PROSES PEMBELAJARAN
B. Sistem Kredit Semester
Sistem ini memberi peluang untuk: (1) menyajikan program pendidikan yang bervariasi dan fleksibel; dan (2) menggunakan sarana pendidikan, baik perangkat keras maupun perangkat lunak, secara lebih efisien dalam pembelajaran. Secara khusus penyelenggaraan pendidikan atas dasar sistem kredit semester ini dapat dikatakan memberi peluang untuk:
1. Mahasiswa yang cerdas dan giat belajar dapat menyelesaikan studi dalam waktu lebih singkat;
2. Mahasiswa dapat mengambil mata kuliah yang sesuai dengan kemampuan, bakat dan minatnya;
3. Penyelenggaraan sistem evaluasi mahasiswa yang sebaik-baiknya Semester merupakan satuan waktu terkecil yang digunakan untuk menyatakan lamanya proses pembelajaran suatu program dalam suatu jenjang pendidikan. Penyelenggaraan program pendidikan suatu jenjang lengkap dari awal sampai akhir akan dibagi ke dalam kegiatan semesteran, sehingga tiap awal semester mahasiswa harus merencanakan dan memutuskan tentang kegiatan belajar apa yang akan ditempuhnya pada semester berkenaan.
Pada umumnya, untuk Program Diploma III, Program Sarjana, dan Program Pascasarjana, satu semester setara dengan kegiatan pembelajaran sekitar 16 minggu kerja, dengan diikuti oleh evaluasi pada akhir semester. Satu tahun akademik terdiri dari dua semester reguler yaitu Semester Ganjil dan
Semester Genap. Sesudah selesai kegiatan Semester Genap (selama Juli dan Agustus) dapat diselenggarakan kegiatan semester non-reguler (semester Alih Tahun). Semester Alih Tahun ini dimaksudkan untuk: (1) memberikan kesempatan bagi mereka yang memenuhi syarat untuk mempercepat masa studinya; (2) memberikan peluang untuk perbaikan nilai mata kuliah yang kurang baik pada semester sebelumnya; dan (3) mengoptimalkan waktu dan sarana serta prasarana akademik yang ada untuk kegiatan pembelajaran. Untuk pelaksanaan Semester Alih, fakultas merujuk pada peraturan yang ditetapkan Rektor.
Kredit semester (satuannya disebut satuan kredit semester, disingkat SKS) adalah satuan yang digunakan untuk menyatakan: (1) besarnya beban studi mahasiswa; (2) besarnya pengakuan atas keberhasilan usaha belajar mahasiswa; (3) besarnya usaha yang diperlukan mahasiswa untuk menyelesaikan suatu program, baik program semesteran maupun program lengkap; dan (4) besarnya usaha penyelenggaraan pendidikan bagi tenaga pengajar.
Beban studi semesteran adalah jumlah SKS yang ditempuh mahasiswa pada suatu semester tertentu. Sedangkan Beban Studi Kumulatif adalah jumlah SKS minimal yang harus ditempuh mahasiswa agar dapat dinyatakan telah menyelesaikan suatu program studi tertentu.
Waktu studi kumulatif adalah batas waktu maksimal yang harus ditempuh mahasiswa dalam menyelesaikan studinya di suatu program pendidikan. Besarnya beban studi kumulatif dan waktu studi kumulatif maksimal bagi tiap program berbeda: Program Diploma III, minimum 110 SKS dan maksimum 120 SKS untuk 6 semester atau paling lama 10 semester; Program Sarjana, minimum 144 SKS dan maksimum 160 SKS untuk 8 semester atau paling lama 14 semester; Program Magister minimum 36 SKS dan maksimum 50 SKS untuk 4 semester atau paling lama 10 semester; dan beban studi Program Doktor bagi peserta lulusan magister (S-2) sebidang ilmu, minimum 40 SKS untuk 4 semester dan dapat ditempuh kurang dari 4 semester serta maksimum 10 semester, sedanagkan bagi peserta lulusan magister (S-2) tidak sebidang ilmu, minimum 52 SKS untuk 5 semester dan dapat ditempuh kurang dari 5 semester serta maksimum 10 semester. Satu satuan kredit semester (1 SKS) kegiatan kuliah ditetapkan setara dengan beban studi tiap minggu selama satu semester, yang terdiri atas tiga kegiatan berikut:
1) 1 jam perkuliahan terjadwal;
2) 1-2 jam kegiatan terstruktur, yang direncanakan oleh tenaga pengajar pengasuh mata kuliah bersangkutan, antara lain menyelesaikan pekerjaan rumah, tugas pembuatan referat, menerjemahkan suatu artikel, dan sebagainya;
3) 1-2 jam kegiatan mandiri, misalnya membaca buku rujukan, memperdalam materi, menyiapkan tugas, dan sebagainya.
Pedoman Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universita s Pa dja dja ra n
129 Satu satuan kredit semester (1 SKS) kegiatan seminar dan kapita selekta pada
dasarnya mengacu pada kegiatan kuliah. Kegiatan seminar dan kapita selekta diatur seperti di bawah ini: (1) jumlah kepustakaan yang dijadikan acuan mahasiswa dan kemudian dirangkum dalam menulis makalah dan dipresentasikan di kelas untuk bobot 1 SKS adalah minimum 3 buah judul, tergantung bobot kepustakaannya; dan (2) mahasiswa secara bergilir diberi peran sebagai penyaji makalah, pembahas, atau moderator.
Satu satuan kredit semester (1 SKS) kegiatan praktikum dan sejenisnya ditetapkan setara dengan beban studi sekitar 2 jam kerja terjadwal, disertai oleh: (1) 1-2 jam kegiatan terstruktur, tetapi direncanakan oleh tenaga pengajar yang bersangkutan, misalnya diskusi dan penulisan laporan tiap minggu selama satu semester; dan (2) 1-2 jam kegiatan mandiri, misalnya membaca buku rujukan, memperdalam materi, menyiapkan tugas, dan sebagainya.
Satu satuan kredit semester (1 SKS) Kerja lapangan dan sejenisnya ditetapkan setara dengan beban studi sekitar 4 jam terjadwal tiap minggu selama satu semester, yang disertai oleh: (1) 1-2 jam kegiatan terstruktur, yang direncanakan oleh tenaga pengajar pengasuh mata kuliah bersangkutan, misalnya diskusi, seminar, konferensi kasus, dan penulisan laporan tiap minggu selama satu semester; dan (2) 1-2 jam kegiatan mandiri, misalnya membaca buku rujukan, memperdalam materi, menyiapkan tugas, dan sebagainya. Waktu yang digunakan mahasiswa untuk pergi ke dan pulang dari tempat berlangsungnya kerja lapangan tidak diperhitungkan.
Satu satuan kredit semester (1 SKS) kegiatan penelitian penulisan skripsi, dan sejenisnya pada dasarnya mengacu pada kerja lapangan, yaitu setara dengan beban studi sekitar 4 jam terjadwal tiap minggu selama satu semester, yang disertai oleh: (1) 1-2 jam kegiatan terstruktur, yang direncanakan oleh tenaga pengajar pengasuh mata kuliah bersangkutan, misalnya diskusi, seminar, studi kepustakaan, penelitian lapangan, dan atau partisipasi pada sesuatu lembaga; dan (2) 1-2 jam kegiatan mandiri, misalnya mencari buku/jurnal di perpustakaan lain, menyiapkan penelitian, menulis skripsi/laporan tugas akhir, dan sebagainya. Kelompok mata kuliah yang ditawarkan meliputi:
1) MPK (Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian), ditujukan untuk mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME dan berbudi pekerti luhur, berkepribadian mantap, dan mandiri serta memiliki rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan;
2) MKK (Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan), ditujukan untuk memberikan landasan penguasaan ilmu dan keterampilan tertentu; 3) MKB (Mata Kuliah Keahlian Berkarya), ditujukan untuk
menghasilkan tenaga ahli dengan kekaryaan berdasarkan dasar ilmu dan keterampilan yang dikuasai;
4) MPB (Mata Kuliah Perilaku Berkarya), ditujukan untuk membentuk sikap dan perilaku yang diperlukan seseorang dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan dasar ilmu dan keterampilan yang dikuasai;
5) MBB (Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat), ditujukan untuk dapat memahami kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya.
Registrasi Mahasiswa
Pada awal tiap semester mahasiswa diwajibkan melakukan dua macam pendaftaran, yaitu pendaftaran administratif dan pendaftaran akademik. 1. Pendaftaran administratif dilakukan untuk memenuhi persyaratan
administratif yang ditetapkan dan untuk memperoleh kartu mahasiswa;
2. Pendaftaran akademik dilakukan untuk memperoleh izin mengikuti kegiatan akademik, pendaftaran dilakukan di Sub.Bagian Pendidikan (SBP) fakultas, sebagai persyaratan pengikuti kegiatan pembelajaran. Dalam penyelenggaraan administrasi akademik digunakan beberapa kartu dan daftar, sebagai berikut:
a) Kartu Rencana Studi ( KRS )
KRS berisi daftar mata kuliah yang akan ditempuh mahasiswa dalam semester bersangkutan; KRS diisi oleh mahasiswa bersama dan disetujui Dosen wali dengan membubuhkan tanda tangannya (untuk Program Diploma III, dan Program Sarjana) atau Ketua Komisi Pembimbing/Ketua Komisi Promotor (untuk Program Pascasarjana); KRS diambil di SBP pada tiap awal semester; KRS diserahkan ke SBP (untuk Program Diploma III, dan Program Sarjana) atau Ketua Program Studi (untuk Program Pascasarjana).
b) PKRS (Perubahan Kartu Rencana Studi)
PKRS atas persetujuan Dosen wali, mahasiswa diperbolehkan mengubah KRS (mengganti, menambah, maupun mengurangi) sampai 14 hari kerja perkuliahan (2 minggu). Lewat batas tersebut, perubahan KRS tidak diperkenankan lagi. KRS yang telah direvisi kemudian harus diserahkan kembali kepada SBP (untuk Program Diploma III, dan Program Sarjana) atau Ketua Program Studi (untuk Program Pascasarjana).\
c) Daftar Hadir Mahasiswa dan Dosen ( DHMD
DHMD berisi Nama dan Nomor Pokok Masiswa (NPM) yang mengikuti mata kuliah bersangkutan; DHMD ditandatangani oleh Mahasiswa pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung,serta oleh Dosen Pengasuh matakuliah atau asisten pada akhir kegiatan; DHMD disimpan di SBP/SBA atau oleh Dosen Pengasuh mata kuliah.
d) Daftar Peserta dan Nilai Akhir ( DPNA )
DPNA berisi dafttar nama dan NPM seluruh mahasiswa yang mengikuti suatu mata kuliah sesuai dengan DHMD; DPNA diberikan oleh SBP/SBA kepada Dosen Pengasuh mata Kuliah pada saat ujian akhir semester dan harus diserahkan kembali ke SBP/SBA paling lambat 1 (satu) minggu setelah pelaksanaan ujian mata kuliah tersebut; DPNA asli disimpan di SBP, salinan
Pedoma n Fa kulta s Ilmu Sosia l da n Ilmu Politik Universita s Pa dja dja ra n 130
I ditempel di papan pengumuman, dan salinan II disimpan Dosen Pengasuh mata kuliah.
e) Kartu Kemajuan Studi (KKS)
KKS berisi nilai akhir semua mata kuliah yang telah ditempuh mahasiswa; KKS diisi oleh mahasiswa pada akhir semester bersangkutan dan ditandatangani oleh Dosen wali (Program Pascasarjana: Ketua Program Studi) dan SBP. KKS yang dibuat oleh Sistem Informasi Akademik Fakultas yang sifatnya hanya membantu untuk mengecek kembali penghitungan IP/IPK oleh Dosen wali; KKS digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam mengisi KRS semester berikutya; KKS dibuat rangkap 4, yaitu untuk mahasiswa, Dosen wali (Pascasarjana: Ketua Program Studi), SBP, dan jurusan /Program studi).
f) Daftar Prestasi Mahasiswa (DPM)
DPM berisi Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa setiap angkatan dalam satu fakultas jurusan/program studi, jumlah semester dan beban studi yang telah ditempuh, serta nama nomor kode Dosen wali (Pascasarjana : Ketua Program Studi/Koordinator Bidang Ilmu). DPM ini dibuat oleh Sistem Informasi Akademik Fakultas; DPM disahkan dan ditandatangani Pembantu Dekan I; DPM diumumkan kepada mahasiswa pada tiap akhir semester.
Kegiatan Pembelajaran, mahasiswa yang diperkenankan mengikuti kegiatan pembelajaran apabila mahasiswa telah: (1) memiliki kartu mahasiswa yang berlaku pada semester bersangkutan; (2) mengisi KRS semester bersangkutan yang telah disahkan oleh SBP (untuk Program Diploma III, dan Program Sarjana, dan juga ditandatangani Dosen wali). Pada saat mengikuti kegiatan pembelajaran mahasiswa harus menandatangani DHMD yang setiap selesai melaksanakan kegiatan perkuliahan setaip minggunya diperiksa oleh Dosen Pengasuh mata kuliah.
Persyaratan Ujian
Persyaratan Ujian, mahasiswa diperkenankan mengikuti ujian apabila memenuhi persyaratan dibawah ini:
1. Terdaftar sebagai mahasiswa pada semester bersangkutan; 2. Memenuhi semua persyaratan administratif yang ditetapkan; 3. Untuk menempuh ujian akhir semester harus memenuhi persyaratan
kehadiran sebagai berikut: Sekurang-kurangnya mengikuti 80% kegiatan kuliah yang secara riil diselenggarakan pada semester bersangkutan. Alasan ketidakhadiran mahasiswa yang dapat dibenarkan sesuai peraturan yang berlaku, dan mengikuti seluruh kegiatan (100%) praktikum, kerja lapangan, seminar, atau kegiatan sejenis yang ditetapkan oleh peraturan program studi;
4. Alasan sakit lebih dari 6 (enam) hari harus melampirkan surat keterangan dokter spesialis atau rumah sakit yang merawatnya;
5. Untuk mengikuti ujian, mahasiswa diharuskan menunjukkan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) yang berlaku pada semester tersebut dan atau Kartu Peserta Ujian (KPU), yang harus ditunjukkan harus dapat ditunjukan bersama-sama KTM. Mahasiswa yang tidak dapat menunjukkan kartu yang disyaratkan harus dat oleh pengawas ujian dan dilaporkan kepada PD I melalui SBA (Sub Bagian Akademik). Untuk menempuh ujian akhir (ujian seminar drat, sidang skripsi, ujian tesis, dan sidang disertasi tertutup/terbuka, atau kegiatan sejenis), mahasiswa harus sudah memenuhi persyaratan di bawah ini: (1) lulus seluruh mata kuliah fakultas/jurusan/program studi yang ditempuh (memenuhi beban studi kumulatif yang dipersyaratkan); dan (2) telah menyusun dan menulis Laporan Tugas Akhir (untuk Program Diploma III) atau Skripsi (yang telah dinyatakan ‗layak uji‘ oleh Pembimbing), menyelesaikan penulisan tesis atau disertasi (untuk Program Pascasarjana), atau kegiatan sejenis. Penulisan Laporan Tugas Akhir
Penulisan Laporan Tugas Akhir Program D-III, pada akhir studi program Diploma III, mahasiswa diwajibkan melakukan penyusunan dan penulisan Laporan Tugas Akhir, dengan ketentuan (lihat Panduan Penyusunan dan Penulisan Laporan Tugas Akhir):
1. Mahasiswa boleh secara resmi mulai menyusun makalah akhir studi apabila sekurang-kurangnya telah menyelesaikan 85% beban studi kumulatif yang dipersyaratkan;
2. Telah menyelesaikan semua mata kuliah prasyarat bagi penyusunan dan penulisan Laporan Tugas Akhir tersebut;
3. MemilikiKartu mahasiswa yang berlaku untuk semester bersangkutan; 4. Pembimbing pada dasarnya adalah tenaga akademik Program Diploma III bersangkutan yang sekurang-kurangnya memiliki jabatan Asisten Ahli berpendidikan S1/D-IV;
5. Penetapan pembimbing dilakukan dengan surat keputusan atau surat tugas Ketua Program;
6. Apabila untuk Laporan Tugas Akhir itu diperlukan penelitian lapangan, maka Program Diploma III dapat menetapkan seorang Pembimbing Pendamping (tenaga luar biasa) yang dianggap ahli dalam bidang yang diteliti;
7. Apabila Laporan Tugas Akhir studi tidak dapat diselesaikan dalam semester yang bersangkutan, maka: a) Mahasiswa diperkenankan menyelesaikannya pada semester berikutnya dengan mencantumkan kembali pada KRS (Topik Laporan Tugas Akhir dan Pembimbing tetap sama); dan b) Pada semester bersangkutan Laporan Tugas Akhir tersebut diberi huruf K, sehingga tidak digunakan untuk penghitungan IP dan IPK. Demikian pula, apabila Laporan Tugas Akhir itu tidak
Pedoman Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universita s Pa dja dja ra n
131 dapat diselesaikan dalam dua semester berturut-turut, maka: a)
Laporan Tugas Akhir tersebut diberi huruf mutu E; dan b) Mahasiswa diharuskan menempuh kembali kegiatan penyusunan dan penulisan Laporan Tugas Akhir tersebut dengan topik yang berbeda (Pembimbing bisa berbeda atau tetap sama).
Huruf mutu Laporan Tugas Akhir sekurang-kurangnya adalah C
Penulisan Skripsi, pada akhir studi Program Sarjana, mahasiswa diwajibkan melakukan penyusunan dan penulisan Skripsi, dengan ketentuan (lihat Pedoman Penyusunan dan Penulisan Laporan Skripsi). Persyaratan: 1. Mahasiswa dapat secara resmi mulai menempuh mata kuliah Skripsi
(menyusun skripsi) apabila sekurang-kurangnya telah menyelesaikan 80% beban studi kumulatif yang dipersyaratkan;
2. Telah menyelesaikan semua mata kuliah prasyarat Skripsi;
3. Memiliki kartu mahasiswa yang berlaku untuk semester bersangkutan;
4. Memiliki KRS yang mencantumkan skripsi sebagai salah satu mata kuliah.
Pembimbing Skripsi, Pembimbing skripsi dapat lebih dari 1 orang yang penunjukkannya dilakukan oleh Jurusan/Program Studi dan ditetapkan dengan Surat Keptutusan Dekan; Jika pembimbing lebih dari 1 orang, Pembimbing Utama pada dasarnya adalah tenaga akademik tetap fakultas/jurusan yang serendah-rendahnya memiliki jabatan Asisten Ahli berpendidikan S2. Apabila tenaga tetap dengan kriteria tersebut tidak ada, maka tenaga akademik yang berpendidikan S1 dengan jabatan Lektor dapat diangkat sebagai Pembimbing Utama; Pembimbing Pendamping pada dasarnya adalah tenaga akademik tetap fakultas/jurusan yang serendah-rendahnya memiliki jabatan Asisten Ahli (S1); Apabila untuk Skripsi itu diperlukan penelitian lapangan, maka fakultas/jurusan dapat menetapkan seorang Pembimbing Lapangan, yaitu tenaga dari instansi/lembaga tempat mahasiswa melakukan kegiatan penelitian.
Ketentuan lain: apabila Skripsi tidak dapat diselesaikan dalam satu semester, maka: a) Mahasiswa masih diperkenankan menyelesaikannya pada semester berikutnya dengan mencantumkan kembali pada KRS (topik skripsi dan pembimbing tetap sama); b) Pada akhir semester bersangkutan skripsi tersebut diberi huruf K, sehingga tidak digunakan untuk penghitungan IP dan IPK. Apabila skripsi tidak dapat diselesaikan dalam dua semester berturut-turut, maka: a) Skripsi tersebut diberi huruf mutu E; dan b) mhasiswa diharuskan menempuh kembali skripsi tersebut dengan topik yang berbeda (Pembimbing bisa berbeda atau tetap sama).
Huruf mutu skripsi sekurang-kurangnya adalah C, dan apabila skripsi yang ternyata ditulis dan diselesaikan di luar ketentuan di atas (pada saat mahasiswa menghentikan studi untuk sementara atas izin Rektor maupun tanpa izin Rektor), sekalipun dibimbing oleh Pembimbing Pendamping sesuai ketentuan di atas, penulisan skripsi tersebut tidak dibenarkan dan
hasil bimbingannya dianggap gugur. Dalam keadaan seperti tersebut atas, mahasiswa diharuskan mengganti topiknya dan mengulangi penyusunan dan penulisan skripsinya dan proses bimbingannya;
Ujian skripsi diselenggarakan pada akhir studi, yaitu pada Sidang Ujian Sarjana, yang meliputi: a) Ujian terhadap materi Skripsi; dan b) Ujian komprehensif.
Penulisan Tesis. Pada akhir masa studi, mahasiswa program Magister diwajibkan menulis tesis dengan ketentuan berikut:
1. Mahasiswa boleh secara resmi mulai menempuh mata kuliah tesis (menyusun dan menulis tesis) apabila sekurang-kurangnya telah menyelesaikan seluruh mata kuliah Semester I dan Semester II yang dipersyaratkan;
2. Memiliki Kartu mahasiswa pada semester bersangkutan; 3. Mengisi KRS yang mencantumkan penulisan Tesis tersebut;
4. Tim Pembimbing sekurang-kurangnya terdiri atas 2 orang dan ketuanya ditetapkan Ketua Program Studi;
5. Ketua Tim Pembimbing pada dasarnya adalah tenaga akademik tetap fakultas yang serendah-rendahnya memiliki jabatan Asisten Ahli (S3) atau Lektor (S2);
6. Penetapan Komisi Pembimbing dilakukan dengan surat keputusan atau surat tugas Direktur Program Pascasarjana atau Dekan Fakultas bersangkutan.
Petunjuk lebih lengkap mengenai format penulisan tesis dan ketentuan lainnya dapat dilihat dalam Buku Catatan Kemajuan Studi dan Petunjuk Penulisan Tesis dan Disertasi, yang merupakan pelengkap dan bagian tidak terpisahkan dari buku pedoman ini.
Penulisan Disertasi. Penulisan disertasi bagi mahasiswa Program Doktor berlaku ketentuan berikut:
1. Mahasiswa boleh secara resmi mulai menempuh mata kuliah disertasi (menyusun dan menulis disertasi) apabila sekurang-kurangnya telah menyelesaikan seluruh mata kuliah semester I, Semester II, dan Semester III yang dipersyaratkan;
2. Memiliki kartu mahasiswa pada semester bersangkutan; 3. Mengisi KRS yang mencantumkan penulisan disertasi tersebut; 4. Tim promotor sekurang-kurangnya terdiri atas 3 orang dan ketuanya
ditetapkan oleh Koordinator Bidang Ilmu masing-masing;
5. Ketua tim promotor pada dasarnya adalah tenaga akademik tetap Universitas Padjadjaran yang berjabatan Guru Besar, anggota Tim Promotor sekurang-kurangnya bergelar Doktor;
6. Penetapan tim promotor dilakukan dengan surat keputusan Rektor atas usul Direktur Program Pascasarjana.
Petunjuk lebih lengkap mengenai format penulisan tesis dan ketentuan lainnya dapat dilihat dalam Buku Catatan Kemajuan Studi dan Petunjuk
Pedoma n Fa kulta s Ilmu Sosia l da n Ilmu Politik Universita s Pa dja dja ra n 132
Penulisan Tesis dan Disertasi, yang merupakan pelengkap dan bagian tak terpisahkan dari buku pedoman ini.
Predikat Kelulusan
1. Predikat Kelulusan Program Diploma III, dan Program Sarjana
IPK 2,00 – 2,75 Memuaskan
IPK 2,76 – 3,50 Sangat Memuaskan IPK 3,51 – 4,00 Dengan Pujian (Cum Laude) 2. Predikat Kelulusan Program Magister
IPK 2.75 – 3,40 Memuaskan
IPK 3,41 – 3,70 Sangat Memuaskan IPK 3,71 – 4,00 Dengan Pujian (Cum Laude) 3. Predikat Kelulusan Program Doktor
IPK 3,00 – 3,49 Memuaskan
IPK 3,50 – 3,79 Sangat Memuaskan IPK 3,80 – 4,00 Cum La ude
Dalam penetapan predikat kelulusan Dengan Pujian/Cum Laude dilakukan dengan memperhatikan masa studi maksimum, yaitu (masa studi minimum) ditambah 1 tahun untuk program sarjana dan 0,5 tahun untuk program magister.
Bimbingan Akademik
Bimbingan Akademik. Untuk membantu kelancaran belajar mahasiswa, fakultas/jurusan/ program studi menetapkan Dosen wali yang akan membimbing mahasiswa dalam kegiatan akademik selama menempuh studi Program Diploma III, dan Program Sarjana. Jumlah mahasiswa yang dibimbing dosen wali disesuaikan dengan kemampuan fakultas/jurusan/program studi. Secara ideal tiap Dosen wali membimbing sebanyak-banyaknya 15 mahasiswa.
Tugas Dosen wali, pada dasarnya tiap tenaga pengajar dapat menjadi dosen wali yang membimbing mahasiswa untuk keseluruhan program yang ditempuh (keseluruhan Program Diploma III dan Program Sarjana); dosen wali wajib tetap berhubungan dengan mahasiswa secara periodik untuk memantau perkembangan studinya, sekurang-kurangnya pada awal, pertengahan, dan akhir semester; dan dosen wali wajib memiliki, mengisi, dan menyimpan buku Berkas Informasi Mahasiswa (BIM), baik untuk kepentingan bimbingan akademik maupun bimbingan pribadi apabila diperlukan. Untuk itu, secara ringkas tugas dosen wali adalah:
1) Membantu mahasiswa menyusun rencana studi, baik satu program studi penuh maupun program semesteran;
2) Memberi pertimbangan kepada mahasiswa bimbingannya dalam menentukan beban studi dan jenis mata kuliah yang akan ditempuh, sesuai dengan IPK yang diperoleh semester sebelumnya;
3) Melakukan pemantauan terhadap kemajuan studi mahasiswa yang dibimbingnya
Pada awal Semester I dosen wali mengadakan pertemuan dengan mahasiswa untuk membicarakan rencana studi keseluruhan program yang ditempuh. Hal-hal yang dibicarakan adalah:
1) Perkiraan jumlah semester yang akan ditempuh mahasiswa untuk menyelesaikan keseluruhan program;
2) Arah studi mahasiswa, khususnya pada fakultas yang memiliki lebih dari satu jurusan atau program studi;
3) Mata kuliah mana yang akan ditempuh, dengan memperhatikan: 4) Mata kuliah yang merupakan prasyarat bagi mata kuliah berikutnya; 5) Mata kuliah yang hanya disajikan pada salah satu semester (semester
ganjil atau semester genap saja) atau disajikan tiap semester; 6) Bobot SKS mata kuliah, dengan pengertian bahwa makin besar bobot
SKS-nya akan makin berat;
7) Bentuk mata kuliah yang berbeda (kuliah, praktikum laboratorik, seminar, praktikum klinik, dsb.) yang jumlah jam kegiatan belajarnya tidak sama;
8) Persyaratan minimal kehadiran 100% pada praktikum atau kuliah kerja lapangan sedangkan pada kuliah (20% ketidakhadiran harus disertai alasan yang dapat dibenarkan);
9) Beban studi semesteran, karena jika terlalu banyak bisa menyebabkan IP rendah yang dapat menurunkan IPK; hal ini akan menentukan beban studi semesteran yang boleh diambil pada semester berikutnya; 10) Mata Kuliah Pilihan yang tersedia untuk keseluruhan program,
khususnya yang berhubungan dengan jurusan atau program studi yang akan dipilih.
Setelah membicarakan rencana studi keseluruhan program, dilanjutkan dengan rencana studi Semester I. Pada dasarnya untuk Semester I tiap mahasiswa diberi kesempatan yang sama, yaitu 18 SKS (pada beberapa fakultas/program diberi 19-20 SKS), yang merupakan beban normal untuk tiap semester.
Pengisian KRS pada tiap semester dilakukan oleh mahasiswa dengan persetujuan Dosen wali memberi pertimbangan dan saran untuk pengambilan beban studi semesteran berdasar IPK akhir semester sebagai pedoman, di samping memperbaiki rencana studi keseluruhan program bersama mahasiswa; Beban studi semesteran tidak harus merupakan jumlah SKS maksimal yang diperkenankan atas dasar IPK akhir semester, khususnya apabila mata kuliah yang akan ditempuh meliputi kegiatan penelitian dan penulisan skripsi dan kuliah kerja lapangan (1 SKS = 4-5
Pedoman Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universita s Pa dja dja ra n
133 jam), karena jumlah jam kegiatan belajar akan lebih besar daripada kegiatan
kuliah (1 SKS =50 menit tatap muka dan 60 menit kegiatan terstruktur tak terjadwal, 60 menit untuk kegiatan mandiri); Dosen wali wajib