• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

E. Sistem Informasi Akuntansi

1. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi

Sistem Informasi Akuntansimerupakan sistem informasi fungsional yang

mendasari sistem informasi fungsional yang lainnya seperti sistem informasi keuangan, sistem informasi pemasaran, sistem informasi produksi dan sistem informasi sumber daya manusia. Sistem-sistem informasi lain membutuhkan data keuangan dari sistem informasi akuntansi.

Hal ini menunjukkan bahwa suatu perusahaan yang akan membangun sistem informasi manajemen, disarankan untuk membangun sistem informasi akuntansi terlebih dahulu. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain : Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi. Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan. Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.

Baridwan (2004:4) menyatakan sistem informasi akuntansi adalah: “Suatu komponen yang mengumpulkan, menggolongkan, mengolah, menganalisa, dan

mengkombinasikan informasi kuangan yang relevan untuk pengambilan keputusan pihak-pihak luar (seperti pemerintah, masyarakat, investor, dan kreditor) pihak-pihak dalam (terutama manajemen)”.

Krismiaji (2005:4) mendefinisikan “Sistem Informasi Akuntansi adalah sebuah sistem yang memproses data dan transaksi guna menghasilkan informasi yang bermanfaat untuk merencanakan, mengendalikan, dan mengoprasikan bisnis.

Untuk dapat menghasilkan informasi yang diperlukan oleh para pembuat keputusan”.

Definisi lain diberikan oleh Bodnar dan Hopwood (2006), yang diterjemahkan oleh Amir Abadi Yusuf menyatakan bahwa, “Sistem informasi

akuntansi merupakan kumpulan sumber daya, seperti manusia dan peralatan yang dirancang untuk mengubah data keuangan dan data lainnya ke dalam informasi, informasi tersebut dikomunikasikan kepada para pembuat keputusan.”

Uraian definisi-definisi tersebut di atas menjelaskan hubungan antara sistem, prosedur, dan akuntansi dalam kaintannya dengan sistem informasi akuntansi yang menghasilkan informasi laporan yang ditujukan bagi kepentingan ekstern dan intern perusahaan dalam menentukan atau mengambil keputusan.

2. Prinsip-Prinsip Sistem Informasi Akuntansi

Weygand, Jerry J. et al. (2007:396) yan diterjemahkan oleh Ali Akbar menyatakan, sistem informasi yang efektif dan efisien didasarkan pada beberapa prinsip dasar. Prinsip-prinsip dasar tersebut mencakup :

a. Kefektifan Biaya

Sistem akuntansi harus efektif biaya. Manfaat informasi yang diberikan harus melebihi biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan sistem tersebut.

b. Tingkat Kegunaan

Agar berguna, informasi harus dapat dimengerti, relevan, dapat diandalkan, tepat waktu, dan akurat. Pembuat sistem akuntansi harus mempertimbangkan kebutuhan dan tingkat pengetahuan berbagai macam pengguna.

c. Fleksibilitas

Sistem akuntansi seharusnya dapat mengakomodasi berbagai macam pengguna dan mengubah informasi yang dibutuhkan. Sistem harus cukup fleksibel dalam memenuhi perubahan permintaan informasi yang dibutuhkan.

Jika sistem akuntansi adalah efektif biaya, memberikan output yang berguna, dan sangat fleksibel dalam memenuhi kebutuhan di masa mendatang, hal itu akan memberikan kontribusi terhadap tujuan organisasi dan individu.

3. Tujuan Sistem Informasi Akuntansi

Diana dan Setiawati (2011:5-7) mengemukakan bahwa lingkup sistem informasi akuntansi dapat dijelaskan dari manfaat yang didapat dari informasi akuntansi. Manfaat atau tujuan sistem informasi akuntansi tersebut adalah sebagai berikut :

a. Mengamankan harta / kekayaan perusahaan.

b. Menghasilkan Beragam Informasi Untuk Pengambilan Keputusan.

c. Menghasilkan Informasi Untuk Pihak Eksternal.

d. Menghasilkan Informasi Untuk Penilaian Kinerja

e. Menyediakan Data Masa Lalu Untuk Kepentingan Audit (Pemeriksaan).

f. Menghasilkan Informasi Untuk Penyusunan Dan Evaluasi Anggaran Perusahaan.

g. Menghasilkan Informasi Yang Diperlukan Dalam Kegiatan Perencanaan Dan Pengendalian.

4. Kompenen Sistem Informasi Akuntansi

Komponen atau bagian-bagian yang ada dalam sistem informasi akuntansi dapat dilihat pada Gambar 2.1. Komponen-komponen tersebut adalah sebagai berikut :

a. Basis data, basis data internal (berada dibawah kendali perusahaan sepenuhnya) dan basis data eksternal (tidak dapat dikendalikan oleh perusahaan).

b. Perangkat keras komputer dan berbagai perangkat pendukungnya, yang semuanya berfungsi untuk mencatat data, mengolah data, dan menyajikan informasi, baik secara hardcopy(tercetak) maupun softcopy(tidak tercetak).

c. Perangkat lunak komputer, yang berfungsi untuk menjalankan komputer beserta perangkat pendukungnya.

d. Jaringan komunikasi, baik secara kabel, gelombang radio, maupun sarana lain, yang berfungsi untuk menghantarkan data dan informasi dari satu tempat ke tempat lain.

e. Dokumen dan laporan (baik bersifat hardcopy maupun softcopy), yaitu media untuk mencatat data atau menyajikan informasi.

f. Prosedur, atau kumpulan langkah-langkah baku untuk menangani suatu peristiwa (atau transaksi) yang setiap hari di dalam perusahaan.

g. Pengendalian, yang berfungsi untuk menjamin agar setiap komponen sistem dapat berfungsi dengan baik.

Gambar 2.5 Komponen Sistem Informasi Akuntansi

5. Penggunaan Sitem Informasi Akuntansi

Menurut Puspitawati dan Anggadini (2011:63-64), penggunaan sistem informasi akuntansi secara umum adalah untuk mengolah data transaksi keuangan perusahaan. Adapun penggunaan yang lebih khusus adalah sebagai berikut.

a. Pembuatan laporan rutin

Untuk pihakinternal maupun eksternal, perusahaan menggunakan sistem informasi dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan informasi dari para investor, kreditor, dinas pajak, badan-badan pemerintah, dan lain-lain.

Sistem Informasi

b. Pendukung utama aktivitas rutin

Suatu organisasi (entitas), para pimpinan, dan manajer membutuhkan sistem informasi untuk membantu aktivitas rutin suatu organisasi perusahaan. Contoh aktivitas rutin adalah penerimaan pesanan pelanggan, mengirimkan barang atau jasa, membuat faktur penagihan, dan melakukan penagihan kepada pelanggan.

c. Pendukung dalam proses pengambilan keputusan

Dengan adanya sistem informasi akuntansi, proses pengambilan keputusan pada setiap lini organisasi dapat tercapai dengan segera.

d. Melakukan aktivitas perencanaan dan pengendalian internal

Sistem informasi akuntansi diperlukan dalam proses perencanaan dan pengendalian. Pengendalian internal mencakup kebijakan-kebijakan dan prosedur yang diterapkan dengan tujuan untuk melindungi aset kekayaan perusahaan dan kerugian korporasi serta memelihara keakuratan data keuangan perusahaan.

6. Sistem Infomasi Akuntansi Berbasis Komputer

Menurut Sutabri (2004:13-14), tugas pengolahan data perusahaan dilaksanakan oleh sistem informasi akuntansi yang mengumpulkan data kegiatan perusahaan lalu memproses menjadi informasi yang berguna bagi pihak internal maupun eksternal perusahaan, kecuali pesaing. Dengan jenis kegiatan yang demikian, dapat diketahhui beberapa karakteristik sistem informasi akuntansi, yaitu melaksanakan tugas yang diperlukan, berpegang pada prosedur standar,

menagani data yang rinci, berfokus pada data masa lampau, dan menyediakan informasi pemecah masalah yang minimal.

Sebagai contoh, ada tiga subsistem dalam sistem distribusi. Pertama, berkaitan dengan pemenuhan pesanan pelanggan, kedua berkaitan dengan pengisian kembali persediaan dari pemasok, dan ketiga berkaitan dengan pemeliharaan buku besar perusahaan. Selanjutnya, dua subsistem di atas, yaitu berkaitan dengan pemenuhan pesanan pelanggan dan pengisisan kembali persediaan, akan dibagi lagi menjadi sistem yang lebih kecil seperti disajikan berikut ini.

d) Menandai pesanan yang telah dipenuhi.

2. Pesrsediaan

a) Memeriksa saldo persediaan dan titik pemesanan kembali;

b) Menambah jenis barang yang diterima;

c) Menyediakan data buku besar.

3. Penagihan

a) Mendapatkan data pelanggan;

b) Menyiapkan faktur.

4. Piutang dagang

a) Menambah piutang baru;

b) Penghapusan piutang yang telah dibayar;

c) Menyiapkan pernyataan dan data buku besar.

b. Mengisi Kembali Persediaan

a) Membuat catatan utang pada pemasok;

b) Membayar pada pemasok;

c) Menghapus utang yang telah dibayar;

d) Menyediakan data buku besar.

Dokumen terkait