• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.2. Deskr ipsi Hasil Penelitian

4.2.4. Sisa Hasil Usaha (SHU)

Berikut adalah analisis deskripsi untuk memberikan gambaran Sisa Hasil Usaha (SHU) pada Koperasi “WARGA TP WACHID HASYIM” Surabaya selama periode 2007-2010:

Tabel 4.4

Sisa Hasil Usaha (SHU) Per iode 2007-2010

Tahun Sisa Hasil Usaha(Rupiah)

2007 24709488 2008 26135539 2009 28028000 2010 34157837 Mean = 28257716 Minimum = 24709488 Maksimum = 34157837 Sumber : Lampir an 1 dan 2

Berdasarkan Tabel 4.4 diketahui nilai rata-rata variabel Sisa Hasil Usaha (SHU) selama periode penelitian adalah 28257716. Hal ini berarti selama periode 2007 hingga 2010, Koperasi “WARGA TP WACHID HASYIM” Surabaya mempunyai rata-rata Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar 28257716 rupiah.

4.3.1 Uji Nor malitas Data

Syarat yang harus dipenuhi untuk melakukan analisis korelasi

pearson adalah normalitas data. Pengujian normalitas data dilakukan dengan uji kolmogorov smirnov. Jika nilai signifikansi> 0.05 (α=5%), maka disimpulkan data berdistribusi normal.

Berikut adalah hasil uji normalitas data pada masing-masing variabel penelitian:

Tabel 4.5

Hasil Uji Nor malitas Data Variabel Signifikansi Keterangan Jumlah Anggota 0.780 Normal Jumlah Pinjaman Anggota 0.949 Normal Jumlah Simpanan Anggota 0.907 Normal Tambahan Modal 0.994 Normal Sisa Hasil Usaha (SHU) 0.929 Normal Sumber : Lampir an 3

Tabel 4.6menunjukkan bahwa nilai signifikansi uji kolmogorov smirnov pada variabel jumlah anggota, jumlah pinjaman anggota, jumlah simpanan anggota, tambahan modal dan Sisa Hasil Usaha (SHU) semuanya lebih besar dari 0.05, sehingga disimpulkan bahwa data variabel penelitian berdistribusi normal. Berdasarkan hasil ini maka syarat normalitas data yang dibutuhkan analisis korelasi pearson telah terpenuhi. 4.4 Teknik Analisis

4.4.1 Analisis Kor elasi pearson

Analisis korelasi pearson dilakukan untuk mengetahui hubungan antara jumlah anggota, jumlah pinjaman anggota, jumlah simpanan anggota dan tambahan modal dengan Sisa Hasil Usaha (SHU) pada Koperasi “WARGA TP WACHID HASYIM” Surabaya. Jika korelasi

pearson menghasilkan nilai signifikansi <0.05 (α=5%), maka disimpulkan terdapat hubungan signifikan antara jumlah anggota, jumlah pinjaman anggota, jumlah simpanan anggota dan tambahan modal dengan Sisa Hasil Usaha (SHU) pada Koperasi “WARGA TP WACHID HASYIM SURABAYA”.

Berikut adalah hasil analisis korelasi pearson antara jumlah anggota, jumlah pinjaman anggota, jumlah simpanan anggota dan tambahan modal dengan Sisa Hasil Usaha (SHU) pada Koperasi “WARGA TP WACHID HASYIM SURABAYA” :

Tabel 4.6

Sisa Hasil Usaha (SHU)

Keterangan Koefisien

Korelasi Signifikansi

Jumlah Anggota 0.646 0.354 tidak signifikan Jumlah Pinjaman Anggota 0.985 0.015 Signifikan Jumlah Simpanan Anggota 0.969 0.031 Signifikan Tambahan Modal 0.937 0.063 tidak signifikan Sumber : Lampir an 4

Analisis korelasi pearson antara jumlah anggota dengan Sisa Hasil Usaha (SHU) menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0.354 lebih besar dari 0.05, sehingga disimpulkan tidak terdapat hubungan signifikan antara jumlah anggota dengan Sisa Hasil Usaha (SHU) pada Koperasi “WARGA TP WACHID HASYIM SURABAYA”. Dilihat dari nilai korelasinya sebesar 0.646, hubungan antara jumlah anggota dengan Sisa Hasil Usaha (SHU) pada Koperasi “WARGA TP WACHID HASYIM” Surabaya adalah positif, namun hubungan positif tersebut tidak signifikan. Hal ini berarti peningkatan jumlah anggota akan diikuti peningkatan Sisa Hasil Usaha (SHU) pada Koperasi “WARGA TP WACHID HASYIM SURABAYA”, akan tetapi peningkatan SHU tersebut tidak nyata (peningkatannya hanya kecil).

Analisis korelasi pearson antara jumlah pinjaman anggota dengan Sisa Hasil Usaha (SHU) menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0.015 kurang dari 0.05, sehingga disimpulkan terdapat hubungan signifikan antara jumlah pinjaman anggota dengan Sisa Hasil Usaha (SHU) pada Koperasi “WARGA TP WACHID HASYIM” Surabaya. Dilihat dari nilai

korelasinya sebesar 0.985, hubungan antara jumlah pinjaman anggota dengan Sisa Hasil Usaha (SHU) pada Koperasi “WARGA TP WACHID HASYIM SURABAYA” adalah positif, dimana hubungan positif tersebut signifikan. Hal ini berarti peningkatan jumlah pinjaman anggota akan diikuti peningkatan Sisa Hasil Usaha (SHU) pada Koperasi “WARGA TP WACHID HASYIM SURABAYA” secara nyata (peningkatannya besar).

Analisis korelasi pearson antara jumlah simpanan anggota dengan Sisa Hasil Usaha (SHU) menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0.031 kurang dari 0.05, sehingga disimpulkan terdapat hubungan signifikan antara jumlah simpanan anggota dengan Sisa Hasil Usaha (SHU) pada Koperasi “WARGA TP WACHID HASYIM SURABAYA”. Dilihat dari nilai korelasinya sebesar 0.969, hubungan antara jumlah simpanan anggota dengan Sisa Hasil Usaha (SHU) pada Koperasi “WARGA TP WACHID HASYIM SURABAYA” adalah positif, dimana hubungan positif tersebut signifikan. Hal ini berarti peningkatan jumlah simpanan anggota akan diikuti peningkatan Sisa Hasil Usaha (SHU) pada Koperasi “WARGA TP WACHID HASYIM SURABAYA” secara nyata (peningkatannya besar).

Analisis korelasi pearson antara tambahan modal dengan Sisa Hasil Usaha (SHU) menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0.063 lebih besar dari 0.05, sehingga disimpulkan tidak terdapat hubungan signifikan antara tambahan modal dengan Sisa Hasil Usaha (SHU) pada Koperasi “WARGA TP WACHID HASYIM SURABAYA”. Dilihat dari nilai korelasinya sebesar 0.937, hubungan antara tambahan modal dengan Sisa

Hasil Usaha (SHU) pada Koperasi “WARGA TP WACHID HASYIM” Surabaya adalah positif, namun hubungan positif tersebut tidak signifikan. Hal ini berarti peningkatan tambahan modal akan diikuti peningkatan Sisa Hasil Usaha (SHU) pada Koperasi “WARGA TP WACHID HASYIM SURABAYA”, akan tetapi peningkatan SHU tersebut tidak nyata (peningkatannya hanya kecil).

Berdasarkan hasil pengujian di atas, hipotesis pertama penelitian yang menduga bahwa jumlah anggota, jumlah pinjaman anggota, jumlah simpanan anggota dan tambahan modal mempunyai hubungan dengan Sisa Hasil Usaha pada Koperasi “WARGA TP WACHID HASYIM SURABAYA”, hanya terbukti pada jumlah pinjaman anggota dan jumlah simpanan anggota, sedangkan pada jumlah anggota dan tambahan modal tidak terbukti kebenarannya.

Dilihat dari nilai koefisien korelasinya, variabel yang mempunyai hubungan paling erat dengan Sisa Hasil Usaha pada Koperasi “WARGA TP WACHID HASYIM SURABAYA” adalah jumlah pinjaman anggota, karena variabel tersebut memiliki nilai korelasi paling besar yaitu 0.985. Berdasarkan hasil ini maka hipotesis kedua penelitian yang menduga bahwa jumlah anggota mempunyai hubungan paling erat dengan Sisa Hasil Usaha pada Koperasi “WARGA TP WACHID HASYIM SURABAYA”, terbukti kebenarannya

Dokumen terkait