoh manusia) 28.

• Payung dan kipas dibawakan oleh tokoh-tokoh pengiring yang juga ditampilkan berbeda-beda secara fisik (tokoh manusia yang mandiri).

28 Hal tersebut memperhatikan kondisi bahwa pahatan relief sudah sangat aus dan sulit untuk diidentifikasi. Maka untuk hal-hal yang prinsipil seperti keberadaan payung dan kipas yang dibawakan oleh para tokoh pengiring dengan kondisi relief yang sudah tidak teridentifikasi, peneliti melakukan komparasi dengan penggambaran adegan sejenis pada relief-relief lainnya baik di Candi Induk Utara maupun Selatan.

• Keberadaan anomali-anomali sebagai ciri-ciri penokohan yang sifatnya individualis (tokoh manusia nyata)

• Raut muka dan ekspresi masing-masing tokoh digambarkan secara berbeda-beda (manusia yang nyata dan mandiri).

• Penempatan panil berdekatan langsung dengan arca-arca Boddhisattva (tokoh penting – yang memungkinkan hanya tokoh kerajaan sebagai kontributor pendirian candi).

Indikator penting pada kelompok 1:

- Hiasan atribut dan laksananya mewah (tokoh manusia penting kerajaan). - Berdiri dalam sikap samabhanga.

- Sikap vara(da)mudra.

- Tokoh-tokoh pengiring berjumlah 6 (tokoh penting kerajaan).

- Mahkota antefiks pada tokoh utama A2-1 (tokoh manusia yang nyata).

Indikator penting pada kelompok 2:

- Hiasan atribut dan laksana mewah (tokoh manusia penting). - Berdiri sikap samabhanga.

- Sikap añjalimudra.

- Tokoh pengiring berjumlah 3 pada relief A2-2 (tokoh manusia yang nyata). - Latar panil relief berhiaskan motif ornamental (tokoh penting).

Indikator acuan kelompok 1 memiliki kedudukan lebih tinggi bila dibandingkan kelompok 2 :

- Jumlah tokoh pengiring yang lebih banyak pada kelompok 1.

- Sikap vara(da)mudra (konsepsi makna mudra yang berarti memberi) 29 pada kelompok 1.

Candi Induk Selatan

Hasil analisis morfologis terhadap keseluruhan relief-relief tokoh pada panil Candi Induk Selatan Plaosan Lor dapat membuktikan identifikasi tokoh sebagai representasi seorang manusia yang nyata dan hidup pada masa ketika seluruh gugusan candi masih difungsikan. Tokoh-tokoh tersebut bersifat mandiri dalam satu kesatuan adegan perpanil masing-masing.

Para tokoh tersebut juga bukan berasal dari golongan rakyat biasa, namun merupakan tokoh-tokoh petinggi kerajaan. Jumlah keseluruhan panil relief pada Candi Induk Selatan adalah 8 panil, dengan jumlah keseluruhan tokoh utama yaitu 11 tokoh utama pria. Tiga pengelompokan atas pola kesejajaran yang ditemukan adalah :

• Kelompok 1 →  tokoh utama panil relief B1-1 dengan B2-2. • Kelompok 2 →  tokoh utama panil relief B1-2 dengan B2-1.

Foto 4.17. Panil Relief B1-1 Kelompok 1 (Muhamad Oksy 2008)

Foto 4.18. Panil Relief B1-2 Kelompok 2 (Muhamad Oksy 2008)

Foto 4.19. Panil Relief B2-2 Kelompok 1 (Muhamad Oksy 2008)

Foto 4.20. Panil Relief B2-1 Kelompok 2

Foto 4.21. Relief B1-3 Kelompok 3 (Muhamad Oksy 2008)

Foto 4.22.Relief B1-3 Kelompok 3 (Muhamad Oksy 2008)

Foto 4.23. Relief B1-4 Kelompok 3 (Muhmamad Oksy 2008)

Foto 4.24. Relief B2-3 Kelompok 3 (Muhamad Oksy 2008)

Pola kesejajaran memperlihatkan perbedaan antara ketiga kelompok tersebut dalam segi tingkat kepentingan tokoh-tokoh utamanya.

Indikator pembuktian dugaan awal identifikasi tokoh secara keseluruhan:

• Hampir secara umum seluruh tokoh utama dilengkapi dengan atribut payung dan kipas (tokoh manusia) 30.

• Payung dan kipas dibawakan oleh tokoh-tokoh pengiring yang juga ditampilkan berbeda-beda secara fisik (tokoh manusia yang mandiri).

• Keberadaan anomali-anomali sebagai ciri-ciri penokohan yang sifatnya individualis (tokoh manusia nyata)

• Raut muka dan ekspresi masing-masing tokoh digambarkan secara berbeda-beda (manusia yang nyata dan mandiri).

30 Tidak adanya keberadaan payung dan kipas pada relief B2-4 dikarenakan kondisi yang seperti tidak lengkap pada pemahatan relief. Kesimpulan secara umum dilakukan dengan komparasi atas keberadaan payung dan kipas pada panil relief lainnya.

Tabel 4.5. Identifikasi Relief

Indikator penting pada kelompok 1:

- Hiasan atribut dan laksananya mewah (tokoh manusia penting kerajaan). - Berdiri dalam sikap samabhanga.

- Sikap vara(da)mudra (tokoh penting dengan sikap tangan memberi anugerah). - Tokoh-tokoh pengiring berjumlah 6 (tokoh penting kerajaan).

- Atribut payung lebih mewah dibandingkan pada panil lain (tokoh yang paling penting).

- Posisi panil vertikal pada dinding-dinding interior dari bangunan candi sendiri. Indikator penting pada kelompok 2:

- Empat tokoh utama berdiri, B1-2 sikap tribhanga dan B2-1 sikap

samabhanga.

- Tubuh agak dicondongkan menghadap ke arca-arca Boddhisattva di pelataran. - Sikap añjalimudra.

- Atribut busana dan laksana yang dikenakan oleh keempat tokoh utama pada kelompok dua menunjukkan ciri-ciri khusus dan lain dibandingkan kesemua tokoh pada kedua candi induk (tokoh nyata dari tingkat kerajaan dengan asal yang berbeda-beda). Terutama tokoh utama 2 panil B1-2 diberi tambahan semacam alas batu untuk meninggikan tubuhnya (manusia nyata)

- Posisi panil vertikal pada dinding-dinding pemisah antar bilik candi.

Indikator penting pada kelompok 3:

- Seluruh tokoh utama digambarkan duduk bersamadi dalam sikap añjalimudra. - Terdapat penggambaran pohon kalpataru pada tiap relief.

- Panil berbentuk horizontal dan penempatannya jauh dari arca-arca Boddhisattva.

Indikator acuan untuk tingkat kepentingan dan kesakralan:

- Kelompok 1 memiliki jumlah tokoh pengiring yang terbanyak (tokoh-tokoh terpenting).

- Sikap vara(da)mudra (konsepsi makna mudra yang berarti memberi) 31 pada kelompok 1.

- Atribut payung kelompok 1 paling mewah (tokoh terpenting).

- Kelompok 2 sikap tubuh dicondongkan kepada para arca di pelataran.

- Kelompok 3 dalam sikap duduk samadi memiliki penempatan yang terjauh dibandingkan tokoh-tokoh yang berdiri.

4.3.4.3. Sinkronisasi Data atas Pola-Pola Kesejajaran Antara Candi Induk