4. Sepatu Boots
4.2.1.3 Sisi Sosial Komunitas Motor Besar Club (MBC)
Reinterpretasi gaya hidup komunitas motor besar khususnya di Jakarta tidak dapat dihindarkan dari banyaknya media baik cetak maupun elektronik yang menyebabkan meningkatnya rasa eksistensi komunitas motor besar untuk selalu tampil diberbagai media. Banyak kegiatan sosial yang dilakukan oleh beberapa komunitas motor besar mulai dari yayasan sosial, melakukan bakti sosial, dan sebagainya. Dari awal berdirinya Motor Besar Club (MBC), sudah memiliki tujuan mulia yakni dengan mengumpulkan uang yang didapat dari anggota dan donator untuk disumbangkan ke beberapa individu maupun yayasan yang membutuhkannya antara lain :
a. Donasi kepada korban bencana alam (seperti banjir, gempa bumi, longsong, dan sebagainya)
b. Donasi kepada anak Yatim Piatu di Yayasan c. Mendirikan stand untuk Program Donor Darah
d. Membagikan makanan untuk Sahur, Buka puasa (kegiatan Ramadhan)
Kegiatan sosial yang dilakukan oleh beberapa komunitas ini juga hampir debanding dengan kegiatan yang dilakukan oleh komunitas motor besar yakni touring ke luar kota atau luar negri, berbelanja bahkan minum kopi bareng.
Kegiatan seperti ini bisa dilakukan oleh para komunitas motor besar hampir setiap minggunya dan cukup menghabiskan uang yang banyak. Gaya hidup yang dimiliki oleh komunitas motor besar memang terbilang membuat sebagian besar orang merasa iri, sebab mereka adalah orang-orang dari kalangan atas yang
segelintir dari mereka tidak perlu merasakan bekerja sangat keras dan berkeringat dibawah sinar matahari. Kehadiran mereka dipuja dan dielu-elukan saat meraka berada di jalan raya maupun di tempat-tempat umum lainya.
Begitu juga dengan aktifitas dan gaya hidup komunitas motor besar dapat diamati secara aritektural. Karna tidak semua tempat dapat digunakan oleh sebuah komunitas untuk beraktifitas. Selain melakukan aktifitas nya di jalan raya, tempat-tempat untuk “nongkrong”pun menjadi ruang untuk mereka berkumpul satu sama lain. Ruang publik dan jalan menjadi ruang yang dalam kegiatannya dapat dilihat oleh banyak orang.
Dalam melakukan wawancara dengan key informan yang terkait seperti Ketua MBC, Wakil Ketua, Anggota serta masyarakat biasa, peneliti menghimpun data-data yang tersebut kedalam transkrip wawancara. Dari hasil wawancara mengenai pertanyaan-pertanyaan mengenai kegiatan penelitian yang diajukan, antara lain :
Bapak Hanny Kuncoro atau yang biasa disapa dengan Bro’ Hanny ini adalah laki-laki berusia 40 tahun yang berstatus sudah menikah dan bekerja sebagai pegusaha. Awal mula ia tertarik untuk bergabung di MBC karna pertama dekat dengan tempat tinggalnya dan beberapa teman-teman nya juga sudah bergabung di komunitas ini. Menurut Bro Hanny, MBC merupakan Komunitas motor besar yang sudah terbesar di seluruh Indonesia. Adapun criteria khusus untuk dapat bergabung dalam komunitas ini yakni memiliki motor besar dengan minimal berkapasitas mesin motor 400 CC. Tujuan awal bergabung dalam
komunitas MBC ini karna ia ingin mencari banyak teman dan relasi yang nantinya dapat menyambung kedepannya. Ketika di dapuk menjadi ketua MBC bro Hanny memiliki tantangan tersendiri dalam menjalankan tugasnya tersebut. Kesulitan yang datang dapat ia hadapi dengan baik dan bijak. Menurutnya dalam berorganisasi pastinya banyak masalah yang datang, pro dan kontra dari masyarakat pun datang kepada komunitas mereka. Banyak pula yang beranggapan bahwa komunitas motor besar bersifat “arogan” namun bagi bro Hanny semua itu tidak benar. Mungkin karna motor yang mereka kendarai memiliki suara yang besar dan terkesan “menggeretak”ketika di jalan raya. Hal tersebut tidak menjadi halangan bagi bro Hanny untuk tetap eksis didalam komunitasnya dan ia merasa tidak terganggu dengan pendapat masyarakat. Banyak pula yang beranggapan ketika masuk atau terjun dalam komunitas motor besar, pasti memiliki perubahan gaya hidup yang sangat dignifikan. Namun menurut bro Hanny, itu semua harus menyesuaikan saja, karna sudah menjadi konsekuensi ketika bergabung di komunitas. Begitu juga dengan perubahan prilaku, bagi bro Hanny, sikap sebelum dan sesudah masuk komunitas motor besar, ia tetaplah seperti yang awal. Tidak ada perbedaan. Karna ketika seseorang masuk kedalam komunitas motor besar, banyak hal-hal positif yang dilakukan bukan hanya sekedar gaya hidup mewah.
Berbeda dengan Bapak Yusuf Haikal atau yang biasa disapa Bro’Haikal ini adalah laki-laki berusia 32 tahun yang memiliki pekerjaan sebagai pengacara.
Beliau sudah menyukai motor besar sejak dibangku SMA. Kala itu ia menilai bahwa orang yang mengendarai motor besar identik dengan “keren”. Banyak yang dapat dilakukan komunitas motor besar dalam kegiatannya sehari-hari. Mereka
sering mengadakan bakti sosial dan turing bersama. Ia berpendapat bahwa jika ada masyarakat yang berpendapat bahwa komunitas motor besar “arogan”, bagi dia itu menjadi urusan masyarakat sendiri. Ia hanya ingin mencerminkan menjadi bikers yang baik. Dan bagi dia, tidak hanya motor besar yang harus di anggap arogan di jalan, tetapi juga dengan kendaraan lainnya yang suka mengendarai dan menyelip ketika di jalan raya. Bro Haikal harus menyesuaikan ketika berada di dalam lingkungan komunitas motor besarnya, mulai dari tempat nongkrong, dan sebagainya. Bagi dia hal tersebut lumrah dilakukan, karna semua komunitas motor besar juga melakukan hal yang sama.
Lain lagi dengan Bapak Nellys Soekidi atau yang biasa disapa dengan Bro’ Nellys. Beliau anggota sekaligus wakil ketua dari komunitas MBC ini.
Bro’Nellys sudah menyukai motor besar sejak SMA. Berawal dari kesukaan biasa terhadap motor besar sampai pada akhirnya memiliki motor besar. Beliau mengaku banyak kegiatan yang dilakukan dalam MBC ini. Jika dahulu hari liburnya beliau gunakan untuk diam dan bekerja mengurus usahanya, namun ketika bergabung dalam komunitas MBC beliau mampu menyeimbangkan mengurus usaha sekaligus bergabung dalam komunitas MBC ini. Beliau juga menerapkan kepada anggota komunitas MBC lainnya agar selalu melakukan safety riding ketika di jalan raya. Hal itu dilakukan agar perspektif masyarakat akan komunitas MBC tidak negatif lagi.
Dari hasil wawancara diatas, key informan rata-rata memiliki tujuan bergabung di komunitasnya untuk memperbanyak relasi dan teman. Mereka juga menapik yang mengatakan bahwa mereka memiliki sikap yang “arogan” saat
dijalan ataupun di lingkungan sekitar mereka. Mereka mesara solidaritas mereka terhadap lingkungan sangat tinggi, hal tersebut dapat dibuktikan dari berbagai kegiatan positif yang mereka lakukan seperti baksos, menyatuni anak yatim dan sebagainya. Namun secara gaya hidup mereka sudah pasti berubah karna mereka juga menyadari bahwa hal tersebut sudah menjadi konsekuensi mereka ketika memiliki motor besar dan bergabung dalam komunitas motor besar.
4.3 Pembahasan
Setelah peneliti menemukan dan menggali informasi dari semua data-data yang dikumpulkan pada hasil penelitian, maka dalam pembahasan ini peneliti akan memahas hasil penelitian yang diuraikan sesuai dengan fokus penelitian
“Bagaimana reinterpretasi dari gaya hidup Komunitas MBC di Jakarta”, adalah sebagai berikut :
A. Karakteristik Gaya Hidup Pada Komunitas MBC 1. Touring
Gaya hidup touring merupakan gaya hidup yang terbentuk dari kegiatan touring yang dilakukan rutin oleh subjeknya. Jika tidak mengikuti kegiatan touring, sebjek merasa ada yang kurang dari dalam dirinya. Karena kegiatan touring ini merupakan identitas sosial baginya, subjek merasa bangga apabila disebut orang lain sebagai bikers dalam komunitasnya. Hal tersebut menjadikan subjek memiliki prestise dalam komunitasnya maupun komunitas motor lainnya karena subjek dianggap sebagai orang yang datang dalam setiap kegiatan komunitas. Dan itu merupakan hal yang penting bagi subjek dan
bertujuan untuk menyambung silaturahmi atau rasa persaudaraan dengan komunitas motor lainnya. Selain daripada itu tentu juga untuk membesarkan nama komunitas MBC sendiri karna dalam dunia komunitas motor, komunitas motor yang selalu datang dengan rombongan anggota terbanyak akan disegani oleh komunitas lainnya karena mereka dianggap kompak dan solid antar sesama anggota.
Tentunya subjek melakukan proses yang cukup panjang untuk mendapatkan gaya hidup tersebut. Karna suatu komunitas dapat dikatakan sebuah komunitas ataupun sekumpulan individu dalam masyarakat yang memiliki kesamaan visi dan misi yang dapat memberikan ciri khas dalam keanggotaan mereka.
Komunitas Motor Besar pasti identik dengan agenda touring karna memang salah satu kegiatan rutin setiap komunitas motor adalah melakukan kegiatan touring didalam kota maupun luar kota, dengan tujuan bermacam-macam seperti halal bihalal menghadiri undangan komunitas motor besar lainnya, bakti sosial, atau sekedar rekreasi. Selain itu, yang biasa dilakukan kegiatan touring adalah untuk memberikan pengarahan terhadap masayarakat maupun anggota komunitas nya terhadap “safety riding” dan juga memberikan pengarahan cara membawa kendaraaan besar dengan baik dan benar, agar tidak ugal-ugalan saat dijalan raya.
Melakukan touring sebagai identitas sosial atau syarat-syarat keberadaannya, karna bagi subjek semakin jauh dan banyak melakukan
touring maka tentu saja, identitas sosialnya akan semakin tinggi karna mereka sudah menjelajahi tiap kota dan komunitats motor lain akan mengakuinya.
Melakukan touring juga harus didukung dengan kendaraan yang digunakan. Hal tersebut dapat dilihat pada sepeda motor yang dimiliki oleh semua subjek dan pada tiap motor yang dikendarainya terdapat stiker icon komunitasnya. Selain dari pada itu yang dimiliki subjek dalam gaya hidup touring ini harus berjalan seimbang dengan modal ekonomi yang dimiliki oleh subjek. Mengingat mereka melakukan aktivitas touring ini dengan menggunakan materi pribadi dan tanpa sponsor dari manapun.
Dengan kemampuan financial yang baik tentunya akan menghasilkan praktik sosial atau tindakan sosial bagi dirinya sendiri.
2. Modifikasi Motor
Gaya hidup modifikasi motor adalah gaya hidup yang terbentuk dari hobi memodifikasi motor kesayangan yang dimiliki oleh subjek. Karna bagi subjek motor besar ini merupakan motor yang selain dari bentuk yang super besar dan semakin keren dimodif dengan berbagai macam. Mereka melakukan hal tersebut dengan alasan untuk mendapatkan akselerasi motor lebih baik, untuk mendapatkan tampilan motor lebih bagus dan unik. Subjek yang sering mengendarai motor tentu saja dapat merasakan kondisi motor yang dipakainya itu apakah sudah nyaman ataukah masih kurang nyaman. Mereka memodif motor mereka dengan tujuan selain merawat motor itu sendiri juga untuk mempercantik motor sesuai dengan keinginan subjek.
Kebiasaan yang dilakukan oleh subjek ini ketika berkumpul pada kopdar wajib dan kopdar santai selalu saja membicarakan tentang motor. Selain itu juga kebiasaan subjek yang memiliki gaya hidup modifikasi motor rajin untuk mencoba kecepatan motor mereka untuk mengetahui sampai manakah akselerasi maksimal motor mereka. Dan juga menjadikan mereka menjadi orang yang tepat untuk diajak sharing mengenai masalah motor kepada sesama pecinta motor besar.
Sehingga sering kali mereka menjadi acuan bagi yang lainnya mengenai memodifikasi masalah motor dan merawat motor ke bengkel yang dimiliki oleh subjek. Untuk simbolisnya, bagi subjek motor yang dirawat dan modif dengan baik tentu saja akan menjadi nilai lebih bagi pemiliknya. Dan dari segi yang dirawat dan di modif dengan baik tentu saja akan menjadi nilai lebih bagi pemiliknya.