BAB II LANDASAN TEORI
F. Sistem Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan
Sistem pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan sebelum adanya peraturan baru ada 2 macam sistem yaitu Non SISTEP dan SISTEP, karena kurangnya pelayanan pada pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan maka Dirjen Pajak mengeluarkan aturan yaitu Kep. Dirjen Pajak No. SE-14/PJ.6/2004 dan No. SE-42/PJ.6/2004 sehingga setelah adanya peraturan baru terdapat 3 macam sistem pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan yaitu Non SISTEP,SISTEP dan On-Line.
Berikut ini penjelasan mengenai sistem pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan:
a. Non SISTEP
Non SISTEP adalah prosedur pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) melalui tiga tempat pembayaran yaitu Bank Persepsi. Kantor Pos dan Giro dan melalui petugas yang berwenang. Menurut
Keputusan Menteri Keuangan No.1005/KMK. 04/1985 ketentuan Non SISTEP adalah sebagai berikut:
1) Tempat pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan di Bank, Kantor Pos dan Giro, dan tempat lain yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan.
2) Pajak Bumi dan Bangunan dibayar melalui petugas pemungut yang ditunjuk untuk itu maka setiap hari Petugas Pemungut tersebut wajib menyetor hasil pungutan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) ke Kantor Pos dan Giro setempat atau cabang Bank Pemerintah setempat.
3) Semua saldo Bank yang berasal dari penyetoran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) melalui rekening Kas Negara Persepsi setiap hari dipindah bukukan ke rekening Induk Kas Negara pada cabang Bank pemegang rekening Induk Kas Negara.
Menurut Direktorat Jenderal Pajak (1992:73) sstem pembayaran PBB dengan Non SISTEP ada tiga pembayaran PBB yaitu: 1) Melalui Bank Persepsi yaitu Bank pemerintah kecuali Bank
Pembangunan Indonesia (Bapindo) dan Bank Tabungan Negara (BTN) yang berada didaerah tingkat II di mana objek pajak terhutang.
22
3) Melalui petugas pemungut yang secara resmi ditunjuk oleh Walikota/bupati Kepala Daerah Tingkat II. Sedangkan untuk DKI Jakarta ditunjuk oleh Gubernur Kepala Daerah Tingkat I.
Berikut ini bagan alir dari system pembayaran PBB dengan Non SISTEP:
b. Sistem Tempat Pembayaran (SISTEP)
Sistem Tempat Pembayaran (SISTEP) adalah tata cara pembayaran, penyetoran, pelimpahan, dan pembagian hasil pelimpahan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) melaui tempat pembayaran yang telah ditentukan. Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara yaitu pembayaran langsung ke tempat pembayaran dan pembayaran melalui petugas pemungut (Suharno, 2003:51).
Menurut Muda Markus (2005:426) pokok-pokok ketentuan SISTEP adalah sebagai berikut:
1) Tempat pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Bank yang telah ditunjuk unuk menerima pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). 2) Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hanya dapat dilakukan
dalam 1 (satu) kali pembayaran/sekaligus dalam arti jumlah pajak terutang tidak dapat duangsur atau dicicil.
3) Penyampaian SPPT untuk 1 (satu) wilayah pemerintahan tertentu kepada wajib pajak dilakukan secara serentak/dalam perode tertentu sehingga tanggal jatuh tempo pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
untuk 1 (satu) wilayah pemerintahan seragam, yaitu 1 (satu) tanggal jatuh tempo.
4) Ketentuan tanggal jatuh tempo pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang seragam dapat diberlakukan misalnya untuk satu wilayah pemerintahan kecamatan. Dengan demikian, dimungkinkan bagi kecamatan yang berbeda mempunyai tanggal jatuh tempo berbeda. Penentuan tanggal jatuh tempo secara berbeda-beda dimaksudkan untuk menghindari terjadinya penumpukan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) pada saat tanggal jatuh tempo yang sama.
5) Surat Tanda Terima Setoran (STTS) PBB harus sudah tersedia di tempat pembayaran sebelum SPPT diterima oleh wajib pajak.
6) Untuk semua sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) harus diterbitkan SPPT.
7) Dalam 1 (satu) wilayah kabupaten/kota hanya ada satu Bank atau Kantor Pos Operasional V.
8) Jika ada 1 (satu) kabupaten/kota terdapat lebih satu Bank atau Kantor Persepsi maka jumlah Bank Persepsi di batasi sebanyak-banyaknya tiga jenis bank, sedangkan Bank/Kantor Pos Operasionalnya tetap satu.
9) Pembuatan Buku Induk PBB, SPPT, STTS satuannya adalah Desa/Kelurahan dan Nomor Seri SPPT-nya dibuat urut per Desa/Kelurahan.
24
10) Tempat pembayaran harus terletak didalam wilayah Kabupaten/Kota yang bersangkutan, dan diusahakan dapat dijangkau dengan mudah oleh wajib pajak. Apabila wajib pajak melunasi kewajiban PBB-nya melaui transfer atau pemindahbukuan, pengiriman uang melalui bak atau wesel pos, pada dokumen disamping mencantumkan nama wajib pajak, nomoe seri SPPT. Atas pembayaran PBB melalui pemindah bukuan/transfer, STTS-nya dikirim langsung ke wajib pajak oleh tempat pebayaran.
Menurut Direktorat Jenderal Pajak (1992:81) ada dua tempat pembayaran yaitu:
1) Pembayaran langsung ke tempat pembayaran yaitu wajib pajak membayar lansung ke tempat pembayaran yang tela ditetapkan.
2) Melaui petugas pemungut yaitu wajib pajak membayar atau melunasi PBB-nya melalui petugas pemungut sebagai bukti pembayaran akan diberikan Tanda Terima Sementara (TTS).
Teller bank Jatim untuk objek pajak yang berada di wilayah Propinsi Jawa Timur, ATM dan Counter Teller BPD Bali untuk objek pajak yang berada di Propinsi Bali, ATM BCA, ATM BII, ATM Mandiri di mana saja untuk objek pajak di seluruh Indonesia.
Menurut KEP-383/PJ. /2002 pembayaran PBB melalui sistem Pembayaran On-Line sebagai berikut:
1) Wajib pajak mendatangi alat transaksi bank dengan membawa data yang lengkap dan benar Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), kode mata anggaran pemerintah PBB, masa tahun pajak.
2) Membuka menu pembayaran pajak.
3) Mengisi elemen dalam tampilan dengan data sebagaimana dimaksud dalam angka 1 diatas secara tepat, lengkap dan benar.
4) Meneliti identitas wajib pajak yang terdiri dari nama dan alamat wajib pajak yang muncul pada tampilan.
5) Mengisi elemen data lainnya yang diperlukan dala tampilan berikutnya secara tepat.
6) Mengambil hasil keluaran fasilitas alat transaksi Bank yang disetarakan dengan SSP.
7) Mengecek kebenaran SSP yang diperoleh.
26 BAB III
METODE PENELITIAN
A. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Semarang Barat yang beralamatkan di Jalan Pemuda No.1 Semarang Barat.