BAB IV : Pengujian dan Analisa Hasil
TINJAUAN PUSTAKA
2.7 Sistem Informasi Georafis
Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah sebuah sistem atau teknologi berbasis komputer yang dibangun dengan tujuan untuk mengumpulkan, menyimpan, mengolah dan menganalisa data, menyajikan data serta informasi dari suatu obyek atau fenomena yang berkaitan dengan letak atau keberadaannya di permukaan bumi. SIG dalam implementasinya mencangkup input data, manajemen data, pemrosesan atau analisis data, pelaporan (output) dan hasil analisa. Komponen-komponen yang digunakan membangun SIG adalah perangkat lunak, perangkat keras, data, pengguna dan aplikasi.
2.7.1 Jenis dan Sumber Data dari Sistem Informasi Geografis
Data geografis pada dasarnya tersusun oleh dua komponen penting yaitu data spasial dan data atribut. Data spasial mempresentasikan posisi atau lokasi geografis dari suatu objek di permukaan bumi sedangkan data atribut dapat berupa informasi numerik, foto, narasi dan lainnya yang didapat diperoleh dari data statistik, pengukuran lapangan, sensus dan lainnya.
Data spasial dapat diperoleh dari berbagai sumber dengan berbagai format. Sumber data spasial antara lain mencangkup data grafis peta analog, foto udara,
14
citra satelit, survey lapangan, pengukuran theodolit, pengukuran dengan Global Positioning Systems(GPS) dan lain-lain.
2.7.2 Representasi Data Spasial
SIG dapat digunakan setelah data spasial dikonversi menjadi data digital. Format digital terdapat dua model representasi data yaitu model vektor dan model raster. Perbedaan mendasar antara kedua model terletak pada cara penyimpanan serta representasi sebuah objek geografis.
Gambar 2.2 Representasi Titik, Garis dan Area pada Model Vektor dan Raster
Model vektor memberikan posisis suatu objek dengan rangkaian koordinat x dan y atau dalam SIG di peta yakni longitude dan latitude sedangkan pada model raster berdasarkan piksel. Piksel adalah unit dasar yang digunakan untuk menyimpan informasi secara ekplisit, Gambar 2.2 memperlihatkan ada tiga jenis tipe objek yakni sebagai berikut:
1. Titik
Titik mempresentasikan objek spasial yang tidak memiliki panjang dan atau luas. Titik hanya memiliki satu pasang koordinat saja, misalnya
15
2. Garis
Garis mempresentasikan objek yang memiliki dimensi panjang namun tidak memiliki dimensi area, misalnya jaringan jalan, pola aliran, jaringan irigasi dan lainnya.
3. Poligon
Poligon mempresentasikan fitur spasial yang memiliki dimensi area atau luas, sebagai contoh zona penggunaan lahan dan area sebuah desa.
2.7.3 DatabaseSpasial
DatabaseSpasial mendeskripsikan sekumpulan entitas baik yang memiliki lokasi atau posisi yang tetap maupun yang tidak tetap (memiliki kecenderungan untuk berubah, bergerak, atau berkembang). Tipe-tipe spasial ini memiliki properti topografi dasar yang memiliki lokasi, dimensi, dan bentuk (shape). Semua Sistem Informasi Geografis (SIG) hampir memiliki campuran tipe-tipe entitas spasial dan non-spasial. Tipe-tipe non spasial tidak memiliki properti topografi dasar lokasi. Database spasial meliputi kondisi tekstur tanah, erosi, lereng, ketinggian, jenis tanah, tempat pengambilan sumber bahan bangunan dan penyebaran pemukiman yang dikonstruksikan sebagai ulasan dalam suatu vektor Sistem Informasi Geografis, dimana atribut-atributnya disimpan sebagai database
relasional yang bisa diimpor ke model tata ruang [Prahasta,2001].
2.7.4 Model Data Spasial di dalam Sistem Informasi Geografis
Secara umum persepsi manusia mengenai bentuk representasi entitas spasial adalah konsep raster dan vektor. Data spasial direpresentasikan di dalam
Databasesebagai raster atauvector[Prahasta,2001].
2.7.5 Data Spasial
Data spasial adalah data yang referensi geografisnya atas representasi objek di bumi. Data spasial pada umumnya berdasarkan peta yang berisikan interprestasi dan proyeksi seluruh fenomena yang berada di bumi. Fenomena
16
tersebut berupa fenomena alamiah dan buatan manusia. Pada awalnya, semua data dan informasi yang ada di peta merupakan representasi dari objek di muka bumi.
Sesuai dengan perkembangan, peta tidak hanya merepresentasikan obyek- obyek yang ada di muka bumi, tetapi berkembang menjadi representasi obyek diatas muka bumi (di udara) dan di bawah permukaan bumi. Data spasial memiliki dua jenis tipe yaitu vektor dan raster. Model data vektor menampilkan, menempatkan, dan menyimpan data spasial dengan menggunakan titik-titik, garis- garis atau kurva, atau poligon beserta atribut-atributnya. Model data Raster menampilkan dan menyimpan data spasial dengan menggunakan struktur matriks atau piksel–piksel yang membentuk grid. Pemanfaatan kedua model data spasial ini menyesuaikan dengan peruntukan dan kebutuhannya.
2.7.6 Pemrosesan Spasial
Pengelolaan, pemrosesan dan analisa data spasial biasanya bergantung dengan model datanya. Pengelolaan, pemrosesan dan analisa data spasial memanfaatkan pemodelan SIG yang berdasar pada kebutuhan dan analitiknya. Analitik yang berlaku pada pemrosesan data spasial seperti overlay, clip, intersect, buffer, query, union, merge yang mana dapat dipilih ataupun dikombinasikan.
Pemrosesan data spasial seperti dapat dilakukan dengan teknik yang disebut dengangeoprocessing(ESRI, 2002), pemrosesan tersebut antara lain: 1. Overlayadalah merupakan perpaduan dualayerdata spasial.
2. Clipadalah perpotongan suatu area berdasar area lain sebagai referensi. 3. Intersection adalah perpotongan dua area yang memiliki kesamaan
karakteristik dan kriteria.
4. Bufferadalah menambahkan area di sekitar obyek spasial tertentu. 5. Queryadalah seleksi data berdasar pada kriteria tertentu.
6. Union adalah penggabungan atau kombinasi dua area spasial beserta atributnya yang berbeda menjadi satu.
17
8. Dissolve adalah menggabungkan beberapa nilai berbeda berdasar pada atribut tertentu.
Pengelolaan, pemrosesan dan analisa data spasial biasanya bergantung dengan model datanya. Pengelolaan, pemrosesan dan analisa data spasial memanfaatkan pemodelan SIG yang berdasar pada kebutuhan dan analitiknya. Analitik yang berlaku pada pemrosesan data spasial seperti overlay, clip, intersect, buffer, query, uniondanmerge.
2.7.7 OverlaySpasial
Salah satu cara dasar untuk membuat atau mengenali hubungan spasial melalui proses overlay spasial. Overlay spasial dikerjakan dengan melakukan operasi join dan menampilkan secara bersama sekumpulan data yang dipakai secara bersama atau berada dibagian area yang sama. Hasil kombinasi merupakan sekumpulan data yang baru yang mengidentifikasikan hubungan spasial baru.
2.7.8 Pencocokan Alamat (Geocoding)
Alamat jalan merupakan bentuk umum dari informasi lokasi, walaupun masih merupakan informasi dalam bentuk teks yang berisi nomor rumah, nama jalan, arah dan kode pos. SIG memerlukan satu mekanisme untuk mentransfer infromasi dalam bentuk teks ini untuk menghitung koordinat geografi sebelum satu alamat bisa ditampilkan pada satu peta. Pencocokan alamat (geocoding) merupakan proses untuk menggabungkan satu alamat fisik lokasi di bumi dengan alamat logiknya. SIG dalam melakukannya dengan cara menggabungkan alamat- alamat yang disimpan dalam berkas tabel data spasialnya yang ada alamatnya. SIG kemudian menggunakan koordinat fitur-fitur jalan untuk menghitung dan menandai koordinat satu alamat dalam satufile. Hasilnya adalahlayerdata spasial yang baru dari titik lokasi yang menggambarkan alamat darifile.
18
2.7.9 AnalisaBuffer
Analisa buffer digunakan untuk mengidentifikasi area sekitar fitur-fitur geografi. Proses men-generate sekitar lingkaran buffer yang ada fitur-fitur geografi dan kemudian mengidentifikasi atau memilih fitur-fitur berdasarkan pada apakah mereka berada di luar atau didalam batasbuffer.
2.7.10 OverlayPeta
Overlay peta merupakan proses dua peta tematik dengan area yang sama dan menghamparkan satu dengan yang lain untuk membentuk satu layer peta baru. Kemampuan untuk mengintegrasikan data dari dua sumber menggunakan peta merupakan kunci dari fungsi-fungsi analisis Sistem Informasi Geografis. Konsepnya adalah sebagai berikut:
1. Alamat Overlay Peta merupakan hubungan interseksi dan saling melengkapi antara fitur-fitur spasial.
2. Overlay Peta mengkombinasikan data spasial dan data attribut dari dua
thememasukan.
Tiga tipe fitur masukan, melaluioverlayyang merupakanpolygonyaitu : 1. Titik dengan polygon, menghasilkan keluaran dalam bentuk titik-titik 2. Garis dengan polygon, menghasilkan keluaran dalam bentuk garis. 3. Polygondengan polygonmenghasilkan keluaran dalam bentukpolygon.