BAB II TINJAUAN PUSTAKA
B. Sistem Kesehatan dan Diplomasi Kesehatan Kuba
Sebelum revolusi Kuba pada tahun 1959, penyediaan perawatan kesehatan masih mengikuti model kesehatan yang dipimpin pasar dengan layanan perawatan kesehatan yang mewakili penyediaan kesehatan dunia ketiga sehingga distribusi dokternya kurang merata dan hanya terpusat pada kota- kota besar seperti Havana dan Santiago de Cuba. Gagasan tentang sistem kesehatan nasional untuk mengurangi kesenjangan dan memperkenalkan perawatan universal untuk Kuba dimulai pada 1960 yang dilakukan dokter Che Guevara. Dalam pidatonya yang terkenal tentang Pengobatan Revolusioner, ia mengatakan bahwa pekerjaan kementerian kesehatan dan organisasi serupa terdiri dari tiga yaitu pertama untuk menyediakan layanan kesehatan yang terbaik, kedua untuk masyarakatnya dan yang terakhir yaitu untuk melembagakan program pengobatan preventif serta untuk mengarahkan masyarakat pada kinerja praktik higienis (Offredy, 2008).
Pada tahun 1960 kemudian didirikan Rural Medical Service (RMS) yang menempatkan ratusan sukarelawan dokter yang baru lulus di daerah terpencil dan pada tahun 1976, otoritas kesehatan Kuba mengembangkan satu sistem kesehatan publik nasional yang diabadikan dalam Konstitusi 1976 yang diadopsi oleh pemungutan suara nasional dan Undang-Undang Kesehatan Masyarakat 1983. Dimana prinsip tersebut adalah
1. Perawatan kesehatan adalah hak dan tersedia untuk semua secara adil dan gratis.
2. Perawatan kesehatan adalah tanggung jawab negara 3. Layanan preventif dan kuratif terintegrasi
4. Masyarakat berpartisipasi dalam pengembangan dan fungsi sistem kesehatan
5. Kegiatan perawatan kesehatan terintegrasi dengan pembangunan ekonomi dan sosial
6. Kerjasama kesehatan global adalah kewajiban mendasar dari sistem kesehatan dan para profesionalnya (Keck & Reed, 2012)
Kuba pertama kali melakukan diplomasi kesehatan pada tahun 1960 melalui skema bantuan medis. Ketika gempa melanda negara Chili, Kuba mengirimkan tenaga medisnya untuk memberikan layanan medis kepada ribuan orang yang terluka. Tiga tahun kemudian, Aljazair meminta negara Kuba untuk membantu sistem kesehatan masyarakatnya yang hancur dengan kerjasama bilateral yang menjadikan ini kerjasama pertama Kuba dalam bantuan medis. Ketika Kuba telah memperoleh banyak pengalaman menciptakan sistem kesehatan yang komperehensif di negaranya, negara ini kemudian memperluas dan menyempurnakan komitmen internasionalnya. Dimana negara ini memiliki kebijakan luar negeri yang berbasis kesehatan bernama Cuban Medical Internationalism dan membentuk sebuah kontingen yang bernama Brigade Henry Reeve dan banyak melakukan misi-misi internasional seperti menawarkan 1.500 dokter untuk membantu badai
Katrina pada tahun 2005 dan juga membantu gempa di Pakistan pada tahun yang sama (Gorry, 2019).
Kuba telah menerima begitu banyak dukungan dari negara dan individu lain selama hari-hari awal revolusi, ideologi kesehatan pemerintah revolusioner secara eksplisit mengakui kontribusi ini sehingga Kuba banyak melakukan misi- misi internasional. Hal ini dianggap sebagai tugas negara Kuba untuk membantu negara lain yang kurang beruntung dalam upaya membayar hutang kepada umat manusia atas bantuan yang mereka terima. (Feinsilver, 2008). Dalam melakukan misi- misi internasional, Kuba memiliki prinsip- prinsip yang telah diformalkan oleh negaranya, yaitu :
1. Semua layanan bersifat sukarela
2. Para profesional yang bertugas di luar negeri, diharapkan berperilaku sesuai standar etika dan memiliki nilai humanistik yang tinggi
3. Fasilitas umum staf personalis Kuba menawarkan layanan dengan berbiaya rendah bahkan gratis
4. Profesional kesehatan yang memberikan layanan dipilih agar tidak menyebabkan kekurangan dalam sistem domestic
5. Komposisi tim internasional disesuaikan dengan kebutuhan tuan rumah
6. Peserta harus berhasil menyelesaikan pelatihan dan kursus sebelum keberangkatan, termasuk pengajaran bahasa asing,
penyakit yang muncul dan endemik serta sejarah dan budaya negara tempat mereka akan bertugas
7. Adat istiadat dan budaya setempat harus dihormati. Misalnya pasien wanita hanya dapat dilihat oleh dokter wanita di negara yang menerapkan kebiasaan tersebut ataupun berkerja sama dengan dukun tradisional
8. Para profesional yang bekerja secara internasional menerima gaji reguler Kuba mereka selama penempatan mereka, ditambah remunerasi yang disepakati dengan negara tuan rumah dengan mempertimbangkan modalitas kerja sama, tingkat gaji negara tuan rumah dan kontribusi dalam bentuk barang yang diberikan oleh masing-masing pihak
9. Mereka yang berhasil menyelesaikan layanan internasional akan diprioritaskan untuk pekerjaan internasional di masa depan tergantung pada ketersediaan dan kebutuhan staf domestik Kuba (Gorry, 2019)
Tabel 3.1 Kerjasama Medis Internasional Kuba pada Tahun 2018
Indikator Jumlah
Negara- negara yang memiliki kerjasama kesehatan Kuba
68
Sub- Sahara Afrika 28
Amerika 26
Timur Tengah dan Afrika Utara 3
Asia Timur, Pasifik 9
Eropa 1
Oceania 1
Tenaga Medis Profesional yang Berada di Luar Negeri
39,532
Dokter yang melayani di Luar Negeri 19,160 (48.5%)
Tenaga Kesehatan Wanita yang berada di Luar Negeri
24,861 (62.9%)
Intervensi Bedah 900,968
Births attended 331,033
Negara dengan layanan peningkatan dan pemulihan penglihatan
12 (Angola, Argentina, Bolivia, El Salvador, Guatemala, Guyana, Haiti, Honduras, Jamaica, St. Lucia, Uruguay, Venezuela) Operasi perbaikan/ perbaikan penglihatan 103,522
Negara dengan siswa di ELAM 24
Siswa yang Terdaftar di ELAM >7,000
Siswa di sekolah kedokteran yang belajar di bawah bimbingan profesor Kuba dan menggunakan kurikulum Kuba
47,852 (38,045 in Venezuela)
Sumber : Delgado Bustillo F, editor. Anuario 2018 de la Colaboración Médica. Vol 8 No 1. Havana: Central Medical Cooperation Unit (CU); 2019. Spanish
Kuba merupakan salah satu negara dengan sistem kesehatan yang terbaik di dunia. Dimana pelayanan dan fasilitas kesehatan yang dimilikinya hampir menyamai negara- negara maju (Samuel, 2018). Alasan mengapa sistem kesehatan kuba menjadi salah satu yang terbaik di dunia, yaitu
1. Kuba memiliki prestasi kesehatan yang luar biasa. Pada tahun 2018, angka harapan hidup negara Kuba sudah mencapai 78,86. Pencapaian ini beda tipis dengan Amerika Serikat yang berada di angka 79,28. Di negara Kuba angka kematian bayi di bawah 5 per 1000 kelahiran berbeda dengan negara Amerika Serikat yang masih 5,2 per 1000 kelahiran. Pada tahun 2006, UNICEF melalui laporan yang berjudul “Progress for children A Report Card on Nutrition” negara Kuba sudah bebas dari gizi buruk. Dimana rata-rata balita
yang kurang berat badan di negara Kuba sudah berada di bawah 5%. Selain itu, cakupan program vaksin Kuba sudah mencapai 99%. Dimana vaksin yang digunakan oleh negara Kuba adalah hasil temuan dan produksi negaranya. Sejak 1979, negara Kuba sudah terbebas dari penyakit Difteri, Campak (1993), Rubella (1995), Tetanus, Polio, Demam Tifoid dan Pertusis (Batuk Rejan) 2. Layanan kesehatan yang universal dan gratis. Sesuai dengan
mandat konstitusi, negara Kuba memiliki layanan kesehatan yang bersifat universal dan gratis sehingga semua masyarakat Kuba bisa mengakses layanan kesehatannya bahkan kesehatan negara Kuba bisa menjangkau 100% penduduknya tanpa melakukan diskriminasi. Di negara Kuba, 99% proses kelahiran anak dilakukan di Rumah Sakit atau fasilitas yang disediakan oleh negara. Selain memastikan semua fasilitas kesehatannya bersifat publik, negara Kuba menganggarkan kesehatan mencapai 13- 14% PDB-nya.
3. Sistem kesehatan Kuba mempuyai motto lebih baik mencegah daripada mengobati dan untuk mewujudkan hal tersebut, Kuba memiliki program Medicina General Integral (MGI) yaitu program kesehatan yang komperehensif dan terintegrasi. Dimana fokus program ini yaitu penciptaan lingkungan yang sehat serta menjauhkan masyarakat dari penyakit. Jadi, setiap lingkungan penduduk di negara Kuba memiliki “consultorio” yang terdiri
dari beberapa dokter dan staf yang langsung melayani sekitar 1000- 1500 penduduk dan untuk mengefektifkan daya jangkaunya, Consultorio didukung oleh Policlinico yang memastikan layanan kesehatan 24 jam.
4. Negara Kuba memiliki fasilitas kesehatan yang maju. Secara umum, kesehatan negara ini beroperasi melalui tiga level. Pertama yaitu layanan kesehatan dasar seluruh penduduk melalui Consultorio dan Policlinicos. Level kedua yaitu melalui rumah sakit yang melayani tindakan medis yang tidak bisa diatasi oleh Consultorio dan Policlinicos serta level ketiga yaitu lembaga kesehatan yang memberikan pelayanan khusus termasuk didalamnya yang terlibat dalam penelitian dan pengembangan teknologi kesehatan.
5. Negara Kuba menciptakan teknologi dan obat- obatnya secara mandiri. Pada tahun 1985, negara Kuba menjadi pelopor penemuan vaksin untuk mengatasi Hepatitis B. selain itu juga, negara ini berhasil mengebangkan teknik pengobatan baru seperti Meningitis B, Kaki Diabetik, Vitiligo serta Psoriaris. Pada tahun 2018 juga, Kuba mengembangkan vaksin Civamax untuk kanker paru- paru yang mampu mencegah perkembangan tumor dalam paru dan mampu memperpanjang usia penderitanya dan saat ini sedang di uji klinis di negara Amerika Serikat (Samuel, 2018).
Tabel 3.2 Jenis Kerjasama Internasional Medis Kuba Program Karakteristik Program kesehatan yang komperehensif (PIS, Programa Integral de Salud)
Dukungan staf untuk fasilitas kesehatan umum termasuk rumah sakit dan klinik, dengan memprioritaskan daerah miskin, terpencil, dan kurang terlayani. Seringkali, dokter Kuba adalah penyedia layanan kesehatan pertama yang menghadiri populasi ini.
Bantuan Teknis Berupah
Program ini Pertama kali diluncurkan pada akhir 1980-an. layanan berbayar untuk memberikan dukungan staf kepada institusi kesehatan di Karibia, Amerika Latin, Afrika, dan Asia. Ini adalah gabungan dari dokter keluarga dan spesialis termasuk dokter anak, ahli neonatologi, ahli bedah maksilofasial, ahli onkologi, ahli bedah saraf, psikiater, dan banyak lagi.
Program Perbaikan dan Perbaikan Visi (Operación Milagro)
Sejak tahun 2004, program pemulihan penglihatan ini telah menawarkan intervensi bedah gratis untuk kondisi yang dapat pulih kembali termasuk katarak, retinopati diabetik, dan pterigium. Lebih dari 3 juta orang di
Amerika Latin, Karibia, dan Afrika telah mengalami pemulihan atau peningkatan penglihatan di bawah program ini..
Pendidikan dan pelatihan medis
Termasuk Sekolah Kedokteran Amerika Latin (ELAM; didirikan pada 1999) yang menyediakan beasiswa sekolah kedokteran penuh; gelar medis berbasis biaya kuliah; dan sekolah kedokteran yang didirikan oleh profesor Kuba di negara lain.
Kontingen medis Henry Reeve Emergency
Didirikan pada tahun 2005, tim khusus ini dilatih dan diperlengkapi untuk memberikan layanan medis dalam skenario pascabencana dan selama wabah epidemiologis serta membantu negara Kuba untuk mewujudkan system kesehatan yang komperenhensif. Dalam banyak kasus, biaya ditanggung oleh Kuba; komitmen bisa sampai 6 bulan. Sampai saat ini, Henry Reeve Emergency telah melakukan 28 misi bencana
*Tidak termasuk kontrak khusus yang ditandatangani dengan Servicios Médicos Cubanos (Cuban Medical Services, SA), yang menawarkan layanan khusus dan kontrak untuk entitas di 18 negara,
beberapa negara sudah termasuk dalam modalitas di atas
Source: Delgado Bustillo F, editor. Anuario 2018 de la Colaboración Médica. Havana: Central Unit for International Medical Cooperation (CU); 2019. Spanish.