Dalam pelaksanaan aktivitas sehari-harinya, Garuda Indonesia juga menggunakan internet yang ditampilkan dalam website khusus dalam hal e-ticketing. Setiap orang yang akan menggunakan jasa Garuda Indonesia tidak hanya dapat memesan tiket secara konvensional, tetapi juga bisa secara online melalui internet. Selain itu, fungsi internet disini adalah untuk memperkenalkan Garuda Indonesia kepada masyarakat itu sendiri, sejarah Garuda Indonesia, serta jasa-jasa yang dilayani. Dari sini dapat dilihat bahwa Garuda Indonesia memanfaatkan e-commerce untuk menjalankan aktivitas bisnisnya. Bentuk penerapan e-e-commerce Garuda
Indonesia ini adalah dengan menyediakan pusat layanan call centre selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu, reservasi online, serta e-auction.
Secara umum e-travel adalah penggunaan fasilitas e-commerce untuk mengubah kebiasaan para pelanggan dalam industri travel sesuai dengan pengertian e-travel di internet. Garuda Indonesia menyediakan layanan commerce dalam bentuk : booking, payment, e-ticket, advance check in, schedule info, e-voucher, dan promo. Easy booking adalah proses reservasi dan transaksi penerbangan yang dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun dengan menghubungi Garuda Indonesia Call Centre. E-payment adalah pembayaran tiket secara lebih mudah dan cepat melalui beragam fasilitas online payment, termasuk kartu kredit, ATM, phone banking, mobile banking, dan internet banking. Setelah mendapat konfirmasi pembukuan dari call centre, calon penumpang akan mendapatkan kode booking dan 13 digit kode pembayaran. Untuk pembayaran melalui kartu kredit, calon penumpang hanya cukup memasukkan 16 digit nomor kartu kredit dan mengikuti petunjuk yang diberikan oleh mesin transakski pada Garuda Indonesia Call Centre selama 24 jam. Calon penumpang juga dapat membayar melalui ATM dan fasilitas perbankan lainnya.
Fasilitas e-ticketing merupakan tiket elektronik atau tiket tanpa kertas untuk semua penerbangan tujuan domestik dan Singapura dengan keberangkatan dari Jakarta. E-ticketing ini diyakini dapat menguntungkan kedua belah pihak, baik itu pihak maskapai penerbangan maupun pihak konsumen.
Garuda Indonesia mempersiapkan dirinya untuk menjadi market leader domestic dan berharap agar dirinya siap untuk menghadapi kompetisi secara internasional. Selain itu, visi Garuda Indonesia sendiri saat ini adalah menjadi market leader dalam bidang e-travel dengan terlebih dahulu menjadi pioneer dalam penerapan teknologi ini di dalam sistem mereka. Dengan adanya fondasi yang kokoh, Garuda Indonesia telah menjadi salah satu kebanggaan bagi Indonesia.
Penggunaan E-Commerce ini dapat membantu perusahaan dalam meningkatkan penyebaran produk serta pendapatan. Sistem ini dirancang untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan pemasaran suatu perusahaan yang timbul keyika memasarkan hasil produksi/layanan jasanyanya masih mengandalkan tenaga sales. Pemasaran melalui tenaga sales akan mengeluarkan biaya lebih banyak dan tenaga serta waktu para sales dalam memasarkan atau mencari customer. Hal ini dapat mempengaruhi kelancaran transaksi pemesanan produk oleh konsumen karena pemesanan barang hanya dapat dilakukan pada saat jam kerja saja. Sedangkan jika menggunakan sistem penjualan secara online, konsumen dapat melakukan pemesanan barang/jasa secara online dari berbagai tempat dan kapan saja.
Melalui sistem E-Commerce, proses pemasaran dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien.
B. E-Procurement di Garuda Indonesia
Pemasok pada PT. Garuda Indonesia diseleksi berdasarkan daya saing, fleksibilitas, inovasi dan kekuatan pada penerapan solusi yang dikembangkan, perusahaan mencari bisnis yang mampu dan mempunyai keinginan serta niat baik untuk berbagai tanggung jawab dalam melakukan usaha untuk mengembangkan tingkat kualitas dan layanan dengan biaya terjangkau, keterikatan pemasok terhadap penawaran perusahaan selanjutnya ditindaklanjuti dengan proses pengiriman proposal oleh para pemasok. Untuk menjalankan program e-Procurement ini dibutuhkan juga dukungan dari Hardware, Software, Network, maupun organware. Penerapan e-Procument diperoleh ragam imbas dengan sebaran faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja operasional, seperti: kelancaran proses pelaksanaan kontrak pembelian, peningkatan komunikasi dengan pemasok, percepatan proses pembelian dan pengurangan tingkat kesalahan dalam pembelian.
PT. Garuda Indonesia telah beberapa kali melakukan tender. Salah satu tender dengan nilai cukup besar juga telah dilakukan untuk pengadaan bahan bakar jet, dengan nilai transaksi mencapai USD 54 juta. Tender ini dilakukan secara remote (jarak jauh), dimana pemasok
secara fisik tidak perlu datang ke kantor panitia tender di Jakarta. Untuk tender pengadaan bahan bakar jet ini, penghematan yang dicapai cukup signifikan. Tingkatan penghematan yang diperoleh bervariasi sesuai dengan jenis barang dan jasa yang ditender. Selama dalam satu tahun menggunakan e-Procurement, tingkat penghematan yang diperoleh adalah sebagai berikut: untuk pengadaan TRM (Treasury Risk Management) sebesar 14,02%, Forklift sebesar 33,96%, Mesin Absensi sebesar 16, 42%, Time Table sebesar 17%, Kelender sebesar 36,30%, Kartu Lebaran sebesar 60%, Greeting Seassion sebesar 60%.
Bagi Supplier dengan adanya e-Procurement ini juga memberikan manfaat. Mereka tidak perlu datang ke Kantor panitia tender di Jakarta. Ini berarti para pemasok akan memperoleh keuntungan dari penghematan biaya yang digunakan. Menurut analis Dari sekian banyak jenis relasi e-Business, market transaksi bertipe B-to-B (Business to Business) dinilai yang paling besar total nilai bisnisnya, sehingga langkah strategis perusahaan untuk meningkatkan kinerja operasionalnya dalam masalah pembelian adalah dengan cara melakukan perubahan pada proses atau transaksi melalui penerapan e-Procurement, dimana e-Procurement merupakan suatu konsep yang paling mudah untuk dijalankan dan dapat memberikan manfaat yang cukup signifikan dari perusahaan. Penerapan e-Procurement memberikan konstribusi positif terhadap kinerja operasional perusahaan dan berimbas langsung pada peningkatan kinerja perusahaan secara keseluruhan apabila kelola dengan benar dan dan juga dapat dikembangkan sesuai tujuan perusahaan, efisinsi internal, keefektifan, daya saing, dan jaminal kualitas yang diperoleh oleh perusahaan. Pada penerapan e-Procurement secara umum menguntungkan kedua belah pihak baik pembeli maupun pemasok. Proses pembelian dari hulu sampai ke hilir mulai dari permintaan kebutuhan sampai diterimanya barang atau jasa hingga pembayaran kepada pemasok, dengan adanya penerapan e-Procurement dapat terlaksana dengan cepat dan termonitor dengan baik, sehingga akan meningkatkan daya saing perusahaan di waktu yang akan datang.
Tampilan E-Proucerement
C. Aplikasi Penggolongan E-business Di PT.Gararuda Indonesia
Prioritas channel e-business dari PT. Garuda Indonesia adalah sell-side downstream channel, dimana prioritas channel ini bertujuan untuk memperoleh revenue dari pasar geografis yang baru dan memastikan penyimpanan kunci account customer. Strategi yang digunakan oleh pihak Garuda Indonesia untuk dapat mencapai tujuannya antara lain adalah dengan menggunakan fasilitas commerce untuk produk-produk standard, membangun sistem e-procurement, membangun kolaborasi dan project management tools, serta menciptakan partner extranet yang bertujuan untuk paperless support. Menentukan bagaimana pihak Garuda Indonesia harus me-restruktur atau mengubah kemampuannya dalam tujuannya untuk mencapai sekumpulan prioritas untuk e-business. Untuk mencapai tujuannya, PT. Garuda Indonesia melakukan beberapa pendekatan mulai dari proses integrasi sampai dengan proses
pemisahan (separation), yang diantaranya berupa in-house division, joint venture, strategic partnership, dan spin-off . Keuntungan yang diberikan oleh Garuda Indonesia sehubungan dengan pendekatan integrasi yang dilakukannya antara lain adalah kemampuan untuk men-share informasi dan pencapaian efisiensi ekonomi.
Model bisnis, layanan, dan revenue yang digunakan oleh Garuda Indonesia adalah Business-to-Business (B2B) dan Business-to-Consumer (B2C), dimana dalam setiap model bisnis yang digunakan oleh Garuda Indonesia selalu diupayakan inovasi-inovasi dalam setiap layanannya untuk meningkatkan kualitas dari pengalaman yang akan ditawarkan. Hal ini merupakan faktor yang sangat penting dalam menjalankan e-business perusahaan.
Masalah yang berkaitan dengan me-review kembali model bisnis dan revenue baru adalah untuk mempertimbangkan pilihan-pilihan yang diciptakan melalui disintermediation dan reintermediation dalam sebuah pasar. Semua pilihan taktik akan dibutuhkan untuk mengatur channel conflict yang mungkin dapat terjadi sebagai akibat dari proses restruktur. Sebagai contoh adalah penggunaan post-it note di kalangan internal PT. Garuda Indonesia dapat direview baik dari pandangan buy-side maupun sell-side.Strategi pengembangan produk dan pasar yang dilakukan oleh Garuda Indonesia adalah dengan market development, dimana channel online disini digunakan untuk melakukan transaksi penjualan ke pasar baru, memperoleh keuntungan dari rendahnya biaya advertising secara internasional tanpa membutuhkan dukungan infrastruktur penjualan dari wilayah pelanggan. Penggunaan internet disini sangat membantu Garuda Indonesia untuk memasuki pasar baru yang diberikan oleh rute mereka dengan alokasi biaya yang lebih efektif. Diferensiasi merupakan tindakan merangkat seperangkat perbedaan yang berarti untuk membedakan penawaran perusahaan dibandingkan penawaran pesaing. Diferensiasi terdiri dari diferensiasi produk, diferensiasi pelayanan, diferensiasi personal, diferensiasi saluran dan diferensiasi citra. Diferensiasi produk terdiri dari bentuk, pernik-pernik, kualitas, kehandalan, mudah diperbaiki gaya dan rancangan. Diferensiasi pelayanan meliputi mudah pemesanan, instalasi pelatihan pelanggan, konsultasi pelanggan, pemeliharaan dan perbaikan, dan pelayanan lainnya. Garuda Indonesia menggunakan strategi diferensiasi pelayanan untuk meraih kesuksesannya. Iklan Garuda Indonesia untuk menggambarkan pelayanan yang menyenangkan dengan “e -travel”.
BAB V
KESIMPULAN
E-business merupakan salah satu cara perusahaan untuk meningkatkan daya saing melalui berbagai manfaat yang diberikannya, diantaranya perolehan efisiensi biaya operasi, kecepatan menjangkau pasar, maupun jangkauan geografis usaha yang lebih luas. Banyak perusahaan di Indonesia sekarang dituntut untukmempersiapkan diri dengan berbagai perangkat e-business sebagai bagian baru dari pola interaksinya dengan para pelanggannya, pemasoknya, dan bahkan juga dengan karyawannya sendiri. Hal ini sejalan dengan semakin beratnya tantangan persaingan yang semakin besar, terlebih di era perdagangan bebas seperti sekarang. Meskipun model e-business inimemiliki banyakmanfaat, tetapi masih ada sejumlah tantangan dan keterbatasan yang harus diatasi, diantaranya :
1. belum terbentuknya high trust society
2. sarana dan prasarana yang belum memadai, 3. keterbatasan SDM,
4. layanan pendukung utama, seperti jasa pos, masih memerlukan pembenahan dan peningkatan, serta
5. adanya tindak kejahatan dan pelanggaran etika dan moralitas yang dilakukan melalui internet.