• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Deskripsi Temuan Penelitian

3. Sistem dan Prosedur SIA

Kegiatan SIA di BTN sangat rumit dikarenakan banyaknya data-data transaksi sehingga memerlukan tenaga SDM yang profesional dan punya ketelitian agar terhindar dari kesalahan dalam input data. Seiring dengan perkembangan teknologi komputer dan aplikasi, maka BTN Cabang Surakarta mengunakan program Branch Delivery System (BDS) dalam pengolahan data keuangan. a. SIA BTN Cabang Surakarta

Gambar 6: SIA BTN Cabang Surakarta

Berdasarkan gambar diatas dapat dijelaskan bahwa pengunjung dapat melakukan transaksi seperti mobile banking dan internet banking di mana saja dan kapan saja dan juga dapat langsung mengunjungi ke tempat BTN cabang Surakarta yang terletak di Jalan Slamet Riyadi nomor 22. Sistem akan memberikan info layanan baik jumlah saldo, penarikan uang, transfer antar bank dan juga pembayaran jasa kepada pengunjung. Selanjutnya pengunjung dapat menikmati fasilitas layanan transaksi yang disediakan BTN. Kemudian data akan masuk ke SIA BTN cabang Surakarta secara terkomputerisasi dan otomatis. Langkah selanjutnya sistem akan mengirimkan data nasabah dan jenis transaksi dilakukan untuk kemudian di proses di bagian Transaction

Info Layanan Data Nasabah

Transaksi Data transaksi

Pengunjung Admin TP Sistem Informasi Akuntansi BTN Cabang surakarta

commit to user

Processing. Kemudian Bagian TP mengirimkan data transaksi secara detail ke sistem bank BTN.

b. Sistem dan Prosedur SIA Menggunakan Aplikasi BDS

Gambar 7: Sistem dan Prosedur SIA menggunakan Aplikasi BDS

Dari gambar flowchart diatas dapat dijelaskan alur SIA di BTN cabang Surakarta sebagai berikut:

1) Bukti transaksi

Transaksi merupakan kegiatan yang mempengaruhi posisi keuangan perusahaan yang diukur berdasarkan satuan uang. Bukti transaksi merupakan catatan-catatan pertama yang berupa file dari setiap transaksi keuangan di BTN yang kemudian akan dicatat secara sistematis kedalam buku jurnal. Transaksi di BTN dianggap valid dan sah apabilah telah divalidasi oleh teller. Transaksi dicatat langsung oleh teller menggunakan aplikasi komputer yang terintegrasi melalui LAN ke bagian data center. Transaksi di BTN bersifat rahasia sehingga tidak sembarang orang bisa mengakses bukti transaksi.

Bukti Transaksi Laporan Keuangan Jurnal Penutup Jurnal Penyesuaian Neraca Saldo Buku Besar File Transak Aplikasi BTS

commit to user

2) Aplikasi BDS

Aplikasi Branch Delivery System (BDS) merupakan program atau

software khusus yang didesain oleh bagian TI di bank BTN yang digunakan di seluruh kantor cabang termasuk BTN cabang Surakarta.

Software ini memudahkan dalam pencatatan keuangan hingga pembuatan laporan keuangan secara komputerisasi. Ketika ada transaksi yang terinput baik dari bagian teller akan otomatis terproses ke transactional processing sub unit hingga bagian vault.

3) Buku besar

Buku besar yang berasal dari bukti-bukti transaksi akan secara terkomputerisasi terinput menyesuaikan nomor rekening (sandi) dan nama rekening baik transaksi penarikan atau penyetoran uang dari nasabah.

4) Neraca saldo

Neraca saldo disiapkan pada akhir periode (bulan) untuk memastikan keseimbangan dalam buku besar. Melalui aplikasi BDS maka buku besar disusun secara sistematis yaitu akurasi antara jumlah saldo-saldo yang didebet dengan saldo-saldo yang dikredit.

5) Jurnal penyesuaian

Jurnal penyesuian menggunakan aplikasi BDS dirancang untuk bisa menyesuaikan saldo perkiraan ke saldo yang sebenarnya sampai akhir periode akuntansi terutama untuk memisahkan antara penghasilan dengan biaya-biaya yang dilekuarkan oleh bank BTN. Penyesuaian bukan bermakana pembenaran atas kesalahan pencatatan transaksi, karena melalu aplikasi BDS setiap kesalahan pada proses input ke komputer dapat langsung di record (diketahui letak kesalahannya). Dalam jurnal penyesuaian (memorial debet) maka form secara otomatis akan memperbaharui hutang dan mengkredit biaya dibayar dimuka, dalam memorial kredit akan secara otomatis memperbaharui data piutang.

commit to user

6) Jurnal penutup

Melaui aplikasi BDS pemindahan nilai sisa akun pendapatan dan beban dari masing-masing perkiraan akan secara otomatis terinput ke perkiraan modal. Pendapatan akan menambah mudah dan sebaliknya beban akan mengurangi modal BTN. Perkiraan ikhtisar laba rugi merupakan penyimpanan sementara yang akan digunakan untuk melihat nilai sisa yang kemudian akan dipindahkan ke dalam modal. 7) Laporan keuangan

Laporan keuangan disusun dan disajikan perusahaan dalam bentuk neraca, laporan laba-rugi, laporan perubahan modal dan laporan arus kas. Informasi tersebut sangat diperlukan oleh pihak-pihak yang go public dalam persiapannya untuk melakukan penawaran umum karena salah satu syarat perusahaan yang go public adalah harus menyerahkan laporan keuangannya selama satu tahun terakhir yang sudah diperiksa oleh akuntan. Melalui aplikasi BDS laporan keuangan otomatis tersusun dengan baik dan ketika ada data yang error atau tidak balance

langsung dapat diidentifikasi letak kesalahannya. 8) File transaksi

File transaksi merupakan file yang digunakan untuk merecord

keseluruhan transaksi mulai dari bagian teller hingga tersusunnya laporan keuangan. File transaksi ini berasal dari aplikasi BDS milik internal bank BTN cabang Surakarta. File ini berupa file master yang bersikan data yang cenderung tetap tetapi bisa berubah ketika ada pembaharuan file transaksi, sedangkan file input digunakan untuk memperbaharui file master baik menhapus atau menambah record

yang digunakan untuk data masukan semua transaksi keuangan. File transaksi ini disimpan di bagian Transaction Processing and IT Support yang kemudian di simpan di data center kantor cabang. File ini nantinya akan dikirimkan ke data center BTN pusat melalui transmisi satelit.

commit to user

c. Sistem Banking Alphabits RTGS

Berdasarkan surat edaran BI semua bank dan lembaga keuangan lain seperti leasing harus melaporkan transaksi keuangannya ke BI melalui aplikasi khusus RTGS. Sistem BI RTGS adalah proses penyelesaian akhir transaksi-transaksi (settlement) pembayaran yang dilakukan pertransaksi (individually processed/ gross settlement) dan memiliki sifat real time

(electronically processed), dimana rekening peserta dapat didebit/ dikredit berkali-kali sesuai dengan perintah pembayaran dan penerimaan.

Berdasarkan Biro Pengembangan Sistem Pembayaran Nasional telah menjelaskan bahwa melalui sistem BI RTGS, peserta pengirim melalui terminal RTGS di tempatnya mentransmisikan transaksi pembayaran ke pusat pengolahan sistem RTGS (RTGS Central Computer/RCC) di BI untuk kegiatan settlement. Jika proses-proses settlement berhasil, transaksi pembayaran akan diteruskan secara otomatis dan elektronik kepada peserta penerima. Keberhasilan pada proses settlement tergantung dari kecukupan saldo peserta pengirim karena dalam sistem BI RTGS peserta hanya diperbolehkan untuk mengkredit peserta lain. Dengan kata lain, peserta BI RTGS harus meyakinkan bahwa saldo rekeningnya di BI cukup sebelum peserta tersebut melaksanakan transfer ke perserta BI RTGS lainnya. Berdasarkan penjelasan diatas maka bank BTN Cabang Surakarta sudah mematuhi surat edaran BI, melalui implementasi SIA berbasis RTGS yang bersifat real time dapat dilihat dalam gambar berikut ini:

Gambar 8: Aplikasi Sistem BI RTGS di BTN Cabang Surakarta Bank Indonesi Aplikasi RTGS Bank BTN Bank Penerima

commit to user

Berdasarkan gambar sistem BI RTGS dapat dijelaskan sebagai berikut: 1) Bank BTN cabang Surakarta memiliki beberapa transaksi keuangan

baik antar nasabah dalam bank ataupun berbeda bank. Transaksi tersebut dapat berupa penarikan uang pada tabungan yang dimiliki nasabah, penyetoran tunai oleh nasabah hingga kegiatan transfer antar bank.

2) Semua transaksi kemudian diproses secara terkomputerisasi melalui aplikasi sistem BI RTGS (Real Time Gross Settlement). Transaksi keuangan ini dinamakan sebagai Laporan Bank Umum (LBU) yang kemudian akan dikirimkan ke BI secara online (koneksi internet) hingga beberapa kali sehari secara real time.

3) Setelah LBU diterima oleh BI maka akan mendapat informasi mengenai informasi rekening peserta secara menyeluruh hingga besarnya jumlah transaksi. BI akan mengaudit tingkat keprofesionalan dan kedisiplinan Bank BTN dalam pengelolaan likuiditasnya. Pada transaksi antar bank maka akan diproses menggunakan metode gross settlement dimana transaksi diperhitungkan secara individual, maka kiring menggunakan metode net settlement. Net settlement merupakan proses penyelerasan akhir transaksi-transaksi pembayaran yang dilakukan pada akhir periode dengan melakukan kewajiban offsetting

antara kewajiban pembayaran dengan hak-hak penerimaan sehingga ada satu hak atau kewajiban yang akan disesuaikan pada masing-masing rekening bank.

4) Bank penerima menerima transaksi keuangan yang telah dikirimkan oleh bank BTN melalui BI sebagai perantara menggunakan aplikasi RTGS. Bank penerima akan menerima rincian banyaknya transaksi dalam satu hari hingga besarnya jumlah uang yang diterima.

Sistem BI RTGS merupakan sistem RTGS yang ke delapan yang digunakan oleh negara-negara EMEAP countries (Executives Meeting of East Asia Pacific Central Bankers).

commit to user

Penjelasan BI RTGS secara detail dalam pemrosesan di bagian TP bank BTN dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Nasabah Teller Transaction Processing Accounting and Control

Mulai 2 2 Pemeriksaa n formulir penyetoran Periksa keaslian uang Memasukkan data ke komputer Formulir 1 penyetoran Formulir 1 dan uang Formulir telah divalidasi Formulir validasi Periksa kelengkapa Formulir penyetoran diterima Mencatat pada register Data register Aplikasi BI RTGS Periksa keabsaha Ars ip

commit to user

Gambar 9: Transfer Antar Bank Menggunakan BI RTGS

Berdasarkan gambar transfer antar bank diatas, maka dijelaskan secara rinci sebagai berikut:

1) Nasabah dalam hal ini pengirim transfer antar bank datang ke kantor BTN Cabang Surakarta.

Kantor Bank Indonesia TP Bank BTN Bank Penerima

Daftar register Cek saldo pengiri m Posting rekenin RTGS Central Computer (RCC) Que ue Notifikasi pengirim transfer Notifikasi penerima transfer Selesai Ars ip

commit to user

2)Pengirim diberikan formulir penyetoran dua rangkap dan mengisi secara lengkap baik identitas diri, alamat dan jumlah uang yang ditansfer.

3)Teller menerima uang tunai dan formulir penyetoran dan diperiksa kelengkapan pengisian agar tidak terjadi kesalahan dalam transfer antar bank.

4) Teller memeriksa keaslian uang menggunakan alat khusus untuk menghindari uang palsu masuk ke bank BTN.

5)Teller melakukan input data transfer ke komputer dan memastikan bahwa nomor rekenening penerima sudah sesuai.

6)Formulir penyetoran divalidasi dan ditandatangani oleh teller. Kemudian formulir kedua berwarna kuning diserahkan ke pengirim sebagai bukti telah melakukan transaksi dan formulir berwarna putih dikirim ke bagian TP.

7)Bagian TP menerima formulir pembayaran dan memeriksa kelengkapan datanya.

8) Setelah membuat register maka TP menyerahkan data ke bagian AC untuk diotorisasi dan diperiksa keabsahannya. Bagian AC menyimpan data transaksi sebagai arsip. Setelah dipastikan semua data telah sesuai, maka dikirimkan kembali ke TP untuk proses selanjutnya.

9)Bagian TP memproses transfer menggunakan aplikasi BI RTGS dan mengirimkan ke Kantor Bank Indonesia (KBI) secara online.

10) KBI menerima data register dari bank BTN dan melakukan cek saldo. Mengecek kecukupan saldo apakah saldo rekening giro peserta pengirim lebih besar dari atau sama dengan nilai nominal credit transfer.

11) Jika saldo rekening giro bank pengirim tidak mencukupi, transfer

tersebut akan ditempatkan dalam antrian (queue) sistem BI-RTGS. 12) Jika saldo rekening giro bank pengirim mencukupi akan dilakukan

commit to user

13)Informasi data-data transfer yang telah diselesaikan (settled) akan ditransmisikan secara otomatis oleh RCC secara real time ke bank pengirim dan bank penerima.

14)Bank BTN mendapat notifikasi bahwa transfer telah sampai ditujuan dan kemudian disimpan di bagian TP sebagai arsip.

15)Bank penerima memperoleh notifikasi dan menyalurkan dananya ke nomor rekening nasabah.

d. Standar Operasional Komputer (SOK) BTN

Sistem dan prosedur SIA di BTN Cabang Surakarta dirancang untuk memudahkan pencatatan setiap transaksi dan juga diciptakan agar proses kontroling dapat dilaksanakan secara akurat. SIA disusun meliputi pengembangan beberapa aspek meliputi software, hardware, data dan prosedur. Mengenai prosedur penerapan SIA sudah ada ketentuan yang tertuang dalam Standar Operasional Komputer (SOK).

Gambar 10: Sistem Operasional Komputer (SOK) BTN Cabang Surakarta Dalam mendukung kinerja SIA maka pihak BTN menyusun program sendiri yang dinamakan BDS dianggap lebih, handal, mudah pengoperasiannya, dan memiliki tingkat security yang baik. Program ini memiliki server utama terletak di Singapura karena dianggap lebih stabil

Teller Service General Adminis-tration Loan Adminis-tration Data Cent Transaction Processing

commit to user

dibandingkan server lokal, tetapi database center BTN terletak di Jakarta. Program BDS ini dirancang di update secara berkala sesuai dengan kebijakan BTN pusat agar keamanan dan stabilitas data keuangan dapat terjaga.

Berdasarkan gambar diatas SOK bank BTN dapat dijelaskan sebagai berikut ini:

1) Teller service

Teller service berperan besar dalam kegiatan transaksi keuangan. Transaksi merupakan kegiatan yang mempengaruhi posisi keuangan perusahaan yang diukur berdasarkan satuan uang. Transaksi di BTN dianggap valid dan sah apabilah telah divalidasi oleh teller. Transaksi dicatat langsung oleh teller menggunakan aplikasi komputer yang terintegrasi melalui LAN. Transaksi di BTN bersifat rahasia sehingga tidak sembarang orang bisa mengakses bukti transaksi.

2) General Administration

Bagian umum memproses secara komputerisasi berupa administrasi kepegawaian, barang logistik, keamanan, pengelolaan anggaran cabang dan kesekretariatan. Dalam kegiatannya menggunakan aplikasi eProcurement yang mengelola bagian umum secara baik sesuai Good Corporate Governance (GCG).

3) Loan Administration

Bagian ini memproses terkait pinjaman ataupun kredit yang diberikan kepada nasabah. Dalam kegiatannya menggunakan software eLoan yang dirancang untuk memproses data-data kredit bank BTN. Selain itu juga ada Collection and recovery Management System (CRMS) atau eColl yang digunakan secara otomatis untuk proses perampingan kegiatan pengelolaan dan pembinaan kredit.

4) Transaction Processing

Bagian TP merupakan muara dari Loan Administration, General Administration dan Teller Service. Disini data yang masuk akan diproses berupa data kliring, administrasi umum, transaksi kolektif

commit to user

KPR hingga pemeliharaan data keuangan dan nonkeuangan. Dalam pelaksanaannya menggunakan aplikasi Management Information System (MIS).

5) Data Center

Data center di sini adalah data center sementara yang selanjutnya akan dikirim ke pusat BTN di Jakarta. Data center merupakan sarana penyimpanan (storage) berbagai data baik keuangan dan non keuangan di BTN cabang Surakarta. Dalam pelaksanaannya data center ini diproses menggunakan Mesin AS/400 untuk mendukung dual data center (DDC). Untuk mengamankan data keuangan pihak BTN melengkapi sistemnya menggunakan aplikasi Total Security Solution

(TSC) baik dalam sistem firewallnya hingga software Internet Security

agar aman dari pencurian data dari pihak internal maupun eksternal seperti melalui internet.

Dokumen terkait