Sebagai wujud dari Implementasi tata kelola perusahaan yang baik dan menciptakan lingkungan perusahaan yang bersih, PT. Jamsostek (Persero) menerapkan sistem pelaporan pelanggaran. Sistem ini dapat mendeteksi tingkat kecurangan dengan waktu yang relatif singkat dibandingkan dengan cara lain, dan proses konfirmasi terhadap kebenaran laporan dapat dilakukan di internal PT. Jamsostek (Persero).
Sistem Pelaporan Pelanggaran (Whistleblowing System) mengatur budaya untuk melaporkan suatu penyimpangan yang terjadi di dalam perusahaan. Sebagai langkah untuk efektivitas pelaksanaan sistem pelaporan dan meningkatkan awareness terhadap budaya ini PT. Jamsostek (Persero) melakukan upaya-upaya sosialisasi tentang pemahaman mekanisme sistem ini dan komitmen perusahaan untuk memberikan jaminan sesuai Undang-Undang Nomor: 13 tahun 2003, tentang Ketenagakerjaan. Dilaksanakan juga Workshop dan Pelatihan Pencegahan Tindak Pidana Korupsi dan Studi Prakarsa Anti Korupsi oleh KPK yang menjadikan PT. Jamsostek (Persero) sebagai Pilot Project. Ruang Lingkup Whistleblowing System adalah sebagai berikut:
1. Permasalahan Akuntansi dan pengendalian internal atas pelaporan keuangan yang berpotensi mengakibatkan salah saji secara material dalam laporan keuangan.
2. Permasalahan yang menyangkut independensi audit, baik oleh Internal Audit maupun oleh Eksternal Audit.
3. Pelanggaran peraturan perundang-undangan baik yang berkaitan dengan penyelenggaraan program Jamsostek maupun yang berkaitan dengan peraturan perundang-undangan Badan Usaha Milik Negara atau lainnya.
Implementasi dari sistem pelaporan pelanggaran ini dengan cara pengaduan pelanggaran karyawan melalui saluran pelaporan pelanggaran. Saluran pelaporan pelanggaran dapat melalui Telepon, SMS, Fax, Email, PO BOX dan Kotak Surat. Saluran pelaporan pelanggaran ini tidak dianggap terlalu signifikan, tetapi atas penerapan GCG pada umumnya dan sistem pelaporan pelangaran pada khususnya memberikan dampak positif terhadap pelanggaran disiplin karyawan. Manajemen telah mengenakan sanksi disiplin kepada karyawan yang telah dilakukan selama tahun 2007 – 2011, sebagai berikut:
Tabel 4. 4 Sanksi Disiplin Jenis Sanksi 2007 2008 2009 2010 2011 Sanksi Sedang 1 Penundaan kenaikan gaji berkala 16 5 3 2 3 2 Penundaan kenaikan golongan selama satu tahun - - 3 - 2 3 Penurunan golongan satu tingkat 6 5 1 3 1 4 Pembebasan jabatan 1 3 - - 2 Sanksi Berat 1 Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) 4 3 3 3 4 2 Penurunan golongan 2 tingkat dan grade
2 tingkat
- - - 2 4
Total 27 16 10 10 16
Sumber : PT. Jamsostek (Persero)
Dapat dilihat dari hasil dari sanksi disiplin terhadap kasus pelanggaran, terjadi penurunan tingkat pelanggaran pada 5 tahun terakhir. Penurunan dari tahun 2007, 2008, 2009 dan 2010. Hingga pada tahun 2011 terjadi kenaikan tingkat pelanggaran sanksi sedang, yaitu satu kasus penundaan kenaikan gaji berkala, dua kasus penundaan kenaikan golongan selama satu tahun. Sedangkan kenaikan tingkat pelanggaran sanksi berat, satu kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan dua kasus penurunan golongan 2 tingkat dan grade 2 tingkat.
4. 4 Hasil Penerapan Good Corporate Governance di PT. Jamsostek (Persero)
1. Hasil Assessment dan Self-Assessment PT. Jamsostek (Persero)
Hasil dari penerapan tata kelola perusahaan yang baik juga dibuktikan dengan adanya hasil pencapaian yang telah dilakukan oleh penilai independen, hasil penilaian atau hasil assessment Good Corporate Governance (GCG) yang telah dilakukan pada tahun 2011 oleh Sodiq Purwoko & Associates Consulting dengan mendapatkan Skor 94,80% dengan kualitas penerapan GCG “Sangat Baik”.
Tabel 4. 5 Hasil Assessment Tahun 2011
No Indikator Bobot Capaian
Skor % Capaian 1 Hak & tanggung jawab pemegang saham
atau RUPS
9,00 6,82 75,80
2 Kebijakan GCG 8,00 8,00 100,00
3 Penerapan GCG 66,00 63,53 96,26
a. Dewan Komisaris 27,00 26,58 98,44
b. Komite Dewan Komisaris 6,00 5,44 90,67
c. Direksi 27,00 25,72 95,24
d. Satuan Pengawasan Intern 3,00 2,80 93,17
e. Sekretaris Perusahaan 3,00 3,00 100,00
4 Pengungkapan Informasi 7,00 7,00 100,00
5 Komitmen 10,00 10,00 94,45
Skor Keseluruhan 100,00 94,80 94,80
Peringkat Kualitas Penerapan GCG SANGAT BAIK
Sumber : PT. Jamsostek (Persero)
Dapat dilihat dari hasil assessment yang telah dilakukan oleh penilai independen, indikator pertama atau Hak dan tanggung jawab pemegang saham atau RUPS hasil pencapaiannya masih kurang, yaitu dengan skor 75,80%. Namun, indikator-indikator lainnya sudah baik dan mendekati nilai sempurna dengan rata-rata nilai pencapaian sebesar 90% keatas. Penerapan kebijakan GCG dan pengungkapan informasi yang telah diterapkan oleh PT. Jamsostek (Persero) pada
tahun 2011 juga sudah sangat baik, skor dari kedua indikator tersebut sudah sangat sempurna yaitu dengan skor 100%.
Berikut adalah indikator secara detail yang mempengaruhi penilaian dari indikator-indikator diatas sesuai dengan Surat Sekretaris Menteri Negara BUMN Nomor : S-168/MBU/2008, antara lain:
Tabel 4. 6 Rincian Indikator yang Mempengaruhi Penilaian Menurut Surat Sekretaris Menteri Negara BUMN Nomor : S-168/MBU/2008
No Indikator Rincian
1. Hak dan Tanggung Jawab Pemegang Saham atau RUPS
1. Hal-hal yang perlu mendapat persetujuan RUPS
2. Transparansi dalam proses pemilihan Komisaris dan Direksi
3. Konsultansi dengan instansi terkait
4. Peran Pemegang Saham dalam merespon pasar 5. Melaksanakan RUPS berdasarkan atas
ketentuan yang ada
6. Pengangkatan Anggota Dewan Komisaris 7. Penilaian terhadap Komisaris
8. Pengangkatan Anggota Dewan Direksi 9. Penilaian terhadap Direksi
10. Sistem insentif untuk Direksi dan Komisaris 2. Kebijakan GCG 1. Pelaksanaan aturan atau Kebijakan Good
Corporate Governance
2. Kepatuhan perusahaan terhadap peraturan yang berlaku 3. Penerapan GCG: • Dewan Komisaris • Komite Dewan Komisaris • Direksi • Satuan Pengawasan Intern • Sekretaris Perusahaan
a. Dewan Komisaris dan Komite Dewan Komisaris:
1. Kesempatan pembelajaran bagi Komisaris 2. Kejelasan fungsi, pembagian tugas,
tanggungjawab dan otoritas
3. Persetujuan Komisaris atas asumsi rencana pencapaian Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP)
4. Arahan Komisaris terhadap Direksi dan Implementasi rencana dan kebijakan perusahaan
5. Kontrol Komisaris terhadap Direksi atas implementasi rencana dan kebijakan perusahaan
anggota Direksi
8. Tindakan Komisaris terhadap potensi benturan kepentingan yang menyangkut dirinya
9. Keterbukaan informasi
10. Pemantauan efektivitas praktik Good Corporate Governance
11. Pertemuan rutin dan dokumentasi pelaksanaan kegiatan Komisaris 12. Peran Sekretaris Komisaris 13. Peran Komite Dewan Komisaris
b. Direksi, Satuan Pengawasan Intern dan Sekretaris Perusahaan:
1. Kesempatan pembelajaran bagi Direksi 2. Kejelasan fungsi, pembagian tugas,
tanggungjawab dan otoritas
3. Peran Direksi dalam perencanaan perusahaan 4. Peran Direksi dalam pemenuhan target
kinerja perusahaan
5. Kontrol terhadap implementasi rencana kebijakan perusahaan
6. Tindakan direksi terhadap potensi benturan kepentingan
7. Keterbukaan informasi 8. Pelaksanaan pertemuan rutin 9. Peran Satuan Pengawasan Intern 10. Peran Sekretaris Perusahaan. 4. Pengungkapan
Informasi
1. Ketersediaan informasi perusahaan kepada stakeholder.
2. Kemudahan akses stakeholder terhadap kebijakan dan praktik GCG.
3. Kelengkapan penyajian Laporan Tahunan. 5. Komitmen 1. Ketersediaan Pedoman atau Kebijakan Good
Corporate Governance
2. Muatan Pedoman atau Kebijakan Good Corporate Governance
3. Penandatanganan Pedoman atau Kebijakan Good Corporate Governance
Pada tahun 2012, PT. Jamsostek (Persero) juga telah melakukan evaluasi atau self-assessment. Evaluasi ini dilakukan oleh Komite GCG dan Badan Pengawasan Intern serta dibantu oleh Biro Sekretariat Perusahaan. Hasil dari evaluasi atau
self-assessment penerapan tata kelola perusahaan yang baik dengan pencapaian skor 94,47 dengan kualitas penerapan GCG “Sangat Baik”.
Tabel 4. 7 Hasil Self-Assessment Tahun 2012
No Indikator Bobot Capaian
Skor % Capaian 1 Komitmen terhadap Penerapan Tata Kelola
Perusahaan yang baik secara Berkelanjutan
7,00 6,56 93,67
2 Pemegang Saham dan RUPS atau Pemilik Modal
9,00 8,15 90,51
3 Dewan Komisaris 35,00 32,92 94,07
4 Direksi 35,00 33,12 94,64
5 Pengungkapan Informasi dan Transparansi 9,00 8,97 99,68
6 Aspek Lainnya 5,00 4,75 95,00
Skor Keseluruhan 100,00 94,47 94,47
Klasifikasi Kualitas Penerapan GCG SANGAT BAIK Sumber : PT. Jamsostek (Persero)
Dengan adanya hasil self-assessment yang dilakukan oleh perusahaan pada tahun 2012 diatas, maka dapat dilihat bahwa hasil pencapaian yang telah dicapai oleh PT. Jamsostek (Persero) sudah mencapai rata-rata lebih dari 90%. Dapat kita bandingkan dengan hasil penilaian tahun sebelumnya, bahwa ada peningkatan pada indikator pemegang saham atau RUPS. Hal ini dikarena PT. Jamsostek (Persero) telah menindak lanjuti atas rekomendasi perbaikan yang telah diberikan oleh penilai independen pada tahun sebelumnya.
Dapat dibandingkan pula ada beberapa indikator yang mengalami penurunan pencapaiannya. Penurunan pencapaian pada beberapa indikator tersebut disebabkan adanya perubahan Peraturan yang semula berpedoman pada Surat Sekretaris Kementerian BUMN Nomor : S-168/MBU/2008 menjadi Surat Keputusan Sekretaris Kementerian BUMN Nomor : SK-16/S.MBU/2012 tentang Indikator atau Parameter Penilaian dan Evaluasi atas Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good
Berikut adalah indikator secara detail yang mempengaruhi penilaian dari indikator-indikator diatas sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Negara BUMN Nomor : SK-16/S.MBU/2012, antara lain:
Tabel 4. 8 Rincian Indikator yang Mempengaruhi Penilaian Menurut Surat Keputusan Menteri Negara BUMN Nomor : SK-16/S.MBU/2012
No. Indikator Rincian
1. Komitemen terhadap penerapan Good Corporate Governance
1. Perusahaan memiliki Pedoman Good Corporate Governance dan Pedoman Perilaku
2. Pelaksanaan Pedoman Good Corporate Governance dan Pedoman Perilaku 3. Pelaksanaan pengukuran Good Corporate
Governance
4. Pengelolaan dan Administrasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) 5. Pelaksanaan program pengendalian gratifikasi 6. Pelaksanaan kebijakan whistleblower system 2. Pemegang Saham
dan RUPS atau pemilik modal
1. Pengangkatan dan Pemberhentian Direksi 2. Pengangkatan dan Pemberhentian Dewan
Komisaris
3. Memberikan keputusan yang diperlukan untuk menjaga kepentingan usaha perusahaan dalam jangka panjang dan jangka pendek sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku 4. Persetujuan Laporan Tahunan termasuk
pengesahan Laporan Keuangan serta tugas pengawasan Dewan Komisaris sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku 5. Pengambilan keputusan melalui proses yang
terbuka dan adil serta dapat dipertanggungjawabkan
6. Pelaksanaan Good Corporate Governance sesuai dengan wewenang dan tanggungjawabnya
3. Dewan Komisaris 1. Pelaksanaan program pelatihan atau pembelajaran secara berkelanjutan
2. Pembagian tugas dan menetapkan faktor-faktor yang dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan tugas Dewan Komisaris
3. Persetujuan Dewan Komisaris atas Rencana Jangka Panjang (RJP) dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP)
4. Pengarahan terhadap Direksi atas implementasi rencana dan kebijakan
5. Pengawasan terhadap Direksi atas implementasi dan rencana kebijakan perusahaan
pengelolaan anak perusahaan atau perusahaan patungan
7. Peran dalam pencalonan dalam anggota Direksi, penilaian kinerja Direksi, usulan tantiem atau insentif kinerja sesuai ketentuan yang berlaku dan mempertimbangkan kinerja Direksi
8. Tindakan terhadap potensi benturan kepentingan yang menyangkut dirinya
9. Pemantauan dan memastikan bahwa prinsip-prinsip Good Corporate Governance telah diterapkan secara efektif dan berkelanjutan 10. Penyelenggaraan Rapat Dewan Komisaris 11. Peran Sekretaris Dewan Komisaris 12. Peran Komite Komisaris
4. Direksi 1. Program pelatihan atau pembelajaran bagi Direksi secara berkelanjutan
2. Kejelasan pembagian tugas atau fungsi, wewenang dan tanggungjawab secara jelas 3. Peran dalam penyusunan perencanaan perusahaan 4. Peran pemenuhan target kinerja perusahaan 5. Pengendalian operasional dan keuangan terhadap
implementasi rencana dan kebijakan perusahaan 6. Pengurusan perusahaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan anggaran dasar
7. Hubungan yang bernilai tambah bagi perusahaan dan stakeholders
8. Monitoring dan pengelolaan potensi benturan kepentingan anggota Direksi dan manajemen dibawah Direksi
9. Keterbukaan informasi
10. Penyelenggaraan Rapat Direksi dan Rapat Dewan Komisaris Direksi atau Rapat Gabungan
11. Peran Pengawasan Intern 12. Peran Sekretaris Perusahaan
13. Penyelenggaraan RUPS dan RUPS lainnya 5. Pengungkapan
Informasi
1. Ketersediaan informasi perusahaan kepada stakeholders
2. Kemudahan akses bagi stakeholder atas informasi perusahaan yang relevan, memadai dan dapat diandalkan secara tepat waktu dan berkala 3. Kelengkapan penyajian Laporan Tahunan 4. Penghargaan dalam bidang Good Corporate
Governance dan bidang-bidang lainnya
6. Aspek lainnya 1. Praktik Good Corporate Governance perusahaan menjadi benchmark bagi perusahaan lain
2. Praktik penyimpangan terhadap prinsip-prinsip Good Corporate Governance
Hasil Pencapaian selama lima tahun terakhir 2008-2012 menunjukan adanya peningkatan pencapaian. Dapat diketahui pada tahun 2008 memperoleh skor 86,05 dan terus berlanjut hingga tahun 2012 dengan memperoleh skor 94,47.
Tabel 4. 9 Hasil Assessment Tahun 2008-2012
No Indikator Bobot 2012 Bobot 2011 2010 2009 2008 1 Komitmen terhadap Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang baik secara Berkelanjutan 7,00 6,56 18,00 17,45 16,39 16,51 16,33 2 Pemegang Saham dan RUPS atau Pemilik Modal 9,00 8,15 9,00 6,82 6,90 6,86 6,66 3 Dewan Komisaris 35,00 32,92 33,00 32,02 32,45 30,19 26,99 4 Direksi 35,00 33,12 33,00 31,52 30,92 30,35 29,14 5 Pengungkapan Informasi dan Transparansi 9,00 8,97 7,00 7,00 7,00 7,00 6,93 6 Aspek Lainnya 5,00 4,75 Jumlah 100 94,47 100 94,80 93,66 90,91 86,05 Sumber : PT. Jamsostek (Persero)
Dari hasil penilaian selama lima tahun terakhir, terjadi secara terus menerus peningkatan atas penilaian yang telah dilakukan pada setiap tahunnya. Walaupun dapat dilihat terjadi penurunan sebesar sekitar 0,33 poin pada tahun terakhir yaitu tahun 2012, dari tahun sebelumnya yaitu tahun 2011. Penurunan skor ini disebabkan karena adanya perubahan peraturan yang mengatur mengenai Indikator atau Parameter Penilaian (Assessment) dan Evaluasi (Review) atas Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance) pada BUMN.
2. Hasil Studi Prakarsa Anti Korupsi SPAK BUMN
Hasil Studi Prakarsa Anti Korupsi (SPAK) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada tahun 2011 dengan skor 7,80 dan dengan sebagai peringkat Kedua kategori BUMN. Indikator SPAK BUMN 2011 yang digunakan adalah berdasarkan instrumen yang penting dalam pencegahan korupsi di suatu perusahaan.
Tabel 4. 10 Indikator Hasil Studi Prakarsa Anti Korupsi SPAK BUMN 2011
No Indikator Nilai Total Ketersediaan Aturan Peran Pemimpin Pengawasan & Evaluasi 1 Keteladanan Pimpinan 9,56 10,00 9.08 10,00
2 Pedoman Etika & Perilaku 8,16 9,68 5,90 10,00 3 Penanganan Situasi Konflik
Kepentingan 7,72 8,98 5,40 10,00 4 Pengelolaan Sistem Pengaduan 9,02 10,00 7,50 10,00 5 Pengelolaan Transparansi Harta Kekayaan 6,64 8,19 3,69 10,00
6 Pengelolaan Penerimaan & Pemberian Hadiah
4,08 0 5,51 10,00
7 Indikator Penegakan Aturan 10,00 - - -
8 Inovasi Lain 8,17 - - -
Jumlah 7,80
Sumber : PT. Jamsostek (Persero)
Indikator penilaian evaluasi SPAK BUMN serta pembobotannya ditentukan melalui proses Focus Group Discussion (FGD) yang dilakukan oleh Tim dari KPK. Skor yang digunakan adalah nol sampai dengan sepuluh, jika skor makin tinggi maka makin baik pencegahan korupsi yang dilakukan oleh perusahaan yang bersangkutan. Dengan adanya SPAK BUMN ini, KPK memberikan saran bahwa agar melakukan sosialisasi terhadap peraturan antikorupsi yang telah ditetapkan oleh para direksi. Peraturan yang sudah ditetapkan dan memastikan bahwa diselenggarakannya fraud risk assessment yang dilakukan minimal dua tahun sekali.
Karena fraud risk assessment dapat dijadikan dasar untuk menyusun fraud control plan.
3. Hasil survey integritas oleh KPK
Hasil survey integritas pelayanan publik yang dilakukan oleh KPK pada tahun 2011, PT. Jamsostek (Persero) mendapatkan skor sebesar 7,52 sebagai peringkat Ketiga dari 89 peserta dan peringkat Pertama kategori BUMN. Survey ini mempunyai tujuan untuk mengetahui nilai integritas, indikator dan sub-indikator integritas dalam pelayanan publik.
Pelaksanaannya dilakukan dengan cara pengukuran ilmiah terhadap tingkat korupsi dan faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya korupsi di lembaga publik, dengan mesurvey pengguna langsung layanan publik tersebut. Survey ini juga bertujuan untuk memberikan masukan bagi lembaga layanan publik atau perusahaan, agar dapat mempersiapkan upaya-upaya pencegahan korupsi yang efektif pada layanan yang rentan terhadap korupsi.
4. Hasil survey Corporate Governance Perception Index (CGPI)
Hasil pencapaian selanjutnya adalah hasil survey Corporate Governance Perception Index (CGPI) oleh The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG) dengan tema Good Corporate Governance dalam perspektif Etika pada tahun 2010, yang dimana diselenggarakan pada tahun 2011 dengan skor 83,40 dengan kualifikasi “Terpercaya” atau “Trusted Company”.
Tabel 4. 11 Survey Corporate Governance Perception Index (CGPI) Indikator Skor Self Assessment 21,71 Kelengkapan Dokumen 19,09 Makalah 12,47 Observasi 30,13 Jumlah 83,40
Sumber : PT. Jamsostek (Persero)
Survey yang dilakukan CGPI dengan metode studi dokumentasi, kuesioner, wawancara dan observasi. Penilaian survey yang diselenggarakan oleh CGPI tahun 2011, menggunakan bobot yang berbeda-beda, yaitu indikator self-assessment berbobot 25%, indikator kelengkapan dokumen berbobot 23%, indikator makalah berbobot 17% dan indikator observasi berbobot 35%.
Selain pencapaian yang telah disebutkan diatas, PT. Jamsostek (Persero) juga telah menyesuaikan dan menindaklanjuti beberapa parameter yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Negera BUMN Nomor : PER-01/MBU/2011 tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (Good Corporate Governance) pada Badan Usaha Milik Negara.