UNGAN PUSTAK
DEASY INDRIANINGTYAS, S.SOS (PUSTAKAWAN PERPUSTAKAAN UTM)
1) Sistem layanan terbuka (Open Access)
Dalam sistem layanan terbuka, perpustakaan memberi kebebasan kepada pengunjungnya untuk dapat masuk dan memilih sendiri koleksi yang diinginkannya dari rak. Oleh karena itu, penataan ruang koleksi perlu diperhatikan. Misalnya, rambu-rambu yang menunjukkan lokasi koleksi harus olengkap dan jelas. Jarak antara rak satu dengan rak yang lain lebih lebar.
Kelebihan :
• Pemustaka bebas memilih koleksi ke rak
• Pemustaka dapat mengganti koleksi bersubyek sama, jika pustaka yang dicari tidak ditemukan
• Pemustaka dapat membandingkan isi koleksi dengan judul yang dicarinya • Pemustaka tidak harus menggunakan katalog.
• Koleksi lebih didayagunakan.
• Menghemat tenaga petugas perpustakaan/pustakawan
• Menimbulkan motivasi pemustaka untuk membaca karena pemustaka dapat menemukan bahan pustaka yang menarik yang sebelumnya tidak dicari.
Kelemahan :
• Pemustaka cenderung mengembalikan koleksi seenaknya sehingga susunan buku di rak tidak teratur.
• Kemunginan kehilangan koleksi sangat besar
• Tidak semua pemustaka paham dalam mencari koleksi di rak. • Koleksi cenderung lebih cepat rusak.
• Perlu pembenahan koleksi secara intensfi dan terus menerus 2) Layanan tertutup (Closed access)
Layanan tertutup memiliki arti pengguna tidak boleh langsung mengambil koleksi bahan pustaka yang diinginkannya di rak, tetapi harus melalui petugas perpustakaan. Pengguna dapat memilih koleksi bahan pustaka yang diinginkannya melalui katalog yang disediakan.
Kelebihan :
• Susunan koleksi di rak lebih terjaga kerapiannya • Kemungkinan koleksi hilang minim
• Koleksi tidak cepat rusak.
• Pengawasan dapat dilakukan lebih longgar. • Proses temu kembali informasi lebih efektif. Kelemahan :
• Pustakawan sulit mengontrol pemustaka yang menggunakan koleksi referensi dan koleksi umum sekaligus.
• Perlu pengawasan lebih ketat. Layanan TI di Perpustakaan UTM
Perkembangan teknologi informasi (TI) mulai merambah perpustakaan dan beberapa aplikasi mulai melengkapi jenis layanan dari perpustakaan. Jenis dan layanan yang berbasis teknologi informasi di perpustakaan biasanya didasarkan pada model dan prosedur manual yang telah ada sebelumnya. Penggunaan teknologi informasi di perpustakaan sangat menunjang layanan perpustakaan itu sendiri, antara lain mempercepat waktu untuk mendapatkan koleksi, layanan sirkulasi yang lebih cepat dan akurat. Beberapa titik layanan perpustakaan yang mulai menggunakan perangkat TI antara lain:
1. OPAC (O n l i n e P u b l i c A c c e s s C a t a l o g ) / Katalog Komputer
Pemustaka dapat menelusur sendiri informasi pustaka yang dimiliki perpustakaan dengan menggunakan komputer yang disediakan perpustakaan atau menelusur melalui katalog online perpustakaan. Dengan katalog online ini pemustaka selain
dapat mengetahui apakah sebuah buku ada atau tidak, juga dapat mengetahui status buku tersebut, apakah sedang dipinjam atau tidak.
2. D i g i t a l L i b r a r y
Digital Library atau perpustakaan digital adalah perpustakaan yang menyediakan layanan penelusuran data full text atau secara utuh dalam format elektonik. Adapun website yang telah dikelola oleh tim IT UPT Perpustakaan Universitas Trunojoyo Madura adalah di alamat : http://library.trunojoyo.ac.id/
3. I n t e r n e t
Layanan ini dibutuhkan oleh pemustaka untuk mencari informasi mengenai berbagai subjek ilmu pengetahuan yang dibutuhkannya.
4. H o t S p o t
Menyediakan layanan internet bebas untuk suatu lingkungan yang terbatas, sebagai contoh di sekitar gedung perpustakaan. Dengan memiliki hot spot, perpustakaan dapat menyediakan jasa penelusuran internet yang dapat diakses oleh pemustaka dari Laptop/Note Book, dengan syarat memiliki LAN Card Wireless
PENUTUP
Dalam sistem layanan yang ada pada UPT Perpustakaan Universitas Trunojoyo Madura sudah dimaksimalkan. Semua layanan menggunakan sistem open access, dimana pengunjung bisa lebih leluasa dalam mencari informasi maupun koleksi yang diinginkannya.
Dan dalam hal ini perpustakaan sudah menerapkan layanan RFID dimana keamanan koleksi lebih terjamin. Proses layananannya pun sudah mandiri tanpa bantuan petugas. Sistem 3S (Senyum Sapa Salam) harus terus ada setiap melayani pemustaka sehingga bisa menarik pengunjung dalam mengunjungi perpustakaan.
Kesimpulan
Pelayanan dikatakan baik apabila dapat dilakukan dengan :
* Cepat, artinya untuk memperoleh layanan, orang tidak perlu menunggu terlalu lama.
* Tepat waktu, artinya orang dapat memperoleh kebutuhannya tepat pada waktunya.
* Benar, artinya pelayanan membantu perolehan sesuatu sesuai dengan yang dibutuhkan.
Pelayanan perpustakaan merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh pustakawan dalam memberikan pelayanan bagi pemustaka (user) mengenai informasi bahan-bahan (koleksi) baik itu berbentuk buku maupun non buku. ¾ Fungsi pelayanan perpustakaan
Adapun fungsi dari pelayanan perpustakaan meliputi :
1. Perpustakaan harus dapat memberikan informasi kepada pemustaka 2. Memberikan kesempatan kepada pemustaka untuk mengadakan penelitian 3. Mempertemukan pemustaka dengan bahan pustaka yang mereka minati 4. Menyelenggarakan kegiatan yang membuat pemustaka senang datang ke perpustakaan
5. Pengadaan bahan-bahan pustaka yang dikehendaki pemustaka sesuai dengan kebutuhan informasi
¾ Tujuan pelayanan perpustakaan
Tujuan dari pelayanan perpustakaan adalah melayani pembaca memperoleh bahan perpustakaan yang mereka perlukan, agar pemustaka (user) mengetahui apa yang ada di perpustakaan maupun kegiatan-kegiatan perpustakaan yang lain, misalnya kegiatan promosi perpustakaan.
Saran
a. UPT Perpustakaan Universitas Trunojoyo diharapkan dapat mempertahankan layanan yang sudah dianggap positif dan mengupayakan perbaikan bagi layanan yang masih dianggap kurang baik
b. UPT Perpustakaan Universitas Trunojoyo perlu memperhatikan mengenai koleksi perpustakaan bahwa koleksi di perpustakaan ini masih kurang lengkap, terutama di bagian koleksi jurnal dan terbitan berkala. Dengan demikian usaha-usaha untuk melakukan pengembangan koleksi harus selalu dilakukan di tahun-tahun mendatang
c. Layanan bimbingan pemakai seharusnya dibuat secara terjadwal sehingga semua layanan yang ada di perpustakaan ini dapat diketahui oleh semua pengunjung. Dengan demikian layanan yang masih belum optimal dimanfaatkan oleh pengunjung seperti layanan penggunaan OPAC dapat dimanfaatkan keberadaannya.
d. Jangka waktu peminjaman dan jumlah koleksi yang dapat dipinjam sebaiknya dipertimbangkan kembali untuk memenuhi kebutuhan informasi pengunjung untuk kegiatan belajar mereka di Universitas Trunojoyo Madura e. Para pustakawan maupun petugas Perpustakaan Universitas Trunojoyo Madura diharapkan lebih maksimal lagi dalam memberikan pelayanan prima kepada pemustaka dengan 3S (Senyum Sapa Salam), sehingga pemustaka betah berlama-lama di perpustakaan.
DAFTAR PUSTAKA
Sulistyo-Basuki. Pengantar Ilmu Perpustakaan, Jakarta : Gramedia Pustaka Utama, 2003.
Lasa Hs. Manajemen Perpustakaan Sekolah. Yogyakarta: Pinus Book Publisher, 2007.
Sumardji, P. Pengelolaan Perpustakaan. Yogyakarta: Kanisius, 1987.
Sutarno N.S. Manajemen Perpustakaan: Suatu Pendekatan Praktis. Jakarta: Sagung Seto, 2006.