BAB II LANDASAN TEORI
2.1.5. Sistem Informasi berbasis Web …
Sistem informasi berbasis web adalah sebuah sistem informasi
yang menggunakan teknologi web atau internet untuk memberikan
informasi dan layanan kepada pengguna atau sistem informasi/aplikasi
lain.
Secara garis besar web dibedakan menjadi 2 komponen dasar,
antara lain :
1. Server web, yaitu sebuah komputer dan software yang
menyimpan dan mendistribusikan data ke komputer ainya yang
meminta informasi melalui fasilitas internet.
2. Browser web, adalah software yang dijalankan pada komputer
pemakai (client) yang meminta informasi dari server web dan
menampilkannya sesuai dengan file data itu sendiri.
2.1.6. Notasi Pemodelan Sistem 2.1.6.1. Use Case Diagram.
Use Case Diagram adalah sebuah diagram yang
menggambarkan interaksi antara sistem dan eksternal sistem dan
user. Dengan kata lain, use case diagram menggambarkan secara
Input
Proses
Output
12 grafikal tentang siapa yang akan menggunakan sistem dan dengan
cara bagaimana user berinteraksi dengan sistem.
2.1.6.1.1.Simbol Use Case dan Aktor.
Use Case merupakan bagian dari seluruh fungsi
sistem. Use Case digambarakan secara grafik dengan elips
yang horizontal dengan nama dari use case tertera,
dibawah atau didalam elips. Pada gambar berikut adalah
gambar simbol use case.
Gambar 2.2 Simbol Use Case
Actor merupakan segala sesuatu yang dibutuhkan
untuk berinteraksi dengan sistem untuk mengubah
informasi. Actor dapat berupa orang, organisasi atau sistem
informasi yang lain atau juga sebuah waktu kejadian. Pada
gambar berikut adalah ambar symbol actor.
Gambar 2.3 Simbol Actor Use case symbol
13
2.1.6.1.2.Relasi
Relasi digambarkan dengan sebuah garis di antara
dua simbol di dalam use case diagram. Arti relasi bias
berbeda antara satu dengan yang lainya tergantung pada
bagaimana cara garis digambar dan tipr symbol yang
disambungkan.
Ada beberapa jenis relasi yang digunakan untuk
menggambarkan use case diagram, yaitu :
1. Association adalah relasi antara actor dan
sebuah use case dimana terjadi interaksi
diantara keduanya.
2. Extends yaitu sebuah relasi antara extension use case dan use case extend. Extension use case adalah sebuah use case yang berisi
langkah-langkah yang diekstrak dari sebuah
use case yang lebih kompleks agar menjadi use case yang lebih sederhana dan kemudian
diberikan tambahan fungsinya.
3. Uses atau includes yaitu sebuah relasi antara abstractus case dan use case yang
digunakan. Abstract use case adalah sebuah
use case yang mengurangi redudans antara
14 mengkombinasikan langkah-langkah yang
umum yang ditemukan dalam case-nya.
4. Depends on yaitu sebuah relasi use case yang
menentukan bahwa use case yang lain harus
dibuat sebelum current use case dan dapat
menentukan urutan dimana use case perlu
untuk dikembangkan. Digambarkan sebagai
garis anak panah yang dimulai dari satu use
case dan menunjuk ke use case yang
bergantung padanya. Setiap relasi depends on
diberi label “<<depends on>>”.
5. Inheritance yaitu sebuah relasi use case yang
tingkah laku pada umumnya menggambarkan
dua actor yang menginisisasi use case yang
mana akan ditugaskan dan diektrapolasi
dalam abstrak actor yang baru untuk
mengurangi redudansi. Aktor yang lain dapat
menurunkan interaksi dari abstrak actor.
Relasi ini digambarkan dengan garis anak
panah yang dimulai pada satu actor dan
menunjuk ke abstrak actor yang memiliki
interaksi dengan turunan dari actor yang
15
2.1.6.2. Conceptual Database Design.
Hasil dari fase ni disebut sebagai conceptual schema dan
dinyatakan dalam conceptual data model yang menggunakn Entity
Relationalship Diagram (ERD). ERD merupakan alat yang
digunakna untuk membantu dalam proses pemodelan data. Dua
komponen utama pembentuk ERD adalah entitas dan relasi. Entitas
adalah sebuah objek nyata ada dan dibedakan dari sesuatu yang lain.
Setiap entitas pasti memiliki atribut yang mendeskripsikan
karakteristik dari entitas tersebut. Sedangakan relasi adalah
hubungan antara entitas. Ada beberapa macam realsi yang dapat
digambarkan dalam ERD yaitu :
1. Relasi Satu Lawan Satu (One to One Relationship /
1:1).
Relasi ini terjadi bila tiap anggota entity A hanya
boleh berpasangan dengan tepat satu anggota entity B.
Hubungan 1:1 mencakup juga relasi 1:0 dan 0:1.
2. Relasi Satu Lawan Banyak (One to Many
Relationship / 1:m).
Relasi ini terjadi bila tiap anggota entity A
berpasangan lebih dari satu anggota entity B.
Hubungan one to many mencakup relasi 1:1, 0:1, 1:1.
3. Relasi Banyak Lawan Banyak (Many to Many
16 Relasi ini terjadi bila tiap anggota entity A boleh
berpasangan dengan lebih dari satu anggota entity B,
begitu juga sebaliknya tiap anggota B boleh
berpasangan dengan lebh dari satu anggota entity A.
Relasi ini mencakup 1:m, 1:1, 1:0, dan 0:1.
Pada gambar 2.4 berikut adalah bentuk variasi dari ER
Diagram : Entittas Atribut Relasi Atribut kunci Penghubung antara entiti dan relasinya Internal
identifier
Internal identifier
Gambar 2.4 notasi dalam ERD
2.1.6.3. Logical and Physical Database Design.
Dalam fase logical design ini dilakukan proses translasi
dari conceptual schema yang sudah dibuat pada fase
sebelumnya. Hasil dari fase ini disebut sebagai logical
schema dan dinyatakan dalam logical schema dan
17 menggunakan relational model. Dalam fase ini harus
dilakukan beberapa optimalisasi terhadap operasi-operasi
yang akan dilakukan terhadap data-data yang ada. Teknik
yang biasa digunakan untuk melakukan optimalisasi ini
dinamakan normalisasi.
Normalisasi adalah suatu proses pengelompokan
elemen data ke dalam sejumlah tabel yang
mempresentasikan sejumlah tabel yang mempresentasikan
sejumlah entitas dan relasinya. Langkah normalisasi
bertujuan :
1. Sebagai alat penolong dalam proses perancangan
database.
2. Untuk meminimumkan grup elemen data yang sama
dan berulang-ulang (redudansi) dalam database karena
hal tersebut menyebabkan akses menjadi lambat dan
memboroskan tempat penyimpanan.
3. Untuk memudahkan proses penyisipan, penghapusan,
dan pengembangan database.
Sedangkan untuk fase physical design harus
dipastikan, logical schema yang sudah dibuat pada
fase sebelumnya dilengkapi dengan detail-detail yang
diperlukan untuk pengimplementasian secara fisik
18 akan digunakan. Hasil dari fase ini disebut sebagai
physical schema. 2.1.6.4. Pemodelan Proses
Pemodelan proses (Whitten et.al, 2004) adalah teknik
yang digunakan untuk mengorganisasikan data
mendokumentasikan proses dari sistem. Data Flow
Diagram merupakan sebuah model proses yang digunakan
untuk menggambarkan aliran data yang melalui sebuah
sistem dan proses yang dibentuk oleh sistem. Berikut
adalah simbol-simbol yang digunakan dalam DFD:
1. Kesatuan luar (external agent/external entity).
Merupakan suatu kesatuan yang berada di luar sistem
yang sedang dikembangkan yang akan memberikan
input atau menerima output dari sistem. Suatu
kesatuan dari luar dapat disimbilkan dengan notasi
otak bujus sangkar. Gambar 2.5 merupakan gambar
simbol kesatuan luar / external agent.
Gambar 2.5 Simbol kesatuan luar / external agent.
2. Arus data (data flow).
Mengalir di antara proses, penyimpanan data dan
kesatuan luar. Arus data adalah data yang menjadi
External Agent
19 input ke proses atau output dari sebuah proses. Arus
data dapat berbentuk formulir atau dokumen yang
digunakan oleh perusahaan, laporan tercetak yang
dihasilkan oleh sistem, tampilan atau output di layar
computer, surat/memo, blangko isian, transmisi data.
Arus data diberi symbol garis dengan anak panah.
Gambar 2.6 merupakan gambar simbol arus data.
Gambar 2.6 Simbol arus data
3. Proses.
Merupakan kegiatan atau kerja yang dilakukan orang,
mesin atau computer dari suatu hasil arus data yang
masuk ke dalam proses untuk dihasilkan arus data
yang keluar dari proses. Suatu proses dapat
ditunjukkan dengan symbol persegi panjang dengan
sudut tumpul. Gambar 2.7
Gambar 2.7 Simbol proses Process