• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tugas Anda 7

B. Sistem Ekskresi pada Hewan

Seperti halnya manusia, hewan pun perlu untuk mengeluarkan sisa- sisa metabolisme di dalam tubuhnya. Sistem ekskresi pada hewan berbeda- beda. Hal itu bergantung kepada organ ekskresi yang dimilikinya. Apa sajakah organ ekskresi pada hewan?

1. Planaria

Planaria memiliki organ ekskresi yang sederhana. Organ ekskresi pada planaria berupa jaringan menyerupai pipa yang bercabang-cabang. Organ tersebut dinamakan nefridia. Ujung dari setiap jaringan tersebut terdapat sel api (flame cell). Cara kerja dari sel api yaitu terus bergerak untuk menyerap dan menyaring sisa-sisa metabolisme. Sisa- sisa metabolisme tersebut akan dialirkan ke nefridia untuk dikeluarkan melalui saluran ekskretori. Perhatikan Gambar 7.8.

Gambar 7.8

Nefridia merupakan organ ekskresi pada planaria.

Gambar 7.9

Sistem ekskresi pada cacing tanah Sumber: Biology, 1998

Gambar 7.10

Tubulus Mapighi merupakan organ ekskresi pada belalang.

Nefrostom Kapiler Kantung kemih Tubulus pengumpul Nefridiofor Sumber: Biology, 1998 Rektum Usus tengah Sisa metabolisme Usus belakang Tubulus Malpighi Usus tengah

Kata Kunci

• Nefrostom • Tubulus Malpighi

2. Cacing Tanah

Cacing tanah memiliki organ ekskresi yang disebut nefridia. Cacing tanah dapat mengeluarkan sampah nitrogen. Nefridia pada cacing tanah terdapat pada setiap segmen tubuhnya. Pada nefridia bagian depan, terdapat silia yang disebut nefrostom. Nefrostom ini berada dekat pada setiap sekat antarsegmen tubuh. Nefrostem berfungsi menyaring cairan yang kemudian akan masuk menuju saluran (tubulus), perhatikan

Gambar 7.9. Saluran tersebut diliputi oleh pembuluh darah kapiler. Di sinilah terjadi reabsorpsi senyawa-senyawa yang masih dibutuhkan oleh tubuh.

3. Belalang

Belalang memiliki organ ekskresi yang disebut tubulus Malpighi. Tubulus tersebut berada pada rongga perut dan melekat pada usus belalang. Proses ekskresi diawali dengan masuknya sampah nitrogen dari darah ke dalam tubulus Malpighi, perhatikan Gambar 7.10. Sisa metabolisme tersebut diekskresikan ke dalam usus, kemudian dikeluarkan bersama sampah metabolisme padat melalui rektum.

Nefridia

Inti sel Silia

Sel api

Ujung nefridia pada dinding tubuh

Sistem Ekskresi 123

4. Ikan (Pisces)

Organ ekskresi pada ikan adalah sepasang ginjal opistonefros. Opistonefros ini berbentuk lonjong dan berwarna cokelat (Gambar 7.11). Opistonefros berhubungan dengan sistem reproduksi.

Gambar 7.12

Sistem ekskresi pada (a) ikan air laut, dan (b) ikan air tawar

(a)

Tekanan osmosis air hilang melalui insang dan permukaan tubuh lainnya

Pengambilan air dan ion-ion dalam makanan

Ekskresi ion-ion garam dari insang

Ekskresi ion-ion garam dan sedikit air dalam bentuk urine

Pengambilan air dan ion-ion dalam makanan

Tekanan osmosis air diperoleh melalui insang dan permukaan tubuh

Pengambilan ion-ion garam Pengeluaran air banyak

Sekilas

Biologi

Malpighi adalah seorang ilmuwan Italia yang berperan dalam penelitian struktur hewan. Banyak bagian tubuh yang diberi nama sesuai dengan nama penemunya. Salah satunya adalah badan Malpighi yang merupakan bagian dari nefron.

Sumber: Concise Encyclopedia Nature, 1994 Marcello Malpighi

(1638–1694)

Gambar 7.11

Organ ekskresi pada ikan adalah ginjal opistonefros.

(b)

Sumber: Biology, 1998 Ikan beradaptasi terhadap lingkungannya dengan cara yang khusus. Terdapat perbedaan adaptasi antara ikan air laut dan ikan air tawar dalam proses ekskresi. Keduanya memiliki cara yang berlawanan dalam mempertahankan keseimbangan kadar garam di dalam tubuhnya.

Ikan air laut memiliki konsentrasi garam yang tinggi di dalam darahnya. Ikan air laut cenderung untuk kehilangan air di dalam sel-sel tubuhnya karena proses osmosis. Untuk itu, insang ikan air laut aktif mengeluarkan garam dari tubuhnya. Adapun ginjal ikan air laut menyeksresikan sedikit urine. Hal ini menjaga agar ikan air laut tidak kekurangan air di dalam tubuhnya.

Ikan air tawar memiliki cara yang berbeda. Ikan air tawar cenderung untuk menyerap air dari lingkungannya dengan cara osmosis. Insang ikan air tawar secara aktif memasukkan garam dari lingkungan ke dalam tubuh. Ginjalnya membantu dengan menyekresikan urine dengan konsentrasi air yang tinggi.

Ginjal opistonefros

Insang

Gelembung renang

Kerjakanlah di dalam buku latihan.

Latihan Pemahaman Subbab B

1. Bagaimana proses ekskresi pada planaria? 2. Jelaskan adaptasi pada ikan air laut dan ikan air tawar dalam proses ekskresi.

Rangkuman

1. Sisa metabolisme sel-sel tubuh harus dikeluarkan, baik dalam bentuk gas maupun cairan. Sisa-sisa meta- bolisme itu dikeluarkan melalui sistem ekskresi. Sistem ekskresi berfungsi mengeluarkan sisa metabolisme yang tidak diperlukan oleh tubuh.

2. Sistem ekskresi pada manusia didukung oleh beberapa organ ekskresi, yaitu ginjal, kulit, paru-paru, dan hati. Semua organ ekskresi tersebut memiliki struktur dan fungsi khusus dalam pengeluaran sisa metabolisme. 3. Ginjal pada manusia berjumlah sepasang. Ginjal

berfungsi menghasilkan urine. Ginjal terdiri atas tiga bagian, yaitu korteks, medula, dan pelvis. Ginjal mengandung jutaan unit fungsional yang disebut nefron. Nefron tersebut terdiri atas kapsula Bowman, glomerulus, tubulus kolektivus, tubulus kontortus distal, tubulus kontortus proksimal, dan lengkung Henle.

4. Proses pembentukan urine di nefron terjadi melalui tiga proses, yaitu filtrasi, reabsorpsi, dan sekresi. Pada proses filtrasi, air dan molekul-molekul lainnya akan disaring di glomerulus. Reabsorpsi adalah proses penyerapan air dan molekul-molekul lainnya yang masih berguna bagi tubuh. Pada proses sekresi, substansi di dalam darah akan dikembalikan ke dalam filtrat dan menghilangkan berbagai bahan beracun di dalam darah.

5. Selain berperan sebagai pelindung tubuh, kulit berperan juga di dalam proses ekskresi. Kulit akan mengeluarkan sisa metabolisme berupa garam dan senyawa lainnya dalam bentuk keringat. Kulit manusia tersusun atas dua lapisan jaringan, yaitu epidermis dan dermis. Keringat dibentuk oleh kelenjar keringat yang berada di lapisan dermis kulit.

6. Paru-paru termasuk pula ke dalam organ ekskresi karena paru-paru mengeluarkan karbon dioksida (CO2) dan uap air yang merupakan hasil metabolisme sel-sel tubuh.

7. Organ tubuh yang berperan pula dalam proses ekskresi adalah hati. Dalam proses ekskresi, hati berfungsi menghasilkan cairan empedu. Cairan empedu mengandung beberapa bahan, seperti garam-garam empedu, pigmen empedu (bilirubin), kolesterol, mineral, dan air.

8. Hewan juga perlu untuk mengeluarkan sisa-sisa metabolisme dari dalam tubuhnya. Sistem ekskresi pada hewan berbeda-beda. Pada planaria dan cacing tanah, organ ekskresi berupa nefridia. Belalang memiliki organ ekskresi yang disebut tubulus Malpighi. Adapun pada ikan, organ ekskresinya berupa sepasang ginjal opistonefros.

Sistem Ekskresi 125

Peta Konsep

Refleksi

Bagaimana pendapat Anda setelah mempelajari materi Sistem Ekskresi ini? Menarik, bukan? Banyak hal yang bisa Anda dapatkan setelah mempelajari bab ini. Misalnya, Anda dapat menjaga organ-organ ekskresi agar terhindar dari penyakit sistem ekskresi. Dapatkah Anda menyebutkan manfaat lainnya?

Tujuan Anda mempelajari bab ini adalah agar Anda mampu menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses serta kelainan atau penyakit pada sistem ekskresi. Apakah Anda dapat mencapai tujuan tersebut?

Apabila Anda mengalami kesulitan dalam mempelajari materi tertentu pada bab ini, diskusikanlah bersama teman-teman Anda. Kemudian, bertanyalah kepada guru Anda untuk memecahkan permasalahan- permasalahan berkenaan dengan materi pada bab ini. Agar Anda mampu memahami materi pada bab ini dengan lebih baik, pastikanlah Anda menguasai materi bab ini dengan belajar lebih giat.

Alat-Alat Ekskresi terdiri atas Paru-paru CO2 dan H2O Kulit Garam dan senyawa organik Hati Cairan empedu Ginjal Nefron Proses pembentukan urine Glomerulus Tubulus kontortus proksimal dan lengkung

Henle

Tubulus kontortus distal

Duktus kolektivus

Filtrasi Urine primer

Reabsorpsi Urine sekunder

Urine

Reabsorpsi air

mengekskresikan mengekskresikan mengekskresikan

terdiri atas banyak

terjadi proses menghasilkan

terjadi proses

menghasilkan

terjadi proses menghasilkan

terjadi proses

Sekresi

1. Eksresi sebagai salah satu ciri makhluk hidup berfungsi untuk ....

a. membuang sampah sisa metabolisme b. merangsang pengeluaran hormon

c. mengeluarkan zat yang berperan dalam meta- bolisme

d. menambah zat-zat yang sudah tidak diperlukan oleh tubuh

e. menjaga keseimbangan tekanan osmosis tubuh 2. Sebagai organ ekskresi, kulit mengeluarkan sisa

metabolisme dalam bentuk .... a. urine

b. feses c. hormon d. uap air e. keringat

3. Perhatikan gambar berikut.

Evaluasi Kompetensi Bab 7

Kerjakanlah di dalam buku latihan Anda. A. Pilihan Ganda

6. Organ ekskresi yang berfungsi mengeluarkan sisa metabolisme berupa urine adalah ....

a. paru-paru b. ginjal c. kulit d. hati e. jantung

7. Organ ekskresi pada manusia yang berfungsi dalam filtrasi, reabsorpsi, dan augmentasi adalah ....

a. ginjal b. kulit c. hati d. paru-paru e. usus halus

8. Bagian terluar dari ginjal disebut dengan .... a. medula

b. pelvis c. glomerulus d. korteks

e. kapsula Bowman

9. Unit fungsional terkecil dari ginjal yaitu .... a. nukleus

b. neuron c. nefron d. glomerulus e. medula

10. Saluran urine yang menghubungkan ginjal dan vesica urinaria (kantung kemih) adalah ....

a. uretra b. ureter c. pelvis d. glomerulus e. kapsula Bowman

11. Badan Malpighi pada ginjal terdiri atas .... a. glomerulus dan pelvis

b. glomerulus dan kapsula Bowman c. nefron dan glomerulus

d. nefron dan kapsula Bowman e. kapsula Bowman dan pelvis 12. Perhatikan gambar berikut. Bagian kulit yang berfungsi menghasilkan keringat

ditunjukkan oleh nomor .... a. 1

b. 2 c. 3 d. 4 e. 5

4. Paru-paru dimasukkan pula ke dalam organ ekskresi karena mengeluarkan hasil metabolisme sel-sel tubuh berupa .... a. O2 b. urine c. CO2 d. keringat e. hormon

5. Dalam sistem ekskresi, hati mengeluarkan sisa meta- bolisme dalam bentuk ....

a. O2 b. urine c. keringat d. cairan empedu e. CO2 1 2 3 4 5

Struktur ginjal secara berurutan korteks, medula, dan pelvis ditunjukkan oleh nomor ....

1 2 3 4

Sistem Ekskresi 127 a. 1, 2, dan 3 b. 1, 2, dan 4 c. 2, 3, dan 4 d. 1, 3, dan 4 e. 3, 2, dan 1

Untuk soal nomor 13 -15, perhatikanlah gambar berikut.

13. Secara berturut-turut, nomor 1–4 menunjukkan organ

14. Proses pembentukan urine terjadi pada organ dengan nomor .... a. 1 b. 2 c. 3 d. 4 e. 1 dan 3

15. Urine akan dikeluarkan keluar tubuh melalui organ yang ditunjukkan oleh nomor ....

1 2 3 4

a. kantung uretra ginjal ureter kemih

b. ureter ginjal kantung uretra kemih

c. uretra ureter ginjal kantung kemih d. ginjal uretra kantung ureter

kemih

e. ginjal ureter kantung uretra kemih

a. 1 d. 4

b. 2 e. 1 dan 3

c. 3

16. Pada proses filtrasi, glukosa dan asam amino merupakan zat yang lolos dalam penyaringan. Akan tetapi, zat ini tidak terdapat di urine karena adanya proses reabsorpsi yang terjadi di ....

a. kapsula Bowman b. glomerulus c. tubulus kolektivus

d. tubulus kontortus proksimal e. tubulus kontortus distal

17. Zat berikut yang tidak ditemukan pada urine orang normal adalah .... a. urea b. air c. natrium d. garam e. glukosa

18. Jika pada urine seseorang mengandung protein berarti terjadi kerusakan bagian ginjal di ....

a. glomerulus b. tubulus proksimal c. tubulus distal d. lengkung Henle e. kapsula Bowman

19. Planaria mengeluarkan hasil metabolisme nitrogen melalui .... a. nefrion b. tubulus Malpighi c. opistonefron d. ginjal e. nefridia

20. Adaptasi pada ikan air laut untuk mempertahankan keseimbangan garam di dalam tubuhnya adalah .... a. mengeluarkan banyak urine

b. mengeluarkan sedikit urine c. mengeluarkan sedikit garam d. banyak minum air

e. bergerak aktif

B. Soal Uraian

1. Jelaskan fungsi sistem ekskresi bagi tubuh manusia. 2. Tuliskan organ-organ ekskresi pada manusia beserta zat

yang dikeluarkannya.

3. Apakah yang terjadi apabila zat-zat sisa hasil metabolisme di dalam tubuh tidak dikeluarkan? 4. Jelaskan secara singkat proses pembentukan urine. 5. Tuliskan beberapa gangguan yang dapat terjadi pada

sistem ekskresi manusia beserta penyebabnya.

C. Soal Tantangan

1. Sesudah melakukan perlombaan olahraga profesional, panitia atau juri harus mengadakan uji urine kepada para atlet yang akan bertanding. Apakah maksud uji urine kepada para atlet?

2. Ginjal merupakan organ pertama yang sukses dalam transplantasi. Menurut Anda, hal apa sajakah yang harus diperhatikan dalam transplantasi ginjal?

1

2

3 4

3. Tabel berikut menunjukkan pengaruh perubahan suhu terhadap jumlah urine dan keringat yang dikeluarkan.

200 180 160 140 120 100 8 0 6 0 4 0 2 0 0 5 1 0 1 5 2 0 2 5 3 0 3 5 Suhu lingkungan (°C)

Jumlah produksi urine/keringat

(cm

3/jam)

Keringat

Urine

4. Tabel berikut menunjukkan zat-zat yang berada dalam daerah yang menuju ginjal di dalam nefron dan di urine (mg/dm3). Zat-Zat Urea Glukosa Asam amino Garam mineral Protein 0,4 1,5 0,8 8,0 82 20 1,5 0,8 8,0 0 20 0 0 16,5 0 Darah Menuju

Ginjal Nefron Urine

Sumber: Biology for You, 2002 a. Zat apakah yang banyak tekandung di nefron? b. Zat-zat apakah yang dapat menembus nefron? c. Zat-zat apakah yang mengalami reabsorpsi di

nefron?

d. Mengapa jumlah garam-garam mineral di urine bertambah?

a. Pada suhu berapakah ketika jumlah urine yang dikeluarkan sama dengan jumlah keringat yang dikeluarkan?

b. Bagaimana pengaruh suhu terhadap jumlah urine yang dikeluarkan?

c. Mengapa jumlah urine yang dikeluarkan cenderung bertambah seiring dengan per- tambahan suhu?

129